Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Pengawasan
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis dan Pengembangan Strategi Pengawasan Peredaran Kosmetik Oleh Balai POM Bogor

2025•Koleksi Perpustakaan

Tingginya minat penggunaan masyarakat terhadap kosmetik mendorong para produsen untuk bersaing dalam menciptakan produk kecantikan dengan berbagai variasi dan keunggulan. Balai POM Bogor memiliki tugas melakukan pengawasan post-market guna menjamin bahwa produk kosmetik yang beredar aman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengawasan yang selama ini diterapkan Balai POM Bogor dan merumuskan strategi pengembangan berdasarkan faktor internal dan eksternal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan posisi strategis Balai POM Bogor, serta matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan prioritas strategi pengembangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pegawai Balai POM, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Bogor berada di kuadran I (agresif), yaitu situasi yang mendukung penerapan strategi pengembangan dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan peluang eksternal yang tersedia. Tiga strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM yaitu menambah kompetensi SDM melalui pelatihan, serta meningkatkan fasilitas laboratorium untuk mendukung efektivitas pengawasan kosmetik secara cepat, mendorong pengesahan RUU BPOM terkait penindakan guna memperkuat kepastian hukum dan efektivitas penindakan, melakukan sosialisasi ke sekolah kerja sama dengan influencer lokal untuk kegiatan edukasi penggunaan kosmetik aman yang lebih masif. Kesimpulannya, Balai POM Bogor menerapkan pengawasan berbasis risiko secara menyeluruh. Analisis SWOT menunjukkan posisi Balai POM Bogor berada di kuadran I dengan strategi agresif. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi menambah kompetensi SDM dan fasilitas laboratorium, mendorong pengesahan RUU BPOM, serta memperluas edukasi melalui sekolah dan influencer.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis dan Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM Dalam Peredaran Kosmetik yang Mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B)

2025•Koleksi Perpustakaan

Kosmetik kini menjadi bagian penting gaya hidup masyarakat. Namun, peredaran kosmetik ilegal atau mengandung bahan berbahaya seperti pewarna merah K10 (Rhodamin B) masih ditemukan di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pengawasan BPOM yang lebih efektif dalam mencegah peredaran kosmetik yang mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis kuantitatif melalui metode SWOT dan Matriks QSPM. Hasil penelitian Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengawasan BPOM berada pada Kuadran I (Strategi Agresif) dengan koordinat (0,15;0,12), menunjukkan BPOM dapat memanfaatkan kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang eksternal. Namun, hasil Matriks QSPM menunjukkan adanya ketidaksesuaian, di mana strategi WT memperoleh nilai tertinggi. Tiga strategi prioritas yang dihasilkan yaitu Strategi 1 dengan nilai TAS 11,32, Strategi 2 dengan nilai TAS 11,15, dan Strategi 10 dengan nilai TAS 10,90. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kombinasi strategi SO dan WT perlu dijalankan secara terpadu, tidak hanya untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang BPOM, tetapi juga menutup kelemahan internal serta menghadapi ancaman eksternal. Implementasi strategi prioritas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen dari paparan kosmetik berbahaya di wilayah Balai POM Bogor.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Strategi Pengawasan Pengelolaan Obat Oleh Balai POM Bogor

2025•Koleksi Perpustakaan

Pengawasan pengelolaan obat merupakan upaya krusial untuk menjamin mutu, keamanan, dan khasiat obat yang beredar di masyarakat. Balai POM Bogor memiliki peran strategis dalam melaksanakan pengawasan di wilayah Kota/Kabupaten Bogor dan Kota Depok yang memiliki tantangan distribusi obat yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengawasan pengelolaan obat yang diterapkan oleh Balai POM Bogor dengan pendekatan analisis SWOT. Metode yang digunakan yaitu observasi/wawancara dilanjutkan dengan pemetaan strategi prioritas melalui Matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Bogor berada pada kuadran III (turn-around strategy), yang mencerminkan tingginya peluang eksternal namun masih dihadapkan pada kelemahan internal yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah Balai POM Bogor memiliki kekuatan ( Kewenangan hukum, kolaborasi lintas sektor, dukungan sistem informasi), Kelemahan ( Keterbatasan dana operasional dan kurangnya fasilitas), Peluang (Edukasi publik melalui media sosial, program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO)), dan Ancaman (Adanya potensi gratifikasi kepada aparat penegak hukum). Dari Matriks QSPM, lima strategi prioritas yang direkomendasikan adalah: (1) pengajuan dukungan dana tambahan untuk pembangunan gedung dan laboratorium, (2) pemanfaatan kerja sama lintas sektor dan teknologi digital, (3) pelibatan masyarakat dalam pengawasan dan program ABSO, (4) penyusunan edukasi berbasis komunitas, serta (5) pemanfaatan UU BPOM untuk memperkuat sarana dan prasarana pengawasan.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Perawat Dalam Menghadapi Akreditasi di RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2025

2025•Koleksi Perpustakaan

Rumah sakit memiliki peran strategis dalam sistem kesehatan nasional, baik sebagai tempat pelayanan, pendidikan tenaga kesehatan, maupun sebagai pusat rujukan dan penelitian. Oleh karena itu, untuk menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien, rumah sakit harus memenuhi standar pelayanan tertentu yang salah satunya diwujudkan melalui proses akreditasi. Motivasi perawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta dalam menghadapi akreditasi mengalami demotivasi yaitu tidak memiliki dorongan kuat untuk melakukan sesuatu dan mengakibatkan menjadi kurang atau bahkan tidak bersemangat seperti kehilangan arah, beberapa perawat yang melakukan akreditasi melakukannya dengan setengah hati. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat dalam menghadapi akreditasi di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini dilakukan 30 juni – 11 Agustus 2025 di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan teknik non probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah Perawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta yang berjumlah 378 orang dan sampel 86 perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara gaji atau tunjangan (p value = 0.000), tanggung jawab (p value = 0.000), hubungan interpersonal (p value = 0.000). Variabel yang tidak berhubungan pengawasan (p value = 1.000), prestasi (p value = 0.470), potensi pengembangan individu (p value = 1.000). Terdapat hubungan antara gaji atau tunjangan, tanggung jawab, hubungan interpersonal. Sedangkan pengaawasan, prestasi dan pengembangan potensi individu tidak berhubungan.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail