Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: stres.
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Motivasi, Mekanisme Koping dan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Tahun Pertama di Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Medika Suherman Tahun 2024

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA PAPARAN CAHAYA BIRU PADA PERANGKAT ELEKTRONIK DAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kualitas tidur yang baik sangat penting bagi remaja karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan fisik, mental dan emosional mereka. Tidur adalah proses fisiologis yang penting, dimana tubuh dan pikiran beristirahat dan memulihkan diri. Tujuan: Menganalisis hubungan paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 1 Pebayuran Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasi dan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur, Kuesioner Paparan Cahaya Biru untuk mengukur paparan cahaya biru pada perangkat elektronik dan PSS untuk mengukur tingkat stres. Hasil: Hasil uji kualitas tidur buruk sebanyak 126 (63%), kualitas tidur baik 74 (37%), paparan cahaya biru tingkat rendah 61 (30,5%), paparan cahaya biru tingkat tinggi 139 (69,5%), tingkat stres berat 106 (53 %), tingkat stres ringan 7 (3,5 %) dan tingkat stres sedang 87 (4,3 %). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan cahaya biru dengan kualitas tidur dan hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur (p-value 0,05).

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN MOTIVASI, MEKANISME KOPING DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN TAHUN 2024.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Aktivitas Fisik dan Stres Dengan Kejadian Pre Menstrual Syndrome (PMS) Pada Mahasiswi Program Studi Sarjana Keperawatan Semester VI Univeristas Medika Suherman

2022•Koleksi Perpustakaan

Pre Menstrual Syndrome adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosional yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Aktivitas fisik adalah pergerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan pengeluaran energi. Stres adalah respons terhadap tanggung jawab fisik dan psikologis dari perubahan dan kemarahan, ketakutan, dan emosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan stres dengan kejadian PMS pada mahasiswi S-1 Keperawatan semester VI di Universitas Medika Suherman. Metode Penelitian ini dengan menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional, teknik sampling menggunakan total sampling sebanyak 35 responden dengan menggunakan kuesioner. Analisis penelitian dengan uji univariat didapatkan distribusi frekuensi aktivitas fisik rendah yaitu 18 responden, aktivitas fisik sedang 12 responden, dan aktivitas fisik tinggi 5 responden. stres rendah 13 responden, stres sedang 5 responden, stres berat 3 responden, dan stres sangat berat 14 responden. yang tidak mengalami PMS 17 responden, dan PMS berat 18 responden. Dan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil Uji chi-square didapatkan p-value 0, 031 <0, 05 yang diartikan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan Adanya hubungan antara aktivitas fisik dan stres dengan kejadian pre menstrual syndrome pada mahasiswi S-1 keperawatan semester VI Universitas Medika Suherman.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Aktivitas Fisik dan Stres dengan Kejadian Pre Menstrual Syndrome (PMS) Pada Mahasiswi Program Studi Sarjana Keperawatan Semester VI Universitas Medika Suherman

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Pre Menstrual Syndrome adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosional yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Aktivitas fisik adalah pergerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan pengeluaran energi. Stres adalah respons terhadap tanggung jawab fisik dan psikologis dari perubahan dan kemarahan, ketakutan, dan emosi. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan stres dengan kejadian PMS pada mahasiswi S-1 Keperawatan semester VI di Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian ini dengan menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional, teknik sampling menggunakan total sampling sebanyak 35 responden dengan menggunakan kuesioner. Analisis penelitian dengan uji univariat didapatkan distribusi frekuensi aktivitas fisik rendah yaitu 18 responden, aktivitas fisik sedang 12 responden, dan aktivitas fisik tinggi 5 responden. stres rendah 13 responden, stres sedang 5 responden, stres berat 3 responden, dan stres sangat berat 14 responden. yang tidak mengalami PMS 17 responden, dan PMS berat 18 responden. Dan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil: Uji chi-square didapatkan p-value 0, 031 0, 05 yang diartikan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Adanya hubungan antara aktivitas fisik dan stres dengan kejadian pre menstrual syndrome pada mahasiswi S-1 keperawatan semester VI Universitas Medika Suherman.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail