Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Faktor Perilaku
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Gizi Buruk Pada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti Cikarang Utara Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Jika gizi buruk terjadi pada masa pertumbuhan yang kritis, otak anak yang sehat bisa tidak berkembang dengan baik, dan kondisi ini bisa sulit disembuhkan atau bahkan tidak dapat pulih. Kader posyandu bertanggung jawab untuk mendorong masyarakat untuk mencegah gizi buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana perilaku kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, berkontribusi pada pencegahan gizi buruk. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di posyandu di Desa Mekarmukti, Cikarang Utara, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Jumlah sampel yang diambil sesuai dengan populasi, yang terdiri dari 113 posyandu yang bekerja di wilayah Puskesmas Mekarmukti, berdasarkan metode sampel total. Variabel dependen yaitu perilaku kader posyandu, sedangkan variabel independen yakni faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku pencegahan gizi buruk. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan teknik univariat dan bivariat. Hasil: berdasarkan perhitungan analisis chi-square pada variable pendidikan dengan perilaku kader posyandu membuktikan nilai p = 0,040 (p < 0,05) mengindikasikan bahwa ada hubungan antara pendidikan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Pada variable pengetahuan dengan perilaku kader posyandu menunjukkan nilai p = 0,031 (p < 0,05) mengindikasikan terdapatnya hubungan antara pengetahuan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Lalu variable keaktifan dengan perilaku kader posyandu juga menunjukkan nilai p = 0,031 (p < 0,05) menandakan terdapatnya hubungan antara keaktifan dan perilaku kader posyandu. Kemudian variable pelatihan dengan perilaku kader posyandu menunjukkan nilai p = 0,037 (p < 0,05) mengindikasikan terdapatnya hubungan antara pelatihan dan perilaku kader posyandu dalam pencegahan gizi buruk. Kesimpulan: Sebagian besar kader posyandu di Desa Mekarmukti mempunyai perilaku baik, didukung oleh pengetahuan yang tinggi dan latar belakang pendidikan yang memadai. Kader yang aktif saat pelaksanaan posyandu dan kader yang pernah mengikuti pelatihan cenderung menunjukkan kinerja optimal dalam peran kader.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Ketidaksiapan Masyarakat Menerima Vaksinasi Booster di Desa Cicau Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Ketidaksiapan masyarakat terhadap penerimaan vaksinasi Booster merupakan tantangan dalam keberhasilan program vaksinasi COVID-19, untuk mempertahankan Herd Imunity, banyak faktor yang mempengaruhi ketidaksiapan masyarakat dalam penerimaan vaksinasi Booster, tetapi faktor utama yang paling mempengaruhi perilaku masyarakat dalam penerimaan vaksinasi Booster hingga saat ini belum dapat di pastikan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ketidaksiapan masyarakat menerima vaksinasi Booster. Metode Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan ramdom simple sampling, dengan populasi 204 orang dan didapatkan besar sampel 84 responden menggunakan rumus Slovin. Uji analisa penelitian mengunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pengetahuan didapatkan p value 0,000<0,05. Adanya hubungan antara perilaku dan pengetahuan. Variabel sikap didapatkan p value 0,000<0,05. Adanya hubungan antara perilaku dan sikap. Variabel kepercayaan p value 0,009<0,05. Adanya hubungan antara perilaku dengan kepercayaan. Variabel fasilitas kesehatan p value 0.000<0.05. Adanya hubungan antara perilaku dengan fasilitas kesehatan. Variabel dukungan tenaga kesehtan p value 0,000<0,05. Adanya hubungan antara perilaku dengan Dukungan tenaga kesehatan. Yang diartikan semua variabel H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan Adanya pengaruh pengetahuan, sikap, kepercayaan fasilitas dan adanya dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku ketidaksiapan masyarakat menerima vaksinasi Booster. Saran kepada pemerintah diharapkan untuk menyediakan adanya platform vaksinasi yang dibuat oleh panitia pusat gugus COVID-19 dalam rangka mencegah peningkatan kasus tersebut, salah satunya dengan cara menyadari masyarakat melalui edukasi pengetahuan dan mendorong masyarakat unruk segera menjalankan vaksinasi Booster dengan tepat dan sesuai.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail