Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Orangtua
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di rw 005 desa wanajaya kecamatan.cibitung

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa remaja merupakan masa peralihan dimana remaja mulai mencari jati diri dengan berbagai hal yang baru salah satunya merokok. Prevalensi remaja perokok yaitu 78,2% remaja berusia 15-19 tahun. Yaitu dapat diartikan remaja merokok yaitu lingkungan keluarga dengan perilaku orang tua yang merokok. Tujuan: penelitian ini adalah hubungan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan Purposive sampling sebanyak 55 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Uji Chi Square. Analisa Chi Square menunjukkan bahwa nilai p=0,005 sehingga lebih besar dari nilai p0,05 Hasil: Ada hubungan Signifikan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Saran: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diharapkan remaja yang merokok dapat mengurangi kebiasaan merokok, dan lebih berhati- hati dalam pergaulan serta tidak mudah terpengaruh di lingkungan yang merokok, untuk remaja yang tidak merokok untuk tetap menjauhi rokok dan mengajak orang yang ada di sekitarnya untuk menjauhi rokok

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Remaja Puteri di RW 002 Dusun I Desa Cibening Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2021

2022•Koleksi Perpustakaan

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah pemeriksaan yang mudah yang bisa dilakukan setiap wanita dan bisa dilakukan sendiri. Tujuan utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja puteri di rw 002 dusun 1 desa cibening kecamatan setu kabupaten bekasi tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja puteri usia 17-20 tahun di rw 002 dusun 1 desa cibening kecamatan setu kabupaten bekasi dengan jumlah 86 orang dan sampel penelitian ini berjumlah 82 remaja puteri , sampel diambil dengan metode Total Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil analisis univariat menunjukkan 71 responden (86,6%) tidak melakukan SADARI, 48 responden (58,5%) pengetahuan kurang, 45 responden (54,9%) kurang mendapatkan peran orangtua, 45 responden (54,9%) terpapar sumber informasi mengenai SADARI, 63 responden (76,8%) kurang mendapatkan peran tenaga kesehatan, dan 45 responden (54,9%) kurang mendapatkan peran teman sebaya. Kesimpulan penelitian ini diharapkan dapat lebih ditingkatkan oleh peneliti selanjutnya dikarenakan penulis memiliki keterbatasan dalam penelitian.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Jajan Sembarangan Pada Siswa-Siswi SDN Sidangsari 02 Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2019•Koleksi Perpustakaan

Jajan sembarangan adalah perilaku membeli makanan atau minuman yang tidak memilih-milih jenis makan dan minuman yang akan di konsumsi. Sekitar 40-45% pangan jajan anak sekolah di Indonesia tidak memenuhi syarat kesehatan. Jajan sembarangan yang bisa mengakibatkan diare, resiko kanker karena makanan yang bersifat karsinogenik, terinfeksi bakteri dan cacing, gangguan pencernaan, keracunan makanan, tifus, muntah berulang, tidak nafsu makan, kembung, perlukaan pada lambung, kerusakan hati, amandel (tonsillitis), dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku jajan sembarangan dengan pengetahuan, sikap, peran orangtua, peran teman, dan peran guru pada siswa-siswi SDN Sindangsari 02 Kabupaten Bekasi tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas IV dan V SDN Sindangsari 02, menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 113 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariate dan bivariate, dengan uji statistik menggunakan Kai Kuadrat. Dari hasil penelitian ini di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan P Value 0,012 <α 0,05 dan OR 2,907, sikap dengan P Value 0,012 dan OR 2,836, peran orangtua dengan P Value 0,036 dan OR 2,426, peran teman dengan P Value 0,004 dan OR 3,321, peran guru dengan P Value 0,022 dan OR 2,597, dengan perilaku jajan sembarangan pasa siswa-siswi SDN Sindangsari 02. Hasil penelitian menunjukan adanya kesesuaianantara teori dengan apa yang terjadi dilapangan. Diharapkan bagi para siswa dan siswi setelah mengetahui bahaya atau dampak buruk dari jajan sembarangan diharapkan para siswa dan siswi yang jajan sembarangan (tidak memilih-milih makanan yang dibeli) setidaknya dapat dikurangi dan dapat memilih jajanan yang sehat.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Pengobatan Tuberkulosis Paru pada Anak di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2019•Koleksi Perpustakaan

Prevalensi Tuberkulsosis sebesar 628/100.000 penduduk. Diperkirakan kasus Tuberkulosis pada kelompok umur 0-14 tahun sebanyak 10,1% (kemeskes,2017).Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang pengobatan tuberkulosis paru pada anak. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 52 orangtua dan sampel penelitian 34 responden dengan cara accidental sampling. Analisis yang digunakan univariat. Hasil penelitian: Gambaran tingkat pengetahuan orangtua tentang pengobatan tuberkulosis paru pada anak di RSUD Kabupaten Bekasi berpengetahuan baik, sebanyak 19 responden (55,9%) yang memiliki pendidikan Tinggi ≥ SLTA sebanyak 20 responden (58,8%) dengan tingkat Pengetahuan baik sebanyak (41,2%), yang paling banyak responden dengan Sosial Ekonomi Rendah ≤ Rp 3.837.939 sebanyak 21 responden (61,8%) dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak (35,3%), yang paling banyak adalah dengan pengalaman tidak pernah mengalami pengobatan tuberkulosis paru sebanyak 25 responden (73,5%), dengan tingkat pengetahuan Baik sebanyak (35,3%), yang paling banyak adalah dengan memiliki sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak sebanyak 20 responden (58,8%), dengan tingkat pengetahuan Baik (29,4%), yang memiliki Usia Dewasa Awal ≤ 40 sebanyak 19 responden (55,9%) dengan tingkat pengetahuan Baik sebanyak (32,4%). Pengetahuan Orangtua tentang pengobatan tuberkulosis paru di rsud kabupaten bekasi tahun 2019 berpengetahuan baik. Saran: Untuk orang tua anak lebih meningkatkan pengetahuan yang sudah baik dalam pengobatan tuberkulosis paru melalui sember informasi, sumber ekonomi, pengalaman dan usia.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Balita Tentang Stunting di RT002 dan RT003 RW012 Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara Tahun 2019

2019•Koleksi Perpustakaan

Masalah stunting merupakan ancaman bagi Indonesia, karena anak stunting tidak hanya terganggu pertumbuhan fisik tapi juga pertumbuhan otak (Kemenkes, 2018). Tujuan penelitian diketahui gambaran tingkat pengetahuan orangtua balita tentang stunting. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 75 orang dan sampel penelitian 42 responden dengan cara purposive sampling. Analisis yang digunakan univariat. Hasil penelitian: Gambaran tingkat pengetahuan orangtua balita tentang stunting di RT 002 dan RT 003 RW 012 Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara pengetahuan cukup sebanyak 17 orang (40,5%), kurang sebanyak 14 orang (33,3%) dan baik sebanyak 11 orang (26,2%), berdasarkan usia responden dengan usia dewasa awal (26-35 tahun) sebanyak 33 orang (78,6%), berdasarkan pendidikan yang tinggi sebanyak 28 orang (66,7%), berdasarkan sosial ekonomi yang tinggi sebanyak 32 orang (76,2%) dan berdasarkan paparan informasi dari media massa sebanyak 40 orang (95,2%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian didapatkan Gambaran Tingkat Pengetahuan Orangtua Balita Tentang Stunting Di RT 002 Dan RT 003 RW 012 Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara memiliki pengetahuan cukup.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Kepuasan Orang Tua Terhadap Pelayanan Kesehatan di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018

2019•Koleksi Perpustakaan

Kepuasan menjadi indikator penentu citra suatu Instansi pemberi pelayanan jasa kesehatan di mata pasien. Hasil dari studi pendahuluan menggunakan kuesioner dari hasil penelitian sebelumnya, didapatkan 4 responden (26,7%) memiliki kepuasan memuaskan, 7 responden (46,6%) memiliki kepuasan cukup memuaskan, dan 4 responden (26,7%) memiliki kepuasan tidak memuaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang gambaran tingkat kepuasan orangtua terhadap pelayanan kesehatan di ruang perawatan anak RS Sentra Medika Cikarang tahun 2018. Penelitian ini menggunakan deskriptif sehingga hanya menggambarkan suatu objek. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 132 orang dan sampel penelitian berjumlah 62 orang, metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data hasil menggunakan analisis univariat. Hasil analisis univariat didapatkan tingkat kepuasan orangtua terhadap pelayanan kesehatan di ruang perawatan anak Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2018, terdapat 59 responden (95%) memiliki kepuasan memuaskan, 3 responden (5%) cukup memuaskan. Berdasarkan dimensi reliability, 38 responden (61,2%) memiliki kepuasan memuaskan, 24 responden (38,8%) cukup memuaskan. Berdasarkan dimensi assurance, dari 62 responden seluruhnya memiliki kepuasan memuaskan. Berdasarkan dimensi tengiebility, 35 responden (56,4%) memiliki kepuasan memuaskan, 27 responden (43,6%) cukup memuaskan. Berdasarkan dimensi empaty, 57 responden (92%) memiliki kepuasan memuaskan, 5 responden (8%) cukup memuaskan. Berdasarkan dimensi responsiveness, 61 responden (98,4%) memiliki kepuasan memuaskan, 1 responden (1,6%) cukup memuaskan. Secara keseluruhan dari 62 responden tidak ada satu pun responden yang memiliki kepuasan tidak memuaskan terhadap pelayanan kesehatan di ruang perawatan anak Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya gambaran tingkat kepuasan orangtua berdasarkan dimensi reliability, assurance, tangibility, empaty, dan responsiveness. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi mengenai gambaran tingkat kepuasan orangtua terhadap pelayanan kesehatan, menjadi bahan evaluasi instansi pelayanan kesehatan agar tetap meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan serta menjadi pilihan seluruh orangtua sehingga mampu memilih dan menentukan pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan yang diharapkan.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail