Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: ERACS
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Post SC Eracs di RS Siloam Lippo Cikarang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Sensasi nyeri pascaoperasi Sectio Caesarea (SC) dengan metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) tetap menjadi keluhan utama yang tidak dapat dihindarkan sepenuhnya akibat efek wearing-off anestesi dan dimulainya mobilisasi dini. Rasa nyeri ini dapat menghambat proses pemulihan fisik dan laktasi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang aman dan efektif untuk mengurangi intensitas nyeri adalah teknik relaksasi napas dalam. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien post SC ERACS di RS Siloam Lippo Cikarang Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 30 responden ibu post SC ERACS yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi teknik relaksasi napas dalam selama 15 menit menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan intervensi (pretest), seluruh responden (100%) mengalami nyeri sedang dengan rata-rata skor nyeri sebesar 4,63 ± 0,490. Setelah diberikan intervensi (posttest), seluruh responden (100%) mengalami penurunan nyeri menjadi kategori ringan dengan rata-rata skor nyeri sebesar 2,13 ± 0,730 (penurunan rata-rata sebesar 2,50 poin). Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,942 dan nilai signifikansi p < 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post SC ERACS di RS Siloam Lippo Cikarang. Teknik relaksasi napas dalam direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam Standar Prosedur Operasional (SPO) asuhan kebidanan sebagai terapi komplementer pendamping analgetik farmakologis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Anestesi Eracs dan Anestesi Spinal Terhadap Rasa Nyaman Pada Pasien SC di RS Lira Medika Karawang Tahun 2021

2023•Koleksi Perpustakaan

Tindakan operasi pada pasien SC dapat menggunakan metode ERACS atau anestesi spinal untuk menghilangkan nyeri. Anestesi ERACS merupakan metode baru yang sering digunakan baru-baru ini, sedangkan anestesi spinal adalah jenis anestesi yang sudah sering digunakan pada pasien SC sebelum adanya metode anestesi ERACS. Salah satu keluhan yang muncul setelah operasi adalah nyeri, mual/muntah maupun hambatan mobilisasi pascaoperasi. Keluhan pasca operasi ini menimbulkan rasa yang tidak nyaman bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Anestesi ERACS dan Anestesi Spinal terhadap Rasa Nyaman pada pasien SC. Penelitian ini menggunakan metode Quasi eksperimen. Quasi eksperimental adalah penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Subjek penelitian adalah pasien yang menjalani tindakan operasi Sc dengan metode ERACS sebanyak 25 pasien dan anestesi spinal sebanyak 25 pasien. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Shaviro Wilk. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai p value adalah 0,015, sehingga dapat diimpulkan bahwa ada pengaruh anestesi ERACS dan anestesi spinal terhadap rasa nyaman pada pasien SC di RS Lira Medika Karawang.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail