Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Stroke Iskemik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stroke Iskemik di ruang Stroke Unit RS Sentra Medika Cikarang

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Stoke iskemik merupakan suatu kondisi yang terjadi diakibatkan oleh pasokan darah ke bagian otak tiba-tiba terganggu, karena sebagian sel otak mengalami kematian akibat gangguan aliran darah karena sumbatan pembuluh darah otak.Tujuan penelitian ini berhubungan untuk mengetahui faktor –faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stroke iskemik diruang stroke unit RS.Sentra Medika Cikarang. Metode: penelitian ini bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menganalisis data primer yang didapatkan dari hasil wawancara pada pasien stroke iskemik,populasi berjumlah 36 responden dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian : Dari hasil menunjukan mayoritas responden berumur 56-65 tahun sebanyak 17 responden (47,2%). Riwayat Hipertensi diperoleh sebanyak 26 responden (72,2%) nilai pvalue=0’000. Mayoritas Jenis kelamin laki-laki sebanyak 18 responden dengan prosentase (50%) dengan nilai pvalue= 0,032. Mayoritas responden memiliki riwayat diabetes melitus dengan 26 responden (72,2%) dengan pvalue=0,000. serta pasien dengan riwayat Merokok dengan 15 responden (41,7%)dengan nilai pvalue=0,002. Kesimpulan: ada hubungan antara hipertensi, jenis kelamin, diabetes mellitus dan merokok pada pasien stroke iskemik

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Faktor-faktor Resiko yang Berhubungan Dengan Kejadian Stroke Iskemik di Ruang Stroke Unit RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stoke iskemik merupakan suatu kondisi yang terjadi diakibatkan oleh pasokan darah ke bagian otak tiba-tiba terganggu, karena sebagian sel otak mengalami kematian akibat gangguan aliran darah karena sumbatan pembuluh darah otak.Tujuan penelitian ini berhubungan untuk mengetahui faktor –faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stroke iskemik diruang stroke unit RS.Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian ini bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menganalisis data primer yang didapatkan dari hasil wawancara pada pasien stroke iskemik,populasi berjumlah 36 responden dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan mayoritas responden berumur 56-65 tahun sebanyak 17 responden (47,2%). Riwayat Hipertensi diperoleh sebanyak 26 responden (72,2%) nilai pvalue=0’000. Mayoritas Jenis kelamin laki-laki sebanyak 18 responden dengan prosentase (50%) dengan nilai pvalue= 0,032. Mayoritas responden memiliki riwayat diabetes melitus dengan 26 responden (72,2%) dengan pvalue=0,000. serta pasien dengan riwayat Merokok dengan 15 responden (41,7%)dengan nilai pvalue=0,002. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara hipertensi, jenis kelamin, diabetes mellitus dan merokok pada pasien stroke iskemik

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Input Somatosensori Dengan Aktivasi Pada Ekstremitas Bawah Terhadap Kontrol Postural Pada Pasien Stroke

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pasien dengan stroke juga akan mengalami gangguan sensorik, depresi, postural kontrol, gangguan keseimbangan, gangguan pola berjalan, dan gangguan kemampuan fungsional serta aktivitas sehari-hari. Pilihan modalitas sensorik dicakup ketika mempertimbangkan intervensi sensorik (misalnya somatosensori, vestibular, pendengaran dan multisensor) (Dias, 2014). Sehingga input sensori dengan akivitasi pada ektremitas bawah pada pasien stroke sangat diperlukan untuk meningkatkan kontrol postural. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan two group pre test dan post test. Penelitian ini menggunakan dua kelompok pasien, dimana masing-masing kelompok pasien akan dinilai kemampuannya sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Kelompok yang diteliti adalah pasien hemiparese post stroke iskemik yang diberi input somatosensory dengan aktivasi ektremitas bawah. Jumlah sampel berdasarkan rumus di atas adalah 14 pasien stroke jenis stroke iskemik. Uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-Wilk karena jumlah sample kurang dari 50. Selanjutnya dilakukan uji T-test tidak berpasangan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang bermakna. Berdasarkan hasil unpaired T-test pada masing-masing mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Untuk Fugle Meyer Assesment Lower Extremity pada kelompok perlakuan menunjukan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dengan p Value = < 0,0001, sedangkan pada kelompok kontrol menunjukan bahwa tidak terdapat perubahan yang signifikan dengan p Value = 0,848. Untuk Postural Assesment Scale For Stroke Patient (PASS) pada kelompok perlakuan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dengan p Value = 0,0014, sedangkan pada kelompok kontrol menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dengan p Value = 0,1700.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Input Sensori dengan Ativasi Pada Ektremitas Bawah terhadap Peningkatan Kontrol Postural pada Pasien Stroke

