BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Premenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang disertai berbagai perubahan fisik dan psikologis pada wanita. Pengetahuan yang baik mengenai premenopause dan manajemen menopause diperlukan agar wanita dapat memahami perubahan yang terjadi serta mempersiapkan diri menghadapi masa menopause. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi manajemen menopause dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pada wanita premenopause usia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 30 wanita usia 35 - 45 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 22 pertanyaan. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test, pemberian edukasi manajemen menopause menggunakan media leaflet disertai penjelasan secara langsung selama kurang lebih 20 menit, kemudian dilanjutkan dengan post-test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan edukasi, sebanyak 9 responden (30,0%) memiliki tingkat pengetahuan kurang, 12 responden (40,0%) memiliki pengetahuan cukup, dan 9 responden (30,0%) memiliki pengetahuan baik, dengan nilai mean 13,37. Setelah diberikan edukasi, seluruh responden sebanyak 30 orang (100,0%) memiliki tingkat pengetahuan baik, dengan nilai mean meningkat menjadi 20,73. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -4,788 dengan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi manajemen menopause dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pada wanita premenopause usia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Wanita premenopause sering tidak memiliki kesadaran lengkap mengenai peristiwa menopause yang akan datang, yang menyebabkan peningkatan prevalensi gejala menopause. Penyelidikan dilakukan pada tahun 2024 di Desa Karang Rahayu, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, dengan tujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan tingkat kecemasan wanita premenopause terhadap transformasi fisik dan psikologis. Subyek dan Metode: Penelitian ini memanfaatkan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Desa Karang Rahayu terletak di Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi, lokasi penelitian berlangsung. Penelitian ini melibatkan 110 responden wanita yang berusia antara 40 dan 49 tahun, dan teknik pengambilan sampel total digunakan untuk mengumpulkan data. Para responden akan diwawancarai secara pribadi melalui kuesioner terstruktur. Variabel independent pada penelitian ini ialah usia, sikap, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, serta dukungan suami, sedangkan variabel dependent ialah tingkat kecemasan pada wanita premenopause. Instrumen yang dimanfaatkan pada studi ini ialah kuesioner. Data yang dikumpulkan menjalani berbagai proses termasuk pengeditan, pengkodean, penilaian, tabulasi, pembersihan, dan penyebaran informasi. Analisis data pada penelitian ini mencakup dua fase utama: Analisis Univariat dan Bivariat. Hasil: Dari hasil peneltian diperoleh dari 110 responden, menggunakan uji chi-square diperoleh hasil Tingkat kecemasan dengan usia memiliki nilai (OR=0,320; 95% CI= 0,108 hingga 0,948; p-value=0,034), Tingkat kecemasan dengan pendidikan memiliki nilai (OR= 2.434; 95% CI= 1.126 hingga 5.261; p-value = 0,023), Tingkat kecemasan dengan pekerjaan memiliki nilai (OR= 4.957; 95% CI= 1.282 hingga 19.171; p-value= 0,012), Tingkat kecemasan dengan pengetahuan memiliki nilai (OR= 2.711; 95% CI= 1.244 hingga 5.905; p-value= 0,011), Tingkat kecemasan dengan sikap memiliki nilai (OR= 6.346; 95% CI= 2.013 hingga 20.010; p-value= 0,001), Tingkat kecemasan dengan dukungan suami memiliki nilai (OR= 3.750; 95% CI= 1.679 hingga 8.375; p-value= 0,001). Kesimpulan: Dari hasil tersebut bisa ditarik kesimpulan ada hubungan antara usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, serta dukungan suami dengan tngkat kecemasan wanita premenopause.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menopause adalah suatu tahap akhir dari proses biologis yang dialami oleh wanita seperti produksi hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesteron dari indung telur. Menurut Kemenkes pada tahun 2018, jumlah keseluruhan wanita usia pramenopause usia 40-49 tahun di Indonesia sebanyak 17.894.421. Pada masa premenopause akan sering menimbulkan gejala yang mengganggu aktivitas yaitu, panas di wajah, berkeringat pada malam hari, kekeringan vagina, penurunan daya ingat, insomnia, depresi, mudah lelah, penurunan libido, dan rasa sakit ketika berhubungan seksual. Dampak premenopause yang sering terjadi di masyarakat ialah kecemasan, takut, ingatannya menurun, sulit konsentrasi, lekas marah, gugup, mudah tersinggung, merasa tidak berguna, stress bahkan menyebabkan depresi yang berlanjut sampai terjadinya gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan wanita premenopause dalam menjelang menopause di desa Cibarusah Jaya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini wanita premenopause di Desa Cibarusah Jaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 96 responden. Analisis data yang digunakan chi square.
Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukan bahwa pengetahuan (p-value=0,010) OR 3,389, pendidikan (p-value=0,012) OR 4,138, dan sosial ekonomi (p-value=0,009) OR 3,588.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, dan sosial ekonomi dengan kesiapan dalam menghadapi menopause di Desa Cibarusah Jaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar belakang : Menopause adalah suatu tahap akhir dari proses biologis yang dialami oleh wanita seperti produksi hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesteron dari indung telur. Menurut Kemenkes pada tahun 2018, jumlah keseluruhan wanita usia pramenopause usia 40-49 tahun di Indonesia sebanyak 17.894.421. Pada masa premenopause akan sering menimbulkan gejala yang mengganggu aktivitas yaitu, panas di wajah, berkeringat pada malam hari, kekeringan vagina, penurunan daya ingat, insomnia, depresi, mudah lelah, penurunan libido, dan rasa sakit ketika berhubungan seksual. Dampak premenopause yang sering terjadi di masyarakat ialah kecemasan, takut, ingatannya menurun, sulit konsentrasi, lekas marah, gugup, mudah tersinggung, merasa tidak berguna, stress bahkan menyebabkan depresi yang berlanjut sampai terjadinya gangguan jiwa. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan wanita premenopause dalam menjelang menopause di desa Cibarusah Jaya. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini wanita premenopause di Desa Cibarusah Jaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 96 responden. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil : Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukan bahwa pengetahuan (p-value=0,010) OR 3,389, pendidikan (p-value=0,012) OR 4,138, dan sosial ekonomi (p-value=0,009) OR 3,588. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, dan sosial ekonomi dengan kesiapan dalam menghadapi menopause di Desa Cibarusah Jaya.