ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, sehingga kelancaran produksi dan pengeluarannya penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Produksi ASI yang optimal mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi serta keberlanjutan proses menyusui. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang membantu relaksasi ibu dan mendukung refleks pengeluaran ASI, sedangkan teknik Marmet memberikan stimulasi mekanis secara langsung pada payudara untuk membantu pengeluaran ASI. Kombinasi kedua teknik tersebut diharapkan dapat memberikan stimulasi yang lebih optimal dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan peningkatan produksi ASI antara pemberian pijat oksitosin dan kombinasi pijat oksitosin dengan teknik Marmet pada ibu nifas di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi Tahun 2026.
Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest two-group dengan 30 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 15 responden. Kelompok pertama diberikan pijat oksitosin, sedangkan kelompok kedua diberikan kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan satuan mL. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test pada tingkat kemaknaan α = 0,05.
Hasil menunjukkan rata-rata produksi ASI pada kelompok pijat oksitosin meningkat dari 19,92 mL menjadi 30,89 mL, sedangkan kelompok kombinasi meningkat dari 20,94 mL menjadi 42,81 mL. Peningkatan masing-masing sebesar 10,97 mL dan 21,87 mL, dengan p < 0,001. Uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001), dengan selisih rata-rata peningkatan sebesar 10,91 mL. Kesimpulan pada kedua intervensi didapatkan peningkatan produksi ASI, namun kombinasi pijat oksitosin dan teknik Marmet menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan pijat oksitosin saja. Kombinasi kedua teknik tersebut dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis dalam mendukung produksi dan pengeluaran ASI pada ibu nifas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Namun, pada masa postpartum masih banyak ibu yang mengalami kendala berupa rendahnya produksi ASI. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah melalui pijat breast care dan pijat oksitosin, yang bekerja merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan two group pretest–posttest design. Sampel berjumlah 30 responden, terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired t-test untuk melihat perbedaan pretest–posttest dalam masing-masing kelompok, serta uji Independent Samples t-test untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil: Sebelum intervensi, produksi ASI pada kelompok kontrol didominasi kategori rendah–sedang, sedangkan kelompok eksperimen pada kategori sedang. Setelah tujuh hari, kelompok kontrol hanya sedikit meningkat (80% sedang; 20% rendah), sementara kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan (86,7% tinggi; 13,3% sedang). Uji Paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan dalam kedua kelompok (kontrol: peningkatan rata-rata –1,000; p = 0,006, eksperimen: peningkatan rata-rata –4,733; p = 0,000). Uji Independent Samples t-test menghasilkan selisih rata-rata 5,267 (p < 0,001), menegaskan adanya perbedaan signifikan produksi ASI antara kedua kelompok. Kesimpulan: penelitian ini adalah kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terbukti efektif meningkatkan produksi ASI ibu postpartum, sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan data UNICEF dan WHO tahun 2021, tingkat pemberian ASI hanya 44% bayi di bawah usia enam bulan yang disusui secara eksklusif sementara 68% wanita terus menyusui bayinya setidaknya selama satu tahun, sedangkan targetnya 70-80% angka ini jauh dari target yang diharapkan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu Postpartum di TPMB Edeh Patmawati Tahun 2023.
Jenis penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan menggunakan one group pretest posttest design. Jumlah responden 35 responden, analisa data dilakukan secara Univariat dan Bivariat. Penelitian ini dilakukan di TPMB Edeh Patmawati terhitung dari bulan November - Desember Tahun 2023. Pengumpulan data menggunakan kuisioner.
Hasil dari penelitian didapatkan uji wilcoxone signed ranks test nilai 0,000 (p<0,005) ada ada pengaruh pijat laktasi dengan teknik oksitosin pada ibu Postpartum di TPMB Edeh Patmawati Tahun 2023.
Disarankan kepada praktek bidan mandiri diadakan pelayanan Pijat Oksitosin sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI pada masa nifas serta melatih keluarga klien sehingga dapat melaksanakan pijat oksitosin secara mandiri dirumah.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Semua perempuan mempunyai potensi untuk memberikan ASI kepada anaknya, namun tidak semua ibu postpartum dapat langsung mengeluarkan ASI. Kendala dalam memberikan ASI secara dini pada hari pertama setelah melahirkan yaitu produksi ASI yang sedikit. Keadaan emosi ibu yang berkaitan dengan reflex oksitosin ibu dapat mempengaruhi produksi ASI sekitar 80% sampai 90%. Kondisi emosional ibu dalam keadaan baik, nyaman dan tanpa tekanan maka dapat meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Untuk mengatasi hal ini dilakukan pijat oksitosin.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi tahun 2022.Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Only Design, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, yaitu yang diberi perlakuan (kelompok eksperimen). Kelompok efek diberi perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah dikenai perlakuan. Populasinya adalah seluruh Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-1 minggu di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini seluruh Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-1 minggu. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Total sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik menggunakan t – test didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada indikator Ibu dengan p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05 pada a = 5%) dan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada indikator bayi didapatkan p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05 pada a = 5%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi tahun 2022 pada indikator Ibu dan Bayi. Saran Diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan hasil penelitian ini yaitu pemberian pijat oksitosin bagi ibu post partum untuk meningkatkan produksi ASI dalam rangka pencapaian pemberian ASI Ekslusif dan pencegahan stunting.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU MENYUSUI BAYI USIA 0 – 1 MINGGU DI KLINIK FATWA MEDIKA KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022 Siti Julaeha Program Studi Sarjana Kebidanan (S1) Universitas Medika Suherman Email : [email protected] Abstrak Latar belakang: Semua perempuan mempunyai potensi untuk memberikan ASI kepada anaknya, namun tidak semua ibu postpartum dapat langsung mengeluarkan ASI. Kendala dalam memberikan ASI secara dini pada hari pertama setelah melahirkan yaitu produksi ASI yang sedikit. Keadaan emosi ibu yang berkaitan dengan reflex oksitosin ibu dapat mempengaruhi produksi ASI sekitar 80% sampai 90%. Kondisi emosional ibu dalam keadaan baik, nyaman dan tanpa tekanan maka dapat meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Untuk mengatasi hal ini dilakukan pijat oksitosin. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi tahun 2022 Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Only Design, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, yaitu yang diberi perlakuan (kelompok eksperimen). Kelompok efek diberi perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah dikenai perlakuan. Populasinya adalah seluruh Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-1 minggu di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini seluruh Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-1 minggu. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Total sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik menggunakan t – test didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada indikator Ibu dengan p-value sebesar 0,000 (p-value 0,05 pada α = 5%) dan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada indikator bayi didapatkan p-value sebesar 0,000 (p-value 0,05 pada α = 5%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Klinik Fatwa Medika Kabupaten Bekasi tahun 2022 pada indikator Ibu dan Bayi. Saran Diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan hasil penelitian ini yaitu pemberian pijat oksitosin bagi ibu post partum untuk meningkatkan produksi ASI dalam rangka pencapaian pemberian ASI Ekslusif dan pencegahan stunting. Bahan bacaan :14 buku (2010-2020), dan 19 Jurnal (2011-2022) Kata kunci: Pijat oksitosin, Produksi ASI THE EFFECT OF OXYTOCIN MASSAGE ON BREAST MILK (ASI) PRODUCTION IN BREASTFEEDING MOTHERS INFANTS AGED 0 -1 WEEK AT THE FATWA MEDIKA CLINIC, BEKASI REGENCY IN 2022 Siti Julaeha Bachelor of Midwifery Study Program (S1) Medika Suherman University Email : [email protected] Abstract Background: All women have the potential to breastfeed their children, but not all postpartum mothers can immediately excrete breast milk. The obstacle in giving breast milk early on the first day after giving birth is the small production of breast milk. The mother's emotional state related to the mother's oxytocin reflex can affect breast milk production by about 80% to 90%. The mother's emotional state is in good condition, comfortable and without pressure, it can increase and facilitate breast milk production. To combat this is performed oxytocin massage. Objective:The purpose of this study is to determine the effect of oxytocin massage on breast milk production in breastfeeding mothers at the Fatwa Medika Clinic, Bekasi Regency in 2022. Methods: The research design used in this study used quasi-experimentation with the design of One Group Pretest-Posttest Only Design, which is a type of research involving one group of subjects, namely those who were treated (experimental group). The effect group was treated and will be tested by comparing the results before and after being treated. The population is all breastfeeding mothers who have babies aged 0-1 week at the Fatwa Medika Clinic, Bekasi Regency in 2022. The sample in this study was all breastfeeding mothers who had babies aged 0-1 week. Sampling techniques using Total sampling with a total of 30 responden. Results: The results of the Statistical Test study using t - test found that there was an effect of oxytocin massage on the smoothness of breast milk on the maternal indicator with a p-value of 0.000 (p-value 0.05 at α = 5%) and there was an effect of oxytocin massage on the smoothness of breast milk on the baby's indicator obtained a p-value of 0.000 (p-value 0.05 on α = 5%). Conclusion: The conclusion of this study is that there is an effect of oxytocin massage on breast milk production in breastfeeding mothers at the Fatwa Medika Clinic, Bekasi Regency in 2022 on maternal and infant indicators. Advice It is hoped that health workers can apply the results of this study, namely the provision of oxytocin massage for post-partum mothers to increase breast milk production in order to achieve exclusive breastfeeding and stunting prevention. Reading material:.14 books (2010-2020), and 19 Journal (2011-2022) Keywords: Oxytocin massage, Breast milk production, Breastfeeding mothers