BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Masa nifas merupakan periode penting dalam pemulihan ibu setelah persalinan. Salah satu proses fisiologis yang perlu dipantau adalah involusi uterus, yang ditandai dengan penurunan Tinggi Fundus Uteri (TFU). Mobilisasi dini merupakan salah satu upaya yang dapat membantu mempercepat proses involusi uterus dan mencegah komplikasi masa nifas. Tujuan: Mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap proses involusi uterus pada ibu nifas 6 jam di Praktik Mandiri Bidan Sanih Wilayah Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasy Experiment dan pendekatan One-Group Pretest-Posttest. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 30 ibu nifas 6 jam yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Pengukuran TFU dilakukan sebelum dan sesudah intervensi mobilisasi dini menggunakan metline. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan Paired Sample t-Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Rata-rata TFU sebelum dilakukan mobilisasi dini adalah 13,057 cm (SD ± 0,8332 cm), dengan nilai minimum 11,2 cm dan maksimum 14,8 cm. Setelah dilakukan mobilisasi dini, rata-rata TFU menurun menjadi 11,167 cm (SD ± 0,8860 cm), dengan nilai minimum 9,7 cm dan maksimum 12,8 cm. Terjadi penurunan rata-rata TFU sebesar 1,89 cm (SD ± 0,4037 cm). Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t-hitung = 25,641 dan p-value = 0,001 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan antara mobilisasi dini terhadap proses involusi uterus pada ibu nifas 6 jam. Simpulan: Mobilisasi dini terbukti mempercepat involusi uterus, sehingga disarankan menjadi asuhan rutin ibu nifas
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Tingginya ketergantungan impor bahan baku obat amoksisilin di Indonesia (90%) serta dampak lingkungan negatif dari metode sintesis kimia konvensional mendorong perlunya pengembangan metode bioproses yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan sintesis amoksisilin secara enzimatis dalam reaktor batch dengan enzim Penisilin G Asilase (PGA) terimobilisai. Metode kuantitatif eksperimental dilakukan menggunakan pemodelan Definitive Screening Design (DSD) untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi gliserol (0–15%), rasio substrat HPGME:6-APA (1–2 mM), dan suhu (20–35°C) terhadap yield amoksisilin (%) dan rasio selektivitas (S/H) menggunakan instrumen HPLC.
Hasil uji ANOVA menunjukkan model regresi yield amoksisilin bersifat signifikan (p = 0,0415; R² = 0,90), di mana konsentrasi gliserol (p = 0,0041) dan suhu (p = 0,0464) menjadi faktor yang berpengaruh nyata. Variasi rasio substrat tidak berpengaruh signifikan karena kondisi kejenuhan substrat, sementara respons selektivitas (S/H) juga tidak dipengaruhi secara nyata (p = 0,5230; R²= 0,65) akibat jalur reaksi sintesis dan hidrolisis yang kompetitif. Peningkatan konsentrasi gliserol menurunkan yield akibat peningkatan viskositas media yang menghambat transfer massa substrat menuju situs aktif enzim. Berdasarkan optimasi fungsi desirability (0,899), kondisi operasi optimum dicapai pada gliserol 0%, rasio substrat 1, dan suhu 34,72°C dengan prediksi yield amoksisilin maksimum sebesar 89,48%. Penelitian ini membuktikan efektivitas metode DSD dalam menyaring faktor dominan dengan jumlah percobaan 15 runs untuk pengembangan bioproses skala industri.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Luka setelah operasi caesar adalah jaringan terbuka yang disebabkan oleh operasi caesar ketika
perempuan tidak bisa melakukan persalinan normal. Berdasarkan dari studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 23-24 Juni 2023 di RS Sentra Medika Cikarang dengan melakukan observasi dan wawancara kepada 10 orang ibu post sectio caesaria di Ruang Klinik Kandungan RS Sentra Medika
Cikarang ditemukan bahwa terdapat 4 orang ibu post sectio caesaria yang mengalami penyembuhan luka operasi yang cukup lama (lebih dari 7 hari pasca operasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka operasi post section caesarea di ruang poliklinik rumah sakit sentra medika cikarang tahun 2023.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif korelasi.
Populasi dan sample dalam penelitian ini sebanyak 85 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat.
Hasil Dalam penelitian ini mayoritas usia responden yaitu Usia 20 – 35 tahun sebanyak 52 orang
(61,2%), mayoritas Nutrisi responden yaitu BB Ideal sebanyak 40 responden (47,1%), dan responden yang melakukan mobilisasi dini 6-10 jam sebanyak 51 orang (60%).Tidak Ada hubungan antara Usia dengan Penyembuhan Luka Post SC dengan nilai p-value 1,000. Ada hubungan yang signifikan antara Nutrisi dengan Penyembuhan Luka Post SC dengan nilai p-value 0,007. Ada hubungan yang signifikan antara Mobilisasi dini dengan Penyembuhan Luka Post SC nilai p-value 0,000.
Kesimpulan penelitian ini adalah tidak Ada hubungan antara Usia dengan Penyembuhan Luka Post
SC. Ada hubungan yang signifikan antara Nutrisi dengan Penyembuhan Luka Post SC. Ada hubungan yang signifikan antara Mobilisasi dengan Penyembuhan Luka Post SC. Saran dengan adanya penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam penyembuhan Luka post sectio caesaria khususnya di Ruang Klinik Kandungan RS Sentra Medika Cikarang.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Persalinan merupakan proses yang fisiologis dan merupakan kejadian yang menakjubkan bagi seorang ibu dan keluarga. Penatalaksanaan yang terampil dan handal dari bidan serta dukungan yang terus-menerus dengan menghasilkan persalinan yang sehat dan memuaskan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan. Pengalaman yang menyenangkan akan menimbulkan kenyamanan secara fisik maupun psikis ibu, sehingga membuat ibu nifas minim trauma dan ingin segera untuk bergerak segera setelah persalinan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PRE terhadap mobilisasi ibu postpartum 6 jam di PMB Repelita Bekasi Tahun 2022.
Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimental Post-Test Only Control Group Design, dengan jumlah sampel sebanyak
20 orang untuk kelompok eksperimen dan 19 orang untuk kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan data primer dari pengisian kuesioner dan observasi gerakan PRE dan mobilisasi ibu.
Hasil penelitian menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan oleh kelompok eksperimen sekitar 30-60 menit, sedangkan pada kelompok kontrol 60-150 menit untuk mampu melakukan mobilisasi dini pada ibu nifas sampai bisa berjalan secara perlahan. Hasil analisis menggunakan Uji Mann Withney dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p-value 0,000
< 0,05 artinya Ha diterima artinya ada pengaruh pelaksanaan PRE terhadap mobilisasi dini pada ibu nifas di PMB Repelita
Bekasi tahun 2022.
Simpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh PRE terhadap mobilisasi dini ibu postpartum di PMB Repelita. Diharapkan kepada lahan pratik tempat praktek bidan agar mengajarkan pasien melakukan pelvic rocking dengan birth ball dan diberikan kepada ibu hamil sejak Trimester III sebagai salah satu kegiatan persiapan persalinan dan nifas agar ibu merasakan nyaman hingga mudah untuk melakukan mobilisasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PRODI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, Februari 2023 Nama : Siti Hawa NIM : 221050070 PENGARUH PELVIC ROCKING EXERCISE (PRE) DENGAN MOBILISASI IBU POSTPARTUM 6 JAM DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN REPELITA KECAMATAN CIBITUNG KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022 xv + 48 Halaman + 6 Tabel + 9 Lampiran Persalinan merupakan proses yang fisiologis dan merupakan kejadian yang menakjubkan bagi seorang ibu dan keluarga. Penatalaksanaan yang terampil dan handal dari bidan serta dukungan yang terus-menerus dengan menghasilkan persalinan yang sehat dan memuaskan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan. Pengalaman yang menyenangkan akan menimbulkan kenyamanan secara fisik maupun psikis ibu, sehingga membuat ibu nifas minim trauma dan ingin segera untuk bergerak segera setelah persalinan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PRE terhadap mobilisasi ibu postpartum 6 jam di PMB Repelita Bekasi Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimental Post-Test Only Control Group Design, dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang untuk kelompok eksperimen dan 19 orang untuk kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan data primer dari pengisian kuesioner dan observasi gerakanPRE dan mobilisasi ibu. Hasil penelitian menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan oleh kelompok eksperimen sekitar 30-60 menit, sedangkan pada kelompok kontrol 60-150 menit untuk mampu melakukan mobilisasi dini pada ibu nifas sampai bisa berjalan secara perlahan. Hasil analisis menggunakan Uji Mann Withney dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p-value 0,000 0,05 artinya Ha diterima artinya ada pengaruh pelaksanaan PRE terhadap mobilisasi dini pada ibu nifas di PMB Repelita Bekasi tahun 2022. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh PRE terhadap mobilisasi dini ibu postpartum di PMB Repelita. Diharapkan kepada lahan pratik tempat praktek bidan agar mengajarkan pasien melakukan pelvic rocking dengan birth ball dan diberikan kepada ibu hamil sejak Trimester III sebagai salah satu kegiatan persiapan persalinan dan nifas agar ibu merasakan nyaman hingga mudah untuk melakukan mobilisasi Kata Kunci : Pelvic Rocking Exercise (PRE), Mobilisasi, Postpartum
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang. Kematian saat melahirkan menjadi faktor utama mortalitas usia muda pada masa puncak produktivitas. Di Indonesia masalah kesehatan ibu dan anak (KIA) masih menjadi suatu masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan masih tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Beberapa faktor penyebab langsung kematian ibu di Indonesia masih di dominasi oleh perdarahan (42%), eklamsia/preeklamsia (13%), abortus (11%), infeksi (10%), partus lama/persalinan macet (9%), dan penyebab lain (15%). Dalam persalinan akan terjadi perlukaan pada perineum baik itu karena robekan spontan maupun episiotomi. Di Indonesia luka perineum di alami oleh 75% ibu melahirkan pervaginam. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum antara lain adalah ibu tidak mengalami kelainan misalnya anemia dan diabetes melitus, kebutuhan gizi ibu tercukupi dilihat dari IMT ibu, pengetahuan ibu mengenai perawatan luka perineum ibu baik, vulva hygiene ibu baik selama masa nifas, ibu melakukan mobilisasi dini 2 jam setelah persalinan pada ibu tidak ada komplikasi (Wiknjosastro, 2007).
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Cross sectional. Penelitian dilaksanakan di BPS Hj. Wiwin Wulandari Cikarang Utara Kabupaten Bekasi selama bulan Mei sampai dengan Juni 2018, populasi dalam penelitian ini seluruh ibu nifas yang memiliki luka jahitan perineum di BPS Hj. Wiwin Wulandari Cikarang Utara Kabupaten Bekasi dan jumlah sampel sebanyak 77 responden.
Hasil analisa bivariat didapatkan hasil hubungan lama luka perineum dengan pengetahuan ibu nifas statistik diperoleh nilai p = 0,000 P < a 0,05.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, mobilisasi, vulva hygien dan pantang makanan dengan lamanya waktu penyembuhan luka perineum. Saran dalam penelitian ini perlunya peningkatan pengetahuan tentang luka jahitan perineum, pentingnya mobilisasi pada saat masa nifas, pentingnya vulva hygien yang baik dan asupan nutrisi yang baik.