Abstrak
Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang. Kematian saat melahirkan menjadi faktor utama mortalitas usia muda pada masa puncak produktivitas. Di Indonesia masalah kesehatan ibu dan anak (KIA) masih menjadi suatu masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan masih tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia. Beberapa faktor penyebab langsung kematian ibu di Indonesia masih di dominasi oleh perdarahan (42%), eklamsia/preeklamsia (13%), abortus (11%), infeksi (10%), partus lama/persalinan macet (9%), dan penyebab lain (15%). Dalam persalinan akan terjadi perlukaan pada perineum baik itu karena robekan spontan maupun episiotomi. Di Indonesia luka perineum di alami oleh 75% ibu melahirkan pervaginam. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum antara lain adalah ibu tidak mengalami kelainan misalnya anemia dan diabetes melitus, kebutuhan gizi ibu tercukupi dilihat dari IMT ibu, pengetahuan ibu mengenai perawatan luka perineum ibu baik, vulva hygiene ibu baik selama masa nifas, ibu melakukan mobilisasi dini 2 jam setelah persalinan pada ibu tidak ada komplikasi (Wiknjosastro, 2007). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Cross sectional. Penelitian dilaksanakan di BPS Hj. Wiwin Wulandari Cikarang Utara Kabupaten Bekasi selama bulan Mei sampai dengan Juni 2018, populasi dalam penelitian ini seluruh ibu nifas yang memiliki luka jahitan perineum di BPS Hj. Wiwin Wulandari Cikarang Utara Kabupaten Bekasi dan jumlah sampel sebanyak 77 responden. Hasil analisa bivariat didapatkan hasil hubungan lama luka perineum dengan pengetahuan ibu nifas statistik diperoleh nilai p = 0,000 P < a 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, mobilisasi, vulva hygien dan pantang makanan dengan lamanya waktu penyembuhan luka perineum. Saran dalam penelitian ini perlunya peningkatan pengetahuan tentang luka jahitan perineum, pentingnya mobilisasi pada saat masa nifas, pentingnya vulva hygien yang baik dan asupan nutrisi yang baik.