Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Demam Tifoid
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Biaya Pengobatan Pasien Demam Tifoid Rawat Inap BPJS di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2024

2025•Koleksi Perpustakaan

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas klinis dan efisiensi biaya pengobatan demam tifoid menggunakan terapi tunggal ceftriaxon, cefixime, serta terapi kombinasi ceftriaxon dan cefixime. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan analisis cost-effectiveness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas pengobatan pada kelompok terapi tunggal adalah sebesar 66,66% untuk ceftriaxon dan 66,66% untuk cefixime, sedangkan terapi kombinasi ceftriaxon dan cefixime pada kelompok B menunjukkan efektivitas 100%. Rata-rata total biaya pengobatan yang dikeluarkan untuk masing-masing terapi adalah Rp4.721.391 (ceftriaxon), Rp5.303.698 (cefixime), dan Rp4.599.894 (ceftriaxon dan cefixime). Analisis biaya-efektivitas rata-rata (Average Cost-Effectiveness Ratio/ACER) menunjukkan nilai sebesar Rp70.827 untuk ceftriaxon, Rp79.563 untuk cefixime, dan Rp45.998 untuk terapi kombinasi. Sementara itu, nilai Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) untuk peralihan terapi dari ceftriaxone tunggal ke cefixime tunggal adalah Rp582.307. Berdasarkan hasil tersebut, terapi kombinasi ceftriaxon dan cefixime memberikan efektivitas klinis tertinggi dengan nilai efisiensi biaya yang paling optimal dibandingkan terapi tunggal. Oleh karena itu, terapi kombinasi dapat dipertimbangkan sebagai pilihan yang lebih cost-effective dalam penanganan pasien demam tifoid.

18 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pasien Rawat Inap Demam Tifoid Anak di Rumah Sakit Permata Bekasi Tahun 2023

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 70% kematian terjadi di Asia. Demam tifoid merupakan penyakit endemik di negara Indonesia. Demam tifoid merupakan salah satu dari 20 penyakit terbanyak yang dilaporkan di puskesmas di Kota Tangerang pada tahun 2020, berdasarkan data penyakit rawat jalan dari lembaga tersebut. Tujuan penelitian : Untuk menilai penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid yang dirawat di Rumah Sakit X pada tahun 2023, dengan penekanan pada penggunaan obat yang bijaksana atau tepat. Metode : Penelitian ini menggabungkan data noneksperimental berupa rekam medis retrospektif pasien anak di Rumah Sakit X yang didiagnosis menderita demam tifoid antara bulan Januari dan Desember 2023. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan kuantitatif. Formulir khusus digunakan untuk mengumpulkan data, dan pasien anak yang didiagnosis menderita demam tifoid antara usia 1 dan 18 tahun diikutsertakan dalam penelitian ini tanpa memandang kondisi medis yang menyertainya. Analisis Chi-Square digunakan untuk memeriksa data. Hasil : Nilai p sebesar 0,000 dari pengujian SPSS, yang kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa terdapat korelasi substansial antara kualitas penggunaan antibiotik sebagaimana ditentukan oleh teknik Gyssens dan hasilnya. Serupa dengan ini, evaluasi metode ATC/DDD terhadap kualitas penggunaan antibiotik juga menunjukkan hubungan yang kuat dengan hasilnya, yang diperkuat oleh nilai p analisis SPSS sebesar 0,000, yang sekali lagi menunjukkan adanya korelasi karena nilainya kurang dari 0,05. Kesimpulan : Nilai p sebesar 0,000, atau kurang dari 0,05 menunjukan adanya hubungan kualitas dan kuantitas antibiotik terhadap outcame klinis.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Hipertermi Pada Ny. S Dengan Demam Tifoid di Ruang Jasmine RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Demam tifoid adalah penyakit infeksi dari bakteri salmonella thypi bakteri ini menempel pada makanan, kemudian memakan pada saat kondisi imunitas/ kekebalan/daya tahan tubuh menurun atau sedang lemah maka akan mudah tertular, penyakit ini menyerang anak-anak maupun orang dewasa melalui makanan, fases, urine, maupun air yang terinfeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan hipertermi. Metode penelitian studi kasus dengan menggunakan metode pendeketan penelitian deskriptif. Data yang diperoleh yaitu pemeriksaan fisik pada pasien, keluarga, perawat ruangan, observasi secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien demam tifoid dengan masalah keperawatan hipertermi ditemukan adanya klien tampak lemas, kulit tampak kemerahan, akral teraba hangat, suhu 38,3C, trombosit 16 10ul, tes widal (+). Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan suhu tubuh klien kembali normal yaitu 36-37,5C. Tindakan keperawatan yang efektif pada penelitian ini adalah water tepid sponge dan tindakan kolaborasi pemberian obat paracetamol. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan hipertermi teratasi ditandai dengan akral teraba dingin, kulit tampak tidak kemerahan, 99/67 mmHg, N = 78x/menit, RR = 20x/menit, S = 36,5C.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail