BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Usia sekolah dasar (7–12 tahun) merupakan kelompok penting
dalam pendidikan kesehatan karena perkembangan kemampuan kognitif dan
pembentukan kebiasaan. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi
masalah kesehatan masyarakat pada anak sebagai kelompok rentan, yang salah
satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang pencegahan. Oleh karena
itu, edukasi kesehatan sejak dini diperlukan, dengan media audiovisual sebagai
pilihan yang lebih efektif karena mampu meningkatkan minat dan pemahaman
siswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi
kesehatan dengan audiovisual terhadap pengetahuan tentang pencegahan DBD
antara siswa kelas 3 dan 4 di SDIT Insan Taqwa Tahun 2025. Metode Penelitian
ini bersifat kuantitatif menggunakan desain Quasi eksperimental (Pretest-Posttest
Two Group). Sampel penelitian berjumlah 66 siswa kelas 3 dan 4 di SDIT Insan
Taqwa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data
dilakukan melalui kuesioner sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest) intervensi,
kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Penelitian ini telah
memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika
Suherman (No:005517/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Hasil
Penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan
antara siswa kelas 3 dan 4 setelah diberikan edukasi kesehatan dengan
audiovisual, hasil analisis uji Mann Whitney p = 0,000 < 0,05. Kesimpulan:
Edukasi kesehatan dengan audiovisual lebih efektif meningkatkan pengetahuan
pencegahan DBD pada siswa kelas 4 dibandingkan siswa kelas 3 di SDIT Insan
Taqwa tahun 2025.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Masalah konsentrasi belajar masih banyak dialami siswa
sekolah dasar. Studi pendahuluan di SD Negeri Cikarang Kota 01 menunjukkan
banyak siswa kelas V mengalami kesulitan berkonsentrasi seperti mudah
terdistraksi dan sering melamun. Tujuan: Menganalisis hubungan kebiasaan
sarapan pagi, pola tidur, motivasi belajar, dan lingkungan belajar dengan
konsentrasi belajar anak kelas V SD Negeri Cikarang Kota 01. Metode:
Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 42
siswa menggunakan total sampling. Instrumen meliputi Barkley Child Attention
Scale (BCAS), kuesioner kebiasaan sarapan pagi, Children's Sleep Habits
Questionnaire (CSHQ), kuesioner motivasi belajar, dan What Is Happening in
This Class (WIHIC). Data dianalisis dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil:
Sebanyak 50% siswa memiliki konsentrasi rendah (n=21), 33,3% tinggi (n=14),
dan 16,7% sedang (n=7). Terdapat hubungan signifikan antara motivasi belajar
dengan konsentrasi belajar (χ²=14,344; p=0,006; C=0,505) dengan 69,2% siswa
motivasi tinggi memiliki konsentrasi tinggi. Kebiasaan sarapan pagi (p=0,092),
pola tidur (p=0,147), dan lingkungan belajar (p=0,670) tidak menunjukkan
hubungan signifikan. Kesimpulan: Motivasi belajar merupakan satu-satunya
faktor yang berhubungan signifikan dengan konsentrasi belajar. Saran: Sekolah
mengembangkan program peningkatan motivasi belajar melalui metode
pembelajaran interaktif, sistem reward, dan menciptakan suasana belajar
menyenangkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Obesitas pada anak menjadi masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Ketidakseimbangan pola makan dan rendahnya aktivitas fisik berkontribusi terhadap penumpukan lemak tubuh. Kondisi ini berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial anak sehingga perlu dicegah melalui pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik sejak usia sekolah. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak SD Cikarang Kota Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data didapatkan dengan pengukuran antropometri, pengisian kuesioner food frequency questionnaire (FFQ) dan kuesioner aktivitas fisik yang dipandu oleh peneliti. Analisis data dilakukan untuk menguji hipotesis dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS, penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Cikarang Kota Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2025. Hasil: Hasil penelitian dari total 43 anak menjadi sampel penelitian terdapat 30 anak (69,8%) mengalami obesitas. Selain itu, ditemukan 24 anak (55,8) dengan pola makan yang kurang, dan 26 anak (60,5%) memiliki aktivitas fisik yang baik. Hasil analisis statistik hubungan pola makan dengan obesitas (p-value 0,001) dan hubungan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,002). Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak SD Cikarang Kota Kabupaten Bekasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Karies gigi merupakan permasalahan yang paling banyak terjadi.Prevalensi karies anak sebesar 54,0%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan karies gigi pada anak kelas I dan II di SDN Sukasari 01 tahun 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 325 orang dan sampel 197 orang. Teknik pengambilan besaran sampel menggunakan rumus slovin dengan stratified random sampling. Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi, kuesioner dan penlight. Uji statistik menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan antara sosial budaya (p=0,011), peran orang tua (p= 0,023), dengan karies gigi pada anak usia Sekolah Dasar. Sedangkan didapatkan tidak ada hubungan pengetahuan ibu (p= 0,328), keterampilan dalam kesehatan (p= 0,277), peran teman sebaya (p= 0,281).
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sosial budaya, peran orang tua dengan karies gigi pada anak dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu, keterampilan dalam kesehatan, peran teman sebaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesehatan gigi dan mulut merupakan kesehatan yang paling utama pada manusia. Prevalensi karies anak dengan kelompok usia 5-9 tahun jumlah anak yang mengalami kerusakan gigi serupa sebanyak 54,0%. Kebiasaan makanan kariogenik merupakan penyebab terjadinya karies gigi serta kebiasaan menggosok yang tidak memperhatikan waktu dan teknik yang benar menjadi penyebab terjadinya karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan karies gigi pada anak kelas I dan II di SDN Sukasari 01 tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 325 orang dan sampel sebanyak 197 orang. Teknik pengambilan besaran sampel menggunakan rumus slovin dengan stratified random sampling. Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi, kuesioner dan penlight. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi square dengan SPSS didapatkan ada hubungan antara sosial budaya (ρ=0,011), peran orang tua (ρ= 0,023), dengan karies gigi pada anak usia Sekolah Dasar. Sedangkan didapatkan tidak ada hubungan pengetahuan ibu (ρ= 0,328), keterampilan dalam kesehatan (ρ= 0,277), peran teman (ρ= 0,281). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sosial budaya, peran orang tua dengan karies gigi pada anak dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu, keterampilan dalam kesehatan, peran teman sebaya. Diharapkan hasil penelitian ini orang tua dapat memberikan informasi menjaga kesehatan gigi dan menerapkan peran serta dalam perawatan kesehatan gigi anak dalam kehidupan sehari-hari.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Kebersihan ini memang tidak bisa dilepaskan dari kebersihan dan banyak hadist
yang menjelaskan bahwa kebersihan itu sebagaian dari iman. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Anak Sekolah Dasar Kelas V dan VI
Tentang Personal Hygiene di SDN Karang Asih 01.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deksriptif. Populasi dalam
penelitian ini 160 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total
sampling yaitu 66 responden. Instrumen yang digunakan adalah keusioner. Analisa data
hasil menggunakan analisis univariat.
Gambaran pengetahuan personal hygiene pada anak sekolah dasar kelas V dan
VI di SDN Karang Asih 01.Berdasarkan pengetahuan,kurang sebanyak 30 siswa
(46%),cukup sebanyak 24 siswa (36%),baik sebanyak 12 siswa (18%).Berdasarkan
sumber informasi,media massa sebanyak 14 siswa (21%),tenaga kesehatan sebanyak 33
siswa (50%),non tenaga kesehatan sebanyak 19 siswa (29%).Berdasarkan lingkungan
rumah,bersih sebanyak 13 siswa (20%),cukup bersih sebanyak 20 siswa (30%),kotor 33
siswa (50%).Berdasarkan kebiasaan,baik sebanyak 7 siswa (11%),cukup sebanyak 29
siswa (44%),buruk sebanyak 30 siswa (49%).
Gambaran pengetahuan tentang personal hygienen pada anak sekolah dasar
kelas v dan vi tentang personal hygiene di SDN Karang Asih 01. Seharusnya siswa
siswi sekolah dasar bisa membantu merawat fasilitas yang telah disediakan untuk bisa
menambah wawasan tentang kebersihan perseorangan.