ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kanker payudara merupakan salah satu kanker penyebab kematian pada wanita, karena banyak wanita yang terlambat menyadari bahwa sebenarnya sudah terserang kanker. Keadaan tersebut, biasanya baru disadari setelah kanker masuk pada stadium lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Remaja Putri Kelas XI Terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara Tahun 2023. Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. menggunakan rumus total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesionerdan analisis univariat dan bivariate dengan uji chi-square.Hasil penelitian didapatkan ada hubungan Pengetahuan Remaja Putri Kelas X dan XI Terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara dengan sikap (p=0,000), sumber informasi (p=0,000), dukungan orang tua (p=0,000), dukungan unit kesehatan (p=0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sikap, sumber informasi,dukungan keluarga, dukungan unit kesehatan sekolah terhadap Pengetahuan Remaja Putri Kelas X dan XI Terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara. Diharapkan hasil penelitian ini siswa memahami dan melakukan SADARI sehingga tanda-tanda kanker payudara bisa terdeteksi sedini mungkin.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang memerlukan deteksi dini melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran perempuan. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu upaya deteksi dini yang dapat dilakukan secara mandiri. Studi pendahuluan di Posyandu Harja Mekar menunjukkan bahwa sebagian besar Wanita Usia Subur (WUS) belum mengetahui kanker payudara dan manfaat SADARI. Edukasi melalui media leaflet dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan karena informasi disajikan secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi melalui media leaflet terhadap pengetahuan WUS tentang kanker payudara melalui SADARI di Posyandu Harja Mekar Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel berjumlah 50 WUS usia 20–49 tahun dengan teknik total sam-pling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 item sebelum dan sesudah edukasi melalui leaflet. Analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum edukasi, 33 responden (66%) memiliki pengetahuan kurang, 17 responden (34%) cukup, dan tidak terdapat responden dengan pengetahuan baik. Setelah edukasi, 39 responden (78%) memiliki pengetahuan baik, 10 responden (20%) cukup, dan 1 responden (2%) kurang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan 47 responden mengalami peningkatan pengetahuan, tidak terdapat penurunan, dan 3 responden memiliki nilai tetap. Hasil analisis menunjukkan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi melalui media leaflet. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian edukasi melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan Wanita Usia Subur tentang kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Posyandu Harja Mekar Tahun 2026
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Kanker payudara tidak hanya menyerang perempuan menopause, tetapi juga remaja putri usia 13–25 tahun, dengan 13 kasus (4,2%) terdiagnosis. Pada tahun 2021, terdapat 383 ribu kasus dan 81 ribu kematian akibat kanker payudara pada remaja dan dewasa muda di dunia. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran deteksi dini, sehingga SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) direkomendasikan sebagai metode deteksi dini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas edukasi SADARI dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Negeri 1 Cibitung. Metode penelitian ini menggunakan metode pre-experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel ini diambil berdasarkan teknik Probabillity Sampling melalui simple random sampling. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 < 0,05, sehingga edukasi SADARI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku remaja. Kesimpulan edukasi kesehatan menggunakan PowerPoint dan video animasi mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswi di SMAN 1 Cibitung.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kanker payudara merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, dengan jumlah kasus mencapai 2,3 juta pada tahun 2020 dan diperkirakan bertambah hingga tahun 2040 (WHO). Deteksi dini merupakan langkah penting dalam pencegahan, salah satunya melalui edukasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Namun, pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih tergolong rendah, sehingga diperlukan upaya pendidikan kesehatan dengan metode yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMK Jayabeka 01 Karawang Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 103 remaja putri yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pretest dan posttest yang berisi 20 pertanyaan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan setelah intervensi, dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,05). Sebanyak 85 responden mengalami peningkatan pengetahuan, 18 responden tidak mengalami perubahan, dan tidak ada yang mengalami penurunan. Sebelum intervensi, mayoritas responden berada pada kategori cukup (67%), namun setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi, sebagian besar (82,5%) berada pada kategori baik. Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Intervensi ini dapat dijadikan strategi edukatif yang tepat dalam upaya deteksi dini kanker payudara pada remaja, serta direkomendasikan untuk diterapkan secara berkesinambungan di sekolah.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kanker payudara, sejenis tumor ganas yang bermula di jaringan payudara, merupakan pembunuh utama wanita di seluruh dunia. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan cara yang mudah, murah, dan non-invasif untuk menemukan tanda-tanda kanker payudara sejak dini. Meskipun demikian, hanya sedikit wanita muda yang mengetahui atau menggunakan SADARI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Pengetahuan (nilai-p = 0,003, OR = 13,500), sikap (nilai-p = 0,005, OR = 8,250), paparan terhadap informasi (nilai-p = 0,027, OR = 6,476), dukungan keluarga (nilai-p = 0,008, OR = 10,286), dan dukungan layanan kesehatan (nilai-p = 0,046) semuanya berhubungan secara signifikan dengan perilaku BSE, menurut data tersebut. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk tujuan statistik. Tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara usia dan perilaku BSE (nilai-p = 0,565, OR = 2,923), menurut tinjauan tersebut. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, di mana mereka sering menghadapi berbagai isu kesehatan, termasuk risiko kanker payudara. Minimnya pengetahuan remaja mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi fokus utama penelitian ini. Edukasi tentang SADARI sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas edukasi menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMAN 3 Tambun Selatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental dan desain two-group pre-post test. Populasi penelitian terdiri dari 598 remaja putri, dengan teknik total sampling yang melibatkan 592 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (sig.) sebesar 0.000, yang mengindikasikan adanya efektivitas edukasi SADARI menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja. Sebagian besar remaja kurang peduli terhadap kesehatan payudara. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menjadikan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai kebiasaan rutin dalam memantau kesehatan payudara mereka. Dengan demikian, edukasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif di kalangan remaja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan payudara, sehingga menjadi salah satu penyebab kematian utama pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini melalui (SADARI) merupakan metode yang sederhana, hemat biaya, dan non-invasif untuk mengidentifikasi gejala kanker payudara. Akan tetapi, tingkat kesadaran dan praktik SADARI di kalangan wanita muda masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku sadari dengan pengetahuan dengan nilai p Value = 0,003 dan nilai OR=13,500, sikap dengan nilai p Value=0,005 dan nilai OR=8,250, keterpaparan informasi dengan nilai p Value=0,027 dan nilai OR= 6,476, dukungan keluarga dengan nilai p Value=0,008 dan nilai OR=10,286, dan dukungan layanan kesehatan dengan nilai p Value=0,046. Analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel usia tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan nilai p Value=0,565 dan OR=2,923. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan payudara, sehingga menjadi salah satu penyebab kematian utama pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini melalui (SADARI) merupakan metode yang sederhana, hemat biaya, dan non-invasif untuk mengidentifikasi gejala kanker payudara. Akan tetapi, tingkat kesadaran dan praktik SADARI di kalangan wanita muda masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku sadari dengan pengetahuan dengan nilai p Value = 0,003 dan nilai OR=13,500, sikap dengan nilai p Value=0,005 dan nilai OR=8,250, keterpaparan informasi dengan nilai p Value=0,027 dan nilai OR= 6,476, dukungan keluarga dengan nilai p Value=0,008 dan nilai OR=10,286, dan dukungan layanan kesehatan dengan nilai p Value=0,046. Analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel usia tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan nilai p Value=0,565 dan OR=2,923. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan payudara, sehingga menjadi salah satu penyebab kematian utama pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini melalui (SADARI) merupakan metode yang sederhana, hemat biaya, dan non-invasif untuk mengidentifikasi gejala kanker payudara. Akan tetapi, tingkat kesadaran dan praktik SADARI di kalangan wanita muda masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku sadari dengan pengetahuan dengan nilai p Value = 0,003 dan nilai OR=13,500, sikap dengan nilai p Value=0,005 dan nilai OR=8,250, keterpaparan informasi dengan nilai p Value=0,027 dan nilai OR= 6,476, dukungan keluarga dengan nilai p Value=0,008 dan nilai OR=10,286, dan dukungan layanan kesehatan dengan nilai p Value=0,046. Analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel usia tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan nilai p Value=0,565 dan OR=2,923. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, di mana mereka sering menghadapi berbagai isu kesehatan, termasuk risiko kanker payudara. Minimnya pengetahuan remaja mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi fokus utama penelitian ini. Edukasi tentang SADARI sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas edukasi menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMAN 3 Tambun Selatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental dan desain two-group pre-post test. Populasi penelitian terdiri dari 598 remaja putri, dengan teknik total sampling yang melibatkan 592 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (sig.) sebesar 0.000, yang mengindikasikan adanya efektivitas edukasi SADARI menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja. Sebagian besar remaja kurang peduli terhadap kesehatan payudara. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menjadikan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai kebiasaan rutin dalam memantau kesehatan payudara mereka. Dengan demikian, edukasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif di kalangan remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, di mana mereka sering menghadapi berbagai isu kesehatan, termasuk risiko kanker payudara. Minimnya pengetahuan remaja mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi fokus utama penelitian ini. Edukasi tentang SADARI sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas edukasi menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMAN 3 Tambun Selatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental dan desain two-group pre-post test. Populasi penelitian terdiri dari 598 remaja putri, dengan teknik total sampling yang melibatkan 592 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (sig.) sebesar 0.000, yang mengindikasikan adanya efektivitas edukasi SADARI menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja. Sebagian besar remaja kurang peduli terhadap kesehatan payudara. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menjadikan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai kebiasaan rutin dalam memantau kesehatan payudara mereka. Dengan demikian, edukasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif di kalangan remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Deteksi dini telah diakui sebagai strategi yang efektif dalam mengurangi angka kejadian kanker payudara. Data Sistem Informasi Sehat IndonesiaKu menyimpulkan cakupan deteksi dini kanker payudara di Indonesia sebesar 14,52%. Peningkatan pengetahuan mengenai kanker payudara dapat memberikan kontribusi kesadaran remaja putri untuk mengurangi risiko terjadinya kanker payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempengaruhi pengetahuan dan sikap tentang SADARI oleh remaja putri. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan quasy experiment dengan rancangan One Group Pre-test Post-test. Lokasi penelitian di SMK Bina Nasional Informatika Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Banyaknya populasi 163 responden dan jumlah sampel 68 responden. Teknik pengambilan sampel penelitian ini yaitu Probability Sampling. Dengan pengambilan sampel secara acak sederhana (Simple Random Sampling). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini angket, dan lembar observasi. Analisis yang digunakan adalah univariat dan analisis bivariat, dengan Wilcoxon. Hasil yang diperoleh metode demonstrasi terhadap pengetahuan dengan nilai p value (0,00) dan metode demonstrasi terhadap sikap dengan nilai p value (0,00) Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan metode demonstrasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang SADARI. Harapannya, remaja putri memahami dan memiliki pengetahuan serta sikap yang baik dalam melakukan SADARI dan untuk institut pendidikan menjadikan dan menambah wawasan terkait pentingnya SADARI.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Data WHO menunjukkan bahwa kanker payudara menjadi masalah kesehatan global tercatat 2,3 juta kasus di tahun 2020 dan proyeksi peningkatan di tahun 2040. Untuk meningkatkan kewaspadaan perlu di berikan edukasi pendidikan kesehatan. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan SADARI pada remaja putri di SMPS IT Insan Kamil Cikarang Utara tahun 2024. Subjek dan Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian quasi experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test design. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah remaja putri kelas VIII di SMPS IT Insan Kamil Cikarang Utara tahun 2024. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling yaitu 84 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil: Penelitian uji statistik paired sample t-test didapatkan ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang SADARI dengan p-value 0,000 dimana p < 0,05 yang artinya Ha = gagal ditolak. Kesimpulan: Adanya pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan (SADARI) pada remaja putri di SMPS IT Insan Kamil Cikarang Utara tahun 2024.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kejadian FAM pada remaja dapat dideteksi secara dini dengan cara yang mudah dan
murah melalui pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Edukasi untuk mensosialisasikan
SADARI pada remaja perlu dilakukan menggunakan berbagai metode diantaranya berupa ceramah,
roleplay atau media video. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Faktor-faktor yang
berhubungan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada Remaja putri. Penelitian ini
adalah survey analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas XII di SMAN 1 Sukatani sebanyak 208 orang.
