Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

30 hasil
Subjek: Lingkungan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PEMBERSIHAN LUKA GANGRENE DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL RS SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022”.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN Skripsi, Mei 2023 Erik Ismail Aziz Nim 221070085 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Pembersihan Luka Gangrene Di Instalasi Bedah Sentral Rs Sentra Medika Cikarang Tahun 2022 xviii, 65 Halaman, 12 Tabel, 10 Lampiran Debridement / pembersihan luka adalah kegiatan mengangkat atau menghilangkan jaringan mati (devaskularisasi), jaringan terinfeksi dan benda asing dari dasar luka sehingga dapat ditemukan dasar luka dengan vaskularisasi baik. Prevalansi penderita gangren di Indonesia sekitar 15% angka amputasi 30%, angka mortalitas 32% (Morison, 2011). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan terhadap pembersihan luka gangrene. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional.penelitian ini bertempat di Ruang Instalasi Bedah Sentral Rs Sentra Medika Cikarang. Populasi yang di ambil adalah responden yang akan melakukan Tindakan operasi debridement gangrenyang berjumlah 32 orang dan pengambilan sampel di lakukan dengan cara accidental Sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah formulir kuesioner. Penelitian ini diperoleh dari data primer yang di peroleh melalui pengisian kuesioner. Data yang di peroleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistic uji chi square. Dari hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang siginfikan antara Pendidikan dengan pengetahuan pembersihan luka yaitu (p value =0,002), umur (p-value = 0,013), informasi (p-value = 0,002), lingkungan (p-value = 0,036) dalam pembersihan luka gangrene. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pembahasan dapat di simpulkan ada hubungan yang signifikan antara umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan dengan pengetahuan pembersihan luka gangrene. Saran yang diajukan bagi institusi pelayanankeehtan agar lebih mengaktifkan informasi atau penyuluhan terhadap masyarakat khususnya penderita diabetes melitus. Daftar Bacaan : 15 (2013-2022)

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare Pada Balita di Klinik Salsabila Husada Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Diare masih menjadi salah satu penyebab kesakitan pada balita dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pengetahuan ibu, personal hygiene, sanitasi ling-kungan, dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Klinik Salsabila Husada Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sec-tional. Sampel berjumlah 98 responden yang dipilih dari populasi 130 balita menggunakan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan data sekunder melalui buku KIA. Analisis dilakukan secara univariat dan bi-variat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p<0,001), personal hygiene (p<0,001), dan sanitasi lingkungan (p<0,001) dengan kejadian diare pada balita. Sementara itu, status gizi tidak berhubungan secara sig-nifikan dengan kejadian diare (p=0,873; OR=0,841; 95% CI=0,348–2,034). Kes-impulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita, sedangkan status gizi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Upaya pencegahan perlu diarahkan pada peningkatan edukasi ibu, penerapan PHBS, serta perbaikan sanitasi lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Tentang Seks Bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak – anak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik dan emosional serta penyesuaian sosial di masa dewasa. Pengetahuan remaja tentang seks bebas sangat penting, karena menyangkut kesehatan reproduksi, kesehatan mental dan juga masa depan mereka. Salah satu upaya mengatasi masalah kurangnya pengetahuan remaja terhadap seks bebas adalah dengan meningkatkan Pendidikan Kesehatan Reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X dan XI di SMAN 1 Cikarang Pusat, populasi sebanyak 864 responden, sample sebanyak 100 responden, data yang didapat berupa data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis responden yang usia beresiko yaitu remaja tengah (usia 15 – 17 tahun) sebanyak 41,5% (P - value 0,000) OR 73,750 (CI 95%: 18,227 – 298,412) pada responden dengan jenis kelamin yang beresiko yaitu pada perempuan sebanyak 36,8 % (P - value 0,000) OR 9,383 (CI 95%: 3,489 – 25,236) pada responden yang memiliki kurangnya sumber informasi sebanyak 39,5 % (P - value 0,000) OR 6,261 (CI 95%: 2,500 – 15,682) pada responden yang memiliki lingkungan yang buruk sebanyak 41,5 % (P - value 0,000) OR 5,147 (CI 95%: 2,097 – 12,630) dan pada responden yang memiliki teman sebaya negatif sebanyak 44,9 % (P - value 0,000) OR 6,391 (CI 95%: 2,536 – 16, 104). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara usia remaja, jenis kelamin, sumber informasi/media massa, lingkungan dan teman sebaya terhadap pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat, remaja di harapkan untuk memilih lingkungan serta media informasi yang baik bagi perkembangan perilaku seksual untuk menghindari penyimpangan atau perilaku seks di luar nikah.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak-anak di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dengan keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai. Kondisi ini berdampak negatif tidak hanya pada kualitas hidup anak tetapi juga pada beban ekonomi dan sosial keluarga serta masyarakat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita di Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin pada tahun 2025. Metode penelitian : analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 57 responden ibu dengan anak balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada ibu kemudian dilakukan analisis menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio (OR) untuk mengetahui hubungan dan kekuatan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27 (47,4%) anak balita mengalami diare, hampir seluruh responden 38 (66,7%) memiliki pengetahuan kurang tentnag diare, hampir sebagian dari responden 28 (49,1%) memiliki lingkungan tidak bersih dan hampir sebagian responden 21 (36,8%) mengkonsumsi makanan tidak layak. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada anak (p = 0,000; OR = 1,11), kondisi lingkungan yang kurang sehat (p = 0,002; OR = 2,25), serta kelayakan makanan yang dikonsumsi anak (p = 0,000; OR = 3,79). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, kondisi lingkungan, dan makanan dengan kejadian diare.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Emosional Pada Usia Remaja di Sekolah SMP X Cikarang Utara

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang Perilaku emosional remaja menjadi isu yang semakin penting karena masa ini ditandai dengan perubahan fisik, sosial, dan emosional yang signifikan untuk membentuk karakter dan kepribadian remaja di masa depan. Menurut data WHO (2019), 8% anak – anak dan 15% usia remaja mengalami gangguan mental, dengan kelompok usia 15 – 29 tahun, ditemukan kasus bunuh diri sebagai penyebab ketiga kematian. Sedangkan menurut data Riskesdas (2021), 40% remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental, berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Masalah kesehatan mental remaja yang tidak ditangani sedari dini menjadi penyebab masalah mental yang berawal dari gangguan belajar, juga dapat menjadi berkelanjutan terhadap masalah mental yang mempengaruhi keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini, dengan menghubungkan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku emosional remaja, seperti usia, jenis kelamin, pola asuh orang tua, dan lingkungan social. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan kuesioner pola asuh orang tua, dengan jumlah responden sebanyak 81 siswa/i kelas 7.dimana uji validitas dan reliabilitas sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai P- Value 0.031, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan perilaku emosional. Uji Chi-Square menunjukkan nilai P- Value 0.012, untuk jenis kelamin yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan perilaku emosional. Uji Chi-Square menunjukkan nilai P- Value 0.004 pada pola asuh, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Pola Asuh dan perilaku emosional. Uji Chi-Square juga menunjukkan nilai P- Value 0.032 untuk lingkungan sosial, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Lingkungan Sosial dan perilaku emosional. Kesimpulan Perilaku emosional remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Maka diperlukan pendekatan holistik dalam memahami dan mengelola perkembangan emosional remaja. Studi lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi lebih dalam faktor faktor lain yang bisa mempengaruhi perilaku emosional pada usia remaja.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat Kabupaten Bekasi

2025•Koleksi Perpustakaan

Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p < 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KUSTA DI PUSKESMAS DANAU INDAH CIKARANG BARAT KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Faktor Lingkungan Fisik Dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Cikarang Utara Kabupaten Bekasi

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit tropis yang paling umum dan telah berkembang menjadi masalah kesehatan internasional yang krusial. Faktor lingkungan fisik yang berkontribusi terhadap penyebaran DBD meliputi suhu, kelembapan, jarak antar rumah, ventilasi rumah tanpa kawat kasa, pakaian yang menggantung, barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta Tempat Penampungan Air (TPA) yang terbuka. Perilaku pencegahan DBD mencakup tindakan seperti menguras tempat penampungan air setiap minggu, memasang kasa kawat pada ventilasi rumah, dan menyimpan pakaian di dalam lemari. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode crosssectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 62 orang. Variabel independen mencakup faktor lingkungan fisik, sedangkan variabel dependen adalah perilaku pencegahan DBD. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara faktor lingkungan fisik dengan perilaku pencegahan DBD, dengan nilai P = 0,02 (P < 0,05) dan Odds Ratio (OR) sebesar 0,088, yang menunjukkan bahwa perilaku pencegahan yang kurang terkait dengan lingkungan fisik yang buruk. Kesimpulan: Terdapat hubungan faktor lingkungan fisik dengan perilaku pencegahan DBD nilai signifikansi P = 0.02 (P< 0.05).

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III di TPMB Bd Siti Asiah S.Tr., Keb. Desa Telaga Murni

2024•Koleksi Perpustakaan

Kualitas tidur pada ibu hamil sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin. Adapun sebuah penelitian memperkirakan terjadinya gangguan tidur pada wanita hamil pada 46-78%, dengan kualitas tidur menurun menjelang trimester ketiga. Hampir 80% wanita hamil insomnia pada trimester ketiga kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur ibu hamil trimester III di TPMB Bd Siti Asiah STr, Keb Desa Telaga Murni Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Metode penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah 102 ibu hamil trimester III dengan purposive sampling. Instrument menggunakan kuesioner. Analisa univariat, bivariat dan uji chi-square. Hasil Analisa bivariat variabel umur ibu hamil p value = 0.000 (OR= 10.833), variabel penyakit p value = 0.667 (OR= 1.434), variabel nutrisi p value = 0.000 (OR= 9.630), dan variabel lingkungan fisik p value = 0.000 (OR= 6.890). Kesimpulan hasil penelitian variabel umur ibu hamil, nutrisi, dan lingkungan fisik memiliki hubungan dengan kualitas tidur serta penyakit tidak memiliki hubungan dengan kualitas tidur. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan kepada ibu hamil agar lebih menjaga kehamilan dan kualitas tidurnya, supaya saat persalinan mudah dan lancar.

29 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pada Siswa di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Perilaku seksual pada siswa di SMK bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kurangnya pendidikan seks di rumah dan di sekolah, pengaruh media sosial dan budaya populer, kurangnya pengawasan orangtua atau guru, dan tekanan dari teman sebaya. Selain itu, adanya keinginan untuk mengeksplorasi dan memenuhi kebutuhan seksual yang timbul selama masa pubertas juga dapat menjadi faktor yang mendorong perilaku seksual pada siswa SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual siswa di SMK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 154. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel penelitian sebanyak 154 siswa. Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, lingkungan, sikap, media informasi, peran orang tua, dan peran teman dalam perilaku seksual pada remaja di SMK.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Pembersihan Luka Gangren di Ruang Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Debridement / pembersihan luka adalah kegiatan mengangkat atau menghilangkan jaringan mati (devaskularisasi), jaringan terinfeksi dan benda asing dari dasar luka sehingga dapat ditemukan dasar luka dengan vaskularisasi baik. Prevalansi penderita gangren di Indonesia sekitar 15% angka amputasi 30%, angka mortalitas 32% (Morison, 2011). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan terhadap pembersihan luka gangrene.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional.penelitian ini bertempat di Ruang Instalasi Bedah Sentral Rs Sentra Medika Cikarang. Populasi yang di ambil adalah responden yang akan melakukan Tindakan operasi debridement gangrenyang berjumlah 32 orang dan pengambilan sampel di lakukan dengan cara accidental Sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah formulir kuesioner. Penelitian ini diperoleh dari data primer yang di peroleh melalui pengisian kuesioner. Data yang di peroleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistic uji chi square.Dari hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang siginfikan antara Pendidikan dengan pengetahuan pembersihan luka yaitu (p value =0,002), umur (p-value = 0,013), informasi (p-value = 0,002), lingkungan (p-value = 0,036) dalam pembersihan luka gangrene. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pembahasan dapat di simpulkan ada hubungan yang signifikan antara umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan dengan pengetahuan pembersihan luka gangrene. Saran yang diajukan bagi institusi pelayanankeehtan agar lebih mengaktifkan informasi atau penyuluhan terhadap masyarakat khususnya penderita diabetes melitus.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA DI SMK ISLAM AL-AMIN CIKARANG UTARA TAHUN 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PRODI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Agustus 2023 Nama : Qonita Tasya Sukirman Nim : 020619042 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA DI SMK ISLAM AL-AMIN TAHUN 2023 VIII + 78 Halaman + 11 Tabel + 2 Gambar + 10 Lampiran ABSTRAK Masa remaja adalah masa yang dimana anak anak menuju masa dewasa. Pada masa ini remaja cenderung memiliki keberanian untuk melakukan keinginannya secara bebas dan banyak ingin tahu hal hal baru, Menurut SDKI 2017 mengungkapkan, sekitar 2% remaja wanita usia 15- 24 tahun dan 8% remaja pria di usa yang sama mengaku telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah, dan 11% diantaranya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Dalam Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional, Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan populasi siswa dan siswi di SMK Islam AL-Amin Cikarang Utara. Metode pengambilan sampel dengan Total sampling berjumlah 154 siswa dan siswi. Data adalah data primer dengan menggunakan instrument yaitu kuesioner, Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil uji statistik bivariat menggunakan uji chi square bahwa sebagian besar responden berpengetahuann kurang 42 (27,3%) dan baik 121 (72,7%) (p-value=0,000) OR 7,222. Responden yang memiliki lingkungan kurang 38 (24,7%) dan baik 116 (75,3%) (p-value=0,000) OR 6,935. Responden yang mempunyai sikap yang kurang 40 (26%) dan baik 114 (74%) (p-value=0,000) OR 7,950. Responden yang memiliki media infromasi yang kurang 34 (22,1%) dan baik (120%) (p-value=0,000) OR 11,053. Responden yang memiliki peran orang tua kurang 65 (42,2%) dan baik 89 (57,8%) (p-value=0,132) OR 1,975. Dan responden yang memiliki peran teman kurang 45 (29,9%) dan baik 109 (70,8%) (p-value=0,000) OR 6,313. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, lingkungan, sikap, media informasi, peran orang tua, dan peran teman dalam perilaku seksual pada remaja di Smk islam Al-amin Cikarang Utara, Remaja diharapkan untuk memilih lingkungan serta media informasi yang baik bagi perkembangn prilaku seksual guna menghindari penyimpangan atau prilaku seks diluar nikah.

42 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Terhadap Seks Bebas di SMA Negeri 1 Cikarang Barat Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Salah satu upaya mengatasi masalah kurangnya pengetahuan remaja terhadap seks bebas adalah dengan meningkatkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja terhadap seks bebas Di SMA Negeri 1 Cikarang Barat Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuntitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X di SMA Negeri 1 Cikarang Barat sebanyak 194 responden, data yang didapat berupa data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis responden yang usia beresiko sebanyak 98,5% (P value 0,196), pada responden dengan jenis kelamin yang beresiko sebanyak 38,7% (P value 0,047), pada responden dengan sikap remaja yang tidak baik sebanyak 45,9% (P value 0,024), pada responden yang memiliki kurangnya media informasi sebanyak 49,5% (P value 0,021), pada responden yang memiliki lingkungan yang kurang baik sebanyak 43,3% (P value 0,002), dan pada responden yang memiliki kurangnya dukungan keluarga sebanyak 50,0% (P value 0,031).

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Pada Remaja di SMKN 1 Kelas 10 dan 11 di Cikarang Selatan Desa Ciantra Sukadami Kabuapten Bekasi Jawa Barat Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik terhadap lawan jenis maupun sesama jenis. Jumlah perilaku seksual pada remaja di SMKN X Cikarang Selatan berjumlah 58%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja Di SMKN X Cikarang Selatan Desa Ciantra Sukadami Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan Analitik Kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 10 dan 11 di SMKN 1 Cikarang Selatan Desa Ciantra Kabupaten Bekasi yang berjumlah 150 orang Siswa. Dalam sampel ini menggunakan rumus Total Sampling didapat 150 Siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data analisis dilakukan dengan menggunakan Chi-Square. Dari 6 Variabel yang diteliti (Pengetahuan, Sikap, Lingkungan, Sumber Informasi, Peran Orang Tua, dan Teman Sebaya) Hasil uji ststistik bivariate dengan menggunakan Chi Square menunjukkan bahwa Pengetahuan (p-value=0,055)OR 1,486, Sikap (pvalue=0,047) OR 0,031, Lingkungan (p-value=0,003) OR 0,003, Sumber Informasi (p-value=0,044) 0,044, Peran Orang Tua (p-value=0,079) OR 0,423, dan Teman Sebaya (p-value=0,001) OR0,959Ada hubungan antara Sikap, Lingkungan, Sumber Informasi, Peran Orang Tua, dan Peran Teman Sebaya. Sedangkan pada Faktor Pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Perilaku Seksual pada Remaja. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan para remaja mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja.

26 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Dalam Menghadapi Persalinan di BPM Ratna Kabupaten Cirebon Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

Kecemasan juga merupakan emosi tanpa objek yang spesifik. Kecemasan akan berdampak negatif pada wanita sejak masa kehamilan sampai persalinan. Secara psikologis, ibu yang tidak tenang dapat menurunkan kondisi tersebut kepada bayinya sehingga bayi mudah merasa gelisah, yang akhirnya berdampak pada kesehatannya seiring ia tumbuh besar. Metode penelitian ini bersifat desain korelasional dengan pendekatan Cross-Sectional. . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu Hamil usia kehamilan trisemester III yang berada di wilayah kerja BPM Ratna Ningsih di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon yaitu sebanyak 111 ibu hamil dimana sampel akhir 61 orang dengan menggunakan teknik Accidental sampling. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat, uji statistik dengan uji Chi-square. Hasil analisa univariat didapatkan hasil dari 61 responden terdapat 41 responden (67.2%) yang memiliki kecemasan dalam menghadapi persalinan, sedangkan terdapat 20 responden (32.8%) yang tidak cemas dalam menghadapi persalinan. Hasil analisa bivariat dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pembedahan (p value=0.004), status ekonomi (p value=0.000) , lingkungan (p value=0.045) , usia (p value=0.000) , dukungan suami (p value=0.002) dengan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Diharapkan dengan adanya penelitian ini responden dapat memperluas wawasan dan ilmu pengetahuannya tentang faktor yang berhubungan dalam menghadapi persalinan dan meningkatkan kesadaran responden bahwa persalinan tidak harus dilakukan dengan pembedahan

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Pernikahan Dini Pada Remaja Putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2022•Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan tingkat dunia, Indonesia termasuk negara dengan persentase pernikahan dini tinggi di dunia (rangking 37) dan tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja (Sibagariang, 2016). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode penelitian ini adalah dengan analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Dengan jumlah populasi seluruh remaja putri yang berada di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi sebanyak 104 responden. Sampel yang diteliti sebagian remaja putri yang berada di Dusun I Desa Tanjung Sari sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan data primer. Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara Pendidikan remaja putri dengan nilai P= 0,009, Status ekonomi dengan nilai P=0,012, Pengetahuan dengan nilai P= 0,030, Budaya dengan nilai P= 0,021, Lingkungan dengan nilai P= 0,002, Peran Orang Tua dengan nilai P= 0,004, Peran Teman Sebaya nilai P= 0,030, dengan kejadian pernikahan dini di Dusun I Desa Tanjung Sari. Tidak ada kesenjangan dari semua variabel yang diteliti dengan Teori. Dari 7 variabel yang diteliti yaitu pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, budaya, lingkungan, peran orang tua, peran teman sebaya adanya hubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Saran bagi remaja, staff Desa, peneliti selanjutnya dan institusi paham mengenai resiko pernikahan dini maupun Kesehatan reproduksi remaja, meningkatkan perarutan yang ada, melanjutkan yang belum diteliti serta menmbah referensi yang ada mengenai pernikahan dini.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Lingkungan Desa Telaga Murni RT 003/ RW 008 Tahun 2020

2021•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Demam berdarah atau dengue hemorrhagic atau lazimnya disebut DBD/DHF merupakan suatu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue, dimana virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Faktor lingkungan yang memberi pengaruh terhadap keberadaan DBD antara lain lingkungan fisik seperti suhu udara, kelembaban, hujan, angin, sinar matahari, arus air, lingkungan biologi seperti tidak menumpuk barang-barang bekas dan lingkungan sosial yaitu kebiasaan atau perilaku seseorang dalam memelihara lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 12 Juli 2020 terlihat bahwa warga di desa Telaga murni khususnya di RT 003/RW 008 hasil yang didapatkan bahwa dari 8 orang faktor lingkungan fisiknya terlihat kurang baik dikarenakan keterbatasan ventilasi pada ruangan. 9 orang faktor lingkungan sosialnya kurang baik dikarenakan tidak membersihkan saluran air dan talang air yang tersumbat. 10 orang lingkungan biologi nya kurang baik dikarenakan banyak barang-barang bekas yang menumpuk dan tempat minum hewan peliharaan yang tidak dibersihkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Telaga Murni didapatkan data ada 8 warga yang pernah mengalami DBD. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan “cross sectional”. Dengan populasi sebanyak 42 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 35 responden. Instrument yang digunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi-Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian ini diperoleh tidak adanya hubungan lingkungan sosial dengan kejadian demam berdarah dengue di Desa Telaga murni RT 003/ RW 008 Tahun 2020 dengan p-value (1,000). Pada penelitian ini di dapatkan bahwa dari 11 responden lingkungan sosial kurang, ada sebanyak 9 (81,8%) responden. Sedangkan dari 31 responden lingkungan sosialnya baik, ada sebanyak 26 (83,9%). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan lingkungan sosial dengan kejadian demam berdarah dengue di Desa Telaga murni RT 003/ RW 008 Tahun 2020. Saran : Diharapkan masyarakat seharusnya memanfaatkan peran JUMANTIK yang sudah ada dan menyadari betul tentang pentingnya upaya pemberian penyuluhan dan pengamatan tentang kejadian demam berdarah agar terhindar dari wabah penyakit DBD, jika ada yang kurang mengerti tentang upaya apa yang harus dilakukan dalam melakukan pengamatan terhadap kejadian DBD hendaknya mencari tahu lewat surat kabar atau majalah, iklan televisi, browsing di google atau internet atau dating ke Pusat pelayanan kesehatan untuk menanyakan hal-hal yang tidak diketahui dan memanfaatkan Puskesmas untuk membantu memantau kesehatan anggota keluarga.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Stres pada Mahasiswa Semester II Prodi Sarjana Keperawatan Saat Melakukan Study From Home (SFH) pada Pandemi Covid-19 di Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Tahun 2020

2021•Koleksi Perpustakaan

Selama wabah Covid-19 masuk ke Indonesia, ada peraturan pemerintah yang dikeluarkan untuk melakukan pencegahan penyebaran wabah tersebut. Salah satunya Sistem pendidikan, yaitu dengan cara Study From Home (SFH) atau pembelajaran secara daring. Faktor-faktor yang mempengaruhi stres antara lain: faktor status sosial ekonomi, strategi coping mahasiswa, tuntutan tugas akademik, pengaruh lingkungan sosial. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini di lakukan di Institut Medika Drg. Suherman dengan jumlah sempel 46 responden dan pengambilan sempel menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner melalui google from. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian univariat didapatkan tingkat stres pada mahasiswa saat melakukan study from home (SFH), stress normal 16 responden (34.8%), stress ringan 4 responden (8,7%), stress sedang 2 responden (4,3%), stress berat 12 responden (26,1%), dan stress sangat berat 12 responden (26,1%). Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan tutntutan tugas akademik dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,026, ada hubungan pengaruh lingkungan dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,033, ada hubungan status sosial ekonomi dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,014, dan tidak ada hubungan strategi koping dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,223. Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat tingkat stress pada mahasiswa semester II prodi sarjana keperawatan saat melakuan study from home (SFH) pada pandemi covid-19 di Institut Medika Drg. Suherman tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah tuntutan tugas akademik, pengaruh lingkungan sosial, status sosial ekonomi, sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah strategi koping.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Covid-19 di Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2021•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Covid-19 (SARS-Cov-2) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh keluarga coronavirus jenis baru dan virus ini pertama kali muncul pada tanggal 31 Desember 2019 di Wuhan China. Pada awalnya pemerintah China belum dapat memastikan agen penyebab utama dari penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh Covid-19 ini sehingga kasus-kasus ini pertama kali diklasifikasikan sebagai pneumonia yang etiologinya belum diketahui. Berdasarkan hasil penelitian, Covid-19 ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak fisik dan droplet (percikan kecil-kecil) yang keluar saat seseorang bersin atau batuk. Gejala umum yang muncul setelah terinfeksi Covid-19 ini adalah demam (≥ 38oC), kelelahan dan batuk kering. Ada beberapa gejala lain yang tidak umum tetapi dapat mempengaruhi kesehatan pasien seperti menurunnya indra penciuman atau pengecap, atau perubahan warna jari kaki atau tangan, hidung tersumbat, diare, sakit tenggorokan, konjungtivitis , sakit kepala, sakit dan nyeri. Di Indonesia jumlah kasus Covid-19 pada bulan Juli tahun 2020 telah mencapai 84,882 kasus. Dilansir dari The Asean Post pada tanggal 18 Juli 2020, Negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di ASEAN adalah Indonesia. Dari hasil studi pendahuluan yang telah di lakukan pada tanggal 7 juli 2020 di Kampung Warung Bingung dengan kuesioner yang telah dibagikan kepada 12 warga Kampung Warung Bingung, diperoleh 7 dari 12 warga Kampung Warung Bingung memiliki pengetahuan tentang Covid-19 yang rendah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Covid-19 di Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi dengan jumlah penduduk sebanyak 74 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 64 orang yang telah diseleksi berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sigifikan antara pendidikan (p = 0,035 < α 0,05), pekerjaan (0,044 < α 0,05), dan usia (0,043 < α 0,05) serta tidak adanya hubungan antara lingkungan (0,567 > α 0,05) dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 di Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 di Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi Tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah pendidikan, pekerjaan, usia sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah lingkungan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Merokok Pada Siswa Kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018

2020•Koleksi Perpustakaan

Perilaku merokok merupkan perilaku yang merugikan, tidak hanya bagi individu yang merokok tetapi bagi orang-orang disekitar perokok yang ikut menghirup asap rokok. Riskesdas tahun 2013 perilaku merokok diantaranya pada usia 10 – 14 tahun sebayak 1,4% dan pada usia diatas 15 tahun sebayak 36,2%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018. Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018 berjumlah 69 responden. Menggunakan sample dengan cara Total Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square Hasil penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan (P – Value = 0,019), lingkungan (P – Value = 0,002), sumber informasi (P – Value = 0,005), peran orang tua (P – Value = 0,038), peran teman sebaya (P – Value = 0,027), peran tenaga kesehatan (P – Value = 0,002). Tidak ada kesenjangan antara pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, oeran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan dengan teori Dari 6 variabel yang diteliti (pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, peran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan) hasilnya berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi. Menjalin kerja sama dengan pelayanan kesehatan terdekat pihak sekolah juga harus tegas dalam memberikan sanksi baik itu berupa teguran ataupun sanksi lain jika menemukan siswa yang merokok.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail