2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kinerja pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepemimpinan, disiplin kerja, dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai di Puskesmas Mekarmukti Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 63 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan baik sebesar 65,1%, disiplin kerja baik 60,3%, motivasi kerja baik 57,1%, dan kinerja pegawai baik 61,9%. Terdapat hubungan signifikan antara kepemimpinan dengan kinerja pegawai (p=0,034; r=0,267), disiplin kerja dengan kinerja pegawai (p<0,001; r=0,508), dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai (p<0,001; r=0,500). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kepemimpinan, disiplin kerja, dan motivasi kerja, semakin baik pula kecenderungan kinerja pegawai.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Rumah sakit memiliki peran strategis dalam sistem kesehatan nasional, baik sebagai tempat pelayanan, pendidikan tenaga kesehatan, maupun sebagai pusat rujukan dan penelitian. Oleh karena itu, untuk menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien, rumah sakit harus memenuhi standar pelayanan tertentu yang salah satunya diwujudkan melalui proses akreditasi. Motivasi perawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta dalam menghadapi akreditasi mengalami demotivasi yaitu tidak memiliki dorongan kuat untuk melakukan sesuatu dan mengakibatkan menjadi kurang atau bahkan tidak bersemangat seperti kehilangan arah, beberapa perawat yang melakukan akreditasi melakukannya dengan setengah hati. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat dalam menghadapi akreditasi di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Penelitian ini dilakukan 30 juni – 11 Agustus 2025 di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan teknik non probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah Perawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta yang berjumlah 378 orang dan sampel 86 perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.
Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara gaji atau tunjangan (p value = 0.000), tanggung jawab (p value = 0.000), hubungan interpersonal (p value = 0.000). Variabel yang tidak berhubungan pengawasan (p value = 1.000), prestasi (p value = 0.470), potensi pengembangan individu (p value = 1.000). Terdapat hubungan antara gaji atau tunjangan, tanggung jawab, hubungan interpersonal. Sedangkan pengaawasan, prestasi dan pengembangan potensi individu tidak berhubungan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kepuasan pasien tergantung pada evaluasi pelanggan terhadap aspek layanan kesehatan. Kualitas layanan bergantung pada pemahaman pasien, bukan hanya penyediaan layanan, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan dari fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kepuasan pasien BPJS Kesehatan dengan kualitas pelayanan kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang. Subyek dan Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini melibatkan pasien BPJS Kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang, Untuk mengumpulkan sampel dari 96 responden tersebut peneliti menggunakan rumus Lemeshow. Purposive sampling adalah metode pengambilan sampel. Kepuasan pasien adalah variabel dependen dari penelitian, dan variabel independennya dimensi (tangibles, reliability, response, assurance, emphaty). Data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil: Variabel yang dievaluasi meliputi kegemaran pasien, bukti nyata, keberlanjutan, kereaktifan, kepastian, dan simpati, dengan signifikansi p < 0,05. Penelitian ini menyatakan bahwa mayoritas pasien memandang layanan RS. Cikarang Medika tidak bagus. Dari 96 responden, 32 (33,0%) mengungkapkan ketidakpuasan terhadap layanan yang diberikan, sementara 64 (66,7%) merasa puas dengan layanan tersebut. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien terhadap BPJS Kesehatan di RS. Sentra Medika Cikarang sangat terkait dengan kualitas dan kualitas. Pasien dapat memilih untuk datang kembali dan memberikan informasi tentang layanan kesehatan dan pengobatan kepada orang lain.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan momen dimana kenyataan melebihi harapan pasien. Adanya peningkatan kunjungan berdampak kepada waktu tunggu pasien, hal tersebut dapat menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan bagi pasien. Tujuan penelitan ini mengetahui kepuasan pasien BPJS Kesehatan berdasarkan mutu pelayanan dan citra. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik (non eksperimental) dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien BPJS Kesehatan di instalasi rawat jalan RS. Cikarang Medika dengan jumlah yang tidak diketahui, dan diperoleh sampel 68 responden berdasarkan rumus lemeshow. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mutu pelayanan kesehatan dan citra berhubungan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value < a 0,1. Hasil menunjukkan dari 68 responden (100%), 51 responden menyatakan sudah puas (75,0%), sedangkan 17 responden menyatakan masih tidak puas (25,0%) atas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh RS. Cikarang Medika.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sertifikat Produk Pangan – Industri Rumah Tangga sebagai salah satu nomor izin yang dikeluarkan melalui aplikasi Online Singel, masih ada pelaku usaha di wilayah kabupaten bekasi tidak memenuhi komitmen salah satunya penyuluhan keamanan pangan. Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Dalam Memenuhi Komitmen SPP-IRTP Terhadap Penyuluhan Keamanan Pangan di wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Jenis peniitian ini kuantitatif dengan pendeketan cross-sectional, populasi penelitian ini 40 responden, menggunakan total sampling, instrumen yang digunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan terdapat sebagian besar responden bersikap kurang setuju sebanyak 21 orang (52,5%), Sedangkan bersikap setuju sebanyak 19 orang (47,5%), berpengetahuan kurang sebanyak 24 orang (60%). Sedangkan berpengetahuan cukup sebanyak 16 orang (40%), kepercayaan kategori kurang percaya sebanyak 22 orang (55%), Sedangkan sebagian kecil memiliki kepercayaan kategori percaya sebanyak 18 orang (45%). Kesimpulan ada pengaruh sikap, pengetahuan, kepercayaan terhadap tingkat kepatuhan terhadap penyuluhan keamanan pangan.