BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anak dengan tunagrahita memiliki keterbatasan fungsi intelektual dan kemampuan menyesuaikan diri sehingga berdampak pada aktivitas hariannya termasuk dalam kemandirian makan. Untuk mengembangkan kemampuan tersebut, anak memerlukan pendekatan dukungan keluarga dalam pendampingan pelatihan secara bertahap dan konsisten. Kurangnya dukungan keluarga menyebabkan anak akan ketergantungan pada orang lain dan kesulitan mencapai kemandirian dalam aktivitas makan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian makan (eating activities) pada anak tunagrahita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan Sampel ini menggunakan total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas sehingga valid dan layak digunakan, kemudian dianalisis menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: uji chi-square test diperoleh nilai p-value = 0.023 (p < 0.05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Makan (Eating Activities) Pada Anak Tunagrahita. Kesimpulan: Semakin baik dukungan keluarga, maka semakin tinggi tingkat kemandirian makan pada anak tunagrahita. Oleh karena itu, perlunya keterlibatan langsung dari keluarga dalam membimbing pelatihan kemandirian anak untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam
perkembangan anak usia prasekolah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah
satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat dapat membantu anak
mengembangkan kemampuan melakukan aktivitas secara mandiri sesuai tahap
perkembangannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang
tua dengan kemandirian anak prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan
desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 70 responden yang merupakan anak usia prasekolah
beserta orang tuanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.
Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh orang tua yang dikategorikan
menjadi pola asuh otoriter dan demokratis serta kuesioner kemandirian anak yang
diklasifikasikan menjadi ketergantungan sedang, kemandirian sebagian, dan
kemandirian penuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat
menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis
sebanyak 54 responden (77,1%). Mayoritas anak memiliki tingkat kemandirian
penuh yaitu 39 anak (55,7%). Pada pola asuh otoriter, sebagian besar anak berada
pada kategori kemandirian sebagian (62,5%), sedangkan pada pola asuh demokratis
sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian penuh (64,8%). Hasil uji
Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,015 (p < 0,05), sehingga terdapat
hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak
prasekolah. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis
cenderung meningkatkan tingkat kemandirian anak prasekolah dibandingkan pola
asuh otoriter. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh
yang mendukung perkembangan kemandirian anak sejak usia dini.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Mahasiswa perantau sering menghadapi tantangan adaptasi yang
memengaruhi kualitas hidup mereka. Kemandirian menjadi faktor kunci dalam
menentukan sejauh mana mahasiswa mampu bertahan dan mengelola kehidupan di
perantauan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dengan kualitas
hidup pada mahasiswa perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika
Suherman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 58 responden yang diambil menggunakan teknik total
sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kemandirian dan kuesioner
kualitas hidup. Hasil: Mayoritas responden memiliki kemandirian tinggi (79,3%) dan
kualitas hidup yang baik (75,9%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup dengan nilai pvalue
=
0,000
(p
<
0,05)
dan
nilai
χ²
=
28,954.
Nilai
Contingency
Coefficient
sebesar
0,577
menunjukkan
kekuatan
hubungan
dalam
kategori
kuat. Kesimpulan: Terdapat
hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup pada mahasiswa
perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Semakin tinggi
tingkat kemandirian mahasiswa, maka semakin baik kualitas hidup mereka di
perantauan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kejadian stunting merupakan permaslash perkembangan yang di sebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau malnutrisi, di tandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari anak seusianya, kondisi ini menjadi permaslah serius karena berkaitan dengan peningkatan resiko penyakit dan tingginya angka kemantian. Dampak jangka Panjang dapat berpengaruh negatif terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara stunting dengan perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa dan bicara, sosialisasi dan kemandirian pada anak usia batita di wilayah kerja Puskesmas Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional serta pendekatan cross-sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini mencakup anak batita dengan total sebanyak 1.945 anak batita. Berdasakan penerapan rumus slovin jumlah sampel yang di tentukan dalam penelitian ini adalah 96 anak batita, yang diambil melalui metode non-probabilitasdengan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner KPSP. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Dari hasil analisis uji statistik chi-square variabel perkembangan motorik kasar dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,028, PR 1483, CI 1,042-2.109, CC 0.240. Variabel perkembangan morotik halus dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,020, PR 1.580. CI 1.070-2.335, CC 0,251. Variabel perkembangan bahasa dan bicara dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,022, PR 1.435. CI 1.048-1.996, CC 0,248. Variabel perkembangan sosialisasi dan kemandirian dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,044, PR 1.448. CI 1.015-2.066, CC 0,222. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara variabel stunting dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, Bahasa dan bicara, sosialisasi dan kemandirian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, Januari 2025 Nama : Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim : 121070001 & 122070160 HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN BICARA, SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA BATITA DI PUSKESMAS CIKARANG UTARA ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak di karenakan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang di tandai dengan tinggi badan di bawah standar pada umur nya dan Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang utama di masyarakat Indonesia. Stunting menjadi masalah yang serius di karenakan berhubungan dengan perkembangan dengan resiko sakit dan kematian yang lebih besar yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Stunting dengan Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Bahasa dan Bicara, Sosialisasi dan Kemandirian Di Puskesmas Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitan ini yaitu anak batita yang berjumlah 1.945 batita, setelah di masukan ke rumus slovin jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 96 batita dengan menggunakan metode Non probality dengan jenis purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner KPSP. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil Penelitian: Dari hasil analisis uji statistik chi-square variabel perkembangan motorik kasar dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,028, PR 1483, CI 1,042-2.109, CC 0.240. Variabel perkembangan morotik halus dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,020, PR 1.580. CI 1.070-2.335, CC 0,251. Variabel perkembangan bahasa dan bicara dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,022, PR 1.435. CI 1.048-1.996, CC 0,248. Variabel perkembangan sosialisasi dan kemandirian dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,044, PR 1.448. CI 1.015-2.066, CC 0,222 Kesimpulan: Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel stunting dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian. MEDIKA SUHERMAN UNIVERSITY (UMS) BACHELOR OF NURSING EDUCATION STUDY PROGRAM NERS PROFESSION Thesis, January 2025 Name: Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim: 121070001 & 122070160 HSTUNTING CLUSTER WITH THE DEVELOPMENT OF GROSS MOTOR SKILLS, FINE MOTOR, LANGUAGE AND SPEECH, SOCIALIZATION AND INDEPENDENCE OF TODDLERS AT THE NORTH CIKARANG HEALTH CENTER ABSTRACT Background: Stunting is a child's growth disorder due to chronic malnutrition and recurrent infections that are characterized by substandard height at their age and stunting is one of the main health problems in Indonesian society. Stunting is a serious problem because it is related to development with a greater risk of illness and death which will affect the quality of human resources in the future. Objective: This study aims to determine the relationship between stunting and gross motor development, fine motor, language and speech, socialization and independence in the North Cikarang Health Center, Bekasi Regency. Research Methods: A type of quantitative research with a Correlational design and a cross-sectional approach. The population in this research is 1,945 toddlers, after being entered into the slovin formula, the number of samples in this study is 96 toddlers using the Non-probality method with a type of purposive sampling. Data collection uses KPSP questionnaire sheets. Data analysis uses the Chi-square statistical test. Research Results: From the results of the analysis of the chi-square statistical test of gross motor development and stunting variables read from Continuity Correction, a value (p-value) of 0.028, PR 1483, CI 1.042-2.109, CC 0.240 was obtained. The variables of subtle morothic development and stunting read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.020, PR 1,580. CI 1,070-2,335, CC 0.251. The variables of language and speech development and stunting read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.022, PR 1,435. CI 1,048-1,996, CC 0.248. The variables of socialization and independence and stunting development read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.044, PR 1,448. CI 1.015-2.066, CC 0.222. Conclusion: Based on the above results, it can be concluded that there is a significant relationship between stunting variables and fine motor development, gross motor, speech and language, socialization and independence.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, Januari 2025 Nama : Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim : 121070001 & 122070160 HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN BICARA, SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA BATITA DI PUSKESMAS CIKARANG UTARA ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak di karenakan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang di tandai dengan tinggi badan di bawah standar pada umur nya dan Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang utama di masyarakat Indonesia, stunting menjadi masalah yang serius di karenakan berhubungan dengan perkembangan dengan resiko sakit dan kematian yang lebih besar yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Hubungan Stunting dengan Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Bahasa dan Bicara, Sosialisasi dan Kemandirian Di Puskesmas Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Korelasional dengan pendekatan cross-sectional atau yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel yang di teliti. Populasi pada penelitan ini yaitu anak batita yang berjumlah 1.945 batita, setelah di masukan ke rumus slovin jumlah smapel pada penelitian ini sebanyak 96 batita dengan menggunakan metode Non probality dengan jenis purposive sampling. Hasil Penelitian: Hasil uji Chi-square pada variable stunting yang berhubungan dengan perkembangan motorik kasar dengan nilai p-value sebesar 0,034 dengan nilai odds rationya sebesar 0,405. Berdasarkan uji statistik chi-square di dapati nilai (p-value) sebesar 0,011 dengan nilai odds rationya sebesar 0,336. Hasil uji stutistik chi-square di dapati nilai (p-value) sebesar 0,012 dengan nilai odds rationya sebesar 0,322. Hasil uji stutistik statistik chi-square di dapati nilai (p-value) sebesar 0,026 dengan nilai odds rationya sebesar 0,381. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang di atas didapati hubungan yang signifikan antara variabel stunting dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, Januari 2025 Nama : Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim : 121070001 & 122070160 HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN BICARA, SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA BATITA DI PUSKESMAS CIKARANG UTARA ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak di karenakan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang di tandai dengan tinggi badan di bawah standar pada umur nya dan Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang utama di masyarakat Indonesia. Stunting menjadi masalah yang serius di karenakan berhubungan dengan perkembangan dengan resiko sakit dan kematian yang lebih besar yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Stunting dengan Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Bahasa dan Bicara, Sosialisasi dan Kemandirian Di Puskesmas Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitan ini yaitu anak batita yang berjumlah 1.945 batita, setelah di masukan ke rumus slovin jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 96 batita dengan menggunakan metode Non probality dengan jenis purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner KPSP. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil Penelitian: Dari hasil analisis uji statistik chi-square variabel perkembangan motorik kasar dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,028, PR 1483, CI 1,042-2.109, CC 0.240. Variabel perkembangan morotik halus dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,020, PR 1.580. CI 1.070-2.335, CC 0,251. Variabel perkembangan bahasa dan bicara dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,022, PR 1.435. CI 1.048-1.996, CC 0,248. Variabel perkembangan sosialisasi dan kemandirian dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,044, PR 1.448. CI 1.015-2.066, CC 0,222 Kesimpulan: Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel stunting dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian. Kata Kunci: Stunting, Perkembangan Motorik Kasar, Perkembangan Motorik Halus, Perkembangan Bahasa dan Bicara, Perkembangan Sosialisasi dan Kemandirian. MEDIKA SUHERMAN UNIVERSITY (UMS) BACHELOR OF NURSING EDUCATION STUDY PROGRAM NERS PROFESSION Thesis, January 2025 Name: Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim: 121070001 & 122070160 HSTUNTING CLUSTER WITH THE DEVELOPMENT OF GROSS MOTOR SKILLS, FINE MOTOR, LANGUAGE AND SPEECH, SOCIALIZATION AND INDEPENDENCE OF TODDLERS AT THE NORTH CIKARANG HEALTH CENTER ABSTRACT Background: Stunting is a child's growth disorder due to chronic malnutrition and recurrent infections that are characterized by substandard height at their age and stunting is one of the main health problems in Indonesian society. Stunting is a serious problem because it is related to development with a greater risk of illness and death which will affect the quality of human resources in the future. Objective: This study aims to determine the relationship between stunting and gross motor development, fine motor, language and speech, socialization and independence in the North Cikarang Health Center, Bekasi Regency. Research Methods: A type of quantitative research with a Correlational design and a cross-sectional approach. The population in this research is 1,945 toddlers, after being entered into the slovin formula, the number of samples in this study is 96 toddlers using the Non-probality method with a type of purposive sampling. Data collection uses KPSP questionnaire sheets. Data analysis uses the Chi-square statistical test. Research Results: From the results of the analysis of the chi-square statistical test of gross motor development and stunting variables read from Continuity Correction, a value (p-value) of 0.028, PR 1483, CI 1.042-2.109, CC 0.240 was obtained. The variables of subtle morothic development and stunting read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.020, PR 1,580. CI 1,070-2,335, CC 0.251. The variables of language and speech development and stunting read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.022, PR 1,435. CI 1,048-1,996, CC 0.248. The variables of socialization and independence and stunting development read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.044, PR 1,448. CI 1.015- 2.066, CC 0.222. Conclusion: Based on the above results, it can be concluded that there is a significant relationship between stunting variables and fine motor development, gross motor, speech and language, socialization and independence. Keywords: Stunting, Gross Motor Development, Fine Motor Development, Language and Speech Development, Socialization and Independence Development.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Osteoarthritis atau disebut juga penyakit sendi degeneratif adalah suatu kelainan pada kartilago (tulang rawan sendi) yang ditandai dengan perubahan klinis, histologi dan radiologi. Penyakit ini bersifat asimetris tidak meradang dan tidak ada komponen sistemik. Nyeri sendi merupakan keluhan yang sering dialami pada lansia.Selain itu dapat menimbulkan kegagalan organ dan kematian atau mengakibatkan masalah seperti rasa nyeri. Penduduk yang mengalami Osteoarthritis diindonesia pada tahun 2018 tercatat sebanyak 7,3% dari total penduduk indonesia dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 6,1% dan yang berjenis perempuan sebanyak 8,5%. di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2019, terdapat ada 19 orang lansia yang menderita Osteoarthritis, ada 15 orang lansia (78,9%) mengatakan tidak bisa melakukan aktivitas mandiri dengan kondisi Osteoarthritis.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Antara Nyeri Terhadap Kemandirian Pada Lansia Dengan Osteoarthritis Di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2019.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik, dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu adalah lansia yang memiliki penyakit Osteoarthritis sebanyak 90 Orang di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Sampel yang diambil menggunakan random sampling dimana pada penelitian ini adalah lansia dengan Osteoarthritis sebanyak 71 lansia . Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah dengan menggunakan angket atau kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat pengaruh secara bermakna dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia 0-6 bulan. pendidikan (p value 0,019), pengetahuan (p value 0,002), budaya (p value 0,003), sikap, (p value 0,038), sumber informasi (p value 0,007), dukungan keluarga (p value 0,010) dan dukungan petugas kesehatan (p value 0,001). Dari hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh faktor-faktor yang di teliti dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi usia 0-6 bulan.
Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antar nyeri dengan kemandirian lansia dengan osteoarthitis di puskesmas karang bahagia Kab. Bekasi tahun 2019.
Saran : Diharapkan tenaga kesehatan yang mengelola program posbidu memberikan dukungan kepada keluarga lanjut usia.