BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p < 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti mencakup usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kusta melalui edukasi kesehatan, sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan yang tepat untuk menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam merumuskan kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Penyakit Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Pada awal infeksi, bakteri tersebut menyerang saraf tepi, dan selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem retikuloendotelial, mata, otot, tulang dan juga testis. Oleh karena, bila tidak tertangani dengan baik maka penyakit kusta berisiko menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan juga mata (WHO, 2020).
Tujuan : Mengetahui Hubungan antara Personal Hygiene dengan kejadian Penyakit Kusta
Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross. Populasi pada penelitian ini 32. sampel yang diambil sebanyak 32 dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Pada penelitian ini sampelnya seluruh pasien kusta di Puskesmas Sukaindah oleh sampel kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan Bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan a < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara personal hygiene dengan kejaddian penyakit kusta
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit tropis yang masih menjadi suatu masalah kesehatan di dunia, khususnya di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Untuk mencapai kesembuhan penyakit kusta diperlukan keteraturan atau kepatuhan berobat bagi setiap penderita. Mengetahui gambaran tingkat kepatuhan penderita kusta dalam berobat di Puskesmas Sukatani dan Puskesmas Tambelang Kabupaten. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien kusta yang menjalani pengobatan diPuskesmas Sukatani dan Puskesmas Tambelang dan sampel penelitian 35 klien dengan cara total sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat.
Hasil Penelitian : berdasarkan tingkat kepatuhan yang terbanyak adalah responden patuh sebanyak 25 klien (71,4 %), berdasarkan pengetahuan yang terbanyak adalah responden dengan pengetahuan yang terbanyak adalah responden dengan pengetahuan baik sebanyak 25 klien (71,4 %),berdasarkan pendidikan yang paling banyak adalah responden dengan tingkat pendidikan rendah sebanyak 22 klien (62,8 %),dan berdasarkan dukungan keluarga paling banyak responden dengan dukungan keluarga baik sebanyak 26 klien (74,3 %).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat kepatuhan pasien kusta dalam berobat di Puskesmas Sukatani dan Puskesmas Tambelang memiliki kepatuhan yang ptuh dengan pendidikan yang rendah.
Saran : untuk dinas pendidikan meningkatkan edukasi mengenai pentingngnya pendidikan tinggi untuk mendapat kesejahteraan dan mencapai kesehatan yang optimal.