BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Remaja memiliki kebiasaan jajan yang tinggi, terutama konsumsi
makanan pedas, berminyak, instan, serta minuman berkafein tanpa memperhatikan
waktu makan utama. Hasil observasi di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan
menunjukkan cukup tingginya keluhan gastritis pada siswa. Pola jajan yang tidak
sehat diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gastritis pada remaja.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola
jajan dengan risiko gastritis pada remaja kelas X di SMK Karya Bangsa Tambun
Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan
cross sectional. Sampel berjumlah 71 responden yang diambil menggunakan teknik
sampling yang telah ditentukan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan
dianalisis dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara pola jajan dan
risiko gastritis. Hasil Penelitian: Sebanyak 38 responden (53,5%) memiliki pola
jajan tidak baik dan 36 responden (50,7%) berisiko gastritis. Hasil uji chi-square
menunjukkan nilai p-value sebesar 0,044 (<0,05) dengan Odds Ratio (OR) sebesar
3,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pola jajan dengan risiko
gastritis. Responden dengan pola jajan tidak baik memiliki peluang 3 kali lebih
besar mengalami risiko gastritis dibandingkan dengan responden yang memiliki
pola jajan baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola jajan
dengan risiko gastritis pada remaja di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan. Pola
jajan yang tidak baik berhubungan dengan peningkatan risiko gastritis.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Diabetes Mellitus termasuk penyakit seumur hidup yang belum memiliki obat untuk kesembuhannnya. Seseorang yang mengidap Diabetes Mellitus harus meminum obat sepanjang sisa hidupnya untuk mengontrol gula darah dan mencegah terjadinya komplikasi. Melihat hal ini selain kedisiplinan dalam menjalankan pengobatan, dukungan keluarga juga sangat penting agar terapi dapat berjalan maksimal. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus di tiga bulan terakhir pada tahun 2020 yang berada di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sebanyak 67 responden dilibatkan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode concecutive sampling. Dukungan keluarga pada penelitian ini diukur menggunakan instrumen kuesioner dukungan keluarga Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS). Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta (p= 0,001). Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR= 6,443, artinya responden dengan dukungan keluarga kurang mempunyai peluang 6,443 kali untuk tidak patuh kontrol rutin dibanding responden dengan dukungan keluarga baik. Kesimpulan: Adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol rutin pada pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan responden dengan sampel yang lebih banyak dan menggunakan alat ukur yang lebih baik
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan pada tahun 2016 Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan Angka Kematian Bayi berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) sebesar 22 per 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2015 disampaikan bahwa jumlah kasus kematian ibu melahirkan karena kehamilan, persalinan, dan nifas cukup tinggi yakni 823 kasus dan Angka Kematian Bayi yakni 3369 kasus.
Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross sectional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemilihan tempat persalinan di Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru pada tahun 2018. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang pernah melahirkan dalam 3 bulan terakhir (Oktober, November, dan Desember) pada tahun 2017 di wilayah Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru. Sampel dalam penelitian ini adalah total samping yaitu sebanyak 40 ibu yang bersalin 3 bulan terakhir. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner sebagai alat ukur. Rancangan analisa data adalah univariat dan bivariat.
Dari hasil penelitian yaitu hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,033 (P<a 0,05), dan OR 5,625, status ekonomi P-Value = 0,011 (P<a 0,05) dan OR 8,250, dukungan suami P-Value = 0,008 (P<a 0,05), dan OR 8,33, pengetahuan P-Value = 0,026 (P<a 0,05), dan OR 6,000, jarak ke fasilitas kesehatan P-Value = 0,026 (P<a 0,05), dan OR 6,000.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pendidikan, status ekonomi, dukungan suami, pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan dengan pemilihan tempat persalinan di Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru pada tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam membantu semua ibu bersalin yang ada dilingkungannya, agar memilih tempat persalinannya ke sarana pelayanan kesehatan.