BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penelitian dengan pendekatan cross sectional telah dilaksanakan
untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh terhadap persepsi
remaja putri mengenai body image di SMAN 2 Cikarang Pusat. Telah diketahui
bahwa para remaja putri cenderung membatasi asupan makanan mereka dan
seringkali menetapkan makanan tertentu sebagai pantangan, hal ini dilakukan karena
perhatian mereka yang besar terhadap bentuk tubuh. Subyek dan Metode: Teknik
sampling yaitu random sampling, alat pengumpulan data yaitu kuesioner dengan
kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Populasinya seluruh siswi di SMAN 2 Cikarang
Pusat sebanyak 488 siswi dengan sampel sebagian dari populasi faktor yang mempengaruhi terjadinya body image pada siswi tersebut. Variabel independen:
karakteristik, status gizi, ketersediaan pangan di rumah, pola makan, kebiasaan
sarapan, dan pengetahuan. Variabel dependen: Body Image. Penelitian ini dijalankan
antara tanggal 1 hingga 19 Juli 2024, berlokasi di SMAN 2 Cikarang Pusat. Dalam
rangka menilai normalitas data, digunakan metode uji Shapiro Wilk sebagai
instrumen yang paling fundamental dalam penelitian ini. Proses ini melibatkan
pembuatan grafik distribusi frekuensi berdasarkan skor yang diperoleh. Proses
pengolahan data meliputi tahapan editing, coding, tabulating, entry, serta cleaning.
Analisis yang dilakukan mencakup teknik analisis univariat dan bivariat. Hasil:
Hasil penelitian menunjukkan 85 responden siswi di SMAN 2 Cikarang Pusat,
52,9% pada kelompok usia 16-18 tahun. Status gizi responden menunjukkan 72,9%
normal. Analisis hubungan pendidikan orang tua menunjukkan hubungan signifikan
dengan body image remaja (p-value = 0,033). Kesimpulan: Tidak ada hubungan
signifikan antara uang saku dan body image namun pendidikan orangtua dan
pengetahuan gizi menunjukkan hubungan signifikan dengan body image.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Virus corona merupakan salah satu virus yang menyerang sistem pernapasan hingga dapat mengakibatkan kematian (Novita, 2020). Pada awal tahun 2020, masyarakat di seluruh dunia diresahkan dan dihebohkan dengan virus corona (Covid-19). Pada tanggal 30 Oktober 2020 sudah terdapat 216 negara terinfeksi corona virus di dunia jumlah yang terkonfirmasi ada di angka 44.888.869 orang dengan jumlah yang meninggal sebanyak 1.178.475 orang (https://covid19.go.id). Di Indonesia sendiri angka positif Covid-19 pada tanggal 30 oktober 2020 mencapai 406.295 orang menyebar ke berbagai wilayah dengan kasus meninggal sebanyak 13.782 orang. Dari hal semua itu virus corona menjadi perbincangan dan membuat masyarakat Indonesia cemas. Cemas merupakan perasaan khawatir berlebih terkadang tidak jelas, bentuk respons akibat ada suatu rangsangan dari luar maupun dalam yang dapat menimbulkan gejala seperti emosional, kognitif, fisik, dan tingkah laku. Dari data yang di ambil oleh peneliti dalam studi pendahuluan pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020 dari 10 mahasiswa terdapat 4 mahasiswa mengalami kecemasan ringan, 2 mahasiswa mengalami kecemasan sedang, 3 mahasiswa mengalami kecemasan berat dalam menghadapi dampak dari pandemi Covid-19.
Tujuan : Mengertahui faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi dampak pandemi covid-19 pada mahasiswa
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis observasional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa program studi sarjana keperawatan kelas regular berjumlah 145 mahasiswa. Sampel yang diambil sebanyak 50 mahasiswa dengan menggunakan Stratisfied Random Sampling menbgacupada kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang sudah terstandarisasi Hamilton Rating Scale untuk variabel dependen dan Skala Likert untuk variabel independen. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan Bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh mengakses informasi, interaksi sosial, dan uang saku dengan kecemasan dalam menghadapi dampak pandemi covid-19 pada mahasiswa dengan masing-masing nilai mengakses informasi 0,010, interaksi sosial 0,039, dan uang saku 0,000 lebih kecil dari α (0,05).
Kesimpulan : Ada pengaruh mengakses informasi, interaksi sosial dan uang saku terhadap kecemasan dalam mrnghadapi dampak pandemi covid-19 pada mahasiswa
Saran : Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab munculnya kecemasan dalam kondisi pandemi dan mengetahui bahaya covid-19 sehigga dapat melakukan pencegahan secara dini.