BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Demam Berdarah Dengue (DBD) memerlukan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahannya. Kader kesehatan berperan dalam mendorong masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku kader dalam pencegahan DBD di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti tahun 2026. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan desain Sequential Explanatory. Tahap kuantitatif melibatkan 82 kader aktif dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan α = 0,05, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan 64,6% kader memiliki pengetahuan baik, 57,3% memiliki sikap positif, 78,0% memperoleh dukungan petugas kesehatan yang baik, dan 56,1% memiliki perilaku pencegahan yang baik. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku (r = 0,307; p = 0,005), sikap dengan perilaku (r = 0,460; p = 0,001), serta dukungan petugas kesehatan dengan perilaku (r = 0,453; p = 0,001). Hasil kualitatif menunjukkan kader melakukan edukasi 3M Plus, mengingatkan masyarakat, dan mengikuti kegiatan kebersihan lingkungan. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan dukungan petugas kesehatan berhubungan dengan perilaku kader dalam pencegahan DBD.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Balita dengan berat badan kurang (underweight) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data Puskesmas Wanasari tahun 2024 terdapat 321 balita (6,1%) mengalami berat badan kurang, angka ini termasuk tertinggi ke-3 di Kabupaten Bekasi. Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat berperan penting dalam upaya deteksi dini, edukasi gizi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Optimalisasi peran kader dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi peran kader posyandu dalam penanganan balita dengan berat badan kurang di wilayah kerja Puskesmas Wanasari Cibitung tahun 2025.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 206 kader posyandu, dengan sampel 127 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, motivasi, sikap, dan dukungan petugas kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah peran kader. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%.Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel sikap (p = 0,023; OR = 2,789) dan dukungan petugas kesehatan (p = 0,027; OR = 0,371) berhubungan signifikan dengan peran kader. Sedangkan variabel pendidikan (p = 0,530), pengetahuan (p = 0,633), dan motivasi (p = 0,041; OR = 0,479) menunjukkan hasil yang tidak sejalan dengan teori namun tetap signifikan secara statistik pada motivasi. Kesimpulan: Optimalisasi peran kader dalam penanganan balita berat badan kurang dipengaruhi oleh faktor sikap dan dukungan petugas kesehatan, sementara pendidikan, pengetahuan, dan motivasi tidak berhubungan secara signifikan atau menunjukkan arah yang berlawanan dengan teori. Upaya peningkatan peran kader perlu difokuskan pada pembentukan sikap positif, pemberian dukungan yang tepat, serta pelatihan berkelanjutan agar kader lebih mandiri dan percaya diri dalam menjalankan tugasnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Pengukuran antropometri balita yang tidak akurat oleh rangkaian posisi merupakan masalah signifikan yang dapat menghambat deteksi dini stunting dan masalah gizi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lama kerja dan pengetahuan dengan keterampilan pada pengukuran antropometri balita di Cikarang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini berfokus pada 41 kader yang memenuhi kriteria inklusi di wilayah kerja Kecamatan Cikarang Selatan, khususnya di Desa Pasirsari, Kabupaten Bekasi. Analisis uji yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil: Berdasarkan hasil perhitungan pada variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran tinggi badan ditemukan hubungan yang signifikan (p-value = 0,000) dengan (OR = 0,417) dan variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran berat badan (p-value = 0,003) dengan (OR = 0,095). Pengetahuan kader juga berhubungan secara signifikan dengan keterampilan pengukuran tinggi badan (p-value = 0,000) dengan (OR = 45,500). Lalu hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak signifikan secara statistik (p-value = 0,120) dengan (OR = 2,963). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa lama kerja secara signifikan berhubungan dengan keterampilan antropometri dan pengetahuan kader dengan keterampilan pengukuran tinggi badan secara signifikan berhubungan. Sedangkan pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak ada hubungan secara signifikan. Kader yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan lebih terampil dalam pengukuran antropometri.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
TB paru merupakan penyakit menular yang masuk ke dalam salah satu kategori penyakit berbahaya dan menjadi salah satu penyakit pennyebap kematian di dunia setelah Human Immunodeficiency Virus (HIV) . Metode yang di pakai oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini dengan menggunakan cross sectional. Sampel kader dalam penelitian ini sebanyak 32 responden dan penderita TBC sebanyak 39 sampel. teknik Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan pendekatan Purposive Sampling. menggunakan , instrumen yang digunakan adalah dengan lembar Kuesioner.Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Chi-Square menunjukan bahwa p-value = 0,001 (p<0,05) dari nilai fisher exact test karena ada sel dengan frekuensi harapan kurang dari 5, maka dapat diartikan bahwa H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan antara Peran Kader dengan Kesembuhan Pasien TBC. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan terhadap peran kader puskesmas pada kesembuhan penderita dengan Tuberkulosis paru di puskesmas Cibatu, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Jika gizi buruk terjadi pada masa pertumbuhan yang kritis, otak anak yang sehat bisa tidak berkembang dengan baik, dan kondisi ini bisa sulit disembuhkan atau bahkan tidak dapat pulih. Kader posyandu bertanggung jawab untuk mendorong masyarakat untuk mencegah gizi buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana perilaku kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, berkontribusi pada pencegahan gizi buruk. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di posyandu di Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Jumlah sampel yang diambil sesuai dengan populasi, yang terdiri dari 113 posyandu yang bekerja di wilayah Puskesmas Mekarmukti, berdasarkan metode sampel total. Variabel dependen yaitu perilaku kader posyandu, sedangkan variabel independen yakni faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku pencegahan gizi buruk. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan teknik univariat dan bivariat. Hasil: berdasarkan perhitungan analisis chi-square pada variable pendidikan dengan perilaku kader posyandu membuktikan nilai p = 0,040 (p < 0,05) mengindikasikan bahwa ada hubungan antara pendidikan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Pada variable pengetahuan dengan perilaku kader posyandu menunjukkan nilai p = 0,031 (p < 0,05) mengindikasikan terdapatnya hubungan antara pengetahuan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Lalu variable keaktifan dengan perilaku kader posyandu juga menunjukkan nilai p = 0,031 (p < 0,05) menandakan terdapatnya hubungan antara keaktifan dan perilaku kader posyandu. Kemudian variable pelatihan dengan perilaku kader posyandu menunjukkan nilai p = 0,037 (p < 0,05) mengindikasikan terdapatnya hubungan antara pelatihan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Kesimpulan: Sebagian besar kader posyandu di Desa Mekarmukti mempunyai perilaku baik, didukung oleh pengetahuan yang tinggi dan latar belakang pendidikan yang memadai. Kader yang aktif saat pelaksanaan posyandu dan kader yang pernah mengikuti pelatihan cenderung menunjukkan kinerja optimal dalam peran kader.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kelengkapan pada Sistem Informasi Posyandu (SIP) menjadi salah satu bentuk dari kinerja kader Posyandu. Ketidak lengkapan pada pencatatan SIP menyebabkan adanya ketidak validan data pada sasaran Posyandu sehingga data tersebut tidak dapat terekam dengan sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada Sistem Informasi Posyandu (SIP) di wilayah kerja Puskesmas Mekar Mukti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 88 responden dari total keseluruhan populasi 113 kader posyandu. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40 kader (46%) memiliki kinerja rendah dibandingkan dengan 48 kader (54%) memiliki kinerja yang tinggi pada pencatatan data pada sistem informasi posyandu. Ada hubungan antara pengetahuan, pelatihan kader, dukungan petugas kesehatan, kepemilikan pedoman SIP, motivasi dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti. Tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Masalah yang timbul salah satunya adalah Kekerasan dalam rumah tangga, Kekerasan dalam rumah tangga merupakan perilaku, perbuatan dan perkataan kasar kepada seseorang dengan menggunakan ancaman, kekerasan fisik, seksual, psikologis dan penelantaran rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan serangan yang menimbulkan luka fisik terhadap seseorang bahkan bisa menyebabkan kematian terhadap anggota keluarga. Tujuan Penelitian ini adalah Mengetahui Pengaruh media Poster dan Ceramah terhadap pengetahuan kader tentang KDRT di desa Karang Asih. Kader yang merupakan perpanjangan tangan informasi atas pengetahuan faktanya memiliki pengetahuan yang cukup yaitu 90% yang memiliki pengetahuan cukup tentang KDRT. Metode penelitian dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Pre Eksperimental Designs dengan desain One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner dan Poster. Teknik analisis data yang digunakan untuk analisis bivariat adalah uji Uji Paired T Test hasil p-value < 0,05, artinya terdapat perbedaan pengetahuan kader tentang KDRT sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan Metode Poster dan Ceramah. Hasil dan pembahasan penelitian diperoleh dari 30 responden menyatakan bahwa kader yang memiliki pengetahuan rendah tentang KDRT sebanyak 3 (10%), Kader yang memiliki pengetahuan sedang tentang KDRT sebanyak 27 (90%). hipotesis pada penelitian ini Ha diterima karena hasil p-value < 0,05, artinya terdapat perbedaan antara pengetahuan kader tentang KDRT sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, maka bermakna ada pengaruh poster dan ceramah terhadap pengetahuan kader tentang KDRT. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada Kader di Desa Karang Asih dapat ditarik kesimpulan. Pengetahuan Kader setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan media Poster dan Ceramah menunjukan adanya peningkatan pengetahuan pada Kader, bahwa adanya pengaruh pengetahuan terhadap Kader tentang KDRT setelah diberikan media Poster dan Ceramah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kader merupakan perpanjangan tangan informasi atas pengetahuan faktanya memiliki pengetahuan yang cukup yaitu 80% yang memiliki pengetahuan cukup tentang pernikahan dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ceramah dan media kartun animasi setelah dilakukan intervensi terhadap pengetahuan kader tentang pernikahan dini di Desa Sukamurni. Dalam penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Designs dengan desain rancangan penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel 50 responden. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner, ceramah dan media kartun animasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk analisis univariat, distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat ialah uji Wilcoxon Signed Rank Test. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan metode ceramah dan media kartun animasi tentang pernikahan dini. Saran kader memberikan edukasi kepada Masyarakat dengan memberikan video kartun animasi tentang pernikahan dini yang telah disajikan oleh peneliti pada saat melakukan penelitian
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurut Kementerian Kesehatan Tahun 2012 mengatakan bahwa dalam proses terjadinya kegiatan Posyandu menjadi salah satu tugas dari kader Posyandu adalah mencatat seluruh hasil kegiatan Posyandu dengan menggunakan format baku sesuai dengan program kesehatan. Seluruh format dikumpulkan dan disebut sebagai Sistem Informasi Posyandu (SIP). Kelangsungan kegiatan pendaftaran ini sangat tergantung pada partisipasi aktif kader Posyandu . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada Sistem Informasi Posyandu (SIP) di wilayah kerja Puskesmas Mekar Mukti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti. Sampel yang akan digunakan berjumlah 88 responden dari total keseluruhan populasi 113 kader posyandu. Pengambilan data sampel teknik Proportional Cluster Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 40 kader (46%) memiliki kinerja rendah dibandingkan dengan 48 kader (54%) memiliki kinerja yang tinggi pada pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu. Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, pelatihan kader, dukungan petugas kesehatan, kepemilikan pedoman SIP, motivasi dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti. Tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi pada tahun 2021 PHBS rumah tangga di Kabupaten Bekasi paling rendah yaitu pada Desa Mekar Mukti Kecamatan Cikarang Utara yaitu hanya 10,98%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan hidup bersih dan sehat. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023 di Desa Mekarmukti. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 113 kader kesehatan dan jumlah sampel sebanyak 66 kader dengan kriteria sampel yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kader memiliki peran yang aktif (60,6%), berpengatahuan tinggi (60,6%), memiliki sikap yang positif (54,5%), dan bermotivasi tinggi (54,5%). Ada hubungan pengetahuan (P=0,018), pendidikan (P=0,000), sikap (P=0,018), dan motivasi (P=0.000) dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan hidup bersih dan sehat. Terdapat hubungan antara pengetahuan, Pendidikan, sikap dan motivasi dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan hidup bersih dan sehat. Dapat disimpulkan bahwa kader kesehatan memiliki peran yang aktif kader kesehatan memiliki pengetahuan, pendidikan dan motivasi yang tinggi dan lebih dari separuh kader kesehatan juga memiliki sikap yang positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kader yang merupakan perpanjangan tangan informasi atas pengetahuan faktanya memiliki pengetahuan yang cukup yaitu 80% yang memiliki pengetahuan cukup tentang pernikahan dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ceramah dan media kartun animasi setelah dilakukan intervensi terhadap pengetahuan kader tentang pernikahan dini di Desa Sukamurni. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Pre-Eksperimental Designs dengan desain rancangan penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel 50 responden. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner, ceramah dan media kartun animasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk analisis univariat, distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat ialah uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian ceramah dan media kartun animasi terhadap pengetahuan kader tentang pernikahan dini. Hasil dan pembahasan penelitian diperoleh rata-rata pengetahuan sebelun diberikan intervesi 20.68 dan sesudah diberikan intervensi 28.38. Hasil peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah yaitu 7.7. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value 0.000 α (0.05) yang berarti ada pengaruh setelah diberikan ceramah dan media kartun animasi terhadap pengetahuan kader tentang pernikahan dini. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan metode ceramah dan media kartun animasi tentang pernikahan dini. Saran kader memberikan edukasi kepada Masyarakat dengan memberikan video kartun animasi tentang pernikahan dini yang telah disajikan oleh peneliti pada saat melakukan penelitian
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah yang timbul salah satunya adalah Kekerasan dalam rumah tangga, Kekerasan dalam rumah tangga merupakan perilaku, perbuatan dan perkataan kasar kepada seseorang dengan menggunakan ancaman, kekerasan fisik, seksual, psikologis dan penelantaran rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan serangan yang menimbulkan luka fisik terhadap seseorang bahkan bisa menyebabkan kematian terhadap anggota keluarga. Tujuan Penelitian ini adalah Mengetahui Pengaruh media Poster dan Ceramah terhadap pengetahuan kader tentang KDRT di desa Karang Asih. Kader yang merupakan perpanjangan tangan informasi atas pengetahuan faktanya memiliki pengetahuan yang cukup yaitu 90% yang memiliki pengetahuan cukup tentang KDRT. Metode penelitian dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Pre Eksperimental Designs dengan desain One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner dan Poster. Teknik analisis data yang digunakan untuk analisis bivariat adalah uji Uji Paired T Test hasil p-value 0,05, artinya terdapat perbedaan pengetahuan kader tentang KDRT sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan Metode Poster dan Ceramah. Hasil dan pembahasan penelitian diperoleh dari 30 responden menyatakan bahwa kader yang memiliki pengetahuan rendah tentang KDRT sebanyak 3 (10%), Kader yang memiliki pengetahuan sedang tentang KDRT sebanyak 27 (90%). hipotesis pada penelitian ini Ha diterima karena hasil p-value 0,05, artinya terdapat perbedaan antara pengetahuan kader tentang KDRT sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, maka bermakna ada pengaruh poster dan ceramah terhadap pengetahuan kader tentang KDRT. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada Kader di Desa Karang Asih dapat ditarik kesimpulan. Pengetahuan Kader setelah dilakukan intervensi dengan menggunakan media Poster dan Ceramah menunjukan adanya peningkatan pengetahuan pada Kader, bahwa adanya pengaruh pengetahuan terhadap Kader tentang KDRT setelah diberikan media Poster dan Ceramah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Bekasi pada tahun 2021 PHBS rumah tangga di Kabupaten Bekasi paling rendah yaitu pada Desa Mekar Mukti Kecamatan Cikarang Utara yaitu hanya 10,98%. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan pengetahuan, Pendidikan, sikap dan motivasi dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan PHBS. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 113 kader kesehatan dan jumlah sampel sebanyak 66 kader dengan kriteria sampel yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kader memiliki peran yang aktif (60,6%), berpengatahuan tinggi (60,6%), memiliki sikap yang positif (54,5%), dan bermotivasi tinggi (54,5%). Ada hubungan pengetahuan (P=0,018), pendidikan (P=0,000), sikap (P=0,018), dan motivasi (P=0.000) dengan peran kader kesehatan dalam pelaksanaan PHBS. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih dari separuh kader kesehatan memiliki peran yang aktif. Lebih dari separuh kader kesehatan memiliki pengetahuan, pendidikan dan motivasi yang tinggi dan lebih dari separuh kader kesehatan juga memiliki sikap yang positif. Disarankan kepada puskesmas untuk selalu memperhatikan kualitas, memberikan penghargaan, melakukan evaluasi bagi kader kesehatan dan tokoh masyarakat diharapkan lebih giat serta meningkatkan koordinasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Posyandu di Indonesia 296.777 (profil kesehatan Indonesia, 2019). Data di Kabupaten Bekasi tahun 2020 terdapat sejumlah 2.640 posyandu dengan jumlah kader posyandu 15.977 ([email protected], Tahun 2020). Di wilayah Kecamatan Cibitung terdapat sejumlah 235 posyandu, dengan jumlah kader 1.881 orang sedangkan di desa cibuntu terdapat 28 posyandu dengan jumlah kader posyandu 169 orang. Partisipasi ibu pada kegiatan posyandu Nusa Indah 3A di Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung kabupaten Bekasi masih rendah, disebabkan karena perubahan lingkungan yang begitu cepat serta masalah-masalah internal dari Posyandu secara tidak langsung menyebabkan aktifitas Posyandu melemah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik kuantitatif. Dengan pendekatan cross sectional. Penetapan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis metode total sampling dengan total penelitian 80 responden Hasil menunjukkan variabel yang berhubungan dengan Minat Ibu menjadi anggota Kader Posyandu Nusa indah 3A di Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi tahun 2022, yaitu pengetahuan (p=0,008), usia (p=0,045) pendidikan (p=0,021), dukungan keluarga (p=0,003), sumber informasi (p=0,000). Hasilnya adalah adanya hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, dukungan keluarga dan sumber informasi dengan Minat ibu menjadi anggota kader Posyandu Nusa 3A. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan bahwa ibu berminat menjadi anggota kader Posyandu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Posyandu di Indonesia 296.777 (profil kesehatan Indonesia, 2019). Data di Kabupaten Bekasi tahun 2020 terdapat sejumlah 2.640 posyandu dengan jumlah kader posyandu 15.977 ([email protected], Tahun 2020). Di wilayah Kecamatan Cibitung terdapat sejumlah 235 posyandu, dengan jumlah kader 1.881 orang sedangkan di desa cibuntu terdapat 28 posyandu dengan jumlah kader posyandu 169 orang. Partisipasi ibu pada kegiatan posyandu Nusa Indah 3A di Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung kabupaten Bekasi masih rendah, disebabkan karena perubahan lingkungan yang begitu cepat serta masalah-masalah internal dari Posyandu secara tidak langsung menyebabkan aktifitas Posyandu melemah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik kuantitatif. Dengan pendekatan cross sectional. Penetapan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis metode total sampling dengan total penelitian 80 responden Hasil menunjukkan variabel yang berhubungan dengan Minat Ibu menjadi anggota Kader Posyandu Nusa indah 3A di Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi tahun 2022, yaitu pengetahuan (p=0,008), usia (p=0,045) pendidikan (p=0,021), dukungan keluarga (p=0,003), sumber informasi (p=0,000). Hasilnya adalah adanya hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, dukungan keluarga dan sumber informasi dengan Minat ibu menjadi anggota kader Posyandu Nusa 3A. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan bahwa ibu berminat menjadi anggota kader Posyandu. Kata kunci : Ibu, Kader, Posyandu
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Menurut puskesmas kecamatan pebayuran pada tahun 2019 bayi yang melakukan imunisasi IPV (inactived polio vaccine) sebanyak 345 bayi (79,3%) dan yang tidak melakukan imunisasi IPV (inactived polio vaccine) sebanyak 90 bayi (20,6%).Berdasarkan data yang peneliti peroleh dari hasil obsevasi, di dapatkan bahwa kurangnya minat masyarakat terutama ibu yang mempunyai bayi terhadap vaksin yang diberikan secara suntik sehingga memungkinkan terjadinya ke tidak seimbangan pemberian imunisasi IPV di berbagai tempat pelayanan kesehatan di kabupaten bekasi.Di samping itu cakupan imunisasi IPV(inactivated polio vaccine) polio suntik di puskesmas kecamatan pebayuran pada tahun 2019 dikatakan belum mencapai target pemerintah yaitu sebanyak 95%.
Metode: metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2020 dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Jenis data yang digunakan adalah Primer dan Skunder. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yaitu pendidikan, pengetahuan, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan, dan Dukungan Kader Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus Chi-Square.
Hasil dan pembahasan: analisis univariat dan bivariat dari 5 variabel tidak ada kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti. Sebagian besar Responden yang memiliki pendidikan Rendah sebanyak (78,3%) p.value = 0,026 Hasil OR 9,000, pada Responden yang memilik Pengetahuan Rendah (84,3%) p.value = 0,015 Hasil OR 9,333, Pada Responden Kurang memiliki Dukungan keluarga sebanyak(83,3%) p.value = 0.045 Hasil OR 7,000, Pada Responden yang Dukungan Tenaga Kesehatan yang Kurang beperan (83,3%) p.value = 0.045 Hasil OR 7,000, Pada Responden yang Dukungan Kader Kurang beperan (88.8%) p.value = 0,004 Hasil OR 16,000
Kesimpulan: terdapat hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan kader dengan pemberian imunisasi IPV (inactived polio vaccine) pada bayi usia 4 bulan di desa bantarjaya. Saran: dalam penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya penelitian ini, ibu yang memiliki bayi usia 4 bulan dapat menambah pengetahuan tentang dampak, efek samping, kekurangan dan kelebihan imunisasi IPV ( inactived polio vaccine), bagi tenaga kesehatan, perlu ditingkatkannya pelaksanaan penyuluhan tentang Imunisasi