BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Kekurangan zat besi ialah penyakit yang dapat menyebabkan anemia selama kehamilan. Hal ini diketahui sebagai risiko yang mungkin terjadi pada ibu dan anak, sehingga semua pihak yang terlibat dalam pemberian layanan kesehatan harus mempertimbangkannya dengan saksama. Penelitian di TPMB Yanti Susanti, S.Keb, ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana sari kurma kelapa memengaruhi kenaikan takaran hemoglobin pada ibu yang hamil.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini memakai pendekatan Quasy Experiment. Tempat penelitian ini di PMB Yanti Susanti, S.Keb Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. Instrument yang digunakan ialah formulir identitas responden, lembar informed concent, alat pengukuran kadar hemoglobin yakni family Dr, timbangan untuk mengukur berat kurma, dan lembar observasi hasil pengukuran kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan jus kurma kelapa. Sampel berjumlah 35 orang ibu hamil trimester 1, 2, dan 3 dengan memakai teknik Non Probability Sampling.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwasanya terdapat pengaruh jus kurma kelapa terhadap kadar Hb ibu hamil, dengan p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05) yang artinya jus kurma kelapa dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil.
Kesimpulan : Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwasanya terdapat pengaruh penyuguhan jus kurma kelapa terhadap peningkatan takaran hemoglobin pada ibu yang hamil.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Remaja putri sering mengalami gangguan menstruasi, yang umumnya sering terjadi ialah siklus menstruasi yang tidak normal. Data Riskesdas (2018) menyatakan sebanyak 13,7% mengalami masalah mesntruasi. Dampak dari tidak teraturnya siklus menstruasi ialah tidak normalnya kadar HB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan kadar HB pada remaja putri di SMK Sentra Medika. Metode Penelitian: deskriptif korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2023. Populasi pada penelitian ini seluruh siswi SMK Sentra Medika dengan jumlah sampel sebanyak 91 siswi. Uji analisis menggunakan uji chi square dengan instrument kuesioner dan test kadar HB. Hasil Penelitian: mayoritas siswi memiliki siklus menstruasi normal sejumlah 46 siswi (50,5%), Siswi dengan kadar hemoglobin normal sebanyak 51 siswi (56,0%). Uji analisis chi-square menunjukan nilai p-value
0,00 (<0,05) artinya terdapat hubungan siklus menstruasi dengan kadar HB pada remaja putri di SMK Sentra Medika. Kesimpulan: Adanya Hubungan siklus menstruasi dengan kadar HB pada remaja putri di SMK Sentra Medika. Saran : diharapkan dapat menjadi referensi materi mengenai siklus menstruasi dan kadar hemoglobin bagi siswi, peneliti ataupun pembaca lainnya, Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang telah ada.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umum terjadi ketika kadar sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh terlalu rendah. Sebagian besar perempuan mengalami anemia selama kehamilan, anemia tersebut yakni anemia defisiensi besi. Berdasarkan data Kabupaten Bekasi tahun 2016, terdapat 10% dari 768.324 ibu hamil yang mengalami prevalensi anemia dan Puskesmas Cikarang yang paling banyak mengalami masalah tersebut dari 44 puskesmas yang ada di Kabupaten Bekasi. Data Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa prevalensi anemia di Puskesmas Cikarang sebesar 37,3% dengan jumlah keseluruhan ibu hamil sebanyak 472 ibu hamil. Salah satu makanan yang mengandung zat besi serta bermanfaat untuk ibu hamil adalah buah naga (Hylocereus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah naga terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil, mengetahui perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan buah naga, serta mengetahui hubungan jumlah buah naga yang diberikan terhadap kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment. Pemberian buah naga pada ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi di trimester I, II, dan III dengan pemberian buah naga 200 gram untuk kadar hemoglobin 10.0 s/d 10.9 gr/dL dan 300 gram untuk kadar hemoglobin 9.0 s/d 9.9 gr/dL yang diberikan 2 kali dalam seminggu selama 1 bulan terhadap 30 responden di PMB Yanti Susanti, Amd.Keb., Desa Karang Rahayu, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menghasilkan data perbedaan kadar Hb dari sebelum diberikan buah naga (Pre Tes) dengan sesudah diberikan buah naga (Pasca Tes), Ibu hamil trimester I mengalami penurunan kadar Hb, sedangkan ibu hamil trimester II dan III mengalami kenaikan kadar Hb. Nilai p = 0,623 pada ibu hamil trimester I, nilai p = 0,011 pada ibu hamil trimester II, dan nilai p = 0,008 pada ibu hamil trimester III. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari alat dan bahan yaitu Hemoglobin Test Meter Digital, Strip Hemoglobin, Alcohol Swab, Timbangan Digital, Lembar Observasi, dan Buah Naga Merah. Buah naga dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil, terutama untuk ibu hamil trimester II dan trimester III karena memiliki p-value < 0,05 dan pemberian buah naga 300 gram lebih besar pengaruhnya dalam meningkatkan kadar Hb dibandingkan buah naga 200 gram. Dalam penelitian selanjutnya, diharapkan lebih memastikan kondisi responden sebelum dan saat proses pemberian buah naga dilakukan, serta memastikan secara langsung dalam pemberian buah naga terhadap responden.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umum terjadi ketika kadar sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh terlalu rendah. Sebagian besar perempuan mengalami anemia selama kehamilan, anemia tersebut yakni anemia defisiensi besi. Berdasarkan data Kabupaten Bekasi tahun 2016, terdapat 10% dari 768.324 ibu hamil yang mengalami prevalensi anemia dan Puskesmas Cikarang yang paling banyak mengalami masalah tersebut dari 44 puskesmas yang ada di Kabupaten Bekasi. Data Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa prevalensi anemia di Puskesmas Cikarang sebesar 37,3% dengan jumlah keseluruhan ibu hamil sebanyak 472 ibu hamil. Salah satu makanan yang mengandung zat besi serta bermanfaat untuk ibu hamil adalah buah naga (Hylocereus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah naga terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil, mengetahui perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan buah naga, serta mengetahui hubungan jumlah buah naga yang diberikan terhadap kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment. Pemberian buah naga pada ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi di trimester I, II, dan III dengan pemberian buah naga 200 gram untuk kadar hemoglobin 10.0 s/d 10.9 gr/dL dan 300 gram untuk kadar hemoglobin 9.0 s/d 9.9 gr/dL yang diberikan 2 kali dalam seminggu selama 1 bulan terhadap 30 responden di PMB Yanti Susanti, Amd.Keb., Desa Karang Rahayu, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menghasilkan data perbedaan kadar Hb dari sebelum diberikan buah naga (Pre Tes) dengan sesudah diberikan buah naga (Pasca Tes), Ibu hamil trimester I mengalami penurunan kadar Hb, sedangkan ibu hamil trimester II dan III mengalami kenaikan kadar Hb. Nilai p = 0,623 pada ibu hamil trimester I, nilai p = 0,011 pada ibu hamil trimester II, dan nilai p = 0,008 pada ibu hamil trimester III. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari alat dan bahan yaitu Hemoglobin Test Meter Digital, Strip Hemoglobin, Alcohol Swab, Timbangan Digital, Lembar Observasi, dan Buah Naga Merah. Buah naga dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil, terutama untuk ibu hamil trimester II dan trimester III karena memiliki p-value 0,05 dan pemberian buah naga 300 gram lebih besar pengaruhnya dalam meningkatkan kadar Hb dibandingkan buah naga 200 gram. Dalam penelitian selanjutnya, diharapkan lebih memastikan kondisi responden sebelum dan saat proses pemberian buah naga dilakukan, serta memastikan secara langsung dalam pemberian buah naga terhadap responden.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Prevalensi anemia pada rentang usia 15-24 tahun berdasarkan Riskesdas tahun 2018 adalah 32%.Pendistribusian tablet Fe di Kabupaten Subang sudah mencapai 95%, yang didistribusikan langsung ke 40 Puskesmas wilayah Kabupaten Subang.Manfaat pemberian tablet Fe secara gratis untuk pencegahan anemia defisiensi zat besi sering dihambat oleh faktor internal maupun eksternal.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan,sikap,kadarHb,dukungan Sekolah,monev dari Nakes kelas VIII di SMP Assalafiyah.Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 53 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menyebarkan kuesioner serta melakukan pemeriksaan kadar Hb.Analisis data menggunakan uji chi-square dengan hasil menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan konsumsi tablet Fe didapatkan p value (0,000<0,05), ada hubungan dukungan Sekolah dengan konsumsi tablet Fe didapatkan hasil p value (0,020<0,05), Kadar Hb ada hubungan dengan konsumsi tablet Fe didapatkan hasil p value (0,047<0,05),sikap ada hubungan dengan konsumsi tablet Fe didapatkan hasil (0,000<0,05),Monev dari Nakes ada hubungan dengan konsumsi tablet Fe didapatkan hasil p value (0,021<0,05).