ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Latar Belakang : Penyakit diabetes militus merupakan penyakit tidak menular dan
saat ini menjadi ancaman dunia. Menurut Internasional Diabetes Federation (IDF)
Indonesia berada pada urutan ke-7 berdasarkan prevalensi penderita diabetes
mellitus dengan jumlah kasus sekitar 10,7 juta jiwa pada tahun 2019. Ulkus diabetik
yaitu komplikasi yang paling ditakuti pasien DM karena berkurangnya suplay darah
ke jaringan tersebut menyebabkan kematian jaringan dan diperparah dengan infeksi
bakteri yang dapat menyebabkan amputasi bahkan berdampak luas karena dapat
menyebabkan kematian. Perubahan citra tubuh (body image) adalah perubahan
persepsi tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukuran, bentuk, struktur, fungsi,
keterbatasan, makna dan objek seseorang
Metode : desain penelitian cross sectional study dengan jumlah sampel sebesar 57
responden. Analisa data menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Nilai uji signifikansi (p value) < 0,05 maka H1 diterima artinya ada hubungan
antara derajat ulkus diabetikum dengan perubahan citra tubuh di RS Sentra Medika
Cisalak Tahun 2022.
Kesimpulan: Kondisi ulkus diabetikum dengan derajat luka yang lebih tinggi dapat
mempengaruhi perubahan citra tubuh responden, sehingga upaya promotif perlu
dilakukan dengan baik.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Remaja Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, yaitu gizi kurang dan gizi lebih secara bersamaan. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi remaja putri usia 16–18 tahun di Jawa Barat yang sangat kurus 1,9%, kurus 6,3%, gemuk 8,9%, dan obesitas 4,2%. Di Kabupaten Bekasi, data Riskesdas 2018 mencatat prevalensi sangat kurus 3,80%, kurus 10,45%, gemuk 9,06%, dan obesitas 4,11%. Selain itu, 47,5% penduduk masih rutin mengonsumsi minuman manis dan 96,7% kurang mengonsumsi sayur dan buah sesuai anjuran. Faktor psikologis seperti body image turut meningkatkan risiko masalah gizi ganda pada remaja putri. Tujuan Penelitian : mengetahui hubungan antara body image dengan frekuensi konsumsi minuman manis, sayur, dan buah pada remaja putri di SMAN 1 Cikarang Selatan. Metode Penelitian : penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan teknik quota sampling pada 81 siswi kelas XI. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Responden memiliki body image positif (80,2%) dan negatif (19,8%). Frekuensi konsumsi minuman manis, sayur, dan buah sebagian besar tergolong jarang. Terdapat hubungan signifikan antara body image dengan konsumsi minuman manis (p<0,001) dan sayur (p=0,027), namun tidak dengan konsumsi buah (p=0,869). Kesimpulan dan Saran : Body image berhubungan dengan pola konsumsi minuman manis dan sayur pada remaja putri. Disarankan pihak sekolah dapat mendorong ketersediaan pilihan minuman rendah gula dan menu sayur serta buah yang lebih beragam dan menarik di kantin sekolah
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penelitian dengan pendekatan cross sectional telah dilaksanakan
untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap persepsi
remaja putri mengenai body image di SMAN 2 Cikarang Pusat. Telah diketahui
bahwa para remaja putri cenderung membatasi asupan makanan mereka dan
seringkali menetapkan makanan tertentu sebagai pantangan, hal ini dilakukan karena
perhatian mereka yang besar terhadap bentuk tubuh. Subyek dan Metode: Teknik
sampling yaitu random sampling, alat pengumpulan data yaitu kuesioner dengan
kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Populasinya seluruh siswi di SMAN 2 Cikarang
Pusat sebanyak 488 siswi dengan sampel sebagian dari populasi faktor yang mempengaruhi terjadinya body image pada siswi tersebut. Variabel independen:
karakteristik, status gizi, ketersediaan pangan di rumah, pola makan, kebiasaan
sarapan, dan pengetahuan. Variabel dependen: Body Image. Penelitian ini dijalankan
antara tanggal 1 hingga 19 Juli 2024, berlokasi di SMAN 2 Cikarang Pusat. Dalam
rangka menilai normalitas data, digunakan metode uji Shapiro Wilk sebagai
instrumen yang paling fundamental dalam penelitian ini. Proses ini melibatkan
pembuatan grafik distribusi frekuensi berdasarkan skor yang diperoleh. Proses
pengolahan data meliputi tahapan editing, coding, tabulating, entry, serta cleaning.
Analisis yang dilakukan mencakup teknik analisis univariat dan bivariat. Hasil:
Hasil penelitian menunjukkan 85 responden siswi di SMAN 2 Cikarang Pusat,
52,9% pada kelompok usia 16-18 tahun. Status gizi responden menunjukkan 72,9%
normal. Analisis hubungan pendidikan orang tua menunjukkan hubungan signifikan
dengan body image remaja (p-value = 0,033). Kesimpulan: Tidak ada hubungan
signifikan antara uang saku dan body image namun pendidikan orangtua dan
pengetahuan gizi menunjukkan hubungan signifikan dengan body image.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes is a disease caused by the body's inability to make or use insulin properly. Diabetic ulcers are the most feared complication of DM patients. The aim of this study was to determine the relationship between the degree of diabetic ulcers and changes in body image of diabetes mellitus patients at Sentra Medika Cisalak Hospital. The benefit is to increase knowledge and scientific insight regarding the relationship between the degree of diabetic ulcers and changes in body image in diabetes mellitus patients. The research is an analytical survey with a cross sectional study design. This research was carried out from November 2022 to February 2023 at Sentra Medika Cisalak Hospital, with a sample of 57 diabetes sufferers. The research instrument uses a questionnaire, data collection is based on respondents' answers and researchers' statements and answers to questions consist of a Diabetic Ulcer Observation Sheet and a Body Image Change Questionnaire using a Likert Scale. The analysis used univariate and bivariate analysis with the Chi Square test. The results of the research showed that the frequency distribution of respondents was based on the degree of injury with the majority of respondents being in the category 5 of diabetic ulcers with 32 respondents (56.1%). Frequency distribution of changes in body image of respondents with the majority being maladaptive, 33 respondents (57.9%), indicating that there is a relationship between the degree of diabetic ulcers and changes in body image at Sentra Medika Cisalak Hospital in 2022. It is hoped that through this research the community will adopt a healthier lifestyle. to avoid various risks of diabetes mellitus.