BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Pemenuhan protein merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pemulihan dan adaptasi otot setelah latihan beban. Putih telur merupakan sumber protein hewani yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan minuman pasca latihan, sedangkan pisang ambon dapat memberikan karakteristik sensori pada produk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan kandungan protein smoothie berbasis putih telur dan pisang ambon sebagai sumber protein pasca latihan beban. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga formulasi, yaitu F1, F2, dan F3. Uji daya terima dilakukan terhadap 30 panelis semi-terlatih menggunakan uji hedonik dengan skala 1–6 berdasarkan warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney, sedangkan kandungan protein dianalisis menggunakan metode Kjeldahl. Hasil: Terdapat perbedaan daya terima pada warna (p=0,008), aroma (p<0,001), dan rasa (p<0,001), sedangkan tekstur tidak berbeda signifikan (p=0,830). Kandungan protein rata-rata F1 sebesar 5,18%, F2 5,77%, dan F3 6,66%, dengan F3 memiliki kandungan protein tertinggi. Kesimpulan: Variasi formulasi memengaruhi daya terima warna, aroma, dan rasa, tetapi tidak pada tekstur. F3 memiliki kandungan protein tertinggi, namun F1 menunjukkan penerimaan yang lebih baik pada beberapa parameter sensori.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Luka perineum merupakan salah satu masalah yang sering dialami ibu nifas setelah persalinan pervaginam. Luka ini terjadi akibat adanya robekan jaringan perineum atau tindakan episiotomi, yang dapat menimbulkan nyeri, perdarahan, hingga risiko infeksi bila penyembuhannya tidak optimal. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), hampir 90% persalinan normal mengalami robekan perineum, dengan insiden global sebanyak 2,7 juta kasus pada tahun 2020 dan diperkirakan meningkat menjadi 6,3 juta kasus pada tahun 2050. Di Indonesia, sekitar 75% ibu nifas mengalami luka perineum pascapersalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian putih telur ayam terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di TPMB Jayanti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan satu kelompok pretest–posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi menggunakan skor REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation) untuk menilai kondisi luka perineum. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Uji ini dipilih karena data bersifat berpasangan (skor REEDA sebelum dan sesudah intervensi pada responden yang sama), diukur pada skala ordinal, dan uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal (p < 0,05). Oleh karena itu, uji nonparametrik Wilcoxon dianggap sebagai analisis statistik yang paling tepat untuk penelitian ini.Hasil : Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor REEDA sebelum dan sesudah pemberian putih telur ayam, dengan nilai Z = -5,396 dan p-value = 0,000 (p < 0,05). Sebanyak 96,7% responden mengalami penyembuhan luka perineum secara normal (≤ 7 hari). Kesimpulan : Pemberian putih telur ayam secara rutin berpengaruh signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Putih telur dapat menjadi alternatif intervensi nutrisi yang aman dan efektif dalam perawatan pasca persalinan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Putih telur mengandung protein yang sangat tinggi, mutu protein, nilai cerna dan mutu cerna
telur paling baik di antara bahan-bahan makanan lainnya. Putih telur mengandung albumin 95%
yang berfungsi untuk penyembuhan luka operasi. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui
pengaruh putih telur terhadap proses penyembuhan luka operasi sectio caesarea. Pada penelitian
ini menggunakan desain penelitian Quasi experiment dengan Posttest only with control group
Design Populasi dalam penelitian ini adalah pasien inpartu yang rujukan dari Puskesmas
Tambelang yang mendapatkan Tindakan operasi sectio caesaria pada bulan November 2023
sebanyak 40 orang yang terdiri dari 20 ibu post sc yang mendapat perlakuan dan 20 ibu nifas post
sc yang tidak mendapatkan perlakuan. Metode pengumpulan sampel menggunakan total sampling,
yaitu jumlah sampel sama dengan populasi sebanyak 40 orang. Instrument pengumpulan data
dengan data primer, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji Shapiro
wilk. Hasil Uji statistic dengan menggunakan uji non parametrik test Mann Whitney yaitu dengan
nilai Asymp Sig P=0,006 (<a=0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.
Diharapkan petugas PONED berkoordinasi dengan Bidan Desa lebih meningkatkan pemantauan
kepada ibu nifas post Sectio caesarea dalam proses penyembuhan luka operasinya khususnya pola
nutrisi tinggi protein.