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pasien dengan stroke juga akan mengalami gangguan sensorik, depresi, postural kontrol, gangguan keseimbangan, gangguan pola berjalan, dan gangguan kemampuan fungsional serta aktivitas sehari-hari. Pilihan modalitas sensorik dicakup ketika mempertimbangkan intervensi sensorik (misalnya somatosensori, vestibular, pendengaran dan multisensor) (Dias, 2014). Sehingga input sensori dengan akivitasi pada ektremitas bawah pada pasien stroke sangat diperlukan untuk meningkatkan kontrol postural. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan two group pre test dan post test. Penelitian ini menggunakan dua kelompok pasien, dimana masing-masing kelompok pasien akan dinilai kemampuannya sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Kelompok yang diteliti adalah pasien hemiparese post stroke iskemik yang diberi input somatosensory dengan aktivasi ektremitas bawah. Jumlah sampel berdasarkan rumus di atas adalah 14 pasien stroke jenis stroke iskemik. Uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-Wilk karena jumlah sample kurang dari 50. Selanjutnya dilakukan uji T-test tidak berpasangan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang bermakna. Berdasarkan hasil unpaired T-test pada masing-masing mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Untuk Fugle Meyer Assesment Lower Extremity pada kelompok perlakuan menunjukan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dengan p Value = 0,0001, sedangkan pada kelompok kontrol menunjukan bahwa tidak terdapat perubahan yang signifikan dengan p Value = 0,848. Untuk Postural Assesment Scale For Stroke Patient (PASS) pada kelompok perlakuan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dengan p Value = 0,0014, sedangkan pada kelompok kontrol menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dengan p Value = 0,1700.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Ny. S Dengan Stroke Iskemik di Ruang Crysant RS Sentra Medika Cikarang

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah, bagian otak mendapatkan suplai darah membawa oksigen yang dibutuhkan oleh otak. Tujuan penelitian untuk menggali atau mempelajari proses Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik pada Ny.S dengan Stroke Iskemik Di Ruang Cysant RS Sentra Medika Cikarang dengan cara komprehensif sesuai dengan kebutuhan pasien. Batasan Masalah pada studi kasus ini penulis hanya membatasi pada Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Ny. S Dengan Dignosa Stroke Iskemik Di Ruang Crysant RS Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Ny.S) . Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil pengkajian menunjukan data-data untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, diantaranya klien mengalami anggota sebelah kanan tidak dapat digerakan, tampak tidak dapat melakukan aktivitas, kekuatan otot bagian kanan 1 1 dan kiri 3 3. Saran diharapkan klien dapat melakukan latihan rentan gerak teratur, melakukan aktivitas dan olahraga teratur, atur pola makan sehat, tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol. Kesimpulan dari data data yang ditemukan masalah keperawatan yang utama yaitu gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Tn. S Dengan Diagnosa Medis Stroke Iskemik di Ruang Chrysant RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stroke gangguan neurologis terjadi secara mendadak dengan tanda klinis fokal atau global yang berlangsung lama lebih 24 jam dikarenakan oleh gangguan peredaran darah di otak. Stroke iskemik dapat menyebabkan timbulnya kelemahan pada bagian wajah, tangan atau kaki yang menyebabkan timbulnya masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Tujuan penelitian untuk mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan pada pasien dengan stroke iskemik. Metode klien dewasa yang berjenis laki-laki berumur 65 tahun dengan masalah gangguan mobilitas fisik. Hasil studi kasus penelitian ini ditemukannya gejala klinis pada pasien stroke iskemik diantaranya mengeluh sulit menggerakkan ekstremitas, kekuatan otot menurun, sendi kaku, gerakan terbatas, fisik lemas, sehingga timbul diagnosa keperawatan utama gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan neuromuskuler. Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini adalah Tindakan monitor kondisi umum selama melakukan mobilisasi, libatkan keluarga untuk membantu meningkatkan pergerakan, anjurkan melakukan Range Of Motion (ROM), nganjurkan lakukan mobilisasi sederhana. Kesimpulan penelitian ini adalah Tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik belum teratasi ditandai dengan saat di lakukan mobilisasi Range Of Motion (ROM) pada bagian tangan masih mampu untuk di bantu pergerakan, namun untuk kaki belum ada Gerakan.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail