BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa media online adalah media paling populer bagi anak muda untuk
mengakses pornografi. Dampak yang ditimbulkan dari seringnya menonton pornografi yaitu semakin banyak hormon
dopamine yang terus muncul hingga membanjiri korteks prefontal, efeknya dapat mencakup kesulitan membedakan
antara sesuatu yang benar dan yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paparan pornografi melalui media
sosial dengan perilaku seksual pada remaja tengah.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan rancangan cross
sectional. Populasi pada penelitian ini adalah remaja di RT 005 RW 003 Desa Sukasari Kecamatan Serang Baru sebanyak
59 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner.
Analisa data yang digunakan adalah uji univariat untuk mengetahui karakteristik responden dan uji bivariat dengan uji
chi square.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 35 orang
(59,3%), usia 17 tahun sebanyak 28 orang (47,5%), dan berstatus pelajar sebanyak 35 orang (59,3%). Hasil statistik
dengan uji chi square diperoleh adanya hubungan bermakna antara paparan pornografi melalui media sosial dengan
perilaku seksual remaja (p = 0,001) dengan OR 9,159.
Disarankan kepada orangtua untuk meningkatkan komunikasi kepada anak dan untuk remaja diharapkan
menggunakan media sosial dan internet secara sehat dan bijak serta meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan
reproduksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan data dari WHO diseluruh negara yang sedang berkembang menunjukan sebuah data bahwa 40% remaja putra dan putri berumur 18 tahun sudah melakukan hubungan seksual meskipun tanpa adanya ikatan. Berdasarkan data badan pusat statistic Indonesia menyebutkan bahwa pada tahun 2021 pada provinsi Jawa Barat terdapat total 10.09 kasus yang berusia sebelum 18 tahun sudah bersatatus kawin . Berdasarkan hasil penelitian. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja kelas XII di SMK Citra Mutiara Tahun 2022. Jenis penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Dengan 183 Sampel. Dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat serta bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p Value 0,007 dengan OR 2,819. Ada hubungan antara sikap dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p Value 0,008 dengan OR 2,909. Ada hubungan antara media informasi dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p Value 0,002 dan OR 3,299. Ada hubungan antara peran teman dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p Value 0,000 dan OR 6,530. Hasil penelitian ini diharapkan agar institusi pendidikan terkait untuk menerapkan, menambah serta meningkatkan perihal pendidikan kesehatan seksual serta perihal system reproduksi agar mencegah perilaku menyimpang pada remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Kasus perilaku seksual remaja di indonesia meningkat setiap tahunnya. Data BKKBN 2011 menemukan sebanyak 51% siswi dijabodetabek pernah melakukan hubungan seksual pranikah, Di Surabaya remaja yang keperawanannya sudah hilang mencapai 54%, di Medan 52%, Bandung 47%, dan Yogyakarta 37%. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja antara lain: pengetahuan yang kurang, pengaruh media informasi, peran orang tua, dan pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di SMAN I TAMBELANG Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Jenis penelitian ini menggunakan teknik analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 140 menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji hipotesis dengan rumus uji chi-square dengan bantuan SPSS 24.
Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,000 dengan nilai pearson chi-square = 17,520. Ada hubungan antara media informasi dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,000 dengan nilai pearson chi-square = 11,440. Ada hubungan antara peran orang tua dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value = 0,003 dengan nilai pearson chi-square 11,440. Ada hubungan antara pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual remja dengan nilai p value= 0,000 dengan nilai pearson 45,339
Dari hasil penelitian ini diharapkan institusi pendidikan dapat meningkatkan peran edukatif untuk mencegah perilaku seksual remaja, dengan pemberian pendidikan kesehatan dan konseling intensif.
Kata Kunci : perilaku seksual remaja, pengetahuan remaja tentang seksual, sumber informasi, peran orang tua, pengaruh teman sebaya.