BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kecemasan pasien pra anestesi yang dapat memengaruhi stabilitas fisiologis dan kesiapan mental sebelum tindakan operasi. Edukasi berbasis self-efficacy dipandang sebagai intervensi non-farmakologis yang mampu memperkuat keyakinan diri pasien dalam menghadapi prosedur anestesi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi berbasis self-efficacy terhadap kesiapan mental dan tingkat kecemasan pasien pra anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi.
Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest pada 64 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Praoperative Self-Efficacy Scale (PSES) untuk mengukur kesiapan mental dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur kecemasan, dengan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kesiapan mental (Z = -6,971; p < 0,05) dan penurunan signifikan pada tingkat kecemasan (Z = -5,308; p < 0,05) setelah diberikan edukasi.
Kesimpulan: Disimpulkan bahwa edukasi berbasis self-efficacy efektif dalam meningkatkan kesiapan mental dan menurunkan kecemasan pasien sebelum tindakan anestesi.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Masa remaja adalah periode transisi perkembangan dari masa anak-anak menuju dewasa,.yang ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi. Pada remaja putri, salah satu tandanya adalah menstruasi. Ketidaksiapan remaja.putri ketika menghadapi.menarche dapat dipengaruhi.oleh beberapa faktor, diantaranya keterbatasan informasi serta kurangnya dukungan dari ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui.hubungan dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche pada siswi di SDN Ciledug 03. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional menggunakan desain penelitian korelasional. sampel pada penelitian ini sebanyak 72 siswi yang dihitung menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dukungan ibu dan kesiapan remaja menghadapi menarche. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No;005215/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Data dianalisis menggunakan uji spearman rank test didapatkan hasil signifikansi atau sig-2 tailed 0,000<0,05 yang berarti adanya hubungan antara Dukungan Ibu Dengan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menarche dengan arah hubungan positif serta kekuatan hubungan 0,699 yang dapat diartikan hubungan kuat. Diharapkan remaja putri dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi menarche, sementara ibu diharapkan memberikan dukungan dan informasi yang tepat guna mendukung kesiapan remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan :Menopause adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, dimana ovarium berhenti menghasilkan sel telur, aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti, dan pembentukan hormon wanita (estrogen dan progesteron) berkurang. Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. Pada beberapa wanita, aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba, tetapi biasanya terjadi secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara 2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang. Ketidakteraturan ini bisa berlangsung selama 2-3 tahun sebelum akhirnya siklus berhenti.(Nugroho, 2014). Sindrom premenopause dan menopause dialami perempuan di seluruh dunia. Diperkirakan 70-80% wanita di Eropa mengalami sindrom ini, diikuti oleh Amerika 60%, 57% di Malaysia, 18% di Cina dan 10% di Jepang dan Indonesia mengalami sindrom tersebut (Hawari, 2009).Maka peneliti ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di Klinik Keysa Tahun 2023.
Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampel yaitu sebanyak 35 orang responden WUS. Analisis yang di gunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan umur nilai P-Value 0,000, pendidikanP-Value 0,002, pekerjaan P-Value 0,000,
sumber informasi P-Value 0,049, pengetahuan P-Value 0,049 dan dukungan keluarga P-Value 0,026 terhadap kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di Klinik Keysa Tahun 2023 P-Value =P<a 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini, ada hubungan antara umur, pendidikan,pekerjaan, sumber informasi, pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kesiapan menopause.Tentang faktor – faktor yang mempengaruhi kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di klinik keysa Tahun 2023.Saran penelitian ini agar lebih menambah wawasan yang lebih luas mengenaipentingnya mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai kesiapan WUS dalam menghadapi menopause.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menarche adalah suatu kondisi dimana seorang wanita muda telah siap untuk mencapai salah satu tahap fisik kedewasaan, yaitu munculnya menstruasi pertama (menarche). Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche
di SDN Karang Anyar 02. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan
sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel 70 responden. Analisis data yang
digunakan Chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukan bahwa umur (p-value = 0,006 ) OR 8,775, Pengetahuan (p-value = 0,182) OR 0,450, Sikap (p-value = 0,007) OR
12,727, Dukungan keluarga (p-value = 0,438) OR 2,027. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara umur, sikap dan sumber informasi dengan kesiapan dalam menghadapi menarche serta tidak ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kesiapan dalam menghadapi menarche.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menarche adalah suatu kondisi dimana seorang wanita muda telah siap untuk mencapai salah satu tahap fisik kedewasaan, yaitu munculnya menstruasi pertama (menarche). Di dasari atas perolehan hasil laporan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (2017) dalam (Jeklin, 2021) memaparkan bahwa mayoritas remaja (76,6%) memiliki usia menarche berkisar pada 11- 14 tahun dengan kejadian awal kurang dari 8 tahun dan yang paling lambat sampai usia 17 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche di SDN Karang Anyar 02. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah sampel 70 responden. Analisis data yang digunakan Chi square. Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukan bahwa umur (p-value = 0,006 ) OR 8,775, Pengetahuan (p-value = 0,182) OR 0,450, Sikap (p-value = 0,007) OR 12,727, Dukungan keluarga (p-value = 0,438) OR 2,027. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara umur, sikap dan sumber informasi dengan kesiapan dalam menghadapi menarche di SDN Karang Anyar 02 Kecamatan Karang Bahagia. Serta tidak ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kesiapan dalam menghadapi menarche di SDN Karang Anyar 02 Kecamatan Karang Bahagia.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Menopause adalah suatu tahap akhir dari proses biologis yang dialami oleh wanita seperti produksi hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesteron dari indung telur. Menurut Kemenkes pada tahun 2018, jumlah keseluruhan wanita usia pramenopause usia 40-49 tahun di Indonesia sebanyak 17.894.421. Pada masa premenopause akan sering menimbulkan gejala yang mengganggu aktivitas yaitu, panas di wajah, berkeringat pada malam hari, kekeringan vagina, penurunan daya ingat, insomnia, depresi, mudah lelah, penurunan libido, dan rasa sakit ketika berhubungan seksual. Dampak premenopause yang sering terjadi di masyarakat ialah kecemasan, takut, ingatannya menurun, sulit konsentrasi, lekas marah, gugup, mudah tersinggung, merasa tidak berguna, stress bahkan menyebabkan depresi yang berlanjut sampai terjadinya gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan wanita premenopause dalam menjelang menopause di desa Cibarusah Jaya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini wanita premenopause di Desa Cibarusah Jaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 96 responden. Analisis data yang digunakan chi square.
Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukan bahwa pengetahuan (p-value=0,010) OR 3,389, pendidikan (p-value=0,012) OR 4,138, dan sosial ekonomi (p-value=0,009) OR 3,588.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, dan sosial ekonomi dengan kesiapan dalam menghadapi menopause di Desa Cibarusah Jaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar belakang : Menopause adalah suatu tahap akhir dari proses biologis yang dialami oleh wanita seperti produksi hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesteron dari indung telur. Menurut Kemenkes pada tahun 2018, jumlah keseluruhan wanita usia pramenopause usia 40-49 tahun di Indonesia sebanyak 17.894.421. Pada masa premenopause akan sering menimbulkan gejala yang mengganggu aktivitas yaitu, panas di wajah, berkeringat pada malam hari, kekeringan vagina, penurunan daya ingat, insomnia, depresi, mudah lelah, penurunan libido, dan rasa sakit ketika berhubungan seksual. Dampak premenopause yang sering terjadi di masyarakat ialah kecemasan, takut, ingatannya menurun, sulit konsentrasi, lekas marah, gugup, mudah tersinggung, merasa tidak berguna, stress bahkan menyebabkan depresi yang berlanjut sampai terjadinya gangguan jiwa. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan wanita premenopause dalam menjelang menopause di desa Cibarusah Jaya. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini wanita premenopause di Desa Cibarusah Jaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 96 responden. Analisis data yang digunakan chi square. Hasil : Hasil uji statistik bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukan bahwa pengetahuan (p-value=0,010) OR 3,389, pendidikan (p-value=0,012) OR 4,138, dan sosial ekonomi (p-value=0,009) OR 3,588. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, dan sosial ekonomi dengan kesiapan dalam menghadapi menopause di Desa Cibarusah Jaya.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Virus Corona (Covid-19) telah menjadi salah satu perhatian serius bagi semua negara sejak akhir 2019 hingga saat ini, bahkan hingga beberapa tahun ke depan. Bagaimana tidak, virus yang berasal dari salah satu provinsi di China telah menyebar begitu cepat dan memiliki dampak yang luar biasa.Virus corona merupakan keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrme (SARS) (Kemenkes, 2020). Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional (potong lintang) yaitu suatu subjek penelitian hanya diobservasikan sekali saja dan pengukuran dilakukan sekaligus pada suatu saat yang sama (Notoadmojo,2012) atau variabel dependen dan variabel independen diukur pada saat yang bersamaan.Hasil penelitian didapatkan bahwa lanjut usia yang di vaksin sebanyak 27 orang lansia(75,0) dan yang tidak di vaksin sebanyak 3 orang lanjut usia(25,0). Berdasarkan hasil analisis uji chi-square didapat nilai p = 0,000 > =0,05, yang artinya H0 diterima, yang menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna Antara hubungan dukungan keluarga terhadap kesiapan lanjut usia untuk mengikuti vaksin di wilayah puskesmas sukaindah kabupaten bekasi tahun 2021.