Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: APAIS
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Re Edukasi Prosedur Tindakan Operasi Berbasis Video Ai Melalui Whatsapp Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Apendiktomi di RS Mary Cileungsi Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Apendisitis merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan abdomen yang umum dan memerlukan tindakan pembedahan berupa apendiktomi. Berdasarkan studi pendahuluan di Rumah Sakit Mary Cileungsi terdapat 43 kasus apendiktomi pada periode Mei sampai Juni 2026. Tingginya angka tindakan operasi seringkali menimbulkan kecemasan pre operasi. Kecemasan yang tidak terkelola dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisiologis pasien. Video Artificial Intelligence (AI) melalui WhatsApp diharapkan menjadi media re-edukasi yang efektif, praktis, dan dapat diakses berulang untuk membantu menurunkan kecemasan. Metode dalam penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 33 pasien pre apendiktomi berusia 17–50 tahun di Ruang Rawat Inap Bedah RS Mary Cileungsi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor kecemasan setelah diberikan re-edukasi prosedur operasi berbasis video AI melalui WhatsApp. Uji statistik menunjukkan p-value < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian yaitu terdapat pengaruh signifikan re-edukasi prosedur tindakan operasi berbasis video AI melalui WhatsApp terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien pre apendiktomi di RS Mary Cileungsi Tahun 2026. Media video digital dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan preoperatif untuk membantu mempersiapkan kondisi psikologis pasien sebelum pembedahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan dengan Skor Apais pada Pasien Pra Anestesi Teknik Anestesi Umum di RSUD Bayu Asih Purwakarta Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Kecemasan praoperasi merupakan respons psikologis yang sering dialami pasien sebelum tindakan pembedahan dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis maupun keberhasilan prosedur anestesi. Tingkat kecemasan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk karakteristik individu dan faktor situasional. Penilaian kecemasan secara objektif dapat dilakukan menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) yang banyak digunakan dalam penelitian klinis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien pra anestesi teknik anestesi umum di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode : Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, riwayat operasi, dan pemberian informasi praoperasi, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecemasan berdasarkan skor APAIS. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Mayoritas responden berusia dewasa, berjenis kelamin laki-laki, tidak memiliki riwayat operasi, dan tidak mendapatkan edukasi praoperasi. Sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang. Analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia dan tingkat kecemasan (p = 0,003) serta antara jenis kelamin dan tingkat kecemasan (p = 0,003). Sementara itu, riwayat operasi (p = 0,554) dan informasi pra operasi (p = 0,147) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan : Faktor usia dan jenis kelamin berhubungan secara signifikan dengan tingkat kecemasan pasien pra anestesi, sedangkan riwayat operasi dan informasi pra operasi tidak berhubungan secara statistik. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan karakteristik individu pasien dalam penilaian pra anestesi guna mengidentifikasi risiko kecemasan dan meningkatkan kualitas pelayanan perioperatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail