BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berkontribusi besar terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Kurangnya pengetahuan dan sikap negatif ibu hamil mengenai preeklampsia mempertinggi risiko komplikasi ini. Edukasi digital berbasis video melalui WhatsApp berpotensi menjadi media alternatif promosi kesehatan yang efektif dan praktis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan melalui video WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan preeklampsia di Poli ANC RS Sentra Medika Cisalak. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 50 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi berupa pemberian edukasi kesehatan melalui video yang dikirim via WhatsApp. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan responden meningkat secara signifikan dari 57,80 pada saat pretest menjadi 87,24 pada saat posttest dengan persentase peningkatan sebesar 50,93% (t=19,73; p<0,001). Rata-rata skor sikap juga meningkat secara signifikan dari 61,42 pada saat pretest menjadi 88,16 pada saat posttest dengan persentase peningkatan sebesar 43,54% (t=17,68; p<0,001). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi kesehatan melalui video WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan preeklampsia di Poli ANC RS Sentra Medika Cisalak. Media digital ini direkomendasikan sebagai sarana promosi kesehatan yang aplikatif di fasilitas pelayanan antenatal.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Preeklampsia merupakan gangguan kehamilan yang dapat berlangsung hingga masa nifas ditandai dengan
hipertensi, edema, dan proteinuria. Kejadian preeklampsia menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di
Indonesia. Angka kejadian preeklampsia di Indonesia tahun 2020 adalah sebesar 9,4%. Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RS Sentra
Medika Cikarang Tahun 2022.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang ada di RS Sentra Medika Tahun 2022 sebanyak 594 responden dengan
cara total sampling dilaksanakan di RS Sentra Medika Cikarang bulan September – November 2023. Analisis
menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia di RS Sentra Medika
Cikarang tahun 2022 yaitu usia ibu (p=0,000), paritas (p=0,000), IMT (p=0,000), kehamilan gemeli (p=0.000), riwayat
preeklampsia (p=0.000), pendidikan (p=0.000), umur kehamilan (p=0.000). Dari semua variabel yang diteliti semua
terdapat hubungan dengan kejadian preeklampsia di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022. Saran dengan adanya
penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam menurunkan resiko preeklampsia pada ibu bersalin
khususnya di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Preeklamsia adalah penyakit khusus kehamilan pada manusia, didefinisikan sebagai kondisi hipertensi dan proteinuria setelah 20 minggu kehamilan. Sekitar 14% kematian ibu di seluruh dunia diakibatkan oleh preeklampsia (Organisasi Kesehatan Dunia, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Preeklampsia di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti Cikarang Utara Tahun 2022.
Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 106 ibu preeklampsia. Instrumen yang digunakan menggunakan data Rekam Medis. Data dalam analisis bersifat univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti tahun 2022 adalah Usia Kehamilan (0,000), Usia Ibu (0,000), Pendidikan (0,000), Paritas (0,000), Riwayat Gemelli (0,000), Riwayat Penyakit (0,000).
Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi untuk mencegah terjadinya preeklampsia pada ibu bersalin, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Preeklamsia adalah penyakit khusus kehamilan pada manusia, didefinisikan sebagai kondisi hipertensi dan proteinuria setelah 20 minggu kehamilan. Sekitar 14% kematian ibu di seluruh dunia diakibatkan oleh preeklampsia (Organisasi Kesehatan Dunia, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Preeklampsia di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti Cikarang Utara Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 106 ibu preeklampsia. Instrumen yang digunakan menggunakan data Rekam Medis. Data dalam analisis bersifat univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti tahun 2022 adalah Usia Kehamilan (0,000), Usia Ibu (0,000), Pendidikan (0,000), Paritas (0,000), Riwayat Gemelli (0,000), Riwayat Penyakit (0,000). Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi untuk mencegah terjadinya preeklampsia pada ibu bersalin, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Indikator yang umum digunakan dalam kematian ibu adalah AKI yaitu jumlah kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup. Menurut SDKI (2012), AKI melonjak drastis dari 228 menjadi 359/100.000 kelahiran hidup. AKI berdasarkan data Kemenkes pada tahun 2015 di Indonesia tercatat 305/100.000 kelahiran hidup dan 28,8% , dikarenakan PEB. Di RSUD Kota Bekasi Tahun 2017 didapatkan (11,5%) ibu hamil trimester III yang mengalami PEB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia berat pada ibu hamil trimester III di RSUD Kota Bekasi tahun 2017.
Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Case Control. Populasinya seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di RSUD Kota Bekasi Tahun 2017 sebanyak 1.317 orang. Sampel yang diteliti adalah ibu hamil trimester III yang mengalami PEB sebanyak 172 dengan sampel pembanding ibu hamil yang tidak mengalami PEB yaitu 172 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar isian dan data sekunder. Analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian PEB, nilai P=0,002, hasil OR 2,006. Ada hubungan paritas dengan kejadian PEB, nilai P=0,003, hasil OR 1,966. Ada hubungan paritas dengan kejadian PEB, nilai P=0,003, hasil OR 1,966. Ada hubungan pekerjaan dengan kejadian PEB, nilai P=0,003, hasil OR 1,984. Ada hubungan pendidikan dengan kejadian PEB, nilai P=0,001, hasil OR 2,265. Ada hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian PEB, nilai P=0,001, hasil OR 2,078. Ada hubungan obesitas dengan kejadian PEB, nilai P=0,009, hasil OR 1,833.
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 6 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, riwayat hipertensi, obesitas dengan kejadian PEB pada ibu hamil trimester III di RSUD Kota Bekasi tahun 2017.