BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Ibu bekerja menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengasuh anak, yang sering kali menghadapi kendala dalam mempertahankan produksi ASI secara optimal. Tantangan seperti stres kerja, kurangnya waktu menyusui, dan minimnya fasilitas laktasi dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang mulai dimanfaatkan untuk mengatasi hal tersebut adalah konsumsi sari kacang hijau, karena kandungan nutrisinya yang dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap produksi ASI pada ibu bekerja di TPMB Wawang Putri tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 30 ibu bekerja dengan bayi usia 0–6 bulan, yang dipilih melalui teknik total sampling. Intervensi berupa pemberian 250 ml sari kacang hijau dua kali sehari selama tujuh hari. Volume ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan gelas ukur, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Terdapat peningkatan produksi ASI yang signifikan secara statistik (p < 0,05) setelah intervensi konsumsi sari kacang hijau selama tujuh hari. Kesimpulan: Sari kacang hijau efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu bekerja, serta memiliki potensi sebagai intervensi gizi berbasis pangan lokal yang murah dan mudah diakses untuk mendukung keberhasilan laktasi eksklusif.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Bendungan ASI adalah penyumbatan pada payudara yang diakibatkan oleh penumpukan ASI di saluran duktus laktiferus. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi bendungan ASI adalah dengan cara pijat laktasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat laktasi terhadap produksi ASI pada ibu Postpartum di Desa Pangulah Utara, Kec. Kotabaru, Kab. Karawang Tahun 2021.
Desain penelitian menggunakan pra eksperimen (pra eksperimen desain). Populasi penelitian: ibu postpartum di Desa Pangulah Utara yang mengalami bendungan ASI sebanayk 45. Sampel penelitian berjumlah 45 ibu postpartum, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variable dependen yaitu produksi ASI pada ibu postpartum. Variable independen yaitu pijat laktasi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Teknik pengolahan data menggunakan Editing, Coding, Tabulating, analis univariat, analis bivariate. Uji statistik menggunakan Uji Wilcoxon signed rank test.
Hasil Penelitian diketahui bahwa dari 45 responden mayoritas produksi ASI kurang sebelum dilakukan pijat laktasi yaitu sebanyak 45 responden (100%), sedangkan setelah dilakukan pijat laktasi produksi ASI cukup 38 responden (82%) dan kategori kurang 8 responden (18%). Hasil uji Wilcoxone Signed Test diperoleh nilai nilai p= 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan Pijat Laktasi Efektif terhadap Produksi ASI pada Ibu Postpartum dengan Bendungan ASI.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pijat laktasi efektif terhadap produksi ASI pada ibu postpartum dengan bendungan ASI di Desa Pangulah Utara Tahun 2021. Saran dalam penelitian ini untuk Institusi pendidikan, untuk tempat penelitian, untuk responden dan untuk peneliti selanjutnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
ASI ekslusif atau lebih tepat pemberian ASI (Air susu ibu) secara ekslusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, sejak lahir (post natal) sampai usia 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, sari buah, air putih, madu, air teh, dan tanpa tambahan makanan seperti buah-buahan, biskuit, bubur susu, bubur nasi, nasi tim, dan sebaginya ( Depkes RI, 1992 ). Dampak bayi yang tidak diberikan ASI secara penuh sampai pada usia 6 bulan pertama kehidupan memiliki resiko diare yang parah dan fatal. Resiko tersebut 30 kali lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI secara penuh. Dan bayi tidak diberikan ASI eksklusif, memiliki risiko kematian lebih besar karena terjadinya malnutrisi (Kemenkes, 2010).
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. Di Indonesia pemberian ASI Eksklusif mencapai 29,5% khususnya di Provinsi Jawa Barat. (Kemenkes RI, 2016). Di puskesmas Tambelang pada tahun 2017 mencapai 22,7% dan di desa sukarapih pada bulan Februari mencapai 15%, bulan Agustus mencapai 12% (Rekam Medis Puskesmas Tambelang,2017). Capaian ini belum mencapai target seperti yang di harapkan yaitu 50% menurut WHO dan menurut departemen kesehatan yaitu sebesar 80%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2018 yang ditinjau dari variabel pengetahuan, pekerjaan, paritas, promosi susu formula, manajemen laktasi, dukungan suami, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data primer dengan menggunakan kuesioner sebanyak 115 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-Square dengan α =0.05 dan penentuan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan ( Pvalue=0,001, OR=4,067). pekerjaan (Pvalue = 0,001,OR=3,880), paritas (Pvalue = 0,016, OR=2,732), promosi susu formula (P value = 0,002,OR=3,619).,Manajeman laktasi (P Value = 0,002. OR=3,475). Dukungan suami (PValue =0,001, OR=4,153). Dukungan keluarga (Pvalue =0,001, OR=3,880), dukungan tenaga kesehatan (Pvalue =0,002, OR=3,475).
Kesimpulan bahwa sebagian besar para suami tidak memberikan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif. perlu meningkatkan kesadaran serta pengetahuan tentang ASI ekslusif, yang memiliki pekerjaan baik pekerjaan rumah maupun pekerjaan kantor ASI eksklusif masi dapat diberikan dengan cara pemberian ASI yang telah diperah sebelumnya.
Kata Kunci : ASI Eksklusif, Pengetahuan, Pekerjaan, Paritas, Promosi susu formula, Manajemen laktasi, Dukungan suami, Dukungan keluarga, Dukungan tenaga kesehatan