BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergaulan bebas yang menjadi salah satu permasalahan pada remaja dan dapat berdampak terhadap kesehatan serta perkembangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan remaja tentang pergaulan bebas melalui media video edukasi di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental dan pendekatan one group pretest-posttest design terhadap 275 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan video edukasi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,66 pada pretest menjadi 10,73 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 1,07 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 (p<0,05), dengan 169 responden (61,5%) mengalami peningkatan skor pengetahuan, 60 responden (21,8%) mengalami penurunan, dan 46 responden (16,7%) tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan video edukasi, sehingga video edukasi dapat digunakan sebagai salah satu media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pergaulan bebas.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Masa remaja merupakan masa transisi yang kritis sebagai kunci berkembangnya pengalaman baru yaitu usia 10-19. Masa remaja dihadapkan pada dorongan untuk mengkonsumsi alkohol, rokok, atau obat-obatan lain serta memulai perilaku pergaulan bebas. Hal ini menjadikan resiko terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV serta masalah penyesuaian dengan kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja terhadap pergaulan bebas di SMAN 1 Cikarang Timur Tahun 2024.
Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 749 responden dengan menggunakan rumus slovin, sampel pada penelitian ini berjumlah 261 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu Stratified Random Sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan di Analisa menggunakan Analisa univariat dan Analisa bivariate yaitu chi-square dan odds ratio.
Hasil dari penelitian menunjukan variabel berhubungan dengan pengetahuan remaja terhadap pergaulan bebas yaitu Keluarga p value = 0,026 Nilai OR=0.519, Lingkungan p value = 0,001 Nilai OR=0.403, Media sosial p value = 0,000 Nilai OR=0.249 dan Teman sebaya p value = 0.000 nilai OR= 0.391.
Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara keluarga, lingkungan, media sosial, dan teman sebaya dengan pengetahuan remaja terhadap pergaulan bebas di SMAN 1 Cikarang Timur Tahun 2024. Disarankan untuk para remaja lebih menjaga diri dalam pergaulan agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) wilayah Jawa Barat 2014 Jumlah pasangan usia pernikahan di bawah usia 19 tahun mencapai 50% dari total pasangan usia subur (PUS), yakni sekitar 9 juta pasangan. Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang pada 160 remaja puteri ternyata 108 orang telah melakukan pernikahan usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 160 orang remaja puteri di Desa Kutagandok dan didapatkan hasil 108 orang remaja puteri yang menikah dini. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan koesioner . analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pendidikan (P-Value =0,006), Status ekonomi (PValue=0,012), Budaya (P-Value=0,029), Peran orangtua (P=0,038), Lingkungan (P-Value=0,012), Pergaulan bebas (P-Value=0,028) dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok Kabupaten Karawang tahun 2019.
Kesimpulan penelitian dari 6 variabel (Pendidikan,Status ekonomi,Budaya,Peran orangtua,Lingkungan dan Pergaulan bebas) hasilnya berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja puteri di Desa Kutagandok. Saran dengan adanya kerja sama antara remaja, pihak desa kutagandok dan pihak dari luar seperti Institusi diharapkanpernikahan usia dini tidak akan terjadi lagi atau yang melakukan pernikahan usia dini dapat menurun secara drastis.