ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun berkembang Menurut World Health Organization (WHO) Indonesia merupakan negara ke tiga penderita hipertensi setelah india. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien hipertensi di puskesmas karang bahagia dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan skor pada pasien hipertensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Metode : Penelitian ini bersifat observasional menggunakan metode pretest dan posttest bersifat prospektif kepada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023. Hasil : Hasil uji validitas pretest pengetahuan dinyatakan valid karena rHitung lebih besar dari rTabel (0,463) dengan taraf signifikan <0,05. Hasil uji releabilitas didapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,698 maka pretest dinyatakan reliabel. Karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan usia yang paling banyak yaitu usia 36-64 tahun sebanyak 52 pasien (71%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak yaitu perenpuan berjumlah 57 pasien (79%), dan hasil posttest terdapat peningkatan skor atau nilai dengan frekuensi 64. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian edukasi menggunakan leaflet pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023, dan didapat hasil pretest dan posttest terdapat perubahan skor sebanyak 64 (88%) dan tidak terdapat peningkatan skor 9 (12%) dan tidak ada penurunan skor pada hasil posttest.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Apendisitis merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan abdomen yang umum dan memerlukan tindakan pembedahan berupa apendiktomi. Berdasarkan studi pendahuluan di Rumah Sakit Mary Cileungsi terdapat 43 kasus apendiktomi pada periode Mei sampai Juni 2026. Tingginya angka tindakan operasi seringkali menimbulkan kecemasan pre operasi. Kecemasan yang tidak terkelola dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisiologis pasien. Video Artificial Intelligence (AI) melalui WhatsApp diharapkan menjadi media re-edukasi yang efektif, praktis, dan dapat diakses berulang untuk membantu menurunkan kecemasan. Metode dalam penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 33 pasien pre apendiktomi berusia 17–50 tahun di Ruang Rawat Inap Bedah RS Mary Cileungsi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor kecemasan setelah diberikan re-edukasi prosedur operasi berbasis video AI melalui WhatsApp. Uji statistik menunjukkan p-value < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian yaitu terdapat pengaruh signifikan re-edukasi prosedur tindakan operasi berbasis video AI melalui WhatsApp terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien pre apendiktomi di RS Mary Cileungsi Tahun 2026. Media video digital dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan preoperatif untuk membantu mempersiapkan kondisi psikologis pasien sebelum pembedahan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berkontribusi besar terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Kurangnya pengetahuan dan sikap negatif ibu hamil mengenai preeklampsia mempertinggi risiko komplikasi ini. Edukasi digital berbasis video melalui WhatsApp berpotensi menjadi media alternatif promosi kesehatan yang efektif dan praktis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan melalui video WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan preeklampsia di Poli ANC RS Sentra Medika Cisalak. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 50 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi berupa pemberian edukasi kesehatan melalui video yang dikirim via WhatsApp. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan responden meningkat secara signifikan dari 57,80 pada saat pretest menjadi 87,24 pada saat posttest dengan persentase peningkatan sebesar 50,93% (t=19,73; p<0,001). Rata-rata skor sikap juga meningkat secara signifikan dari 61,42 pada saat pretest menjadi 88,16 pada saat posttest dengan persentase peningkatan sebesar 43,54% (t=17,68; p<0,001). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi kesehatan melalui video WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan preeklampsia di Poli ANC RS Sentra Medika Cisalak. Media digital ini direkomendasikan sebagai sarana promosi kesehatan yang aplikatif di fasilitas pelayanan antenatal.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Premenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang disertai berbagai perubahan fisik dan psikologis pada wanita. Pengetahuan yang baik mengenai premenopause dan manajemen menopause diperlukan agar wanita dapat memahami perubahan yang terjadi serta mempersiapkan diri menghadapi masa menopause. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi manajemen menopause dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pada wanita premenopause usia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 30 wanita usia 35 - 45 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 22 pertanyaan. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test, pemberian edukasi manajemen menopause menggunakan media leaflet disertai penjelasan secara langsung selama kurang lebih 20 menit, kemudian dilanjutkan dengan post-test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan edukasi, sebanyak 9 responden (30,0%) memiliki tingkat pengetahuan kurang, 12 responden (40,0%) memiliki pengetahuan cukup, dan 9 responden (30,0%) memiliki pengetahuan baik, dengan nilai mean 13,37. Setelah diberikan edukasi, seluruh responden sebanyak 30 orang (100,0%) memiliki tingkat pengetahuan baik, dengan nilai mean meningkat menjadi 20,73. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -4,788 dengan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi manajemen menopause dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pada wanita premenopause usia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Teknik menyusui yang benar penting dalam mendukung keberhasilan dan efektivitas pemberian ASI. Namun, masih ditemukan ibu menyusui yang memiliki keterbatasan pengetahuan dalam memahami dan menerapkan teknik menyusui yang benar. Berdasarkan studi pendahuluan di Posyandu Desa Karang Asih, dari 14 ibu menyusui yang diamati, sebanyak 11 ibu (78,57%) belum mampu menerapkan teknik menyusui dengan benar, sedangkan 3 ibu (21,43%) telah mampu menerapkan teknik menyusui dengan benar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya edukasi yang mudah dipahami dan dapat diakses oleh ibu menyusui. Salah satu media edukasi yang dapat digunakan adalah poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui media poster terhadap pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui yang benar di Posyandu Desa Karang Asih Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental dan rancangan one-group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Edukasi diberikan menggunakan media poster, sedangkan data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas data dan uji Wilcoxon Signed Rank Test sebagai uji non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan ibu menyusui meningkat dari 12,94 ± 2,588 sebelum edukasi menjadi 17,80 ± 2,040 setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 4,86 poin. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi melalui media poster, dengan nilai Z = -5,105 dan p-value = 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui media poster berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu menyusui mengenai teknik menyusui yang benar di Posyandu Desa Karang Asih Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Mual dan muntah merupakan masalah yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kondisi nutrisi ibu hamil pada trimester awal. Rendahnya pengetahuan mengenai penanganan keluhan ini dapat meningkatkan risiko mual muntah berlebihan hingga hiperemesis gravidarum. Oleh karena itu, edukasi kesehatan menggunakan media audio visual diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil yang mengalami mual muntah di Puskesmas Mekar Mukti Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 35 ibu hamil yang mengalami mual muntah dengan teknik purposive sampling. Edukasi kesehatan diberikan menggunakan media audio visual. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Paired Sample T-Test. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 19 responden (54,3%). Setelah edukasi, sebagian besar memiliki pengetahuan kategori baik sebanyak 32 responden (88,6%) dan tidak terdapat responden dengan kategori kurang. Hasil uji menunjukkan nilai t = −11,953 (df = 34) dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan edukasi kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Simpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan dengan media audio visual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil yang mengalami mual muntah.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan global dan nasional yang berdampak serius terhadap morbiditas serta mortalitas ibu dan janin. Berdasarkan studi pendahuluan tercatat sebanyak 46 ibu hamil mengalami anemia dengan dominasi kategori anemia sedang (56,5%), yang dipicu oleh rendahnya pengetahuan mengenai gizi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap pengetahuan ibu hamil dengan anemia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 46 responden ibu hamil dengan anemia. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat kemaknaan $\alpha=0,05$. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi (pre-test), sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang yaitu sebanyak 22 orang (47,83%), cukup 18 orang (39,13%), dan baik 6 orang (13,04%). Setelah diberikan intervensi edukasi menggunakan media booklet (post-test), terjadi peningkatan signifikan di mana sebagian besar responden berada pada kategori baik sebanyak 34 orang (74%), dan cukup 12 orang (26%). Hasil analisis bivariat menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 ($p<0,05$). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan anemia. Media Booklet dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif media edukasi bagi ibu hamil dalam mendukung penyampaian informasi terkait kehamilan
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang yang berdampak buruk pada tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia. Data per Januari 2026 menunjukkan bahwa Dusun II berkontribusi terhadap kasus stunting tertinggi yakni sebanyak 25 kasus dari 42 kasus (59,5%) yang tercatat di Desa Karangasih. Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa emas (golden period) yang sangat krusial dalam pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi 1000 HPK terhadap pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan stunting di Dusun II Desa Karangasih, Kabupaten Bekasi tahun 2026. Metode penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 32 ibu hamil dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi tatap muka dengan bantuan media leaflet dan instrumen kuesioner berskala Guttman. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kategori baik meningkat dari 17 responden (53,12%) menjadi 28 responden (87,50%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), dengan 25 responden mengalami peningkatan skor pengetahuan. Kesimpulan Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi 1000 HPK terhadap pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan stunting di Dusun II Karangasih Cikarang Utara Bekasi Tahun 2026
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang memerlukan deteksi dini melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran perempuan. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu upaya deteksi dini yang dapat dilakukan secara mandiri. Studi pendahuluan di Posyandu Harja Mekar menunjukkan bahwa sebagian besar Wanita Usia Subur (WUS) belum mengetahui kanker payudara dan manfaat SADARI. Edukasi melalui media leaflet dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan karena informasi disajikan secara ringkas, sistematis, dan dapat dibaca kembali. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi melalui media leaflet terhadap pengetahuan WUS tentang kanker payudara melalui SADARI di Posyandu Harja Mekar Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel berjumlah 50 WUS usia 20–49 tahun dengan teknik total sam-pling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 item sebelum dan sesudah edukasi melalui leaflet. Analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum edukasi, 33 responden (66%) memiliki pengetahuan kurang, 17 responden (34%) cukup, dan tidak terdapat responden dengan pengetahuan baik. Setelah edukasi, 39 responden (78%) memiliki pengetahuan baik, 10 responden (20%) cukup, dan 1 responden (2%) kurang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan 47 responden mengalami peningkatan pengetahuan, tidak terdapat penurunan, dan 3 responden memiliki nilai tetap. Hasil analisis menunjukkan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi melalui media leaflet. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian edukasi melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan Wanita Usia Subur tentang kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di Posyandu Harja Mekar Tahun 2026
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting adalah rendahnya pengetahuan orang tua mengenai praktik pengasuhan, pemenuhan gizi, dan pencegahan stunting. Oleh karena itu, edukasi parenting menggunakan media booklet diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua sebagai upaya pencegahan stunting. Tujuannya untuk Mengetahui pengaruh edukasi parenting terhadap pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah diberikan edukasi untuk menurunkan risiko stunting di Posyandu Kampung Binong Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 35 orang tua yang memiliki anak usia 0–24 bulan di Posyandu Kampung Binong Kabupaten Bekasi dengan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi parenting menggunakan media booklet. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk, sehingga pengujian hipotesis menggunakan Paired Sample t-test. Hasil Sebelum diberikan edukasi parenting, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 20 responden (57,1%), sedangkan setelah diberikan edukasi parenting sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 26 responden (74,3%) dan tidak terdapat lagi responden dengan kategori kurang. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan edukasi parenting terhadap peningkatan pengetahuan orang tua untuk menurunkan risiko stunting. Simpulan pada penelitian ini yaitu Edukasi parenting menggunakan media booklet berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan orang tua untuk menurunkan risiko stunting di Posyandu Kampung Binong Kabupaten Bekasi Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergaulan bebas yang menjadi salah satu permasalahan pada remaja dan dapat berdampak terhadap kesehatan serta perkembangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan remaja tentang pergaulan bebas melalui media video edukasi di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental dan pendekatan one group pretest-posttest design terhadap 275 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan video edukasi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9,66 pada pretest menjadi 10,73 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 1,07 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 (p<0,05), dengan 169 responden (61,5%) mengalami peningkatan skor pengetahuan, 60 responden (21,8%) mengalami penurunan, dan 46 responden (16,7%) tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan video edukasi, sehingga video edukasi dapat digunakan sebagai salah satu media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pergaulan bebas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kanker serviks merupakan masalah kesehatan reproduksi yang masih membutuhkan perhatian, khususnya pada Wanita Usia Subur (WUS). Keterbatasan informasi mengenai penyebab, faktor risiko, pencegahan, serta deteksi dini dapat memengaruhi kesadaran WUS dalam melakukan tindakan pencegahan. Pemberian edukasi kesehatan melalui leaflet merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan pemahaman mengenai kanker serviks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakan leaflet terhadap pengetahuan WUS mengenai kanker serviks di Majelis Ta’lim Al-Muhajirin Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental melalui model one-group pretest-posttest. Sebanyak 47 WUS dilibatkan sebagai responden dengan teknik t1otal sam pling. Edukasi kesehatan diberikan menggunakan me1dia leaflet, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Normalitas data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, kemudian perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi diuji dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Sebelum pemberian edukasi, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup yaitu 22 orang (46,8%) dan kurang 18 orang (38%). Setelah edukasi diberikan, sebanyak 39 responden (83%) berada pada kategori pengetahuan baik dan tidak terdapat responden yang masih termasuk dalam kategori pengetahuan kurang. Hasil uji Wilcoxon memperoleh p-value = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan aidanya pengaruh signifikan edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan WUS mengenai kanker serviks. Kesimpulan : Edukasi kesehatan menggunakan leaflet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan WUS mengenai kanker serviks di Majelis Ta’lim Al-Muhajirin Cikarang Tahun 2026
