BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Sakit gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang
sering dialami anak usia sekolah dan dapat memengaruhi aktivitas belajar, konsentrasi, serta
kesejahteraan fisik dan emosional anak. Pemahaman mengenai pengalaman anak terhadap
sakit gigi penting untuk mengetahui bagaimana anak memaknai penyebab, dampak, serta cara
mereka mengatasi kondisi tersebut. Tujuan Penelitian: Menggali pengalaman siswa/i kelas V
dan VI terhadap penyebab sakit gigi di SD Negeri Sukarapih 01. Metode Penelitian: Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian
adalah siswa/i kelas V dan VI yang pernah mengalami sakit gigi dan dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam
menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan
analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari pengalaman partisipan.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu pengalaman sakit gigi
pada anak, pemahaman anak tentang penyebab sakit gigi, dampak sakit gigi terhadap aktivitas
sehari-hari, respon anak terhadap sakit gigi, upaya penanganan terhadap sakit gigi, dukungan
sosial terhadap harapan anak terkait kesehatan gigi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
sakit gigi tidak hanya menimbulkan rasa nyeri secara fisik, tetapi juga berdampak pada
aktivitas belajar, kondisi emosional, serta kehidupan sehari-hari anak. Kesimpulan:
Pengalaman sakit gigi pada anak tidak hanya berdampak secara fisik tetapi juga memengaruhi
kondisi emosional, sosial, dan aktivitas belajar. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan
preventif melalui pendidikan kesehatan gigi di sekolah serta dukungan keluarga dalam
membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying. ABSTRACT Bullying is a social phenomenon that is increasingly receiving attention, especially the verbal, physical and psychological impacts experienced by victims. Bullying is divided into 2, namely, verbal bullying and physical bullying. This research aims to explore the experiences of students who experience bullying at SMPN 5 Cikarang Utara. Using a qualitative approach with a phenomenological design, the researcher conducted in-depth interviews. This research was carried out at North Cikarang 5 State Junior High School. The sampling technique used purposive sampling with a total of 8 respondents. There are 5 themes resulting from this research, namely: 1) Forms of bullying experienced by students who experience bullying 2) Verbal, physical and psychological impacts on students who experience bullying 3) Effects of bullying on students who experience bullying 4) The importance of social support for students who experience bullying 5) Coping mechanisms used by students against bullying. In addition, they expect social support from friends to help them overcome the experience. These findings reveal the importance of attention and support from the social environment in reducing the negative impact of bullying.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian wanita. Kanker serviks bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun cakupan di Indonesia hanya 1,1%. Salah satu faktor penyebab yakni kurangnya pengetahuan tentang vaksinasi HPV. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) di SMA Negeri 3 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Metode penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini di lakukan di SMA Negeri 3 Tambun Selatan dan proses pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2019 dengan instrument penelitian menggunakan kuesioner. Populasi siswi kelas XI yang berjumlah 198 orang dan sampel berjumlah 132 orang. Dalam penelitian ini menggunakan teknik Propotionate Stratified Random Sampling. Teknik pengambilan data menggunakan Selt Administered Questionnaire. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat dan odds rasio.
Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pendidikan (Non formal) dengan pengetahuan (P=0,009, OR 2,942). Ada hubungan informasi dengan pengetahuan (P=0,028, OR 2,453). Ada hubungan ekonomi dengan pengetahuan (P=0,021, OR 2,677). Ada hubungan pengalaman dengan pengetahuan (P=0,004, OR 3,878).
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 4 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara pendidikan (Non formal), informasi, ekonomi dan pengalaman dengan pengetahuan remaja tentang vaksinasi HPV. Disarankan kepada remaja agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang vaksinasi HPV untuk mencegah terjadinya kanker serviks.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tanpa disadari, orang tua pernah melakukan kekerasan terhadap anak. Salah satu bentuk kekerasan tersebut adalah kekerasan verbal atau kekerasan yang dilakukan lewat kata-kata yang menyakitkan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku orang tua terhadap terjadinya kekerasan verbal pada anak prasekolah di TK Negeri Pembina Cikarang Utara Tahun 2023. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel 54 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis data T Test hasil p-value < 0,05. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,010 < 0,05 yang artinya ada hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku orangtua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak prasekolah, didapatkan nilai p-value 0,107 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara pengalaman terhadap perilaku orangtua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak prasekolah, nilai p-value 0,910 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara pendidikan terhadap perilaku orangtua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak prasekolah dan didapatkan nilai p-value 0,078 > 0,05 yang artinya ada hubungan antara tingkat ekonomi terhadap perilaku orangtua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak prasekolah. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan pengetahuan orang tua dengan perilaku kekerasan verbal pada anak prasekolah di TK Negeri Pembina Cikarang Utara Tahun 2023
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanpa disadari, orang tua pernah melakukan kekerasan terhadap anak. Salah satu bentuk kekerasan tersebut adalah kekerasan verbal atau kekerasan yang dilakukan lewat kata-kata yang menyakitkan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku orang tua terhadap terjadinya kekerasan verbal pada anak prasekolah di TK Negeri Pembina Cikarang Utara Tahun 2023. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel 54 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis data T Test hasil p-value 0,05. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,010 0,05 yang artinya ada hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku orangtua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak prasekolah, didapatkan nilai p-value 0,107 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara pengalaman terhadap perilaku orangtua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak prasekolah, nilai p-value 0,910 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara pendidikan terhadap perilaku orangtua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak prasekolah dan didapatkan nilai p-value 0,078 > 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara tingkat ekonomi terhadap perilaku orangtua dengan kejadian kekerasan verbal pada anak prasekolah. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan pengetahuan orang tua dengan perilaku kekerasan verbal pada anak prasekolah di TK Negeri Pembina Cikarang Utara Tahun 2023
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Neuropati merupakan suatu keadaan yang berkesinambungan dengan gangguan fungsi dan struktur saraf tepi. Dalam penatalaksanaan pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Koncara menunjukkan sebagian besar mengalami gangguan neuropati sensori dan belum mengetahui bagaimana melakukan senam kaki diabetes. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi untuk mengetahui hubungan pengalaman melakukan senam kaki diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien diabetes melitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Koncara sebanyak 38 pasien. Teknik sampel menggunakan Total sampling dengan jumlah 38 pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kepada pasien meliputi variabel pengalaman senam kaki dan variabel gejala neuropati perifer sensori. Analisa data menggunakan analisa univariat meliputi distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian gambaran variabel pengalaman senam sebagian besar responden kurang pengalaman dalam melakukan senam kaki diabetik. Gambaran variabel gejala neuropati sebagian besar responden mengalami neuropati berat. Hasil analisa menggunakan uji Chi-Square bahwa nilai p value = 0,002 (p < 0,05), maka disimpulkan terdapat hubungan pengalaman melakukan senam kaki diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Koncara, dengan kekutan nilai RR = 0,544. Disarankan manajemen pelayanan kesehatan menetapkan ketentuan, prosedur dan standar dalam penatalaksanaan pasien diabetes melitus serta penerapan pelaksanaan senam kaki diabetik yang terjadwal secara periodik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, April 2021 Nama : YULIANTI NIM : 020319738 HUBUNGAN PENGALAMAN MELAKUKAN SENAM KAKI DIABETES DENGAN GEJALA NEUROPATI PERIFER SENSORI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KONCARA KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2021 xvi + 75 Halaman + 5 Tabel + 12 Lampiran. ABSTRAK Neuropati merupakan suatu keadaan yang berkesinambungan dengan gangguan fungsi dan struktur saraf tepi yang menyebabkan kehilangan integritas kulit. Tujuan penelitian adalah menganalisa untuk mengetahui hubungan pengalaman melakukan senam kaki diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Koncara Kabupaten Purwakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien DM di Puskesmas Koncara dengan jumlah populasi sebanyak 38 pasien. Teknik sampel menggunakan Total sampling dengan jumlah 38 pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kepada pasien meliputi variabel pengalaman senam dan variabel gejala neuropati perifer sensori. Analisa data menggunakan analisa univariat meliputi distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian gambaran variabel pengalaman senam sebagian besar responden kurang pengalaman dalam melakukan senam kaki diabetik. Gambaran variabel gejala neuropati sebagian besar responden mengalami neuropati berat. Hasil analisa menggunakan uji Chi-Square bahwa nilai p value = 0,002 (p 0,05), maka disimpulkan terdapat hubungan pengalaman melakukan senam kaki diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Koncara Kabupaten Purwakarta, dengan kekutan nilai RR = 0,544. Disarankan manajemen pelayanan kesehatan menetapkan ketentuan, prosedur dan standar dalam penatalaksanaan pasien diabetes melitus serta penerapan pelaksanaan senam kaki diabetik yang terjadwal secara periodik dan perawat mempunyai kemauan untuk teliti mengkaji dan membantu penyelesaian masalah yang terjadi pada pasien diabetes melitus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
_INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
Skripsi, April 2021
Nama : YULIANTI
NIM : 020319738
HUBUNGAN PENGALAMAN MELAKUKAN SENAM KAKI DIABETES DENGAN GEJALA NEUROPATI PERIFER SENSORI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KONCARA KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2021
xvi + 75 Halaman + 5 Tabel + 12 Lampiran.
ABSTRAK
Neuropati merupakan suatu keadaan yang berkesinambungan dengan gangguan fungsi dan struktur saraf tepi yang menyebabkan kehilangan integritas kulit. Tujuan penelitian adalah menganalisa untuk mengetahui hubungan pengalaman melakukan senam kaki diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Koncara Kabupaten Purwakarta.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien DM di Puskesmas Koncara dengan jumlah populasi sebanyak 38 pasien. Teknik sampel menggunakan Total sampling dengan jumlah 38 pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kepada pasien meliputi variabel pengalaman senam dan variabel gejala neuropati perifer sensori. Analisa data menggunakan analisa univariat meliputi distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian gambaran variabel pengalaman senam sebagian besar responden kurang pengalaman dalam melakukan senam kaki diabetik. Gambaran variabel gejala neuropati sebagian besar responden mengalami neuropati berat. Hasil analisa menggunakan uji Chi-Square bahwa nilai p value = 0,002 (p < 0,05), maka disimpulkan terdapat hubungan pengalaman melakukan senam kaki diabetes dengan gejala neuropati perifer sensori pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Koncara Kabupaten Purwakarta, dengan kekutan nilai RR = 0,544.
Disarankan manajemen pelayanan kesehatan menetapkan ketentuan, prosedur dan standar dalam penatalaksanaan pasien diabetes melitus serta penerapan pelaksanaan senam kaki diabetik yang terjadwal secara periodik dan perawat mempunyai kemauan untuk teliti mengkaji dan membantu penyelesaian masalah yang terjadi pada pasien diabetes melitus.
Bahan bacaan : 31 (2009-2020)
Kata Kunci : Pengalaman Senam, Gejala Neuropati.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan penduduk yang pesat merupakan suatu masalah yang dihadapi oleh Negara berkembang termasuk negara Indonesia. Pemerintah memalui BKKBN menganjurkan alat kontrasepsi yang baik digunakan untuk menjarangkan kehamilan dan untuk mewujudkan NKKBS adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), tetapi pada kenyataanya di masyarakat alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah kontrasepsi suntik. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Depoprogestrin di RB Rhaudatunndya Tahun 2018.
Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini seluruh akseptor KB sebanyak 1108 responden dengan besar sampel sebanyak 285 responden. Penelitin ini dilakukan pada bulan maret dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisi data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus chi-square.
Hasil univariat menunjukan faktor yang berhubungan pemilihan KB suntik 3 bulan depoprogestrin adalah pengetahuan (p-value = 0,000) < p=0,05) dan OR 3,048, usia ibu (p –value = 0,003) < p=0,05 dan OR 5,071, sumber informasi (p-value=0,043) <P=0,05 dan OR 2,612, status ekonomi (p-value = 0,022) < P=0,05 dan OR 2,217, dukungan suami (p-value = 0,035) dan OR 2,489, dan pengalaman (p-value = 0,002) < p=0,005 dan OR 17,829, dan pendidikan (p-value = 0, 039) < p= 0,05 dan OR 2,051.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan,usia,pendidikan, sumber informasi, status ekonomi, dukungan suami, dan pengalaman dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik 3 bulan depoprogestrin. Saran dari peneliti diharapkan bagi petugas kesehatan di RB Rhaudatunnadya untuk memberikan informasi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan terhadap pasang suami istri yang ingin ber-KB melalui sosialisasi tentang program KB dan pemberian paket edukasi tentang KB
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Prevalensi Tuberkulsosis sebesar 628/100.000 penduduk. Diperkirakan kasus Tuberkulosis pada kelompok umur 0-14 tahun sebanyak 10,1% (kemeskes,2017).Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang pengobatan tuberkulosis paru pada anak.
Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 52 orangtua dan sampel penelitian 34 responden dengan cara accidental sampling. Analisis yang digunakan univariat.
Hasil penelitian: Gambaran tingkat pengetahuan orangtua tentang pengobatan tuberkulosis paru pada anak di RSUD Kabupaten Bekasi berpengetahuan baik, sebanyak 19 responden (55,9%)
yang memiliki pendidikan Tinggi ≥ SLTA sebanyak 20 responden (58,8%) dengan tingkat Pengetahuan baik sebanyak (41,2%), yang paling banyak responden dengan Sosial Ekonomi Rendah ≤ Rp 3.837.939 sebanyak 21 responden (61,8%) dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak (35,3%), yang paling banyak adalah dengan pengalaman tidak pernah mengalami pengobatan tuberkulosis paru sebanyak 25 responden (73,5%), dengan tingkat pengetahuan Baik sebanyak (35,3%), yang paling banyak adalah dengan memiliki sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak sebanyak 20 responden (58,8%), dengan tingkat pengetahuan Baik (29,4%), yang memiliki Usia Dewasa Awal ≤ 40 sebanyak 19 responden (55,9%) dengan tingkat pengetahuan Baik sebanyak (32,4%).
Pengetahuan Orangtua tentang pengobatan tuberkulosis paru di rsud kabupaten bekasi tahun 2019 berpengetahuan baik. Saran: Untuk orang tua anak lebih meningkatkan pengetahuan yang sudah baik dalam pengobatan tuberkulosis paru melalui sember informasi, sumber ekonomi, pengalaman dan usia.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah penyakit dengan tanda adanya gangguan tekanan darah sistolik maupun diastolik yang naik diatas tekanan darah normal (Marsiadi, 2016). Hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun, dimana 1,5 juta kematianterjadi di Asia Tenggara (Kemkes, 2017). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi berdasarkan usia, pendidikan, pengalaman, dan paparan informasi.
Jenis dan desain penelitian yang digunakan jenis penelitian desktiptif kuantitatif. Sampel yang digunakan berjumlah 69 responden.
Hasil penelitian menunjukan responden yang berpengetahuan terbanyak adalah berpengetahuan kurang sebanyak 36 orang responden (52,2%). Usia yang terbanyak adalah dewasa awal 54 responden (78,3%), Pendidikan yang terbanyak adalah berpendidikan rendah 53 responden (76,8%), Berdasarkan pengalaman yang terbanyak adalah berpengalaman pernah sebanyak 38 responden (55,1%). Paparan informasi yang terbanyak adalah paparan non tenaga kesehatan sebanyak 31 responden (44,9%).
Kesimpulan : dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti yang terbanyak adalah responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang yaitu sebanyak 36 orang responden dengan presentase 52,2%.
Saran : masyarakat sebaiknya lebih memperkaya informasi mengenai pencegahan hipertensi, sehingga masyarakat dapat memahami lebih dalam tentang pencegahan hipertensi dan dapat mengaplikasikannya. Informasi dapat diperoleh dari tempat pelayanan kesehatan, berbagai media dan berbagai pengalaman.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
PHBS di sekolah adalah sekumpulan perilaku yang di praktikan oleh peserta didik, guru dan
masysrakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran atas hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri
mampu mencegah penyakit. Menurut World Health Organation (WHO), setiap tahunnya sekitar 2,2
juta orang di negara berkembang terutama anak-anak meninggal dunia akibat berbagai penyakit yang
disebabkan oleh kurangnya air minum yang aman, sanitasi dan hygiene yang buruk.
Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui Tingkat Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar Kelas IV, V, dan
VI Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SDIT Al-hikmah Kecamatan Pebayuran Kabupaten
Bekasi Tahun 2018.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif kuantitatif, populasi dalam penelitian ini ada 98
orang dan 77 responden, pengambilan sampel dengan total sampling, instrument penelitian
menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat.
Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan siswa sekolah dasar kelas VI, V, dan VI tentang
perilaku hidup bersih dan sehat di SDIT Al-hikmah Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun
2018 berpengetahuan kurang 36 siswa (47%), berpengetahuan cukup 25 siswa (32%), dan
berpengetahuan kurang 16 siswa (21%). gambaran karakteristik umur siswa sekolah dasar kelas tinggi
umur 10/11 tahun 30 siswa (39%), dan siswa sekolah dasar kelas tinggi umur 11/12 tahun 47 siswa
(61%), gambaran karakteristik siswa berdasarkan informasi siswa mendapat informasi kurang 42
siswa (55%), dan murid mendapat informasi baik 35 murid (45%). gambaran karakteristik siswa yang
tidak pernah berpengalaman melakukan PHBS 46 murid (60%), dan siswa yang pernah
berpengalaman melakukan PHBS 31 siswa (40%). gambaran karakteristik berdasarkan lingkungan
siswa yang tidak baik 57 siswa (74%), dan siswa dengan lingkungan baik 20 (26%).
Kesimpulan : gambaran tingkat pengetahuan siswa sekolah dasar kelas V dan VI tentang perilaku
hidup bersih dan sehat di SDIT Al-hikmah Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2018
masih kurang. Saran : untuk itu diharapkan agar diadakan penyuluhan tentang PHBS, agar
pengetahuan siswa kelas V dan VI di SDIT Al-hikmah dapat meningkat pengetahuan baik tentang
PHBS.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Thalasemia adalah penyakit kelainan hemolitik dimana terjadi kerusakan pada sel darah merah
didalam pembuluh darah sehingga umur eritrosit menjadi pendek (kurang dari 120 hari). Data yang
diperoleh dari RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2016 jumlah pasien thalasemia sebanyak 3.610, tahun
2017 sebanyak 4.157 sedangkan jumlah pasien thalasemia pada bulan januari-maret tahun 2018
berjumlah 764 orang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang
tua penderita thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di Rumah Sakit sentra
medika cikarang
tahun 2018.
Ggg Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua
klien penderita thalasemia sebanyak 60 orang. sampel yang diambil 60 responden dengan metode
pengambilan Accidental Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa
data yang digunakan adalah analisis univariat. Ggg Hasil penelitian gambaran tingkat
pengetahuan orang tua penderita thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di rumah
sakit sentra medika cikarang tahun 2018 dalam distribusi frekuensi dengan presentase terbanyak ialah
orang tua dengan pengetahuan kurang sebanyak 31 responden (51,7%), pengetahuan cukup sebanyak 17
responden (28,3%), pengetahuan baik sebanyak 12 responden (20%). gggggggggggggggg
ggg Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan gambaran tingkat pengetahuan orang tua penderita
thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di rumah sakit sentra medika cikarang
tahun 2018 memiliki pengetahuan kurang. Saran: untuk orang tua penderita thalasemia lebih
meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin dengan cara lebih aktif
bertanya mengenai kesehatan anaknya dan diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya perawat RS
Sentra Medika Cikarang memberikan informasi secara akurat dan memberikan edukasi seperti
penguluhan kesehatan kepada orang tua penderita thalasemia.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal merupakan salah satu untuk mempertahankan kelangsungan hidup penyakit gagal ginjal kronik adalah dengan menjalani hemodialisa. Hemodialisa yaitu untuk menurunkan kadar ureum, kreatinin dan zat toksik yang lainnya di dalam darah. Kecemasan adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Di Indonesia Prevalensi GGK diperkirakan mencapai 400 jiwa per 1 juta penduduk dan prevalensi klien GGK yang menjalani hemodialisa mencapai 15.424 kasus Hasil penelitian yang dilakukan Musa, dkk (2015) mengenai kecemasan klien gagal ginjal kronik didapatkan hasil 34,2% responden mengalami kecemasan berat, 29,4% mengalami kecemasan sedang, sedangkan 18,2% responden mengalami kecemasan ringan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan klien gagal ginjal kronik dengan karakteristik klien di RSUD Kabupaten Bekasi dengan menggunakan desain penelitian analitik kualitatif dan metode cross sectional (potong lintang). Penelitian ini menggunakan dengan 53 populasi, 10 responden dijadikan sebagai sampel pada studi pendahuluan dan 43 responden dijadikan sampel penelitian. Instrument penelitian menggunakan kuesioner SARS (Zung Self - Rating Anxiety Scale) sebanyak 15 soal menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan ɑ < 0,05.
Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik yang diteliti berhubungan secara bermakna terhadap kecemasan klien gagal ginjal kronik. Variabel yang berhubungan adalah umur (P value = 0,018 dan OR 8,591), tingkat pendidikan (P value 0,024 dan OR 5,262), tingkat pengetahuan (P value = 0,011 dan OR 6,686), jenis kelamin (P value = 0,016 dan OR 6,222), dukungan psikososial keluarga (P value = 0,022 dan OR 5,333), dan pengalaman (P value = 0,004 OR 8,821).
Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, jenis kelamin, dukungan psikososial keluarga, dan pengalaman dengan tingkat kecemasan klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018.