Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: peran teman
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Vulva Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mathla'ul Anwar Karawang Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Infeksi genitalia diakibatkan perilaku vulva hygiene yang buruk. Indonesia terdapat 20.783 kasus gangguan reproduksi diakibatkan buruknya perilaku vulva hygiene. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja putri di Madrasah Tsanawiyah Mathla’ul Anwar Karawang tahun 2023. Metode penelitian analitik kuantitatif dengan cross sectional. Sampel penelitian 260 siswi dengan total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner. Analisa data univariat, bivariat dan uji chi square. Hasil Analisa bivariat variabel pengetahuan p value= 0.00, OR= 109.61, sarana prasarana p value= 0.00, OR= 18.86, sumber infromasi p value= 0.00, OR=100.5, dukungan keluarga p value=0.00, OR= 61.72, peran teman sebaya p value=0.00 , OR= 32.4. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan, sarana prasarana, sumber informasi, dukungan keluarga, dan peran teman sebaya dengan perilaku vulva hygiene saat menstruasi pada remaja putri. Diharapkan remaja putri menjalankan perilaku vulva hygiene yang baik saat menstruasi.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Gaya Berpacaran Pada Remaja Kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Gaya pacaran remaja di zaman sekarang mengarah pada perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka. SDKI-R 2017, kelompok umur 15-17 tahun menjadi kelompok umur mulai pacaran pertama kali, remaja mulai berhubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun. Tujuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang berhubungan dengan gaya berpacaran pada remaja. Metode analitik kuanitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 420 remaja dengan sampel penelitian sebanyak 214 responden. Teknik pengambilan besaran sampel menggunakan rumus slovin dengan stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis bivariat yaitu pengetahuan (p=0,000), paparan pornografi (p=0,083), peran orang tua (p=0,001), peran teman sebaya (p=0,013), peran guru (0,179). Kesimpulan penelitian ini, terdapat hubungan antara pengetahuan, peran orang tua, dan peran teman sebaya dengan gaya berpacaran remaja, serta tidak terdapat hubungan antara paparan pornograti, dan peran guru dengan gaya berpacaran remaja.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA DI SMK ISLAM AL-AMIN CIKARANG UTARA TAHUN 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PRODI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Agustus 2023 Nama : Qonita Tasya Sukirman Nim : 020619042 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA DI SMK ISLAM AL-AMIN TAHUN 2023 VIII + 78 Halaman + 11 Tabel + 2 Gambar + 10 Lampiran ABSTRAK Masa remaja adalah masa yang dimana anak anak menuju masa dewasa. Pada masa ini remaja cenderung memiliki keberanian untuk melakukan keinginannya secara bebas dan banyak ingin tahu hal hal baru, Menurut SDKI 2017 mengungkapkan, sekitar 2% remaja wanita usia 15- 24 tahun dan 8% remaja pria di usa yang sama mengaku telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah, dan 11% diantaranya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Dalam Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional, Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan populasi siswa dan siswi di SMK Islam AL-Amin Cikarang Utara. Metode pengambilan sampel dengan Total sampling berjumlah 154 siswa dan siswi. Data adalah data primer dengan menggunakan instrument yaitu kuesioner, Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil uji statistik bivariat menggunakan uji chi square bahwa sebagian besar responden berpengetahuann kurang 42 (27,3%) dan baik 121 (72,7%) (p-value=0,000) OR 7,222. Responden yang memiliki lingkungan kurang 38 (24,7%) dan baik 116 (75,3%) (p-value=0,000) OR 6,935. Responden yang mempunyai sikap yang kurang 40 (26%) dan baik 114 (74%) (p-value=0,000) OR 7,950. Responden yang memiliki media infromasi yang kurang 34 (22,1%) dan baik (120%) (p-value=0,000) OR 11,053. Responden yang memiliki peran orang tua kurang 65 (42,2%) dan baik 89 (57,8%) (p-value=0,132) OR 1,975. Dan responden yang memiliki peran teman kurang 45 (29,9%) dan baik 109 (70,8%) (p-value=0,000) OR 6,313. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, lingkungan, sikap, media informasi, peran orang tua, dan peran teman dalam perilaku seksual pada remaja di Smk islam Al-amin Cikarang Utara, Remaja diharapkan untuk memilih lingkungan serta media informasi yang baik bagi perkembangn prilaku seksual guna menghindari penyimpangan atau prilaku seks diluar nikah.

42 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gaya Berpacaran pada Remaja Kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan Tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Berdasarkan SDKI-R 2017, kelompok umur 15-17 tahun menjadi kelompok umur mulai pacaran pertama kali, dilaporkan remaja mulai berhubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun dengan persentase paling tinggi pada umur 17 tahun (19%). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang mendorong perilaku pacaran remaja kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan tahun 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuanitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 420 remaja dengan sampel penelitian sebanyak 214 responden. Teknik pengambilan besaran sampel menggunakan rumus solvin dengan stratified random sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 149 (69,6%) memiliki gaya berpacaran tidak sehat, dengan pengetahuan kurang baik 100 (85,5%), 85 (75,2%) terpapar pornografi, 105 (78,4%) memiliki peran orang tua yang kurang berperan, 79 (62,7%) memiliki peran teman sebaya kurang baik, dan 44 (62,9%) memiliki peran guru kurang berperan. Disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan (p-value=0,000), peran orang tua (p-value=0,001), peran teman sebaya (p=value=0,013) dengan gaya berpacaran remaja kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan. Serta tidak ada hubungan antara paparan pornografi (p-value=0,083) dan peran guru (p-value=0,179) dengan gaya berpacaran remaja kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan. Kesimpulan dalam penelitian ini, terdapat hubungan antara pengetahuan, peran orang tua, dan peran teman sebaya dengan gaya berpacaran remaja di kelas XI SMA Negeri 6 Tambun Selatan. Serta tidak terdapat hubungan antara paparan pornograti, dan peran guru dengan gaya berpacaran remaja di kelas XI SMA Negeri 6 Tambun Selatan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan remaja untuk lebih berhati-hati dalam bergaul agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif dan dapat merusak kehidupan dan masa depan.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Pernikahan Dini Pada Remaja Putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2022•Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan tingkat dunia, Indonesia termasuk negara dengan persentase pernikahan dini tinggi di dunia (rangking 37) dan tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja (Sibagariang, 2016). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode penelitian ini adalah dengan analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Dengan jumlah populasi seluruh remaja putri yang berada di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi sebanyak 104 responden. Sampel yang diteliti sebagian remaja putri yang berada di Dusun I Desa Tanjung Sari sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan data primer. Hasil penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara Pendidikan remaja putri dengan nilai P= 0,009, Status ekonomi dengan nilai P=0,012, Pengetahuan dengan nilai P= 0,030, Budaya dengan nilai P= 0,021, Lingkungan dengan nilai P= 0,002, Peran Orang Tua dengan nilai P= 0,004, Peran Teman Sebaya nilai P= 0,030, dengan kejadian pernikahan dini di Dusun I Desa Tanjung Sari. Tidak ada kesenjangan dari semua variabel yang diteliti dengan Teori. Dari 7 variabel yang diteliti yaitu pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, budaya, lingkungan, peran orang tua, peran teman sebaya adanya hubungan dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di Dusun I Desa Tanjung Sari Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Saran bagi remaja, staff Desa, peneliti selanjutnya dan institusi paham mengenai resiko pernikahan dini maupun Kesehatan reproduksi remaja, meningkatkan perarutan yang ada, melanjutkan yang belum diteliti serta menmbah referensi yang ada mengenai pernikahan dini.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja Kelas XII di SMK Citra Mutiara Tahun 2022

2022•Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan data dari WHO diseluruh negara yang sedang berkembang menunjukan sebuah data bahwa 40% remaja putra dan putri berumur 18 tahun sudah melakukan hubungan seksual meskipun tanpa adanya ikatan. Berdasarkan data badan pusat statistic Indonesia menyebutkan bahwa pada tahun 2021 diprovinsi Jawa Barat terdapat total 10,09 kasus yang berusia sebelum 18 tahun sudah bersatatus kawin. Berdasarkan hasil penelitian. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja kelas XII di SMK Citra Mutiara Tahun 2022. Jenis penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Dengan 183 Sampel. Dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat serta bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dengan nilai p Value 0,007 dengan OR 2,819. Sikap nilai p Value 0,008 dengan OR 2,909. Media informasi dengan dengan nilai p Value 0,002 dan OR 3,299. Peran teman dengan nilai p Value 0,000 dan OR 6,530. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap, media informasi serta peran teman terhadap perilaku seksual remaja.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja Kelas XII di SMK Citra Mutiara Tahun 2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan data dari WHO diseluruh negara yang sedang berkembang menunjukan sebuah data bahwa 40% remaja putra dan putri berumur 18 tahun sudah melakukan hubungan seksual meskipun tanpa adanya ikatan. Berdasarkan data badan pusat statistic Indonesia menyebutkan bahwa pada tahun 2021 pada provinsi Jawa Barat terdapat total 10.09 kasus yang berusia sebelum 18 tahun sudah bersatatus kawin . Berdasarkan hasil penelitian. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja kelas XII di SMK Citra Mutiara Tahun 2022. Jenis penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Dengan 183 Sampel. Dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat serta bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p Value 0,007 dengan OR 2,819. Ada hubungan antara sikap dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p Value 0,008 dengan OR 2,909. Ada hubungan antara media informasi dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p Value 0,002 dan OR 3,299. Ada hubungan antara peran teman dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p Value 0,000 dan OR 6,530. Hasil penelitian ini diharapkan agar institusi pendidikan terkait untuk menerapkan, menambah serta meningkatkan perihal pendidikan kesehatan seksual serta perihal system reproduksi agar mencegah perilaku menyimpang pada remaja.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Remaja Puteri di RW 002 Dusun I Desa Cibening Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2021

2022•Koleksi Perpustakaan

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah pemeriksaan yang mudah yang bisa dilakukan setiap wanita dan bisa dilakukan sendiri. Tujuan utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja puteri di rw 002 dusun 1 desa cibening kecamatan setu kabupaten bekasi tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja puteri usia 17-20 tahun di rw 002 dusun 1 desa cibening kecamatan setu kabupaten bekasi dengan jumlah 86 orang dan sampel penelitian ini berjumlah 82 remaja puteri , sampel diambil dengan metode Total Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil analisis univariat menunjukkan 71 responden (86,6%) tidak melakukan SADARI, 48 responden (58,5%) pengetahuan kurang, 45 responden (54,9%) kurang mendapatkan peran orangtua, 45 responden (54,9%) terpapar sumber informasi mengenai SADARI, 63 responden (76,8%) kurang mendapatkan peran tenaga kesehatan, dan 45 responden (54,9%) kurang mendapatkan peran teman sebaya. Kesimpulan penelitian ini diharapkan dapat lebih ditingkatkan oleh peneliti selanjutnya dikarenakan penulis memiliki keterbatasan dalam penelitian.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Merokok Pada Siswa Kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018

2020•Koleksi Perpustakaan

Perilaku merokok merupkan perilaku yang merugikan, tidak hanya bagi individu yang merokok tetapi bagi orang-orang disekitar perokok yang ikut menghirup asap rokok. Riskesdas tahun 2013 perilaku merokok diantaranya pada usia 10 – 14 tahun sebayak 1,4% dan pada usia diatas 15 tahun sebayak 36,2%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018. Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018 berjumlah 69 responden. Menggunakan sample dengan cara Total Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square Hasil penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan (P – Value = 0,019), lingkungan (P – Value = 0,002), sumber informasi (P – Value = 0,005), peran orang tua (P – Value = 0,038), peran teman sebaya (P – Value = 0,027), peran tenaga kesehatan (P – Value = 0,002). Tidak ada kesenjangan antara pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, oeran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan dengan teori Dari 6 variabel yang diteliti (pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, peran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan) hasilnya berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi. Menjalin kerja sama dengan pelayanan kesehatan terdekat pihak sekolah juga harus tegas dalam memberikan sanksi baik itu berupa teguran ataupun sanksi lain jika menemukan siswa yang merokok.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Jajan Sembarangan Pada Siswa-Siswi SDN Sidangsari 02 Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2019•Koleksi Perpustakaan

Jajan sembarangan adalah perilaku membeli makanan atau minuman yang tidak memilih-milih jenis makan dan minuman yang akan di konsumsi. Sekitar 40-45% pangan jajan anak sekolah di Indonesia tidak memenuhi syarat kesehatan. Jajan sembarangan yang bisa mengakibatkan diare, resiko kanker karena makanan yang bersifat karsinogenik, terinfeksi bakteri dan cacing, gangguan pencernaan, keracunan makanan, tifus, muntah berulang, tidak nafsu makan, kembung, perlukaan pada lambung, kerusakan hati, amandel (tonsillitis), dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku jajan sembarangan dengan pengetahuan, sikap, peran orangtua, peran teman, dan peran guru pada siswa-siswi SDN Sindangsari 02 Kabupaten Bekasi tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas IV dan V SDN Sindangsari 02, menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 113 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariate dan bivariate, dengan uji statistik menggunakan Kai Kuadrat. Dari hasil penelitian ini di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan P Value 0,012 <α 0,05 dan OR 2,907, sikap dengan P Value 0,012 dan OR 2,836, peran orangtua dengan P Value 0,036 dan OR 2,426, peran teman dengan P Value 0,004 dan OR 3,321, peran guru dengan P Value 0,022 dan OR 2,597, dengan perilaku jajan sembarangan pasa siswa-siswi SDN Sindangsari 02. Hasil penelitian menunjukan adanya kesesuaianantara teori dengan apa yang terjadi dilapangan. Diharapkan bagi para siswa dan siswi setelah mengetahui bahaya atau dampak buruk dari jajan sembarangan diharapkan para siswa dan siswi yang jajan sembarangan (tidak memilih-milih makanan yang dibeli) setidaknya dapat dikurangi dan dapat memilih jajanan yang sehat.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail