ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN CIKARANG PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Mei 2023 Nama : Firman Dwi Prihartono NIM : 221070059 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU LANSIA DALAM MENGONTROL GULA DARAH AKIBAT DIABETES MELITUS DI BOGOR SENIOR HOSPITAL TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes melitus adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup sebuah hormone polipeptida yang mengatur metabolisme, dan angka kejadian penyakit diabetes melitus meningkat secara drastis di negara berkembang termasuk Indonesia (Dewi,2017). Survei awal yang dilakukan peneliti dengan melakukan wawancara langsung kepada pasien lansia di Bogor Senior Hosital kepada 15 penderita diabetes melitus, dari 15 penderita, 26,7% penderita mempunyai pengetahuan kurang, 66% memilki perilaku yang kurang baik, 60% kurang memiliki motivasi diri yang kurang baik, dan hampir semua responden 86% kurang memiliki dukungan dari tenaga kesehatan dan 66% kurang mendapat dukungan dari keluarga dalam proses penyembuhan penyakitnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di Bogor Senior Hospital Tahun 2023. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling, pengumpulan data menggunakan analisis secara univarit dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan analisis didapatkan ada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah dengan hasil uji statistik chi square di peroleh nilai P value 0,00 untuk hubungan pengetahuan, 0,001 untuk hubungan sikap, 0,004 untuk hubungan motivasi diri, 0,000 untuk hubungan dukungan keluarga dan 0,000 untuk dukungan tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku lansia dalam mengontrol gula darah. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan upaya pengelolaan penyakit diabetes melitus dengan cara mengoptimalkan kegiatan penyuluhan atau perawatan menggenai pengelolaan diabetes melitus. Kata kunci : Analitik observasional, Diabetes melitus, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah Bahan bacaan : 5 buku (2015-2018), 5 jurnal (2018-2020), 2 Skripsi (2018).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Keluarnya perawat dari rumah sakit dapat memberikan dampak yang kurang baik, seperti menyebabkan terganggunya proses pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitan ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik (non eksperimental) yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh perawat yaitu perawat yang aktif bekerja di Rumah Sakit Cikarang Medika berjumlah 95 orang. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor (kondisi kerja, gaji dan tunjangan, peluang karier, dan hubungan rekan kerja) memiliki hubungan yang signifikan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika pada tahun 2023. Variabel Gaji dan Tunjangan yang Kompetitif merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan retensi perawat di Rumah Sakit Cikarang Medika Bekasi tahun 2023.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Menstruasi yang pertama kali oleh wanita disebut dengan menarche. Menarche ditandai dengan keluarnya darah dari vagina akibat peluruhan lapisan endometrium. Usia menarche bervariasi dari rentang umur 10-16 tahun, normalnya terjadi pada usia 12-14 tahun dan apabila menarche terjadi dibawah usia 12 tahun maka disebut dengan menarche dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor faktor yang dapat mempengaruhi menarche dini pada remaja putri. Penelitian ini dilakukan dengan metode Total Sampling dengan sampel sebanyak 50 remaja. Setelah sampel diperoleh, peneliti membagikan kuisioner kepada responden yang berupa data inisial responden, usia menarche siswi, keterpaparan media massa, status gizi, riwayat menarche ibu (genetik). Hasil penelitian ini adalah bahwa banyak nya remaja putri usia 12 tahun di posyandu Remaja 12 Graha Asri Bekasi tahun 2023 sudah mengalami menarche dini dan faktor yang paing mempengaruhi nya dipengauhi oleh status gizi. Ada hubungan antar status gizi remaja dengan menarche dini remaja putri di Posyandu Remaja 12 Graha Asri Bekasi 2023 dengan nilai P Value 0,006 dimana nilai tersebut lebih kecil dari nilai p signifikat = 0,05. Diharapkan posyandu dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan tentang penyebab terjadinya percepatan menstruasi pada siswi. Terkhusus untuk status gizi diharapkan dapat mengawasi makanan siswi karena sekolah tempat anak menghabiskan waktu cukup lama.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengobatan pasien Tuberkulosis Paru memerlukan waktu lama sehingga dukungan keluarga penting diberikan. Bentuk dukungan keluaga dibagi menjadi : dukungan emosional keluarga, dukungan instrumental keluarga, dukungan informasi keluarga dan dukungan penilaian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan dukungan keluarga Pada Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru yang berobat di Poli Paru Rumah Sakit Annisa Cikarang Tahun 2020. Metode yang digunakan adalah cross sectional. Sampel yang digunakan adalah pasien TB Paru yang sedang berobat di Poli Paru Rumah Sakit Annisa Cikarang sebanyak 60 Responden dengan tehnik total sampling yang dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2020. Data diambil dari hasil kuesioner dan rekam medis Pasien. Data dianalisis untuk mengetahui rasio prevalensi dengan menggunakan tabel 2x2, dengan interval kepercayaan 95%. Hasil analisa bivariat menunjukan dukungan emosional keluarga (P. Value = 0,000 ;CI 95% = 3,85-268), dukungan instrumental keluarga (P.Value =0,004;CI 95% = 1,584-14,8), dukungan informasi keluarga (P.Value=0,006;CI 95% = 1,525-19,7), dukungan penghargaan keluarga (P. Value =0,002 ; CI 95% = 1,817-17,326). Pengobatan TB Paru pada pasien Tuberkulosis Paru sebagian besar patuh dalam pengobatannya dan Ada hubungan secara statistic. Disarankan bagi peran perawat khusunya perawat di Poli Paru Rumah Sakit dan keluarga dalam promosi kesehatan sebagai health educator terhadap pentingnya dukungan keluarga pada pengobatan pasien Tuberkulosis Paru.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi adalah tekanan darah yang persisten dimana tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg (Hasdianah dan Suprapto, 2016). Hipertensi pada lansia adalah tekanan darah dimana sistolik 160 mmHg/ 90 mmHg. Pada skripsi ini penulis mengangkat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia khususnya yaitu aktivitas fisik, kadar kolesterol dalam darah, konsumsi natrium dan status hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di kampung pulo tapis Rt. 06/02 dengan P-Value 0,044 < (0,05) dan nilai OR 0,293. Kemudian hubungan antara kadar kolesterol dalam darah dengan kejadian hipertensi pada lansia di kampung pulo tapis Rt. 06/02 dengan P-Value 0,001 < (0,05) dan nilai OR 8,500. Selanjutnya hubungan antara konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia di kampung pulo tapis Rt. 06/02 cabang dengan P-Value 0,025 < (0,05) dan nilai OR 3,879. Ada hubungan antara aktivitas fisik, kadar kolesterol dalam darah, asupan natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia Kp. Pulo Tapis RT. 06/02 Desa Sindang Sari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi. Adapun tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian hipertensi pada lansia di Kp. Pulo Tapis RT. 06/02 Desa Sindang Sari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurut hasil penelitian Global Burden of Disease tahun 2010, penyakit gagal
ginjal kronik merupakan penyebab kematian peringkat ke-27 di dunia tahun 1990
dan meningkat menjadi urutan ke-18 pada tahun 2010. Sementara itu di Indonesia
penyakit gagal ginjal menempati urutan ke-10 dalam penyakit tidak menular.
Sebanyak 499.800 penduduk Indonesia menderita penyakit gagal ginjal18. Salah
satu unsur penatalaksanaan gagal ginjal kronik yaitu mengatur asupan makan (diit).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan
Dengan Perilaku Diit Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani
Hemodialisis Di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun
2018. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif, rancangan cross sectional,
jumlah sampel 59 pasien. Analisa data meliputi univariat dan bivariat. Analisa
univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel.
Analisa bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian Ada hubungan antara
pendidikan pasien dengan perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan pv=
0,005. Ada hubungan antara pekerjaan pasien dengan perilaku diit pasien gagal
ginjal kronik dengan pv= 0,049. Ada hubungan antara pengetahuan pasien dengan
perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan pv= 0,002. Ada hubungan antara
dukungan keluarga pasien dengan perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan
pv= 0,005. Ada hubungan antara dukungan petugas kesehatan pasien dengan
perilaku diit pasien gagal ginjal kronik dengan pv=0,002. Kesimpulan dari
penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan,
dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku diit pada
pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Ruang Hemodialisa
Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018.