Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Mahasiswa
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Kualitas Diet dengan Status Gizi pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi Universitas Medika Suherman

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penggunaan media sosial yang semakin meningkat dan pola konsumsi yang kurang sesuai dapat menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa dan berpotensi berkaitan dengan status gizi. Mahasiswa memiliki berbagai aktivitas akademik dan sosial yang dapat memengaruhi kebiasaan penggunaan media sosial serta pola makan sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dan kualitas diet dengan status gizi pada mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 33 mahasiswa dan seluruh populasi dijadikan responden menggunakan teknik total sampling. Intensitas penggunaan media sosial diukur menggunakan Social Networking Time Use Scale (SONTUS), kualitas diet diperoleh melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan dinilai menggunakan Diet Quality Index-International (DQI-I), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebanyak 18 mahasiswa (54,5%) memiliki intensitas penggunaan media sosial kategori rendah dan 15 mahasiswa (45,5%) kategori tinggi. Sebanyak 27 mahasiswa (81,8%) memiliki kualitas diet rendah dan 6 mahasiswa (18,2%) memiliki kualitas diet tinggi. Berdasarkan status gizi, 21 mahasiswa (63,6%) tergolong kurus, 5 mahasiswa (15,2%) normal, dan 7 mahasiswa (21,2%) gemuk. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan status gizi (p = 0,540) dan antara kualitas diet dengan status gizi (p = 0,556).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial maupun kualitas diet dengan status gizi pada mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi Universitas Medika Suherman. Status gizi kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti aktivitas fisik, pola makan, pola tidur, lingkungan, dan faktor gaya hidup lainnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Terapi Butterfly Hug Berbasis Audio Visual Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Keperawatan Semester Akhir Universitas Medika Suherman Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Mahasiswa semester akhir usia 18–25 tahun menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, khususnya dalam penyelesaian tugas akhir, sehingga berisiko mengalami kecemasan. Proses penyusunan tugas akhir yang panjang dan kompleks sering menjadi pemicu utama munculnya kecemasan tersebut. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan adalah terapi butterfly hug, yang bersifat sederhana, mudah dipraktikkan secara mandiri, dan tidak memerlukan alat khusus. Dukungan media audiovisual dalam pemberian terapi butterfly hug juga membantu meningkatkan relaksasi dan kepercayaan diri mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi butterfly hug berbasis audio-visual terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir universitas medika suherman tahun 2025. Metode penelitian: Kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one group pretest- posttest design). Sampel pada penelitian ini berjumlah 65 responden mahasiswa semester akhir dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HARS dengan Pretest (sebelum) Posttest (sesudah) kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian: Menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian terapi butterfly hug berbasis audiovisual, dengan sebagian besar responden mengalami penurunan skor kecemasan dan tidak ditemukan peningkatan kecemasan, serta nilai p = 0,000 < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Kesimpulan: Terapi butterfly hug berbasis audiovisual berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan mandiri yang efektif dan mudah diterapkan.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan Konsumsi Kopi Terhadap Kualitas Tidur dan Konsentrasi Belajar Pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Medika Suherman Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: UNESCO (2025) mencatat 264 juta mahasiswa global pada 2023 dengan tingkat partisipasi 43%. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (2025) melaporkan 8.467.714 mahasiswa, termasuk 856.961 di Jawa Barat. International Coffee Organization (2024) menyebut konsumsi kopi global mencapai 177 juta kantong. Di Jawa Barat, 93,4% mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk dan sekitar 90% mengalami penurunan konsentrasi belajar. Tujuan: Menganalisis hubungan konsumsi kopi dengan kualitas tidur dan konsentrasi belajar pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Medika Suherman tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 73 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner konsumsi kopi, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), serta kuesioner konsentrasi belajar yang disebarkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian ini telah lulus uji etik dengan nomor 000948. Hasil: Responden memiliki konsumsi kopi tidak berisiko (84.9%) dan kualitas tidur buruk (95,9%), namun sebagian besar menunjukkan konsentrasi belajar tinggi (79,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan konsumsi kopi tidak berhubungan signifikan terhadap kualitas tidur (p = 0,456), begitupun hasil terhadap konsentrasi belajar (p = 0,833). Kesimpulan: Konsumsi kopi tidak berpengaruh terhadap kualitas tidur dan konsentrasi belajar mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa disarankan mengatur konsumsi kopi dan menerapkan gaya hidup sehat, sedangkan penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan faktor stres, manajemen waktu, dan kondisi psikologis.

72 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kemandirian Dengan Kualitas Hidup Pada Mahasiswa Perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Mahasiswa perantau sering menghadapi tantangan adaptasi yang memengaruhi kualitas hidup mereka. Kemandirian menjadi faktor kunci dalam menentukan sejauh mana mahasiswa mampu bertahan dan mengelola kehidupan di perantauan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dengan kualitas hidup pada mahasiswa perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 58 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kemandirian dan kuesioner kualitas hidup. Hasil: Mayoritas responden memiliki kemandirian tinggi (79,3%) dan kualitas hidup yang baik (75,9%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup dengan nilai pvalue = 0,000 (p < 0,05) dan nilai χ² = 28,954. Nilai Contingency Coefficient sebesar 0,577 menunjukkan kekuatan hubungan dalam kategori kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup pada mahasiswa perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Semakin tinggi tingkat kemandirian mahasiswa, maka semakin baik kualitas hidup mereka di perantauan.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Motivasi, Mekanisme Koping dan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Tahun Pertama di Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Medika Suherman Tahun 2024

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Sosial Orang Tua Dengan Tingkat Stres Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Tugas Akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Berbagai faktor internal maupun faktor internal mampu mempengaruhi tingkat stres salah satunya ialah dukungan sosial orang tua. Dalam hal menekan tingkat stres akademik mahasiswa salah satu yang berperan penting yaitu dukungan sosial orang tua. Tujuan dari penelitian ini: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan deskriptif korelasi serta desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Menggunakan probability sampling dengan sampel 70 mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Hasil penelitian: Menandakan adanya hubungan yang signifikan terkait dukungan sosial orang tua dan tingkat stres mahasiswa memiliki nilai p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Kesimpulan: Adanya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres pada mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir pada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman dan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan yang berbanding terbalik, yang berarti apabila dukungan sosial orang tua semakin tinggi, maka makin rendah tingkat stres yang dialami mahasiswa semakin rendah. Diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan yang dapat membantu mengurangi stres.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN MOTIVASI, MEKANISME KOPING DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN TAHUN 2024.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Sosial Orang Tua dengan Tingkat Stres Mahasiswa Yang Sedang Mengerjakan Tugas Akhir Di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Stres ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk dukungan sosial orang tua. Dukungan sosial orang tua berperan penting dalam mengurangi stres akademik mahasiswa. Tujuan penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Menggunakan probability sampling dengan sampel 70 mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Hasil penelitian: Menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa dengan p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Kesimpulan: Adanya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman dan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan negatif, artinya semakin tinggi dukungan sosial orang tua, semakin rendah tingkat stres yang dialami mahasiswa. Diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan yang dapat membantu mengurangi stres.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Terhadap Kosmetik Body Lotion Pemutih Kulit Pada Mahasiswi Farmasi Universitas Medika Suherman

2024•Koleksi Perpustakaan

Trend kecantikan yang terjadi di Indonesia masih menganut cantik memiliki kulit yang putih dan cerah. Mahasiswa merupakan salah satu populasi dengan tingkat penggunaan kosmetik yang tinggi. Pada lingkungan Universitas Medika Suherman memiliki dominan remaja wanita yang ingin memiliki kulit putih dan cerah. Sebagai bahan masukan bagi mahasiswi Universitas Medika Suherman untuk lebih menyadari pentingnya selektif memilih lotion yang akan digunakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian langsung kepada responden mahasiswi yang diambil sebagai subjek penelitian kemudian diolah datanya dengan menggunakan spss. Populasi penelitian ini adalah 141 mahasiswi farmasi yang berada di Universitas Medika Suherman.Sampel dalam penelitian ini adalah sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah sampel sebagai sumber data penelitian di hitung dengan menggunakan rumus slovin. Berdasarkan data penelitian gambaran pengetahuan mahasiswi terhadap body lotion pemutih kulit pada mahasiswi farmasi di Universitas Medika Suherman pada angkatan 2022(semester 2) kategori baik 55% ,angkatan 2021(semester 4) kategori baik 84%,angkatan 2020(semester 6) kategori baik 92%, angkatan 2019(semester 8) yang memiliki pengetahuan yang baik adalah angkatan 2019 dengan peresentase 90%. Hal ini dikarenakan banyaknya pengalaman dan pengetahuan mereka dalam perkuliahan. Bagi mahasiswi diharapkan lebih banyak lagi belajar dan teliti dalam penggunaan body lotion yang dipakai sehari-hari karena dapat menambah wawasan serta mengetahui bagaimana memilih body lotion yang tepat agar bermanfaat bagi kulit itu sendiri tidak hanya asal beli dikarenakan tergiur oleh sosial media.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Minat Belajar Mata Kuliah Bahasa Inggris Pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan di Universitas Medika Suherman

2023•Koleksi Perpustakaan

Dalam mengikuti perkuliahan mahasiswa tidak hanya mencatat dan mendengarkan saja, dalam proses belajar pun minat sangat diperlukan. Minat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal (faktor jasmani, psikologis dan faktor kelelahan) dan eksternal (tujuan pengajaran, tenaga pendidik yang mengajar dan metode pengajaran). Bahasa inggris merupakan Mata Kuliah Wajib Umum ( MKWU) wajib yang harus diambil oleh setiap mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Belajar Mata Kuliah Bahasa Inggris Pada Mahasiswa program studi sarjana keperawatan Di Universitas Medika Suherman. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik Pengambilan sample menggunakan teknik nonprobability sampling dengan cara simple random sampling. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 90 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 responden. Analisis dengan uji univariat dan uji bivariate yaitu uji chi square untuk melihat hubungan antar variable. Hasil penelitian uji chi square didapatkan hasil minat belajar dengan faktor jasmani p-value 0,001 < 0,05 minat belajar dengan faktor psikologis p-value 0,000 < 0,05 minat belajar dengan faktor kelelahan p-value 0,002<0,05, minat belajar dengan faktor tujuan pengajaran p-value 0,033 < 0,05 minat belajar dengan faktor tenaga pendidik p-value 0,005<0,05, minat belajar dengan metode pengajaran p-value 0,014<0,05 yang diartikan H0 ditolak Ha diterima.Diharapkan penelitian ini dapat memotivasi dan meningkatkan minat belajar agar proses pembelajaran tidak sia-sia.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Saat Menyusun Skripsi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Medika Suherman Tahun Akademik 2021/2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Stres merupakan suatu perasaan emosional yang sering dialami manusia, biasanya terjadi saat seseorang menghadapi tuntutan untuk bertindak secara cepat dan tepat. Stres yang terjadi pada mahasiswa tingkat akhir disebabkan oleh tuntutan akademik untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu. Hal ini dapat membuat mahasiswa menjadi stres dan berakibat pada kualitas tidurnya. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Saat Menyusun Skripsi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Ilmu Kesehatan Di Universitas Medika Suherman Tahun Akademik 2021/2022. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan populasi dalam penelitian ini sebanyak 89 responden dengan cara pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, maka seluruh populasi menjadi sampel yaitu 89 responden. Hasil penelitian: Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah terbanyak responden yang mengalami stres ringan 52 (58,4%) dan kualitas tidur buruk 47 (52,8%). Dari hasil uji Chi Square diperoleh nilai p-value = 0.005. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan kualitas tidur saat menyusun skripsi pada mahasiswa tingkat akhir fakultas ilmu kesehatan di Universitas Medika Suherman tahun akademik 2021/2022.

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail