Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Lina Mardianti

12 karya publik ditemukan.

2021: 12020: 62019: 5

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Terhadap Imunisasi MR (Measles, Rubella) Pada Balita di Puskesmas Telaga Murni

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Imunisasi merupakan usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak mencegah dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk terhadap penyakit tertentu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi 2017, Rekapitulasi pelaksanaan kampanye Measles Rubella untuk hasil Puskesmas Telaga Murni 93,7% angka ini kurang dari hasil proyeksi kampanye Measles Rubella untuk hasil proyeksi kampanye Measles Rubella yaitu 96,58%. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi antara pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur dengan pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (Measles Rubella). Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross secsional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling dengan mengambil sampel atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Instrumen yang digunakan menggunakan berupa kuesioner sebagai alat ukur. Sebelum dilakukan analisis data dalam penelitian ini diuji validitas dan reabilitas pada 30 responden. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis univariat, dan analisis bivariat dengan menggunkan chi square. Seluruh analisis data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23. Kesimpulan hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,001 (P<a 0,05), dan OR 7,125 hasil Pekerjaan P-Value = 0,009 (P<a 0,05) dan OR 4,400 Paritas P-Value = 0,019 (P<a 0,05), dan OR 10,850 Sumber informasi P-Value = 0,004 (P<a 0,05), dan OR 5,225 Umur P-Value = 0,016 (P<a 0,05), dan OR 4,500. Kesimpulan bahwa variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan umur mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa pendidikan kesehatan yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi ibu yang mempunyai balita. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan promosi kesehatan bagi masyarakat terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah agar masyrakat mengetahui manfaat dan tujuan imunisasi MR (measles,rubella) sehingga tujuan atau program untuk imunisasi tercapai.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Terhadap Imunisasi MR (Measles, Rubella) Pada Balita di Puskesmas Telaga Murni

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Imunisasi merupakan usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak mencegah dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk terhadap penyakit tertentu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi 2017, Rekapitulasi pelaksanaan kampanye Measles Rubella untuk hasil Puskesmas Telaga Murni 93,7% angka ini kurang dari hasil proyeksi kampanye Measles Rubella untuk hasil proyeksi kampanye Measles Rubella yaitu 96,58%. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi antara pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur dengan pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (Measles Rubella). Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross secsional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling dengan mengambil sampel atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Instrumen yang digunakan menggunakan berupa kuesioner sebagai alat ukur. Sebelum dilakukan analisis data dalam penelitian ini diuji validitas dan reabilitas pada 30 responden. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis univariat, dan analisis bivariat dengan menggunkan chi square. Seluruh analisis data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23. Kesimpulan hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,001 (P<a 0,05), dan OR 7,125 hasil Pekerjaan P-Value = 0,009 (P<a 0,05) dan OR 4,400 Paritas P-Value = 0,019 (P<a 0,05), dan OR 10,850 Sumber informasi P-Value = 0,004 (P<a 0,05), dan OR 5,225 Umur P-Value = 0,016 (P<a 0,05), dan OR 4,500. Kesimpulan bahwa variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan umur mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa pendidikan kesehatan yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi ibu yang mempunyai balita. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan promosi kesehatan bagi masyarakat terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah agar masyrakat mengetahui manfaat dan tujuan imunisasi MR (measles,rubella) sehingga tujuan atau program untuk imunisasi tercapai.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Pemilihan Tempat Persalinan di Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru Tahun 2018

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan pada tahun 2016 Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan Angka Kematian Bayi berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) sebesar 22 per 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2015 disampaikan bahwa jumlah kasus kematian ibu melahirkan karena kehamilan, persalinan, dan nifas cukup tinggi yakni 823 kasus dan Angka Kematian Bayi yakni 3369 kasus. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross sectional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemilihan tempat persalinan di Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru pada tahun 2018. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang pernah melahirkan dalam 3 bulan terakhir (Oktober, November, dan Desember) pada tahun 2017 di wilayah Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru. Sampel dalam penelitian ini adalah total samping yaitu sebanyak 40 ibu yang bersalin 3 bulan terakhir. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner sebagai alat ukur. Rancangan analisa data adalah univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian yaitu hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,033 (P<a 0,05), dan OR 5,625, status ekonomi P-Value = 0,011 (P<a 0,05) dan OR 8,250, dukungan suami P-Value = 0,008 (P<a 0,05), dan OR 8,33, pengetahuan P-Value = 0,026 (P<a 0,05), dan OR 6,000, jarak ke fasilitas kesehatan P-Value = 0,026 (P<a 0,05), dan OR 6,000. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pendidikan, status ekonomi, dukungan suami, pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan dengan pemilihan tempat persalinan di Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru pada tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam membantu semua ibu bersalin yang ada dilingkungannya, agar memilih tempat persalinannya ke sarana pelayanan kesehatan.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Remaja Putri Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Siswi Kelas VII SMPN 2 Cikarang Selatan

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Personal Hygiene merupakan pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit (Proverawati, 2009). Menurut BKKBN (2009) di Indonesia sebanyak 75% wanita pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan 45% diantaranya bisa mengalami keputihan sebanyak dua kali atau lebih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi pada siswi kelas vii SMPN 2 Cikarang Selatan 2018. Penelitian ini menggunakan rancangan Analitik Deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Cikarang Selatan pada tahun 2018 dan proses pengambilan data dilaksanakan 14-21 Maret 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi di SMPN 2 Cikarang Selatan sebanyak 132 orang, subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang sudah mengalami menstruasi sebanyak 132 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan variabel penelitian perilaku, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan guru, sumber informasi. Dari penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan hasil bahwa yang berperilaku kurang baik sebanyak 71 (53,8%), yang berpengetahuan kurang baik sebanyak 105 (79,5%), yang tidak mendapat dukungan keluarga 94 (71,2%), yang tidak mendapat dukungan guru sebanyak 91 (68,9%) dan yang mendapat sumber informasi dari media elektronik 67 (68.9%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semua variabel memiliki hubungan yang bermakna terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi di SMPN 2 Cikarang Selatan pada tahun 2018. Diharapkan untuk remaja putri lebih meningkatkan pengetahuan dan wawasan agar dapat melakukan personal hygiene dengan baik dan memelihara organ reproduksi dengan baik dan benar.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Hamil dalam Mengikuti Senam Hamil di RB Rhaudatunnadya Tahun 2019

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Senam hamil adalah senam yang di lakukan pada masa kehamilan dengan tujuan untuk mempersiapkan fisik dan mental ibu hamil, dengan harapan proses persalinan akan berjalan lancar dan aman, akan tetapi pengetahuan tentang maanfaat dan dampak baik yang dihasilkan senam hamil belum diketahui oleh masyarakat luas, jadi tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan informasi dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya Cikarang, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2019, populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC dengan sampel sebanyak 157 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungngkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pengetahuan nilai P= 0,047 (P<a0,05) dan OR= 0,477, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pendidikan nilai P= 0,23 (P<a0,05) dan OR= 0,404, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pekerjaan nilai P= 0,018 (P<a0,05) dan OR= 0,435, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan paritas nilai P= 0,25 (P<a0,05) dan OR= 0,394, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan informasi nilai P= 0,029 dan OR= 0,461. Dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan informasi dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil, saran dalam penelitian ini adalah ibu hamil agar lebih aktif mencari informasi tentang kesehatan ibu dan janinya khususnya senam hamil.

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ketuban pecah dini dapat menimbulkan berbagai masalah bagi ibu maupun janin, misalnya bagi ibu dapat terjadi, perdarahan postpartum, dan infeksi pada masa nifas. Pada janin dapat terjadi partus premature, dll. Kasus KPD di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017 sebanyak 148 kasus dari 442 persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara gemeli, bayi besar, kelainan bawaan ketuban, dan infeksi dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi pada bulan Juni-November tahun 2018 yaitu 478 ibu. Sampel yang digunakan adalah seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini sebanyak 53 kasus. Namun, pada penelitian ini peneliti mengambil pembandingan sebanyak 3x dari kasus 1:3 dimana ibu yang mengalami ketuban pecah dini sebanyak 53 orang dan yang tidak mengalami ketuban pecah dini sebanyak 159 orang. Total sampel sebanyak 212 sampel. Sumber data didapat dari rekam medik (data sekunder). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian Uji Statistic Chi-Square berdasarkan analasis univariat didapatkan bahwa sebagian kecil ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi mengalami ketuban pecah dini sebanyak (25.0%), Gemeli sebanyak (28.3%), bayi besar sebanyak (12.7%), kelainan bawaan ketuban sebanyak (34.4%), infeksi vagina sebanyak (31.1%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini adalah Gemeli (Pvalue:0.008 ; OR:2.528), bayi besar (Pvalue:0.006 ; OR:3.366), kelainan bawaan ketuban (Pvalue:0.037 ; OR:2.065), dan infeksi (Pvalue:0.040 ; OR:2.068) Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan (gemeli, bayi besar, kelainan bawaan ketuban, dan infeksi) pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018. Saran bagi ibu hamil diharapakan dapat meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini pada ibu hamil apabila terjadinya ketuban pecah dini.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Ibu untuk Pijat Bayi Secara Teratur di RB Rhaudhatunnadya Tahunu 2019

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pijat bayi merupakan terapi sentuhan sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi namun pengetahuan tentang pijat bayi belum banyak diketahui oleh masyarakat, dikarenakan masih mempercayakan pijat bayi kepada dukun bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat ibu tentang pijat bayi secara teratur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di RB Rhaudhatunnadya cikarang,pengumpulan data dilaksanakan selama bulan april-mei 2019, populasi penelitian ini adalah ibu yang memeriksakan bayinya serta yang melakukan kunjungan imunisasi bayinya dari umur 0-12 bulan di RB Rhaudhatunnadya dengan sampel sebanyak 180 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square yang bertujuan untul menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil analisis univariat sebagian besar ibu mempunyai minat untuk melakuakan pijat bayi secara teratur di RB Rhaudhatunnadya dengan presentase 63,5%, lebih banyak ibu yang berpengetahuan baik dengan presentase 61,8%, lebih banyak ibu yang berpendidikn tinggi dengan presentase 80,0%, lebih banyak ibu yang tidak bekerja dengan presentase 51,8%, lebih banyak ibu yang multipara dengan presentase 60,6%, lebih banyak ibu yang mendapat informasi dengan presentase 61,8%. Hasil analisis bivariat pengetahuan ibu tentang pijat bayi p value 0,011 (p>0,05) Ho ditolak, pendidikan p 0,015 (p>0,05) Ho ditolak, pekerjaan p value 0,018 (p>0,05) Ho ditolak, paritas p value 0,021 (p>0,05) Ho ditolak, informasi p value 0,011 (p>0,05) Ho ditolak. Kesimpulan : dari 5 variabel yang diteliti, seluruh variabel mempunyai hubungan yang bermakna dengan minat ibu untu pijat bayi secara teratur di RB Rhaudhatunadya. Saran dalam penelitian ini adalah RB Rhaudhatunnadya lebih memperhatikan tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan membangun minat ibu khususnya melakukan pemijatan bayi secara teratur.