Instrument pengumpulan data dengan data primer, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (P =
0,290), sumber informasi (p = 0,627 ) dukungan keluarga (P = 0,734) tidak memiliki hubungan
bermakna, dengan SADARI.. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, sumber
informasi dan dukungan keluarga dengan SADARI. Adapun variabel yang berhubungan dengan
SADARI yaitu sikap dengan nilai (p = 0,040 ) dengan nilai Odds Ratio (OR) 3,980. Diharapkan
pengetahuan dengan Sikap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada remaja dapat dijadikan
acuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pendekatan secara intesif pada remaja. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai pembuka wawasan yang lebih luas mengenai ilmu kebidanan dan khususnya dalam bidang kesehatan reproduksi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kanker payudara merupakan salah satu kanker penyebab kematian pada wanita, karena banyak wanita yang
terlambat menyadari bahwa sebenarnya sudah terserang kanker. Keadaan tersebut, biasanya baru disadari setelah
kanker masuk pada stadium lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan Pengetahuan Remaja Putri Kelas XI Terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Islam
Al-Amin Cikarang Utara Tahun 2023. Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross
Sectional. menggunakan rumus total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesionerdan analisis
univariat dan bivariate dengan uji chi-square.Hasil penelitian didapatkan ada hubungan Pengetahuan Remaja Putri
Kelas X dan XI Terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara
dengan sikap (p=0,000), sumber informasi (p=0,000), dukungan orang tua (p=0,000), dukungan unit kesehatan
(p=0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sikap, sumber informasi,dukungan
keluarga, dukungan unit kesehatan sekolah terhadap Pengetahuan Remaja Putri Kelas X dan XI Terhadap
Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara. Diharapkan hasil penelitian
ini siswa memahami dan melakukan SADARI sehingga tanda-tanda kanker payudara bisa terdeteksi sedini
mungkin.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang umumnya terjadi pada wanita. Kanker payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh didalam jaringan payudara. Setiap tahun lebih dari 185.000 wanita didiagnosa menderita kanker payudara. Insiden penyakit ini semakin meningkat di negara-negara berkembang. Sekitar 43.500 kematian akibat kanker payudara setiap tahunnya yang menjadikan penyakit ini sebagai penyebab kematian terbesar kedua setelah kanker paru pada wanita. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Penelitian menggunakan data primer dengan sampel berjumlah 41 Wanita Usia Subur (WUS). Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan sikap adalah Kuesinoer. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisa data uji wilcoxon didapatkan p value sebesar 0,001 (<0,05) hal tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan kesehatan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap WUS pada pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Rumah Sehat Arafah . Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Sikap WUS terhadap
Pemeriksaan Payudara Sendiri di Rumah Sehat Arafah Tahun 2022
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI S1 KEBIDANAN Skripsi, Oktober-November 2022 Nama : Fitri Kristiani Lombu Nim : 221050010 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP WUS PADA PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI RUMAH SEHAT ARAFAH TAHUN 2022 xviii+106 Halaman+6 Tabel+11 Lampiran ABSTRAK Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang umumnya terjadi pada wanita. Kanker payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh didalam jaringan payudara. Setiap tahun lebih dari 185.000 wanita didiagnosa menderita kanker payudara. Insiden penyakit ini semakin meningkat di negara-negara berkembang. Sekitar 43.500 kematian akibat kanker payudara setiap tahunnya yang menjadikan penyakit ini sebagai penyebab kematian terbesar kedua setelah kanker paru pada wanita. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Penelitian menggunakan data primer dengan sampel berjumlah 41 Wanita Usia Subur (WUS). Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan sikap adalah Kuesinoer. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisa data uji wilcoxon didapatkan p value sebesar 0,001 (0,05) hal tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan kesehatan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap WUS pada pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Rumah Sehat Arafah. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Sikap WUS terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri di Rumah Sehat Arafah Tahun 2022 Bahan bacaan jumlah : (2013-2020) Kata Kunci : WUS, SADARI, Pengetahuan, Sikap Jumlah kata : 592 iii University Of Medika Suherman (UMS) S1 STUDY IN MIDWIFERY PROGRAM Thesis, October-November 2022 Nama : Fitri Kristiani Lombu Nim : 221050010 THE INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION ON KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF WUS IN BREAST SELF EXAMINATION AT ARAFAH HEALTHY HOUSE IN 2022 xviii+106 Pages+6 Tabels+11 Attachments ABSTRACT Breast cancer is a type of cancer that generally occurs in women. Breast cancer is a malignant tumor that grows in breast tissue. Every year more than 185,000 women are diagnosed with breast cancer. The incidence of this disease is increasing in developing countries. Approximately 43,500 deaths from breast cancer each year make this disease the second leading cause of death after lung cancer in women. The research method used was a quasi experiment with a one group pretest-posttest design. The study used primary data with a sample of 41 women of childbearing age (WUS). The instrument used to measure knowledge and attitudes is a questionnaire. The sampling technique used the total sampling technique. Data analysis used the Wilcoxon test. The results of the analysis of the Wilcoxon test data obtained a p value of 0.001 (0.05). This indicates that health education can affect knowledge and attitudes of WUS on breast self-examination (BSE) at the Arafah Healthy Home. The conclusion in this study is that there is an influence of Health Education on WUS Knowledge and Attitudes towards Breast Self-Examination at the Arafah Healthy Home in 2022 Total reading material: (2013-2020) Keywords: Production Women, Knowledge, Attitude Number of words : 592
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kanker payudara merupakan salah satu kanker penyebab kematian wanita. Karena, banyak wanita yang terlambat
menyadari bahwa sebenarnya ia sudah terserang kanker. Keadaan tersebut, biasanya baru disadari setelah kanker masuk
pada stadium lanjut. Berdasarkan data yang diperoleh melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor tahun 2019 bahwa
ditemukan tumor / benjolan dipayudara sebanyak 8.190 orang. Tujuan peneliti ini adalah Untuk mengetahui faktor yang
mempengaruhi perilaku remaja putri kelas XI terhadap pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di MAN 3 Bogor Tahun
2021.
Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Lokasi penelitian
dilakukan di MAN 3 Bogor. Populasi dalam penelitian ini oleh seluruh siswi kelas XI di MAN 3 Bogor tahun 2021
sebanyak 185 orang dan dengan sampel 127 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan diolah
kedalam analisis univariat dan bivarit dengan uji chi-square (0.05).
Berdasarkan hasil penelitian adanya uji statistik chi-square didapatkan pengetahuan dengan p value 0.024, sikap
dengan p value 0.010, sumber informasi dengan p value 0.000, dukungan keluarga dengan p value 0.000, dukungan
petugas kesehatan dengan p value 0.006.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengetahuan, sikap, sumber informasi, dukungan keluarga,
dukungan petugas kesehatan terhadap perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri MAN 3 Bogor.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah pemeriksaan yang mudah yang bisa dilakukan setiap wanita dan bisa dilakukan sendiri. Tujuan utama pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja puteri di rw 002 dusun 1 desa cibening kecamatan setu kabupaten bekasi tahun 2021.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja puteri usia 17-20 tahun di rw 002 dusun 1 desa cibening kecamatan setu kabupaten bekasi dengan jumlah 86 orang dan sampel penelitian ini berjumlah 82 remaja puteri , sampel diambil dengan metode Total Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat.
Hasil analisis univariat menunjukkan 71 responden (86,6%) tidak melakukan SADARI, 48 responden (58,5%) pengetahuan kurang, 45 responden (54,9%) kurang mendapatkan peran orangtua, 45 responden (54,9%) terpapar sumber informasi mengenai SADARI, 63 responden (76,8%) kurang mendapatkan peran tenaga kesehatan, dan 45 responden (54,9%) kurang mendapatkan peran teman sebaya.
Kesimpulan penelitian ini diharapkan dapat lebih ditingkatkan oleh peneliti selanjutnya dikarenakan penulis memiliki keterbatasan dalam penelitian.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Menurut data WHO (World Health Organization) menunjukkan bahwa 548.000 mortalitas pertahun kanker payudara terjadi pada wanita. Angka penderita penyakit kanker payudara di Kabupaten Bekasi, lebih sedikit pada wanita yang melakukan SADARI di bandingkan yang tidak melakukannya, Perempuan yang terdiagnosa kanker payudara di perkirakan hanya 25% sampai 30% wanita melakukan pemeriksaan payudara sendiri dengan baik dan teratur setiap bulan (Foster dan Constanta Cit Adi 2012).
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA YAPINK Tambun Bekasi tahuyn 2018, yang distribusi frekuensi variabel independen (sikap,pengetahuan,sumber informasi,perhatian orang tua).Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Adapun variabel yang diukur adalah sikap,pengetahuan,sumbewr informasi, perhatian orang tua)
Hasil analisis bivariat yaitu sikap sebanyak P Value = 0,015 (P<0,05),pengetahuan sebanyak P Vulue = 0,038 (P<0,05),Sumber informasi sebanyak P Vulue = 0,009 (P<0,05), perhatian orang tua sebanyak P Vulue =0,00 (P<0,05).Kesimpulan penelitian Perilaku Remaja putri tentang SADARI inilah yang akan berpengaruh dalam deteksi dini dan penanggulangan kanker payudara melalui advokasi, sosialisasi termasuk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terdapat hubungan anatara Sikap,pengetahuan,sumber informasi,perhatian orang tua di SMA YAPINK Tambun Bekasi dengan nilai P Value = 0,015 (P<0,05), P Vulue = 0,038 (P<0,05), P Vulue = 0,009 (P<0,05),Vulue =0,00 (P<0,05).
Saran penelitian yaitu penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, siswa lebih dapat meningkatkan sikap terhadap kesehatan alat reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua, Agar penelitian yang akan datang melakukan penelitian pada variabel-variabel lain yang berkaitan dengan perilaku Sadari pada remaja yang belum diteliti oleh peneliti, meningkatkan mutu pendidikan bagi mahasiswa kebidanan khususnya tentang kesehatan reproduksi, dan bermanfaat bagi tenagakesehatan.