BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Remaja Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, yaitu gizi kurang dan gizi lebih secara bersamaan. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi remaja putri usia 16–18 tahun di Jawa Barat yang sangat kurus 1,9%, kurus 6,3%, gemuk 8,9%, dan obesitas 4,2%. Di Kabupaten Bekasi, data Riskesdas 2018 mencatat prevalensi sangat kurus 3,80%, kurus 10,45%, gemuk 9,06%, dan obesitas 4,11%. Selain itu, 47,5% penduduk masih rutin mengonsumsi minuman manis dan 96,7% kurang mengonsumsi sayur dan buah sesuai anjuran. Faktor psikologis seperti body image turut meningkatkan risiko masalah gizi ganda pada remaja putri. Tujuan Penelitian : mengetahui hubungan antara body image dengan frekuensi konsumsi minuman manis, sayur, dan buah pada remaja putri di SMAN 1 Cikarang Selatan. Metode Penelitian : penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan teknik quota sampling pada 81 siswi kelas XI. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Responden memiliki body image positif (80,2%) dan negatif (19,8%). Frekuensi konsumsi minuman manis, sayur, dan buah sebagian besar tergolong jarang. Terdapat hubungan signifikan antara body image dengan konsumsi minuman manis (p<0,001) dan sayur (p=0,027), namun tidak dengan konsumsi buah (p=0,869). Kesimpulan dan Saran : Body image berhubungan dengan pola konsumsi minuman manis dan sayur pada remaja putri. Disarankan pihak sekolah dapat mendorong ketersediaan pilihan minuman rendah gula dan menu sayur serta buah yang lebih beragam dan menarik di kantin sekolah
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Bibir merupakan salah satu bagian tubuh yang memiliki fungsi untuk estetika yang dapat
menunjang penampilan dan rentan terhadap sinar matahari jika tidak terlindungi dapat
menyebabkan bibir kering, pecah-pecah, menggelap dan berkerut. Salah satu solusi untuk
mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan lip tint yang memiliki
efektifitas fotoproteksi dengan nilai SPF (Sun Protection Factory). Kulit buah naga merah
(Hylocereus polyrhizus) dan kayu secang (Caesalpinia sappan L.) memiliki aktivitas
antioksidan tinggi yang bermanfaat sebagai fotoproteksi karena antioksidan adalah faktor
sekunder dari nilai SPF. Selain itu, kulit buah naga merah memiliki pigmen antosianin dan
kayu secang memiliki brazilin, keduanya berpotensi sebagai pewarna kosmetik. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui aktivitas fotoproteksi sediaan lip tint yang dilihat dari nilai
SPF. Metode yang digunakan adalah menghitung nilai SPF sediaan secara in vitro
menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 290-320 nm.
Data nilai SPF sediaan dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji One Way Anova
untuk melihat perebedaan nilai SPF sediaan lip tint antar formula. Hasil penelitian
menunjukkan rata-rata nilai SPF sediaan lip tint F1, F2 dan F3 berturut-turut sebesar 4.70
+- 0.04, 13.70 +- 0.04 dan 20.36 +- 0.03 dengan nilai SPF terbaik diberikan pada F3 sebesar
20.36 +- 0.003 kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan nilai SPF
antar formula dengan nilai sig < 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan primer yang terjadi di masyarakat serta seringkali dijumpai di seluruh dunia, terutama pada Negara berkembang seperti Indonesia. Karena itu remaja putri merupakan tahapan umur yang mempunyai tingkat resiko terkena anemia lebih tinggi dari remaja putra. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komsumsi jus buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri kelas X di MAN 1 Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pre-eksperimental desaign dengan model one grup pre-test-post-test design. Pengumpulan data menggunakan instrument pemeriksaan kadar hemoglobin Sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Analisis yang digunakan adalah uji statistic wilcoxon ranks. Pengambilan sampel dengan Systematic random samping sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan menggunakan probability Sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian jus buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Ini dibuktikan dengan p velue 0,000. Kesimpulan : Dari penelitian ini, ada pengaruh jus buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri kelas X di MAN 1 Bekasi Tahun 2024. Saran : Diharapkan dengan adanya penelitian ini, remaja putri dapat menambah pengetahuan, informasi, edukasi dan manfaat non farmakologi seperti jus buah naga bisa meningkatkan kadar hemoglobin.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Anemia pada kehamilan dapat memiliki dampak yang serius terhadap kesehatan ibu dan
janin. Dalam kondisi anemia, risiko terjadinya abortus, persalinan prematur, serta gangguan
pertumbuhan dan perkembangan janin dan rahim menjadi lebih tinggi. Selain itu, ibu hamil yang
mengalami anemia juga rentan terhadap infeksi, pradaran antepartum, dan ketuban pecah dini (KPD).
Selama proses persalinan, anemia dapat mengakibatkan gangguan pada kontraksi rahim (HIS) dan
memperpanjang kala 1 persalinan, bahkan dapat menyebabkan partus terlantar. Buah bit diketahui
mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin C yang tinggi, yang semuanya merupakan nutrisi
penting untuk memperbaiki dan meningkatkan produksi hemoglobin .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jus buah bit terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia melalui pemeriksaan labolatorium sederhana.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Quasy Eksperimental dengan desain
Pretest Posttest Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang kadar Hb nya
<11gr/dl di wilayah TPMB Sindiya Melistari sebanyak 30 orang. Variabel independen dalam
penelitian ini adalah kadar Hb pada ibu hamil. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total
sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pemberian jus buah bit
Hasil uji Wilcoxone Signed Test diperoleh nilai nilai p= 0.000 <0,05 sehingga dapat
disimpulkan terdapat pengaruh pemberian jus buah bit terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di TPMB Sindya Ada pengaruh pemberian jus buah bit terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di TPMB Sindya Saran penelitian ini dapat menjadi sumber informasi terkait penggunaan jus buah bit secara rutin sebagai alternatif non-farmakologi dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Menyusui merupakan salah satu proses bounding antara ibu dan bayinya, salah satu indikator keberhasilan menyusui adalah pemberian ASI ekslusif. Menurut data WHO tahun 2019 cakupan ASI ekslusif di dunia sebesar 36%. Sedangkan WHO menetapkan target cakupan ASI eksklusif sebesar 50% ( Hafid, R.A., dkk., 2024). Cakupan Asi ekslusif di Indonesia sebesar 67,96% tahun 2022 (WHO, 2023). Salah satu kendalanya adalah karena produksi ASI yang sedikit.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI yaitu dengan mengkonsumsi jus delima naga (Dragon Pome Juice), kandungan buah naga dan delima menjadi pilihan yang tepat untuk ibu menyusui karena mengandung banyak vitamin dan mineral penting dalam meningkatkan produksi ASI yang sehat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian jus delima naga (Dragon Pome Juice) dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan desain penelitian Pre-experimental dengan menggunakan One Group Pre test-Post test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu postpartum hari ke -8 sedang menyusui dalam 3 bulan terakhir. Sampel pada penelitian ini yaitu Ibu post partum hari ke -8 menyusui yang datang ke TPMB Jamilah dalam 3 bulan terakhir sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sample menggunakan Accidental Sampling. Peneliti menggunakan sampel jumlah minimal. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat.
Hasil penelitian adanya pengaruh jus delima naga (Dragon Pome Juice) terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di TPMB Jamilah Sukajaya, Cibitung, Bekasi Tahun 2023. Hasil P-value 0,000 < a=0,05.
Kesimpulan Jus delima naga (Dragon Pome Juice) dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.
Saran untuk ibu menyusui dianjurkan mengkonsumsi jus delima naga (Dragon Pome Juice) dalam meningkatkan produksi ASI.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umum terjadi ketika kadar sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh terlalu rendah. Sebagian besar perempuan mengalami anemia selama kehamilan, anemia tersebut yakni anemia defisiensi besi. Berdasarkan data Kabupaten Bekasi tahun 2016, terdapat 10% dari 768.324 ibu hamil yang mengalami prevalensi anemia dan Puskesmas Cikarang yang paling banyak mengalami masalah tersebut dari 44 puskesmas yang ada di Kabupaten Bekasi. Data Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa prevalensi anemia di Puskesmas Cikarang sebesar 37,3% dengan jumlah keseluruhan ibu hamil sebanyak 472 ibu hamil. Salah satu makanan yang mengandung zat besi serta bermanfaat untuk ibu hamil adalah buah naga (Hylocereus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah naga terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil, mengetahui perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan buah naga, serta mengetahui hubungan jumlah buah naga yang diberikan terhadap kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment. Pemberian buah naga pada ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi di trimester I, II, dan III dengan pemberian buah naga 200 gram untuk kadar hemoglobin 10.0 s/d 10.9 gr/dL dan 300 gram untuk kadar hemoglobin 9.0 s/d 9.9 gr/dL yang diberikan 2 kali dalam seminggu selama 1 bulan terhadap 30 responden di PMB Yanti Susanti, Amd.Keb., Desa Karang Rahayu, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menghasilkan data perbedaan kadar Hb dari sebelum diberikan buah naga (Pre Tes) dengan sesudah diberikan buah naga (Pasca Tes), Ibu hamil trimester I mengalami penurunan kadar Hb, sedangkan ibu hamil trimester II dan III mengalami kenaikan kadar Hb. Nilai p = 0,623 pada ibu hamil trimester I, nilai p = 0,011 pada ibu hamil trimester II, dan nilai p = 0,008 pada ibu hamil trimester III. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari alat dan bahan yaitu Hemoglobin Test Meter Digital, Strip Hemoglobin, Alcohol Swab, Timbangan Digital, Lembar Observasi, dan Buah Naga Merah. Buah naga dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil, terutama untuk ibu hamil trimester II dan trimester III karena memiliki p-value < 0,05 dan pemberian buah naga 300 gram lebih besar pengaruhnya dalam meningkatkan kadar Hb dibandingkan buah naga 200 gram. Dalam penelitian selanjutnya, diharapkan lebih memastikan kondisi responden sebelum dan saat proses pemberian buah naga dilakukan, serta memastikan secara langsung dalam pemberian buah naga terhadap responden.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umum terjadi ketika kadar sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh terlalu rendah. Sebagian besar perempuan mengalami anemia selama kehamilan, anemia tersebut yakni anemia defisiensi besi. Berdasarkan data Kabupaten Bekasi tahun 2016, terdapat 10% dari 768.324 ibu hamil yang mengalami prevalensi anemia dan Puskesmas Cikarang yang paling banyak mengalami masalah tersebut dari 44 puskesmas yang ada di Kabupaten Bekasi. Data Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa prevalensi anemia di Puskesmas Cikarang sebesar 37,3% dengan jumlah keseluruhan ibu hamil sebanyak 472 ibu hamil. Salah satu makanan yang mengandung zat besi serta bermanfaat untuk ibu hamil adalah buah naga (Hylocereus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah naga terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil, mengetahui perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan buah naga, serta mengetahui hubungan jumlah buah naga yang diberikan terhadap kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment. Pemberian buah naga pada ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi di trimester I, II, dan III dengan pemberian buah naga 200 gram untuk kadar hemoglobin 10.0 s/d 10.9 gr/dL dan 300 gram untuk kadar hemoglobin 9.0 s/d 9.9 gr/dL yang diberikan 2 kali dalam seminggu selama 1 bulan terhadap 30 responden di PMB Yanti Susanti, Amd.Keb., Desa Karang Rahayu, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menghasilkan data perbedaan kadar Hb dari sebelum diberikan buah naga (Pre Tes) dengan sesudah diberikan buah naga (Pasca Tes), Ibu hamil trimester I mengalami penurunan kadar Hb, sedangkan ibu hamil trimester II dan III mengalami kenaikan kadar Hb. Nilai p = 0,623 pada ibu hamil trimester I, nilai p = 0,011 pada ibu hamil trimester II, dan nilai p = 0,008 pada ibu hamil trimester III. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari alat dan bahan yaitu Hemoglobin Test Meter Digital, Strip Hemoglobin, Alcohol Swab, Timbangan Digital, Lembar Observasi, dan Buah Naga Merah. Buah naga dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil, terutama untuk ibu hamil trimester II dan trimester III karena memiliki p-value 0,05 dan pemberian buah naga 300 gram lebih besar pengaruhnya dalam meningkatkan kadar Hb dibandingkan buah naga 200 gram. Dalam penelitian selanjutnya, diharapkan lebih memastikan kondisi responden sebelum dan saat proses pemberian buah naga dilakukan, serta memastikan secara langsung dalam pemberian buah naga terhadap responden.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Prevalensi anemia di Indonesia sebesar 49%, sebanyak 45% anemia pada ibu hamil terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun. Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Karawang ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 8.090. Berdasarkana data puskesmas pakisjaya jumlah ibu hamil pada bulan juli-september 2021 sebanyak 195 ibu hamil, dan jumlah ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 92 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah beet terhadap kenaikan kadar haemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Pakisjaya Tahun 2021.
Desain penelitian menggunakan pra eksperimen (pra eksperimen desain). Populasi penelitian: ibu hamil dengan Anemia di Puseksmas Pakisjaya sebanyak 60 responden. Sampel penelitian berjumlah 60 ibu hamil dengan anemia. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variable dependen yaitu kadar HB pada ibu hamil. Variable independen yaitu jus buah beet. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Teknik pengolahan data menggunakan Editing, Coding, Tabulating, analis univariat meliputi karakteristik responden, analis bivariate Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon signed rank test.
Hasil Penelitian diketahui bahwa dari 60 responden mayoritas mengalami anemia sebelum sebelum diberikan jus buah beet yaitu sebanyak 60 responden (100%), sedangkan setelah sedangkan setelah diberikan jus buah beet kadar HB meningkat sebanyak 48 responden (80%) dan kadar HB tetap sebanyak 12 responden (20%). Hasil uji Wilcoxone Signed Test diperoleh nilai nilai p= 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian jus buah beet terhadap kadar HB pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Pakisjaya Tahun 2021.
Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian jus buah beet terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di Puskesmas Pakisjaya Tahun 2021. Saran dalam penelitian ini untuk Institusi pendidikan, untuk tempat penelitian, untuk responden dan untuk peneliti selanjutnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus meruupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah apel romebeauty terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Klub Senam DM Puskesmas Tambelang Kabupaten Bekasi.
Jenis penelitian menggunakan quasy experiment control time series design. Populasi penderita diabetes melitus berjumlah 105 orang. Sampel 20 responden diambil dengan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian didapatkan pada kelompok perlakuan sebelum konsumsi buah apel romebeauty mean 182,40 dan mean sesudah konsumsi buah apel romebeauty 156,00 . Pada kelompok kontrol didapatkan mean pre test 181,10 dan mean post test 177,00. Hasil uji statistik T-test pada kelompok perlakuan P Value = 0,001. Artinya terdapat pengaruh konsumsi buah apel romebeauty terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II.
Kesimpulan dari penelitian ini, mengkonsumsi buah apel romebeauty 3 kali perhari selama 7 hari dengan dosis 100 gr pada waktu setelah makan pagi, siang dan sore dapat menurunkan kadar gula darah penderita diabetes melitus dengan rata-rata 26,4 mg/dl.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah mengalami
peningkatan melebihi batas normal. Menurut WHO (2009, dalam Triyanto, 2014).
Hipertensi adalah salah satu penyebab utama kematian dini diseluruh dunia. Di tahun
2020 sekitar 1,56 miliar orang dewasa akan hidup dengan hipertensi. Dari hasil survei
kasus Hipertensi di Puskesmas Cabangbungin Kabupaten Bekasi pada urutan ke tiga
dari sepuluh penyakit terbesar pada tahun 2018. Dari data diperoleh bahwa yang
datang ke kepuskesmas pada tahun 2018 penderita hipertensi pada jumlah penduduk
usia >18 tahun berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah di puskesmas
Cabangbungin sebanyak 499. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan
oleh peneliti di Rt 09 Rw 02 Desa Sindangsari Kecamatan Cabangbungin Kabupaten
Bekasi Tahun 2019 mengatakan penduduk usia >18 tahun yang menderita hipertensi
sebanyak 56 orang.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Jus Buah
Belimbing dan Madu Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi
di Rt 09 RW 02 Desa Sindangsari Kecamatan Cabangbungin Bekasi tahun 2019”.
1
Metode : Jenis Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design dengan
rancangan one group pre test post test. Sampel penelitian ini sebanyak 15 responden.
Uji statistic yang digunakan yaitu uji T-test (paired sample). Teknik Paired t-Test
digunakan untuk melihat pengaruh pemberian jus buah belimbing dan madu terhadap
penurunan tekanan darah sebelum dilakukan tindakan (Pre - test) dan mengukur
tekanan darah sesudah dilakukan tindakan (Post - test), maka teknik analisa bivariat
yang digunakan adalah dengan uji Paired t-Test untuk mengetahui perubahan tekanan
darah sesudah diberikan jus buah belimbing dan madu.
Hasil ; Berdasarkan data yang diperoleh, hasil penelitian bahwa rata-rata proses
penurunan tekanan darah pada pasien penderita hipertensi yang mengkonsumsi jus
buah belimbing dan madu 142,67. Hasil uji statistik dengan uji beda dua mean
dependent (paired sample T test) diperoleh P value =0,002 dengan nilai α = < α 0,05.
Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya perbedaan rata-rata
tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum mengkonsumsi jus buah belimbing dan
madu, dan setelah mengkonsumsi jus buah belimbing dan madu di RT 09 RW 02
Desa Setialaksana Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Saran : Dengan hasil penelitian ini penderita hipertensi agar lebih meningkatkan
pengetahuan tentang obat tradisional untuk mempercepat proses penurunan tekanan
darah tinggi sebagai tindakan tambahan selain mengkonsumsi obat-obatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Sayur dan buah merupakan bahan pangan yang sangat memberi manfaat bagi tubuh tarutama untuk sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Hasil Riskesdas tahun 2018 pada penduduk yang berusia ≥5 tahun sebanyak 95,5% kurang mengonsumsi sayur dan buah (Riskesdas, 2018). Selain itu, dari hasil Riskesdas tahun 2018 di Jawa Barat sebanyak 98,2% kurang mengonsumsi sayur dan buah (Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian : Diketahuinya gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah di TPQ Ar-Rahman Perumahan The Green Residence tahun 2019.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner pada 47 responden dengan cara total sampling. Berikut hasil dari distribusi frekuensi perilaku konsumsi sayur dan buah kurang sebanyak 47 responden (62.7%), perilaku konsumsi sayur dan buah cukup sebanyak 28 responden (37.3%). Dari beberapa hasil penelitian, sikap responden memiliki hasil penelitian yang baik, dimana 44 responden memiliki sikap baik dengan presentase 93.6%, sedangkan pada 3 responden dengan presentase 6.4% memiliki sikap kurang baik.
Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan, gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah di TPQ Ar-Rahman Perumahan The Green Residence tahun 2019 masih banyak anak yang kurang memiliki perilaku konsumsi sayur dan buah. Hal ini dikarenakan lingkungan yang kurang mendukung dan jarang tersedianya sayur dan buah dirumah.