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Kecemasan pada ibu hamil merupakan salah satu masalah psikologis yang dapat memengaruhi kesiapan dalam menjalani kehamilan dan menghadapi persalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan berbasis media TikTok terhadap tingkat kecemasan ibu hamil di TPMB Isdiati tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 45 ibu hamil trimester I, II, dan III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Intervensi berupa tiga video edukasi kesehatan berbasis TikTok yang diberikan selama satu minggu. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk dan paired sample t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan mengalami penurunan dari 55,76 sebelum intervensi menjadi 27,76 setelah intervensi, dengan penurunan sebesar 28,00 poin. Hasil paired sample t-test menunjukkan nilai t=18,912, df=44, dan p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, edukasi kesehatan berbasis media TikTok berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil. Saran: Media TikTok dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif media edukasi kesehatan bagi ibu hamil, sedangkan bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan desain dan variabel yang lebih beragam serta melibatkan jumlah sampel yang lebih luas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pelecehan seksual merupakan masalah global dan nasional yang serius, dengan remaja sebagai kelompok berisiko tinggi. Data menunjukkan tingginya angka kekerasan seksual di DKI Jakarta, khususnya Jakarta Timur. Minimnya pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual menjadi faktor utama yang perlu diatasi melalui edukasi yang efektif. Media infografis sebagai media digital visual dinilai mampu meningkatkan pemahaman secara ringkas dan menarik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media digital infografis terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual di SMA Gita Kirtti 3 Jakarta tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan one group pretest-posttest dengan desain pre-eksperimen. Sampel pada penelitian ini berjumlah 53 siswa kelas XI yang menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum edukasi, pengetahuan responden berada pada kategori baik (62,3%), cukup (20,8%), dan kurang (17%). Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan dengan 98,1% responden berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan: Edukasi menggunakan media digital infografis efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual di SMA Gita Kirtti 3 Jakarta tahun 2026. Diharapkan pihak sekolah dapat menyelenggarakan edukasi berkala dan peneliti selanjutnya melakukan evaluasi jangka panjang
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat bahwa 51,4% remaja putri tidak mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Meskipun program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah dijalankan secara nasional, tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD sesuai standar masih tergolong sangat rendah. Rendahnya kepatuhan ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan media edukasi kesehatan yang menarik bagi remaja. Studi pendahuluan di SMAN 1 Kedung Waringin mengindikasikan tingkat ketidakpatuhan mencapai 90%, sehingga diperlukannya intervensi promosi kesehatan yang inovatif seperti media video edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media video edukasi terhadap kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental (pre-test and post-test group). Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin. Pengukuran tingkat kepatuhan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi pemberian video edukasi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perbedaan tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis data dengan Wilcoxon Signed Rank Test membuktikan bahwa media video edukasi efektif secara signifikan (Z=-11,18; p<0,001) dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026. Nilai p<0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada tingkat kepatuhan konsumsi TTD sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media video edukasi terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri. Disarankan agar sekolah dan tenaga kesehatan lebih memanfaatkan media video dalam program kesehatan remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Pengetahuan ibu mengenai responsive feeding masih perlu ditingkatkan, karena pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung penerapan praktik pemberian makan yang sesuai dengan kebutuhan balita. Edukasi dengan media buklet merupakan salah satu upaya promotif yang dapat membantu meningkatkan pengetahuan ibu mengenai responsive feeding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media buklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang responsive feeding pada balita di Posyandu Kampung Binong Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu yang memiliki balita di Posyandu Kampung Binong Kabupaten Bekasi dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi responsive feeding menggunakan media buklet. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 27 responden (77,1%), kategori baik sebanyak 7 responden (20,0%), dan kategori kurang sebanyak 1 responden (2,9%). Setelah diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 32 responden (91,4%) dan kategori cukup sebanyak 3 responden (8,6%), serta tidak terdapat responden dengan kategori kurang. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan media buklet. Dengan demikian, edukasi dengan media buklet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang responsive feeding pada balita di Posyandu Kampung Binong Kabupaten Bekasi Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai keputihan dapat meningkatkan risiko terjadinya keputihan patologis. Edukasi menggunakan media booklet merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 77 siswi kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang keputihan yang terdiri dari 20 pertanyaan benar dan salah. Hasil: Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 40 responden (51,95%), kategori kurang sebanyak 34 responden (44,16%), dan kategori baik sebanyak 3 responden (3,90%). Setelah diberikan edukasi menggunakan media booklet, tingkat pengetahuan meningkat menjadi kategori baik sebanyak 54 responden (70,1%) dan kategori cukup sebanyak 23 responden (29,9%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan di SMP Negeri 5 Cikarang Timur Tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Stimulasi dini aspek krusial mengoptimalkan tumbuh kembang anak masa golden age. Kurangnya stimulasi psikososial dan sensori sejak dini berisiko memicu keterlambatan perkembangan anak (developmental delay). Pengetahuan ibu pengasuh utama memengaruhi ketepatan pemberian stimulasi motorik harian di rumah. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi stimulasi sensori terhadap pengetahuan ibu tentang perkembangan bayi usia 6–12 bulan di TPMB Tiara Sari tahun 2026. Metodologi: Jenis penelitian analitik kuantitatif pendekatan pre-experimental melalui one-group pretest-posttest design. Populasi adalah seluruh ibu memiliki bayi berusia 6–12 bulan di TPMB Tiara Sari tahun 2026 berjumlah 40 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling sehingga sampel sebanyak 40 responden. Pengumpulan data pengetahuan menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan perkembangan bayi dipantau menggunakan lembar Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariat alternatif yaitu Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi (pre-test), mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 23 orang (57,5%). Setelah diberikan edukasi stimulasi sensori metode demonstrasi (post-test), terjadi lonjakan peningkatan pengetahuan signifikan ke kategori baik sebanyak 33 orang (82,5%). Analisis statistik diperoleh rata-rata (mean) pengetahuan meningkat dari 1,43 menjadi 1,83 dengan selisih nilai 0,40. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan dari pemberian edukasi stimulasi sensori terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai perkembangan bayi usia 6–12 bulan di TPMB Tiara Sari tahun 2026.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kecemasan pasien pra anestesi yang dapat memengaruhi stabilitas fisiologis dan kesiapan mental sebelum tindakan operasi. Edukasi berbasis self-efficacy dipandang sebagai intervensi non-farmakologis yang mampu memperkuat keyakinan diri pasien dalam menghadapi prosedur anestesi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi berbasis self-efficacy terhadap kesiapan mental dan tingkat kecemasan pasien pra anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi.
Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest pada 64 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Praoperative Self-Efficacy Scale (PSES) untuk mengukur kesiapan mental dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur kecemasan, dengan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kesiapan mental (Z = -6,971; p < 0,05) dan penurunan signifikan pada tingkat kecemasan (Z = -5,308; p < 0,05) setelah diberikan edukasi.
Kesimpulan: Disimpulkan bahwa edukasi berbasis self-efficacy efektif dalam meningkatkan kesiapan mental dan menurunkan kecemasan pasien sebelum tindakan anestesi.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kecemasan preoperatif merupakan respons emosional yang sering dialami pasien
sebelum menjalani tindakan anestesi spinal. Kurangnya pemahaman mengenai prosedur anestesi
dapat meningkatkan kecemasan dan menurunkan kepuasan pasien terhadap pelayanan. Edukasi
berbasis video menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pemahaman pasien sebelum tindakan
anestesi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pre-anestesi
menggunakan media video terhadap tingkat kecemasan dan kepuasan pasien dengan anestesi spinal
di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Bayu Asih Purwakarta.Metode: Penelitian ini
menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani anestesi spinal di IBS RSUD Bayu Asih
Purwakarta pada periode 2 Desember 2025 sampai 23 Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah
70 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi dan
eksklusi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner skala kecemasan, sedangkan kepuasan
pasien diukur menggunakan kuesioner kepuasan pasien yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi video. Data dianalisis menggunakan
uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian
menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah diberikan edukasi video (p <
0,001) serta peningkatan signifikan tingkat kepuasan pasien (p = 0,001).Kesimpulan: Edukasi preanestesi
menggunakan media video berpengaruh signifikan terhadap penurunan kecemasan dan
peningkatan kepuasan pasien dengan anestesi spinal.