BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Data WHO menunjukan bahwa angka yang sangat memperihatinkan terhadap kematian bayi yang dikenal dengan fenomena 2/3. Berdasarkan data yang dilaporkan kepada direktorat kesehatan
keluarga tahun 2019 dari 29.322 kematian balita 69% (20.244 kematian) diantaranya terjadi pada masa neonatus. Pengetahuan ibu tentang tanda bahaya bayi baru lahir merupakan salah satu faktor
penting agar dapat mengantisipasi masalah tersebut lebih awal. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 70 orang responden ibu nifas yang berada di PMB Rohaya tahun 2023. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pengetahuan dengan usia dengan nilai P-Value 0,005, pendidikan = 0,036, paritas = 0,009, sumber informasi = 0,001 dan dukungan tenaga kesehatan = 0,015 dengan semua nilai P-Value yang didapatkan P<a 0,05. Kesimpulan hasil dari 5 variabel yang diteliti mempunyai hubungan dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam masa nifas pada tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir agar dapat mencegah hal-hal patologis yang dapat terjadi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, 03 Maret 2023 Nama : Rohaya NIM : 221050060 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA PADA BAYI BARU LAHIR DIPMB BIDAN ROHAYA DESA SUKAMULYA KECAMATAN SUKATANI KABUPATEN BEKASI TAHUN 2023 xiv + 77 Halaman + 12 Tabel + 8 Lampiran ABSTRAK Data WHO menunjukan bahwa angka yang sangat memperihatinkan terhadap kematian bayi yang dikenal dengan fenomena 2/3. Berdasarkan data yang dilaporkan kepada direktorat kesehatan keluarga tahun 2019 dari 29.322 kematian balita 69% (20.244 kematian) diantaranya terjadi pada masa neonatus. Pengetahuan ibu tentang tanda bahaya bayi baru lahir merupakan salah satu faktor penting agar dapat mengantisipasi masalah tersebut lebih awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Terhadap Tanda-tanda Bahaya Pada Bayi Baru Lahir di PMB Rohaya Sukamulya Sukatani Bekasi tahun 2023. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 70 orang responden ibu nifas yang berada di PMB Rohaya tahun 2023. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square . Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pengetahuan dengan usia dengan nilai P-Value 0,005, pendidikan = 0,036, paritas = 0,009, sumber informasi = 0,001 dan dukungan tenaga kesehatan = 0,015 dengan semua nilai P-Value yang didapatkan Pα 0,05. Kesimpulan hasil dari 5 variabel yang diteliti mempunyai hubungan dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam masa nifas pada tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir agar dapat mencegah hal-hal patologis yang dapat terjadi. Kata Kunci : Pengetahuan ibu nifas, neonatus, tanda bahaya pada BBL UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) FACULTY OF HEALTH SCIENCES MIDWIFERY UNDERGRADUATE STUDY PROGRAM AND MIDWIFERY PROFESSIONAL EDUCATION Skripsi, 03 March 2023 Name : Rohaya NIM : 221050060 FACTORS THAT INFLUENCE THE KNOWLEDGE OF POSTPARTUM MOTHER ABOUT DANGER SIGNS IN NEWBORNS AT PMB ROHAYA MIDWIFES, SUKAMULYA VILLAGE, SUKATANI DISTRICT, BEKASI IN 2023. xiv + 77 Pages + 12 Tables + 8 Attachments ABSTRACT WHO data shows that there is a very worrying infant mortality rate known as the 2/3 phenomenon. Based on data reported to the directorate of family health in 2019 there were 29.322 under five deaths 69% (20.244 deaths) of which occurred durin the neonatal period. Mothers knowledge about dener signs in newborns is an important factor to anticipate these problems earlier. This study aims to determine the factors that influence the knowledge of postpartum mother about danget signs in newborns at PMB Rohaya Midwifes, Sukamulya Village, Sukatani District, Bekasi in 2023. The research method is quantitative analytic with cross sectional approach. The sample in this study used total sampling., namely the entire population could be used as a sample with a total of 70 pospartum women respondents who were at PMB Rohaya 2023. The analysis used was univariate and bivariate with statistical test using chi-squre test. Results of bivariate analysis there is a realtionship between knowledge and age = 0,005, education = 0,036, parity = 0,009, information sources = 0,001 and family support = 0,015 with all P-Value obtained P-Valueα 0,05. The conclusion from the results of the 5 variabels studied has a relationship with the kowlede of postpartum mothers about danger signs in newborns. Health workers should be able to provide education and information, especially related to the postpartum period about danger signs in newborns so that they can prevent pathological things taht can occur. Keyword : Knowledge of pospartum mothers, neonates, danger signs in newborn
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Indonesia menduduki Peringkat ke-2 di ASEAN dan peringkat ke-8 di dunia. Saat pandemic Covid19 banyak anak mengalami kekosongan waktu dan kurangnya pengawasan, anak yang sedang dalam masa mencari jati diri, mengenal cinta, banyak yang menyalahgunakan hal tersebut sehingga terjadilah kehamilan diluar nikah yang memaksa mereka melakukan perkawinan diusia anak, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitan ini. Tujuan umum dari penelitian yaitu untuk mengetahui fenomena perkawinan anak di masa pandemic Covid-19 di desa Sukalaksana Kabupaten Bekasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai pada bulan Januari 2022 di Desa Sukalaksana Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi.
Dari penelitian ini penulis mewawancarai 10 orang informan. Yang terdiri dari 5 orang sebagai informan inti, 2 orang tua yang menikahkan anak, 1 orang tokoh masyarakat, 1 orang staff desa, dan 1 penghulu desa sukalaksana. Karakteristik informan yang dibahas dalam penelitian meliputi: umur dan pandemic covid19. (1)Umur, mereka masih duduk dibangku sekolah yang usianya kurang dari 19 tahun. (2)Pandemic Covid19, Data yang diambil adalah kurun waktu pandemic covid19 terjadi yaitu Maret 2020 sampai dengan Desember 2021.
Simpulan (1) Pandemic covid19 menjadi penyebab terjadinya peningkatan perkawinan anak pada remaja di Desa Sukalaksana. Fakta tersebut digali dari informan-informan inti yaitu pelaku. Dan staff Desa yang memberikan pemaparan atas perkawinan anak di Desa Sukalaksana dan didapatkan data dari amil nikah di Desa Sukalaksana yang menyatakan bahwa adanya peningkatan perkawinan anak pada saat pandemic covid19. (2) Dampak kesehatan dari perkawinan dini yang terjadi di Desa Sukalaksana yaitu banyaknya kehamilan beresiko tinggi karena usia kurang dari 20 tahun, tingginya kasus SC, perdarahan, baby bluess dan ancaman kanker serviks.
Solusi yang dapat dilakukan oleh Desa Sukalaksana yaitu meningkatkan program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) untuk meningkatan peran serta keluarga untuk memberikan pendidikan agama lebih mendalam, sosialisasi pada masyarakat dengan program kawin cukup umur. Program ini berbentuk sosialisasi untuk orangtua dan anak tentang pentingnya seks edukasi dan pengawasan para anak saat dilingkungan rumah.