Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

31 hasil
Subjek: orang tua
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Dukungan Orang Tua Dengan Tingkat Kecemasan Anak Yang Mengalami Menarche Di SDN Cikarang Kota 02

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Oktober 2023 Nama: Hanisah Oktavianie Nim: 020319617 HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KECEMASAN ANAK YANG MENGALAMI MENARCHE DI SDN CIKARANG KOTA 02 ABSTRAK Latar Belakang: Berbagai macam gangguan dan gangguan baik secara langsung maupun tidak langsung, yang terjadi kepada anak saat mengalami menarche yang dapat mempengaruhi kondisi fisik atau psikologis anak. Orang tua melalui peran aktifnya dalam hal memberi akan pemahaman terkait menarche bahwa hal yang terbilang pertama kali untuk seorang anak remaja. sebagai seorang ibu sekaligus orang tua secara lebih dini harus memberikan penjelasan tentang menarche pada anak perempuannya, supaya anak lebih mengerti dan akan siap dalam menghadapi menarche. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche pada siswi di SDN Cikarang Kota 02. Metodologi: Penelitia analisis kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 41siswi SD Negeri Cikarang Kota 02. Variabel pada penelitian ini adalah dukungan orang tua dan kecemasan anak. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 50,0%. Responden yang mendapat dukunga orang tua dengan kecemasan sedang 10,0%. Responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan berat 40,0%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 47,6%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan sedang 52,4%. Hasil statistik antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak (P=0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche di SDN Cikarang Kota 02. Saran: bagi responden diharapkan agar lebih meningkatkan komunikasi dengan orang tua terkait dengan perubahan-perubahan yang dapat terjadi pada wanita salah satunya menarche. Kata Kunci: Dukungan orang tua, kecemasan anak dan menarche.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan orangtua pasian anak usia (1-5 tahun) yang menjalani hospitalisasi di rumah sakit X Cikarang selama masa pandemik Covid 19 tahun 2021

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, 24 Mei 2021 Nama : Nurhikmah NIM : 020319673 STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN ORANGTUA PADA PASIEN ANAK USIA (1-5 TAHUN) YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT X CIKARANG PADA MASA PANDEMIK COVID19 TAHUN 2021 XV + 98 Halaman + 9 Tabel +12 Lampiran ABSTRAK Pandemik Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya Covid 19 di seluruh dunia untuk semua negara. Kecemasan adalah suatu perasaan takut akan terjadinya sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan orangtua pada pasien anak usia (1-5 tahun) yang menjalani hospitalisasi di Rumah Sakit X Cikarang pada masa pandemik Covid19. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan rancangan penelitian cross sectional atau potong lintang serta menggunakan uji chi square. Penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dukungan petugas, dan dukungan keluarga. Penelitian ini menggunakan data primer, aplikasi yang digunakan adalah google form, Microsoft Office 2013, dan SPSS 23. Kata Kunci : Kecemasan, Orang Tua, Pandemi Covid19, Hospitalisasi ABSTRACT BACHELOR PROGRAM STUDY OF NURSING AND PROFESSION NERS Skripsi, 24 May 2021 Name : Nurhikmah NIM : 020319673 STUDY ON FACTORS RELATED TO THE ANXIETY OF THE PARENTS IN CHILD PATIENTS (1-5 YEARS) WHO ARE HOSPITALIZING IN X CIKARANG HOSPITAL IN THE PANDEMIC TIME COVID19 2021 YEARS XV + 98 Pages + 9 Tables + 12 Appendix ABSTRACT The Cvoid-19 pandemic is an event of the spread of Covid-19 worldwide for all countries. Anxiety is a feeling of fear of something happening due to the anticipation of danger. This study aims to determine the factors associated with parental enxiety in child patients (1-5 years) undergoing hospitalization at X Hospital Cikarang during the Covid-19 pandemic. This type of research is a quantitative research method with a cross-sectional research design approach and using the chi square test. This study will explain the variables of age, gender, level of education, support from staff, and family support. This study uses primary data, the applications used are google form, Microsoft Office 2013, and SPSS 23. Keywords: Anxiety, Parents, Pandemic Covid19, Hospitalization

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Sosial Orang Tua Dengan Tingkat Stres Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Tugas Akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Berbagai faktor internal maupun faktor internal mampu mempengaruhi tingkat stres salah satunya ialah dukungan sosial orang tua. Dalam hal menekan tingkat stres akademik mahasiswa salah satu yang berperan penting yaitu dukungan sosial orang tua. Tujuan dari penelitian ini: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan deskriptif korelasi serta desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Menggunakan probability sampling dengan sampel 70 mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Hasil penelitian: Menandakan adanya hubungan yang signifikan terkait dukungan sosial orang tua dan tingkat stres mahasiswa memiliki nilai p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Kesimpulan: Adanya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres pada mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir pada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman dan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan yang berbanding terbalik, yang berarti apabila dukungan sosial orang tua semakin tinggi, maka makin rendah tingkat stres yang dialami mahasiswa semakin rendah. Diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan yang dapat membantu mengurangi stres.

20 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Hospitalisasi Pada Pasien Anak Usia Prasekolah di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Hasil: Uji chi-square menunjukan nilai P = 0,010 (0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kata Kunci: Hospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Edukasi Kesehatan melalui Media Audio Visual Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang tua tentang Faktor Resiko Stunting pada batita di wilayah Kecamatan Kedung Waringin

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang umum terjadi pada balita akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama dalam seribu hari pertama kehidupan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 200 juta balita di seluruh dunia mengalami stunting, Indonesia menempati urutan kelima tertinggi dalam prevalensinya. Jawa Barat, prevalensi stunting mencapai 24,5%, menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan anak. Pendidikan kesehatan yang efektif, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah penggunaan media audio visual, yang mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode: Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain preeksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor risiko stunting. Disarankan agar intervensi ini diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan masyarakat. Saran: diharapkan orang tua dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencegah stunting, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka. Kata kunci: Edukasi Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan Orang Tua, Stunting.

20 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Edukasi Kesehatan melalui Media Audio Visual Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang tua tentang Faktor Resiko Stunting pada batita di wilayah Kecamatan Kedung Waringin

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang umum terjadi pada balita akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama dalam seribu hari pertama kehidupan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 200 juta balita di seluruh dunia mengalami stunting, Indonesia menempati urutan kelima tertinggi dalam prevalensinya. Jawa Barat, prevalensi stunting mencapai 24,5%, menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan anak. Pendidikan kesehatan yang efektif, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah penggunaan media audio visual, yang mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode: Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor risiko stunting. Disarankan agar intervensi ini diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan masyarakat. Saran: diharapkan orang tua dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencegah stunting, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka.

24 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP HOSPITALISASI PADA PASIEN ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Hasil: Uji chi-square menunjukan nilai P = 0,010 (0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.

24 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Dukungan Sosial Orang Tua dengan Tingkat Stres Mahasiswa Yang Sedang Mengerjakan Tugas Akhir Di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Stres ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk dukungan sosial orang tua. Dukungan sosial orang tua berperan penting dalam mengurangi stres akademik mahasiswa. Tujuan penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Menggunakan probability sampling dengan sampel 70 mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Hasil penelitian: Menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa dengan p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Kesimpulan: Adanya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman dan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan negatif, artinya semakin tinggi dukungan sosial orang tua, semakin rendah tingkat stres yang dialami mahasiswa. Diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan yang dapat membantu mengurangi stres.

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Terjadinya Body Image Para Remaja Putri di SMAN 2 Cikarang Pusat

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Penelitian dengan pendekatan cross sectional telah dilaksanakan untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap persepsi remaja putri mengenai body image di SMAN 2 Cikarang Pusat. Telah diketahui bahwa para remaja putri cenderung membatasi asupan makanan mereka dan seringkali menetapkan makanan tertentu sebagai pantangan, hal ini dilakukan karena perhatian mereka yang besar terhadap bentuk tubuh. Subyek dan Metode: Teknik sampling yaitu random sampling, alat pengumpulan data yaitu kuesioner dengan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Populasinya seluruh siswi di SMAN 2 Cikarang Pusat sebanyak 488 siswi dengan sampel sebagian dari populasi faktor yang mempengaruhi terjadinya body image pada siswi tersebut. Variabel independen: karakteristik, status gizi, ketersediaan pangan di rumah, pola makan, kebiasaan sarapan, dan pengetahuan. Variabel dependen: Body Image. Penelitian ini dijalankan antara tanggal 1 hingga 19 Juli 2024, berlokasi di SMAN 2 Cikarang Pusat. Dalam rangka menilai normalitas data, digunakan metode uji Shapiro Wilk sebagai instrumen yang paling fundamental dalam penelitian ini. Proses ini melibatkan pembuatan grafik distribusi frekuensi berdasarkan skor yang diperoleh. Proses pengolahan data meliputi tahapan editing, coding, tabulating, entry, serta cleaning. Analisis yang dilakukan mencakup teknik analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 85 responden siswi di SMAN 2 Cikarang Pusat, 52,9% pada kelompok usia 16-18 tahun. Status gizi responden menunjukkan 72,9% normal. Analisis hubungan pendidikan orang tua menunjukkan hubungan signifikan dengan body image remaja (p-value = 0,033). Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara uang saku dan body image namun pendidikan orangtua dan pengetahuan gizi menunjukkan hubungan signifikan dengan body image.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kekerasan Verbal Orang Tua Dengan Pembentukan Kepercayaan Diri Pada Remaja Awal (Usia 12-14 Tahun) di MTS At Taufiq Cikarang Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Rasa percaya diri seseorang adalah salah satu atribut yang paling penting, kurang nya rasa percaya diri dapat menyebabkan sejumlah masalah bagi orang lain salah satu penyebabnya yaitu kekerasan verbal berupa ucapan yang tidak pantas atau berkata buruk seseorang seperti membentak, menghina , mengancam dan berteriak. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kekerasan verbal orang tua dengan pembentukan kepercayaan diri pada remaja awal ( usia 12-14 tahun ) di MTs At-Taufiq. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional. Pada pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Populasi dalam penelitian ini melibatkan siswa/i di MTs At-Taufiq yang berusia 12 – 14 tahun, sampel dalam penelitian ini sebanyak 98 responden dengan metode total sampel, variabel independen adalah kekerasan verbal orang tua sedangkan variabel dependen adalah pembentukan kepercayaan diri. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulan data adalah kuesioner berisi kejadian kekerasan verbal orang tua dan kepercayaan diri, Uji analisis statistik yaitu univariat dan bivariat dengan chi-square. Hasil : Uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara kekerasan verbal orang tua dengan kepercayaan diri diperoleh hasil P-value < 0,05 (0,000).Kesimpulan : Penelitian ini terdapat hubungan antara kerasan verbal orang tua dengan pembentukan kepercayaan diri.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Dukungan Orang Tua Dengan Kualitas Hidup Anak Thalassemia di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Thalassemia adalah kelainan bawaan yang ditandai dengan kecacatan sintesis pada gen alfa (a) dan beta (b) yang berfungsi untuk melakukan pembentukan hemoglobin. Thalasemia merupakan kelainan genetis dalam sintesis rantai globin yang mengakibatkan abnormalitas jumlah dan kualitas produksi rantai globin. Peran orang tua dalam mendukung pengobatan anak penderita thalassemia sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup anak penderita thalassemia. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan orang tua dan kualitas hidup anak penderita thalassemia di RS Sentra Medika. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasional dimana jenis penelitian yang digunakan untuk mencari, menjelaskan suatu hubungan, memperkirakan, dan menguji berdasarkan teori yang ada dan cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil Peneltian: Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah dengan dukungan orang tua Positif sebanyak 28 responden (60.9%), dan sedangkan dukungan orang tua Negatif sebanyak 18 responden (39.1%). Dari hasil uji chi square diperoleh nilai p-value 0,207. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan orang tua dengan kualitas hidup anak penderita thalassemia di Rumah Sakit Sentra Medika tahun 2023.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Orang Tua Terhadap Terjadinya Kekerasan Verbal Pada Anak Prasekolah Di Dusun II Desa Karangasih Tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanpa disadari, orang tua pernah melakukan kekerasan terhadap anak. Salah satu bentuk kekerasan tersebut adalah kekerasan verbal atau kekerasan yang dilakukan lewat kata-kata yang menyakitkan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku orang tua terhadap terjadinya kekerasan verbal pada anak prasekolah di TK Negeri Pembina Cikarang Utara Tahun 2023. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel 54 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis data T Test hasil p-value 0,05. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,010 0,05 yang artinya ada hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku orangtua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak prasekolah, didapatkan nilai p-value 0,107 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara pengalaman terhadap perilaku orangtua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak prasekolah, nilai p-value 0,910 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara pendidikan terhadap perilaku orangtua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak prasekolah dan didapatkan nilai p-value 0,078 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara tingkat ekonomi terhadap perilaku orangtua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak prasekolah. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan pengetahuan orang tua dengan perilaku kekerasan verbal pada anak prasekolah di TK Negeri Pembina Cikarang Utara Tahun 2023

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA DI SMK ISLAM AL-AMIN CIKARANG UTARA TAHUN 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PRODI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Agustus 2023 Nama : Qonita Tasya Sukirman Nim : 020619042 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA DI SMK ISLAM AL-AMIN TAHUN 2023 VIII + 78 Halaman + 11 Tabel + 2 Gambar + 10 Lampiran ABSTRAK Masa remaja adalah masa yang dimana anak anak menuju masa dewasa. Pada masa ini remaja cenderung memiliki keberanian untuk melakukan keinginannya secara bebas dan banyak ingin tahu hal hal baru, Menurut SDKI 2017 mengungkapkan, sekitar 2% remaja wanita usia 15- 24 tahun dan 8% remaja pria di usa yang sama mengaku telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah, dan 11% diantaranya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Dalam Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional, Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan populasi siswa dan siswi di SMK Islam AL-Amin Cikarang Utara. Metode pengambilan sampel dengan Total sampling berjumlah 154 siswa dan siswi. Data adalah data primer dengan menggunakan instrument yaitu kuesioner, Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil uji statistik bivariat menggunakan uji chi square bahwa sebagian besar responden berpengetahuann kurang 42 (27,3%) dan baik 121 (72,7%) (p-value=0,000) OR 7,222. Responden yang memiliki lingkungan kurang 38 (24,7%) dan baik 116 (75,3%) (p-value=0,000) OR 6,935. Responden yang mempunyai sikap yang kurang 40 (26%) dan baik 114 (74%) (p-value=0,000) OR 7,950. Responden yang memiliki media infromasi yang kurang 34 (22,1%) dan baik (120%) (p-value=0,000) OR 11,053. Responden yang memiliki peran orang tua kurang 65 (42,2%) dan baik 89 (57,8%) (p-value=0,132) OR 1,975. Dan responden yang memiliki peran teman kurang 45 (29,9%) dan baik 109 (70,8%) (p-value=0,000) OR 6,313. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, lingkungan, sikap, media informasi, peran orang tua, dan peran teman dalam perilaku seksual pada remaja di Smk islam Al-amin Cikarang Utara, Remaja diharapkan untuk memilih lingkungan serta media informasi yang baik bagi perkembangn prilaku seksual guna menghindari penyimpangan atau prilaku seks diluar nikah.

46 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gaya Berpacaran pada Remaja Kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan Tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Berdasarkan SDKI-R 2017, kelompok umur 15-17 tahun menjadi kelompok umur mulai pacaran pertama kali, dilaporkan remaja mulai berhubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun dengan persentase paling tinggi pada umur 17 tahun (19%). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang mendorong perilaku pacaran remaja kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan tahun 2023. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuanitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 420 remaja dengan sampel penelitian sebanyak 214 responden. Teknik pengambilan besaran sampel menggunakan rumus solvin dengan stratified random sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 149 (69,6%) memiliki gaya berpacaran tidak sehat, dengan pengetahuan kurang baik 100 (85,5%), 85 (75,2%) terpapar pornografi, 105 (78,4%) memiliki peran orang tua yang kurang berperan, 79 (62,7%) memiliki peran teman sebaya kurang baik, dan 44 (62,9%) memiliki peran guru kurang berperan. Disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan (p-value=0,000), peran orang tua (p-value=0,001), peran teman sebaya (p=value=0,013) dengan gaya berpacaran remaja kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan. Serta tidak ada hubungan antara paparan pornografi (p-value=0,083) dan peran guru (p-value=0,179) dengan gaya berpacaran remaja kelas XI di SMA Negeri 6 Tambun Selatan. Kesimpulan dalam penelitian ini, terdapat hubungan antara pengetahuan, peran orang tua, dan peran teman sebaya dengan gaya berpacaran remaja di kelas XI SMA Negeri 6 Tambun Selatan. Serta tidak terdapat hubungan antara paparan pornograti, dan peran guru dengan gaya berpacaran remaja di kelas XI SMA Negeri 6 Tambun Selatan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan remaja untuk lebih berhati-hati dalam bergaul agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif dan dapat merusak kehidupan dan masa depan.

17 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor - faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja dalam menghadapi menarche pada siswi di SDIT Ad-Damawiyah Cibitung kabupaten Bekasi tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PRODI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2023 Nama : Silviana Fauziah NIM : 221050073 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN REMAJA DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI DI SDIT AD-DAMAWIYAH CIBITUNG KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022 xvi + 69 Halaman + 8 Tabel + 3 Gambar + 8 Lampiran Pendahuluan: Menstruasi adalah sesuatu yang banyak ditakuti para gadis atau perempuan remaja. Aspek negatif dari menstruasi pertama kali yang biasa terjadi seperti kerepotan, kekotoran, ketidaknyamanan fisik yang menyebabkan keterbatasan tingkah laku dan rasa kecemasan dan ketakutan dalam menghadapi menarche, dan mampu untuk mengatasi setiap gangguan-gangguan yang terjadi pada saat menarche. Hal-hal tersebut dapat dihindari dengan pemberian edukasi yang benar dari tenaga kesehatan atau orang tua. Metode penelitian : Metode yang digunakan adalah metode survei cross sectional. Analisa yang digunakan Uji-Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 42 orang (56,0%) yang berpengetahuan baik, 29 orang (38,7%) berumur 11 tahun, 46 orang (61,3%) mendapatkan pengetahuan dari sumber non medis, 44 orang (58,7%) memiliki peran orang tua yang baik. Adanya hubungan antara umur (Pvalue = 0,000) dan peran orang tua (Pvalue = 0,000) dengan pengetahuan tentang menarche. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah sumber informasi (Pvalue = 0,052). Simpulan dan Saran: Agar tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi yang berkesinambungan pada remaja dalam menghadapi pubertas. Bagaimana cara hidup bersih dan sehat dengan melakukan perawatan kebersihan diri khususnya anogenital. Kata Kunci : Menarche, Pengetahuan, Umur, Peran Orang Tua, Sumber informasi

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Hubungan Penggunaan Gadget Anak Usia Sekolah Dasar Dengan Kecemasan Orang Tua di SD-IT Patriot Kabupaten Bekasi Kecamatan Sukatani Tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gadget adalah teknologi yang sangat populer saat ini dan baik orang dewasa maupun anak-anak menggunakan gadget. Gadget adalah istilah bahasa Inggris untuk perangkat elektronik kecil dengan berbagai fungsi khusus, karena banyak produk gadget untuk anak-anak dan anak-anak telah menjadi konsumen aktif pengguna gadget. Gadget (Bahasa Indonesia: Gawai) adalah istilah yang berasal dari bahasa Inggris yang mengacu pada perangkat atau alat dengan tujuan tertentu dan fungsi praktis yang berguna, umumnya diberikan untuk sesuatu yang baru. Secara umum, gadget dianggap sebagai perangkat elektronik dengan fungsi khusus untuk setiap perangkat. Contoh: komputer pribadi, ponsel, game. Kecemasan (Ansietas) adalah gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget anak usia sekolah dasar dengan kecemasan orang tua di SD-IT Patriot Kabupaten Bekasi Kecamatan Sukatani Tahun 2022. Metode: penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi orang tua siswa di SD-IT Patriot Kabupaten Bekasi Kecamatan Sukatani Tahun 2022 berjumlah 106 responden. Teknik samping menggunakan non probabylity sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, skoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji spearman. Analisis penelitian dengan uji univariat didapatkan distribusi frekuensi penggunaan gadget sering 81 (76,4%) dan kecemasan panik 70 (66,0%) dan uji bivariat yaitu uji Spearman untuk menguji data non parametrik. Hasil: Penelitian uji spearman didapatkan p value 0,007 < 0,05 yang diartikan H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Adanya hubungan penggunaan gadget anak usia sekolah dasar dengan kecemasan orang tua di SD-IT Patriot Kabupaten Bekasi Kecamatan Sukatani Tahun 2022.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Siswa Kelas IV dan V di SDN Pasirangin 05 Kabupaten Bogor

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemeliharaan kesehatan gigiidan mulut merupakan salah satu bentuk perilaku kesehatan. Pemeliharaan kesehatan gigii dan mulut yang dilakukan dengan baik sejak dini akan menjadi dasar untuk terciptanya perilaku positif pada anak dalam perawatan gigi dan mulutnya. Penyakit gigi dan mulut yang paling umum terjadi pada anak usia sekolah dasar adalah karies gigi dan radang gusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemeliharaan kesehatan gigiidan mulut pada siswa kelas IV dan V di SDN Pasirangin 05 Kabupaten Bogor. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 144 siswa kelas IV dan V. Jumlah sampel sebanyak 104 siswa kelas IV dan V yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrument penelitian ini berupa kuesioner. Penelitian ini diuji secara statistic dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara sikap (p value = 0,013), peran guru (p value = 0,044) dengan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan antara pengetahuan (p value = 0,308) dan peran orang tua (p value = 0,180) dengan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Untuk mencapai kesehatan gigi dan mulut yang baik bagi siswa, peran guru perlu lebih ditingkatkan, misalnya dengan memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut agar siswa sewaktu sekolah sudah menyikat gigi sesudah sarapan. Selain itu, perlu ditingkatkan program kampanye sikat gigi bagi siswa melalui program UKGS yang dipimpin guru, termasuk pelaksanaan sikat gigi massal.

19 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja Kelas XII di SMK Citra Mutiara Tahun 2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan data dari WHO diseluruh negara yang sedang berkembang menunjukan sebuah data bahwa 40% remaja putra dan putri berumur 18 tahun sudah melakukan hubungan seksual meskipun tanpa adanya ikatan. Berdasarkan data badan pusat statistic Indonesia menyebutkan bahwa pada tahun 2021 pada provinsi Jawa Barat terdapat total 10.09 kasus yang berusia sebelum 18 tahun sudah bersatatus kawin . Berdasarkan hasil penelitian. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja kelas XII di SMK Citra Mutiara Tahun 2022. Jenis penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Dengan 183 Sampel. Dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat serta bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p Value 0,007 dengan OR 2,819. Ada hubungan antara sikap dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p Value 0,008 dengan OR 2,909. Ada hubungan antara media informasi dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p Value 0,002 dan OR 3,299. Ada hubungan antara peran teman dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p Value 0,000 dan OR 6,530. Hasil penelitian ini diharapkan agar institusi pendidikan terkait untuk menerapkan, menambah serta meningkatkan perihal pendidikan kesehatan seksual serta perihal system reproduksi agar mencegah perilaku menyimpang pada remaja.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-60 Bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jumlah prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya. Upaya mengatasi meningkatnya prevalensi stunting di Indonesia Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI mencanangkan beberapa program di antaranya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan penelitian: untuk mengetahui distribusi frekuensi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi tahun 2020. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sebanyak 30 sampel. Pengumpulan data menggunakan primer dan sekunder. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari pengetahuan orang tua, pendapatan, asupan makanan Pendidikan orangtua, Riwayat pemberian ASI eksklusif, Riwayat Berat badan lahir rendah sedangkan variabel dependen yaitu Stunting pada balita usia 24 – 60 bulan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil: responden yang berpendidikan rendah sebanyak 60% (P value 0,021), pada responden dengan pendapatan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,020), pada responden dengan asupan makanan kurang bergizi sebanyak 92,3% (P value 0,002), pada responden dengan pengetahuan orang tua rendah sebanyak 84,6% (P value 0,001), pada responden dengan Riwayat Air Susu Ibu tidak eksklusif sebanyak 69,2% (P value 0,027) dan pada responden dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah sebanyak 43,3% (P value 0,033) dari hasil penelitian 6 variabel tersebut tidak memiliki kesenjangan dengan teori. Kesimpulan: terdapat hubungan pendidikan ibu, pengetahuan orang tua, asupan makanan, pendapatan orangtua Riwayat ASI eksklusif, Riwayat Berat Badan Lahir Rendah dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Saran: Untuk menurunkan prevalensi stunting Dinas Kesehatan, Puskesmas serta tenaga kesehatan lainnya lebih aktif dalam mengontrol tumbuh kembang balita, memiliki data balita stunting secara lengkap dan valid, serta mengoptimalkan pendekatan dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Persalinan Usia Dini ,20 Tahun di BPM Bidan Sarti Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pernikahan dini atau menikah dalam usia muda, memiliki dua dampak cukup berat. Pertama dari segi fisik, remaja itu belum kuat tulang panggulnya masih terlalu kecil sehingga bisa membahayakan proses perslinan. Oleh karna itu pemerintah mendorong masa hamil sebaiknya dilakukan pada usia 20-30 tahun. Dan yang kedua dari segi mental, emosi remaja belum stabil menghadapi persalinan ( BKKBN, 2002).Wanita yang hamil pada usia dibawah 20 tahun memiliki resiko yang besar untuk melahirkan bayi prematur, keguguran (Abortus) dan memiliki bayi berat lahir rendah (BBLR) bahkan bisa mengakibatkan kematian pada bayi. Disamping itu memiliki resiko juga bagi ibusendiri seperti anemia kehamilan. Keracunan kehamilan, mengalami pendarahan, persalinan lama dan sulit bahka bisa berakbat bagi ibu. Pada peneliti ini, penulis menggunakan metode penelitian analitik dengan menggunakan rancangan Cross sectional. Dengan sempel 87 orang yang melahirkan di BPM Bidan Sarti periode januari-juni 2018. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara pekrjaan dengan pengtahuan ibu tentang persalinan usia dini dengan nilai P-value = 0,010 <a =0,05, sedangkan dengan pendidikan nilai P-value= 0,045<a = 0,05 , sedangkan dengan sumber informasi P-valeu = 0,006<a= 0,05, sedangkan dengan peran orang tua P-valeu =0,049 <a= 0,05 , jadi ada hubungan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, peran orang tua dengan persalinan usia dini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ibu-ibu yang melahirkan di usia muda di BPM bidan Sarti yang tidak bekerja 82,9%, sedangkan yang pendidikan nya rendah (SD-SMP), 51,1%, sedangkan yang sumber informasi yang kurang cukup 53,3%, dan peran orang rua yang rendah sebanyak 78,8%. Dari hasil analisa bivariat diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor pekerjaan ,pendidikan, sumber informasi, dan peran orang tua dengan persalinan usia dini. Saran dalam penelitian ini adalah agar lebih meningkatkan lagi penyulahan tentang dampak dari pernikahan dan persalinan usia dini khususnya kepada kaum remaja.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail