ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Perawat yang mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam memberikan pelayanan keparawatan harus mampu memberikan andil dan tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan yang berkualitas untuk menjamin kepuasan pasien. Komplain pasien yang tidak puas jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan turunnya kapabilitas pelayanan rumah sakit terhadap layanan dalam hal ini kepuasan pasien sangat berpengaruh dalam menjaga mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kenerja dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Sentra Madika Cikarang. Penelitian ini menggunakan desain analitik correlation dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang sejumlah 61 orang dan dengan menggunakan tehnik nonprobability sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kinerja perawat dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepuasan pasien. Instrumen yang digunakan yaitu dengan lembar kuisioner. Analisis hubungan kinerja perawat dengan kepuasan pasien dengan menggunakan uji Spearman Rho karena tujuan penelitian bersifat korelasi, jumlah variabel ada 2, skala data variabel yang dianalisis adalah skala ordinal. Uji Spearman Rho dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows 22.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar penilaian kinerja perawat dalam kategori cukup (50.8%) dan sebagian besar penilaian kepuasan pasien dalam kategori baik (70.5%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,001 yang artinya kurang dari 0.05 maka kesimpulannya ada hubungan signifikan antar kinerja perawat dengan kepuasan pasien. Untuk tingkat kekuatan antara hubungan didapatkan hasil 0.415 artinya tingkat kekuatan hubungan adalah hubungan sedang anntara kinerja perawat dengan kepuasan pasien. Angka koefisien korelasi diatas bernilai 0.415 maka arah hubungan variebelnya itu positif yang artinya hubungan/korelasi searah maka semakin besar nilai kinerja perawat maka semakin besar pula tingkat kepuasan pasien. Daftar Pustaka : 8 buku dan 16 jurnal (Tahun 2013 s/d 2022) Kata Kunci : Kinerja Perawat, Kepuasan Pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kinerja pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepemimpinan, disiplin kerja, dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai di Puskesmas Mekarmukti Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 63 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan baik sebesar 65,1%, disiplin kerja baik 60,3%, motivasi kerja baik 57,1%, dan kinerja pegawai baik 61,9%. Terdapat hubungan signifikan antara kepemimpinan dengan kinerja pegawai (p=0,034; r=0,267), disiplin kerja dengan kinerja pegawai (p<0,001; r=0,508), dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai (p<0,001; r=0,500). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kepemimpinan, disiplin kerja, dan motivasi kerja, semakin baik pula kecenderungan kinerja pegawai.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam menentukan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas, di mana rendahnya kinerja dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat dan pencapaian program kesehatan. Namun, di Puskesmas Sirnajaya masih ditemukan beberapa masalah seperti keterbatasan jumlah pegawai, kedisiplinan yang belum optimal, serta beban kerja yang tidak seimbang, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Sirnajaya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 41 responden (PNS dan PTT) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert dan data dianalisis dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pegawai memiliki kinerja baik (75,6%), sikap positif (70,7%), motivasi tinggi (80,5%), serta kepemimpinan mendukung (82,9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap (p=0,047), motivasi (p=0,047), dan kepemimpinan (p=0,031) dengan kinerja pegawai, sedangkan kemampuan (p=0,059) tidak berhubungan secara signifikan. Disimpulkan bahwa kinerja pegawai lebih banyak berhubungan dengan faktor sikap, motivasi, dan kepemimpinan, sehingga diperlukan pembinaan berkelanjutan, kepemimpinan partisipatif, serta evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan ruang anak. Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang perawat yang bekerja di ruang IGD, ICU dan ruang anak RS Sentra Medika Cikarang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja dan kusioner kinerja perawat dan dianalisis menggunakan uji Gamma. Stres kerja perawat terbesar pada kategori ringan yaitu 22 responden (53,7%) dan kinerja perawat terbesar pada kategori baik yaitu 30 responden (73,2%). Nilai Gamma sebesar -0,649 berada pada kategori hubungan sedang hingga kuat. Nilai pvalue sebesar 0,030, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres pada perawat agar dapat mempertahankan kinerja mereka, khususnya di RS Sentra Medika Cikarang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), dan ruang anak. Metode: Penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang perawat yang bekerja di ruang IGD, ICU dan ruang anak RS Sentra Medika Cikarang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja dan kusioner kinerja perawat dan dianalisis menggunakan uji Gamma. Hasil: Stres kerja perawat terbesar pada kategori ringan yaitu 22 responden (53,7%) dan kinerja perawat terbesar pada kategori baik yaitu 30 responden (73,2%). Nilai Gamma sebesar -0,649 berada pada kategori hubungan sedang hingga kuat. Nilai p-value sebesar 0,030, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab stres pada perawat agar dapat mempertahankan kinerja mereka, khususnya di RS Sentra Medika Cikarang.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kelengkapan pada Sistem Informasi Posyandu (SIP) menjadi salah satu bentuk dari kinerja kader Posyandu. Ketidak lengkapan pada pencatatan SIP menyebabkan adanya ketidak validan data pada sasaran Posyandu sehingga data tersebut tidak dapat terekam dengan sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada Sistem Informasi Posyandu (SIP) di wilayah kerja Puskesmas Mekar Mukti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 88 responden dari total keseluruhan populasi 113 kader posyandu. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40 kader (46%) memiliki kinerja rendah dibandingkan dengan 48 kader (54%) memiliki kinerja yang tinggi pada pencatatan data pada sistem informasi posyandu. Ada hubungan antara pengetahuan, pelatihan kader, dukungan petugas kesehatan, kepemilikan pedoman SIP, motivasi dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti. Tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurut Kementerian Kesehatan Tahun 2012 mengatakan bahwa dalam proses terjadinya kegiatan Posyandu menjadi salah satu tugas dari kader Posyandu adalah mencatat seluruh hasil kegiatan Posyandu dengan menggunakan format baku sesuai dengan program kesehatan. Seluruh format dikumpulkan dan disebut sebagai Sistem Informasi Posyandu (SIP). Kelangsungan kegiatan pendaftaran ini sangat tergantung pada partisipasi aktif kader Posyandu . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada Sistem Informasi Posyandu (SIP) di wilayah kerja Puskesmas Mekar Mukti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti. Sampel yang akan digunakan berjumlah 88 responden dari total keseluruhan populasi 113 kader posyandu. Pengambilan data sampel teknik Proportional Cluster Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 40 kader (46%) memiliki kinerja rendah dibandingkan dengan 48 kader (54%) memiliki kinerja yang tinggi pada pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu. Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, pelatihan kader, dukungan petugas kesehatan, kepemilikan pedoman SIP, motivasi dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti. Tidak ada hubungan antara dukungan suami dengan kinerja kader dalam pencatatan pengelolaan data anak balita pada sistem informasi posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Mukti.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Perawat yang mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam memberikan pelayanan keparawatan harus mampu memberikan andil dan tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan yang berkualitas untuk menjamin kepuasan pasien. Komplain pasien yang tidak puas jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan turunnya kapabilitas pelayanan rumah sakit terhadap layanan dalam hal ini kepuasan pasien sangat berpengaruh dalam menjaga mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kenerja dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Sentra Madika Cikarang.
Penelitian ini menggunakan desain analitik correlation. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang sejumlah
61 orang dan dengan menggunakan tehnik nonprobability sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kinerja perawat dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepuasan pasien. Instrumen yang digunakan yaitu dengan lembar kuisioner. Analisis hubungan kinerja perawat dengan kepuasan pasien dengan menggunakan uji Spearman Rho karena tujuan penelitian bersifat korelasi, jumlah variabel ada 2, skala data variabel yang dianalisis adalah skala ordinal. Uji Spearman Rho dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows 22.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar penilaian kinerja perawat dalam kategori cukup (50.8%) dan sebagian besar penilaian kepuasan pasien dalam kategori baik (70.5%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,001 yang artinya kurang dari 0.05 maka kesimpulannya ada hubungan signifikan antar kinerja perawat dengan kepuasan pasien. Untuk tingkat kekuatan antara hubungan didapatkan hasil 0.415 artinya tingkat kekuatan hubungan adalah hubungan sedang anntara kinerja perawat dengan kepuasan pasien. Angka koefisien korelasi diatas bernilai 0.415 maka arah hubungan variebelnya itu positif yang artinya hubungan/korelasi searah maka semakin besar nilai kinerja perawat maka semakin besar pula tingkat kepuasan pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MEDIKA CIKARANG
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
Skripsi
Nama : Shinta Ettyka
NIM : 120316417
STUDI TENTANG HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN
KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP DEWASA RS SENTRA
MEDIKA CIBINONG
xvi + 96 Halaman + 12 Tabel + 2 Bagan + 9 Lampiran
ABSTRAK
Industri RS di Kota Bogor beberapa tahun ini mengalami perkembangan berarti,
khususnya peningkatan jumlah rumah sakit swasta. Motivasi merupakan kondisi yang
dapat menggerakkan diri perawat secara terarah untuk mencapai tujuan kerja. Kinerja
adalah hasil kerja secara kualitas, kuantitas yang dicapai perawat dalam melaksanakan
tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan. Kinerja dipengaruhi faktor kemampuan
dan motivasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan
kinerja perawat di Ruang Rawat Inap Dewasa RS Sentra Medika Cibinong.
Desain penelitian cross sectional dengan tekhnik total sampling, didapatkan 30
responden. Data diolah menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian, sebagian
besar responden memiliki motivasi kurang (53%), dan 63% responden berkinerja baik.
Hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja
perawat dengan p value 0,011.
Kesimpulan, sebagian besar perawat memiliki motivasi kerja yang kurang, tapi sebagian
besar melakukan kinerja yang baik dan ada hubungan antara motivasi kerja dengan
kinerja perawat di ruang rawat inap dewasa RS Sentra Medika Cibinong. Berdasarkan
hasil penelitian penulis menyarankan pihak RS mengadakan kegiatan wisata bersama dan
outbond bagi staf perawat, agar kegiatan ini dapat menyegarkan fikiran staf perawat, serta
pengakuan terhadap keberhasilan pekerjaan staf perawatan seperti memberikan
penghargaan.
Kepustakaan : 45 Buku ( 2008-2013 )
Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kinerja Perawat
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Kinerja adalah penampilan hasil karya personal baik Kualitas maupun
kuantitas dalam satu organisasi. Pelayanan keperawatan adalah kualitas yang
berkaitan dengan pemberian perawatan yang harus tersedia, dapat diterima,
menyeluruh, berkelanjutan dan di dokumentasikan. Kualitas perawatan adalah
aplikasi pengetahuan medis yang tepat bagi perawatan pasien sambil
menyeimbangkan resiko-resiko yang melekat pada intervensi keperawatan dan
keuntungan yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja
perawat dalam pelayanan keperawatan dikamar bedah RS Sentra Medika
Cibinong.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode
penelitian survei analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat
yang bekerja dikamar bedah Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian yang
digunakan adalah kuesioner dan melakukan analisis data menggunakan uji
chisquare.
Hasil penelitian ini diperoleh dengan menggunakan analisis statistik. bahwa
stres kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p
value 1,000 > 0,05, Lama kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan
keperawatan dengan nilai p value 0,378. > 0,05. Keterampilan berhubungan
dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p value 0.070 > 0,05.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak ada hubungan yang signifikan
antara stres kerja, lama kerja, keterampilan dengan kualitas pelayanan
keperawatan di Kamar Bedah RS Sentra Medika Cibinong tahun 2018. Saran
kepada perawat agar meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan
mengurangi stres kerja dan meningkatkan ketrampilan dalam bekerja