Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Kiki Hikmayati

9 karya publik ditemukan.

2019: 9

Gambaran Tingkat Pengetahuan Anak Sekolah Dasar Kelas V Dan VI Tentang Personal Hygiene Di SD Negeri Karang Asih 01 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kebersihan ini memang tidak bisa dilepaskan dari kebersihan dan banyak hadist yang menjelaskan bahwa kebersihan itu sebagaian dari iman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Anak Sekolah Dasar Kelas V dan VI Tentang Personal Hygiene di SDN Karang Asih 01. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deksriptif. Populasi dalam penelitian ini 160 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu 66 responden. Instrumen yang digunakan adalah keusioner. Analisa data hasil menggunakan analisis univariat. Gambaran pengetahuan personal hygiene pada anak sekolah dasar kelas V dan VI di SDN Karang Asih 01.Berdasarkan pengetahuan,kurang sebanyak 30 siswa (46%),cukup sebanyak 24 siswa (36%),baik sebanyak 12 siswa (18%).Berdasarkan sumber informasi,media massa sebanyak 14 siswa (21%),tenaga kesehatan sebanyak 33 siswa (50%),non tenaga kesehatan sebanyak 19 siswa (29%).Berdasarkan lingkungan rumah,bersih sebanyak 13 siswa (20%),cukup bersih sebanyak 20 siswa (30%),kotor 33 siswa (50%).Berdasarkan kebiasaan,baik sebanyak 7 siswa (11%),cukup sebanyak 29 siswa (44%),buruk sebanyak 30 siswa (49%). Gambaran pengetahuan tentang personal hygienen pada anak sekolah dasar kelas v dan vi tentang personal hygiene di SDN Karang Asih 01. Seharusnya siswa siswi sekolah dasar bisa membantu merawat fasilitas yang telah disediakan untuk bisa menambah wawasan tentang kebersihan perseorangan.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pada Anak Pengguna Gadget di PAUD Desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor Tahunu 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gadget merupakan teknologi yang sangat populer saat ini, orang dewasa maupun anakanak sudah menggunakan gadget. Indonesia merupakan Negara ke-dua dengan penjualan smartphone terbanyak yaitu 46 juta penjualan dan 39,8 juta pengguna baru setelah Negara Brasil dengan 47 juta pengguna dan 38 pengguna baru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu terhadap anak pengguna gadget di PAUD desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor. Metode dalam penelitian ini adalah deskriftif. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang anaknya bersekolah PAUD. Sampel yang diambil 50 responden dengan metode pengambilan tatal sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat Gambaran pengetahuan ibu terhadap dampak penggunaan gadget pada anak PAUD di desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 26 orang (52%), pengetahuan cukup 13 responden (26%) dan yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 11 orang (22%). Karakteristik tingkat pendidikan responden rendah sebnayak 40 orang (80%) dan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 10 orang (20%). Karakteristik sumber informasi yang kurang lengkap sebanyak 20 orang (40%), informasi cukup lengkap 16 orang (32%) dan sumber informasi lengkap 14 rorang (26%). karakteristik responden dengan lingkungan kurang baik sebanyak 41 orang (82%) dan lingkungan baik 9 orang (18%). Karakteristik responden yang tidak bekerja sebanyak 46 orang (92%), dan yang bekerja hanya 4 orang (8%). Dari hasil penelitian didapatkan Gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap anak pengguna gadget di PAUD desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, memiliki tingkat pengetahuan kurang. Untuk masyarakat sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan gadget pada anak dengan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Keterlambatan Bicara Pada Anak Usia 1-5 Tahun di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Beberapa data menunjukan angka kejadian anak yang mengalami keterlambatan bicara cukup tinggi. Menurut Nelson (2007) penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat angka prevalensi keterlambatan bicara dan bahasa anak umur 2 - 4,5 tahun antara 5% - 8%. Keterlambatan bicara adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara pada anak usia 1-5 tahun di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan deskriptif tidak perlu menguji hipotesis, tetapi hanya menggambarkan suatu objek. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang dengan 66 responden, menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data hasil menggunakan analisis univariat. Gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara pada anak usia 1-5 tahun di Rumah Sakit Sentra Medika Tahun 2018. Dari hasil univariat didapatkan pengetahuan kurang sebanyak 28 responden (43%), pengetahuan cukup sebanyak 18 responden (27%) dan pengetahuan baik sebanyak 20 responden (30%). Dewasa awal usia <35 sebanyak 38 responden (58%), dewasa akhir usia >35 tahun sebanyak 28 responden (42%). Pendidikan rendah sebanyak 37 responden (56%), pendidikan tinggi sebanyak 29 responden (44%). Bukan tenaga kesehatan sebanyak 35 responden (53%), tenaga kesehatan sebanyak 31 responden (47%). Lingkungan kurang baik sebanyak 39 responden (59%), lingkungan baik sebanyak 27 responden (41%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya gambaran antara pengetahuan, usia, pendidikan, informasi dan lingkungan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan teori dan menambah informasi mengenai gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara pada anak usia 1-5 tahun.

Gambaran Tingkat Kepuasan Orang Tua Terhadap Pelayanan Kesehatan di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kepuasan menjadi indikator penentu citra suatu Instansi pemberi pelayanan jasa kesehatan di mata pasien. Hasil dari studi pendahuluan menggunakan kuesioner dari hasil penelitian sebelumnya, didapatkan 4 responden (26,7%) memiliki kepuasan memuaskan, 7 responden (46,6%) memiliki kepuasan cukup memuaskan, dan 4 responden (26,7%) memiliki kepuasan tidak memuaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang gambaran tingkat kepuasan orangtua terhadap pelayanan kesehatan di ruang perawatan anak RS Sentra Medika Cikarang tahun 2018. Penelitian ini menggunakan deskriptif sehingga hanya menggambarkan suatu objek. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 132 orang dan sampel penelitian berjumlah 62 orang, metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data hasil menggunakan analisis univariat. Hasil analisis univariat didapatkan tingkat kepuasan orangtua terhadap pelayanan kesehatan di ruang perawatan anak Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2018, terdapat 59 responden (95%) memiliki kepuasan memuaskan, 3 responden (5%) cukup memuaskan. Berdasarkan dimensi reliability, 38 responden (61,2%) memiliki kepuasan memuaskan, 24 responden (38,8%) cukup memuaskan. Berdasarkan dimensi assurance, dari 62 responden seluruhnya memiliki kepuasan memuaskan. Berdasarkan dimensi tengiebility, 35 responden (56,4%) memiliki kepuasan memuaskan, 27 responden (43,6%) cukup memuaskan. Berdasarkan dimensi empaty, 57 responden (92%) memiliki kepuasan memuaskan, 5 responden (8%) cukup memuaskan. Berdasarkan dimensi responsiveness, 61 responden (98,4%) memiliki kepuasan memuaskan, 1 responden (1,6%) cukup memuaskan. Secara keseluruhan dari 62 responden tidak ada satu pun responden yang memiliki kepuasan tidak memuaskan terhadap pelayanan kesehatan di ruang perawatan anak Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya gambaran tingkat kepuasan orangtua berdasarkan dimensi reliability, assurance, tangibility, empaty, dan responsiveness. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi mengenai gambaran tingkat kepuasan orangtua terhadap pelayanan kesehatan, menjadi bahan evaluasi instansi pelayanan kesehatan agar tetap meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan serta menjadi pilihan seluruh orangtua sehingga mampu memilih dan menentukan pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan yang diharapkan.