BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penggunaan gadget pada anak sekolah dasar terus meningkat dan berpotensi memengaruhi perkembangan interaksi sosial serta kualitas tidur. Paparan gadget yang tidak terkontrol dapat menurunkan intensitas aktivitas sosial langsung dan mengganggu pola tidur, sehingga berdampak pada proses belajar, konsentrasi, dan perkembangan psikososial anak.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dengan interaksi sosial dan kualitas tidur pada anak sekolah di SD IT Insan Taqwa.
Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner durasi penggunaan gadget, kuesioner interaksi sosial anak sekolah, serta instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Responden adalah siswa sekolah dasar di SD IT Insan Taqwa yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji korelasi Spearman.
Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antara durasi penggunaan gadget dengan interaksi sosial serta kualitas tidur anak sekolah, sehingga dapat dijadikan landasan dalam perencanaan upaya peningkatan kesadaran dan pencegahan, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Prevalensi miopia pada anak-anak terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di
Indonesia. Miopia yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti glaukoma,
katarak, dan ablasi retina serta atrofi. Berdasarkan studi pendahulu di JTEC Rumah Sakit Harapan
Bunda, prevalensi miopia meningkat dari 33% menjadi 67%. Tujuan : untuk mengidentifikasi
hubungan antara faktor genetik, jenis kelamin, aktivitas luar ruangan, dan penggunaan gadget
dengan kejadian miopia pada anak usia 7-11 tahun di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda. Metode
: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 81
anak usia 7-11 tahun yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan
melalui membagian informed consent, serta kuesioner terkait faktor risiko. Kemudian, data
dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan komputer dengan
program komputer. Hasil : penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin dan
kejadian miopia dengan nilai 0,007 (p <0,05). Faktor genetik nilai p = 0,002(p <0,05). Aktivitas
luar ruangan nilai p = 0,039 (p <0,05). Penggunaan gadget dengan nilai p = 0,001(p<0,05).
Kesimpulan : Sebagai upaya preventif dalam menekan prevalensi miopia di Rumah Sakit
Harapan Bunda dan menunjukkan pentingnya memperhatikan riwayat genetik, perbedaan jenis
kelamin, pengurangan penggunaan gadget.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Gadget adalah teknologi yang sangat populer saat ini dan baik orang dewasa maupun anak-anak menggunakan
gadget. Gadget adalah istilah bahasa Inggris untuk perangkat elektronik kecil dengan berbagai fungsi khusus,
karena banyak produk gadget untuk anak-anak dan anak-anak telah menjadi konsumen aktif pengguna gadget.
Gadget (Bahasa Indonesia: Gawai) adalah istilah yang berasal dari bahasa Inggris yang mengacu pada
perangkat atau alat dengan tujuan tertentu dan fungsi praktis yang berguna, umumnya diberikan untuk sesuatu
yang baru. Secara umum, gadget dianggap sebagai perangkat elektronik dengan fungsi khusus untuk setiap
perangkat. Contoh: komputer pribadi, ponsel, game. Kecemasan (Ansietas) adalah gangguan alam perasaan
yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. Tujuan:
Penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget anak usia sekolah dasar dengan kecemasan
orang tua di SD-IT Patriot Kabupaten Bekasi Kecamatan Sukatani Tahun 2022. Metode: penelitian ini
menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi orang tua siswa di SD-IT Patriot
Kabupaten Bekasi Kecamatan Sukatani Tahun 2022 berjumlah 106 responden. Teknik samping menggunakan
non probabylity sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data
editing, skoring, tabulating dan analisis data menggunakan uji spearman. Analisis penelitian dengan uji
univariat didapatkan distribusi frekuensi penggunaan gadget sering 81 (76,4%) dan kecemasan panik 70
(66,0%) dan uji bivariat yaitu uji Spearman untuk menguji data non parametrik. Hasil: Penelitian uji spearman
didapatkan p value 0,007 < 0,05 yang diartikan H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Adanya hubungan
penggunaan gadget anak usia sekolah dasar dengan kecemasan orang tua di SD-IT Patriot Kabupaten Bekasi
Kecamatan Sukatani Tahun 2022.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Gadget merupakan teknologi yang sangat populer saat ini, orang dewasa maupun anakanak
sudah menggunakan gadget. Indonesia merupakan Negara ke-dua dengan penjualan
smartphone terbanyak yaitu 46 juta penjualan dan 39,8 juta pengguna baru setelah Negara Brasil
dengan 47 juta pengguna dan 38 pengguna baru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
gambaran pengetahuan ibu terhadap anak pengguna gadget di PAUD desa Bendungan
Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor.
Metode dalam penelitian ini adalah deskriftif. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang
anaknya bersekolah PAUD. Sampel yang diambil 50 responden dengan metode pengambilan
tatal sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data
yang digunakan adalah analisis univariat
Gambaran pengetahuan ibu terhadap dampak penggunaan gadget pada anak PAUD di
desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, yang memiliki pengetahuan kurang
sebanyak 26 orang (52%), pengetahuan cukup 13 responden (26%) dan yang memiliki
pengetahuan baik sebanyak 11 orang (22%). Karakteristik tingkat pendidikan responden
rendah sebnayak 40 orang (80%) dan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 10 orang (20%).
Karakteristik sumber informasi yang kurang lengkap sebanyak 20 orang (40%), informasi
cukup lengkap 16 orang (32%) dan sumber informasi lengkap 14 rorang (26%). karakteristik
responden dengan lingkungan kurang baik sebanyak 41 orang (82%) dan lingkungan baik 9
orang (18%). Karakteristik responden yang tidak bekerja sebanyak 46 orang (92%), dan
yang bekerja hanya 4 orang (8%).
Dari hasil penelitian didapatkan Gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap anak
pengguna gadget di PAUD desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, memiliki
tingkat pengetahuan kurang.
Untuk masyarakat sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan
gadget pada anak dengan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.