ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Dismenore primer adalah dismenore yang mulai terasa sejak menarche dan tidak ditemukan kelainan dari alat kandungan atau organ lainnya. Prevalensi dikalangan perempuan usia produktif terdiri dari 54,89% yang mengalami dismenore primer. Disebabkan oleh peningkatan dari prostaglandin, yang diproduksi pada lapisan dari rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri kelas X dan XI di Smk Islam Al-amin Tahun 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah 121 responden.Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu mengisi kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi square dengan SPSS didapatkanada hubungan antara hubungan riwayat keluarga (ρ= 0,000) dan olahraga (ρ= 0,000) dengan dismenore primer pada remaja putri. Sedangkan didapatkan tidak ada hubungan antara usia menarche (ρ=0,183), stres (ρ= 0,962), dan status gizi (ρ= 0,240).
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat ada hubungan antara riwayat keluarga, dan olahraga dengan dismenore primer pada remaja putri danterdapat tidak ada hubungan antara usia menarche, stress, dan status gizi. Diharapkan hasil penelitian ini siswi untuk melakukan pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan sesuai prinsip gizi seimbang
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRIDI SMP MEKAR MURNI Vii + 51 Hal + 6 Tabel + 2 Gambar + 15 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi dengan tidak adanya kelainan patologik pada pelvis yang biasa muncul pada umur 15-25 tahun dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tingkat stress dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor kejadian dismenore primer. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stress dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi 40 dan sampel sebanyak 40 siswi SMP Mekar Murni. Variabel pada penelitian ini adalah dismenore primer, tingkat stress dan aktivitas fisik. Pengumpulan data menggunakan Numering Rating Scale, Kessler Psychological Distress Scale Questionnaire and Global Physical Activity Questionnaire. Hasil: responden dengan dismenore primer sebesar 77,5%, responden dengan tingkat stres ringan sebesar 35,0%, responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebesar 35,0%. Hasil statistik antara dismenore primer dengan tingkat stres (p=0,000) dan tingkat aktivitas fisik (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer pada SMP Mekar Murni. Saran : Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode lain dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi kejadian dismenore primer, seperti usia, lama siklus menstruasi. Kata Kunci: Aktivitas fisik, dismenore primer, dan tingkat stres Daftar Pustaka : 2 buku dan 15 jurnal (2019 – 2022)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, juli 2023 Nama : Dyah Anggraini Nim : 020319609 PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PENANGANAN DISMENORE DI SMPN 4 CIKARANG TIMUR TAHUN 2023 ABSTRAK Latar Belakang : Rasa nyeri yang timbul ini biasanya dikenal dengan nama dismenore. Menurut World Health Organization (WHO, 2012 dalam Nora, 2018) didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) remaja mengalami dismenore dengan 10- 15% mengalami dismenore berat Tujuan Pnelitian : Untuk bisa mengetahui Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenorea Di SMPN 4 Cikarang Timur Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan one group prettest-posttest Dalam rancangan ini, responden diberikan sebuah kuesioner Kemudian diukur pengetahuan dan sikap. Penelitian ini termasuk tergolong penelitian quasi eksperimen dengan memakai pret - test and post - test design, yaitu merupakan suatu pengukuran yang dilakukan pada saat sebelum dan sesudah melakukan penelitian. Pada populasi penelitian ini ada 260 responden dan Teknik pengambilan sampel menggunakan sample random sampling dengan menggunakan rumus slovin dengan jumlah responden 157. Analisi data yang dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan analisis Paired Sample T Test dengan bantuan IBM SPSS statistics 25. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri di SMPN 2 Cikarang Timur tahun 2023 Kata kunci : Dismenore, Tingkat pengetahuan, Sikap, Remaja
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas serta proses belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan remaja putri tentang dismenore di SMP Negeri 4 Cikarang Selatan Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 96 remaja putri dipilih dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Guttman sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan sebelum intervensi terdapat 65 responden (67,7%) berpengetahuan kurang, 27 (28,1%) cukup, dan 4 (4,2%) baik. Setelah intervensi, seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Kesimpulannya, terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang dismenore.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Dismenore primer merupakan nyeri perut saat haid. Gejala dismenore yaitu rasa kram perut bagian bawah sampai punggung. Di Indonesia kejadian dismenore primer sebesar 60-70%. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang tahun 2026. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 233 remaja putri kelas XI. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan hasil 147 remaja putri kelas XI. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik stratified random sampling dan random sampling. Dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data pada penelitian ini yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: menunjukkan variabel yang berhubungan dengan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok adalah usia menarche (p=0,002), faktor genetik (p=0,023), dan tingkat stress (p=0,000). Simpulan: Dari 3 variabel yang diteliti hasilnya ada hubungannya dengan dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok. Saran: Diharapkan remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok yang mengalami dismenore diharapkan dapat melakukan upaya penanganan yang tepat serta menerapkan pola hidup sehat dan mengelola stres dengan baik agar keluhan dismenore tidak mengganggu aktivitas sehari-hari maupun proses belajar
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami
remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari maupun proses belajar.
Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore antara lain pola
makan dan aktivitas fisik. Pola makan yang tidak seimbang serta aktivitas fisik yang
rendah dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan produksi
prostaglandin sehingga memicu nyeri menstruasi. Tujuan: Mengetahui hubungan
pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas
X di SMAN 2 Sukatani Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik
pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui
kuesioner pola makan, aktivitas fisik, dan kejadian dismenore. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan
tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat
hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian dismenore dengan
nilai p-value = 0,032 (p < 0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Selain itu,
hasil uji statistik juga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara
aktivitas fisik dengan kejadian dismenore dengan nilai p-value = 0,028 (p < 0,05),
sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang
signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada
remaja putri kelas X di SMAN 2 Sukatani Tahun 2025.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Nyeri haid atau dismenore merupakan keluhan yang sering dialami remaja putri dan umumnya terjadi akibat kontraksi otot rahim yang dipengaruhi oleh peningkatan hormon prostaglandin. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2020, prevalensi dismenore di berbagai negara tergolong tinggi, dengan sekitar setengah perempuan di setiap negara mengalaminya. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada pada kategori ringan hingga sedang, sedangkan sekitar 10–15% mengalami nyeri berat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan proses belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan melalui metode ceramah interaktif yang dikombinasikan dengan permainan edukatif Clash of Champions terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang dismenore di SMPN 2 Tambelang tahun 2025. Selain itu, penelitian ini juga menguji perbedaan tingkat pengetahuan berdasarkan dukungan orang tua dan dukungan teman sebaya. Desain yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 59 siswi kelas VII yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata setelah intervensi, serta perbedaan bermakna berdasarkan tingkat dukungan orang tua dan teman sebaya (p-value=0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif efektif meningkatkan pemahaman siswi mengenai penanganan dismenore secara tepat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami wanita usia reproduksi. Hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan tingkat produktivitas, serta mengganggu kualitas hidup wanita. Salah satu metode alternatif yang digunakan untuk mengurangi nyeri haid adalah akupunktur, terutama untuk kasus dismenore akibat sindrom stagnasi qi dan xue menurut konsep pengobatan tradisional Tiongkok (PTT).
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi akupunktur Titik SP 6 (Sanyinjiao), CV 4 (Guanyuan), LI 4 (Hegu), LR 3 (Taichong), dan ST 36 (Zusanli) terhadap penuruan intensitas nyeri pada penderita nyeri haid sindrom stagnasi qi dan xue di klinik bidan “S” Bandung.
Metode: penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi selama januari-juni 2025. Intervensi berupa terapi akupunktur dilakukan 3–5 hari sebelum menstruasi. Intensitas nyeri diukur menggunakan NRS (Numeric Rating Scale) sebelum dan sesudah terapi. Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed-rank test karena data tidak berdistribusi normal.
Hasil: penelitian terhadap 30 subjek, diperoleh sebanyak 15 subjek berusia 21 tahun (50 %), 7 subjek berusia 18 tahun (23.3 %), 7 subjek berusia 22 tahun (23.3 %) dan 1 subjek berusia 24 tahun (3,3%). Responden terdiri dari 18 mahasiswa (60%), 5 karyawan swasta (16.7 %) dan 7 pelajar (23.3 %). Skor skala nyeri minimum diangka 4 dan maksimum diangka 8 sebelum dilakukan terapi akupunktur. Skor nyeri terbanyak 10 responden (33.3 %) diangka 6, 9 responden (30 %) diangka 7, 9 responden (30 %) diangka 5, 1 responden ( 3.3 %) diangka 8 dan 1 responden (3.3 %) diangka 1. Skor skala nyeri minimum diangka 1 dan maksimum diangka 6 setelah dilakukan terapi akupunktur. Skor nyeri terbanyak 13 responden (43.3 %) diangka 1, 8 responden (26.7 %) diangka 2, 6 responden (20 %) diangka 3, 1 responden ( 3.3 %) diangka 4, 1 responden (3.3 %) diangka 5, dan 1 responden (3.3 %) diangka 6.
Kesimpulan: skor skala nyeri rata-rata angka sebelum terapi sebesar 6.00 dan sesudah terapi sebesar 2.06. Perbedaan rata-rata skor skala nyeri sebelum dan setelah sebesar 3.94 (65%) yang berarti terapi akupunktur efektif terhadap penuruan intensitas nyeri pada penderita nyeri haid sindrom stagnasi qi dan xue. Perbedaan signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah terapi akupuntur diperoleh dari hasil uji wilcoxon signed rank test, diperoleh nilai p = 0,000 (< 0,05)
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan dengan metode farmakologis maupun non farmakologis, salah satunya massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode Penelitian : menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore, diperoleh dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala numerik (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Kesimpulan massage effleurage terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu metode non farmakologis yang aman, mudah, dan tanpa efek samping untuk mengatasi dismenore.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Dismenore merupakan salah satu gangguan yang umum dialami oleh remaja putri saat menstruasi dan dapat berdampak pada aktivitas, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Penanganan dismenore umumnya dilakukan dengan obat pereda nyeri, namun penggunaan metode non-farmakologis seperti kompres air hangat menjadi alternatif yang aman, murah, dan minim efek samping. Kompres hangat memberikan kehangatan untuk kenyamanan dan mengurangi rasa sakit atau kram otot. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kompres air hangat terhadap nyeri haid (dismenore) pada remaja putri kelas 10 & 11 di SMAIT Nurul Fajri. Metode: Menerapkan metode kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian kompres air hangat pada perut bawah dilakukan selama 15–20 menit. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Berdasarkan temuan penelitian, rata-rata usia responden adalah 15,90 tahun dengan rentang usia 15–17 tahun. Skor nyeri sebelum perlakuan memiliki nilai rata-rata 4,87 (kategori nyeri sedang), dan setelah perlakuan turun menjadi 2,20 (kategori nyeri ringan). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara kompres air hangat terhadap penurunan nyeri haid. Kesimpulan: Kompres air hangat efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri. Metode ini dapat dijadikan alternatif penanganan non-farmakologis yang aman dan praktis untuk mengurangi dismenore.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Nyeri menstruasi (dismenore) dialami oleh sekitar 45–95% perempuan usia produktif di Indonesia dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore merupakan keluhan ginekologi yang muncul akibat adanya ketidakseimbangan hormon progesterone di dalam darah, sehingga menyebabkan timbulnya rasa nyeri. Dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok, dismenore disebut dengan tongjing. Dismenore diantaranya diakibatkan oleh sindrom defisiensi yang. Pemberian rebusan jahe gula merah memiliki efek antiinflamasi dan analgesik alami untuk mengatasi nyeri haid dingin karena sifat menghangatkan yang sesuai dengan prinsip pengobatan sindrom defisiensi yang.
Tujuan: Mengetahui pengaruh rebusan jahe dan gula merah terhadap penurunan nyeri dismenore primer pada remaja dengan sindrom defisiensi yang.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pretest-posttest satu kelompok tanpa kontrol. Sampel sebanyak 20 remaja berusia 10–18 tahun diberi rebusan jahe dan gula merah tiga kali sehari selama dua hari. Lokasi penelitian di Ponpes Mitshaqul Ummah, Kabupaten Cianjur.
Hasil: Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test, skor nyeri menurun dari rata-rata 4,10 menjadi 1,75 setelah intervensi. Nilai t hitung = 14,104 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 19, dan nilai signifikansi (p-value) < 0,001 yang berarti bahwa terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi. Data ini didukung hasil kuesioner gejala konstitusi fisik sindrom defisiensi yang. Penurunan yang sangat signifikan sebesar 50% dalam tujuh indikator utama dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT).
Kesimpulan: Rebusan jahe dan gula merah memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan Tingkat nyeri dismenore primer. Penurunan nyeri disertai dengan penurunan gejala-gejala khas defisiensi yang secara konsisten pada seluruh responden. Efektivitas ini juga sejalan dengan prinsip Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) yang menekankan pentingnya menghangatkan tubuh, memperkuat energi yang untuk mengatasi nyeri.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Dismenore adalah salah satu gangguan ginekologi yang umum terjadi pada remaja perempuan setelah mereka mengalami menarche. Prevalensi Dismenore pada Remaja di Indonesia berkisar antara 64,25% hingga 84,2%. Terjadinya dismenore primer merupakan akibat dari adanya pelepasan hormon prostaglandin secara berlebihan yang menimbulkan spasme uterus dan menyebabkan rasa nyeri saat menstruasi. Dismenore dapat dikelola melalui beragam metode terapi, baik yang mencakup penggunaan farmakologis maupun tanpa menggunakan non-farmakologis. Aroma terapi dengan menggunakan kayu manis merupakan salah satu alternatif terapi yang bisa dipertimbangkan dalam pengobatan dismenore primer pada remaja putri. Penggunaan terapi ini melibatkan komponen utama dalam minyak kayu manis, yaitu cinnamaldehyde (55-57%) dan eugenol (5-18%). Subyek dan Metode: Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan quasy experiment dengan rancangan nonequivalent control grup design. Intensitas nyeri diukur menggunakan skala numeric rating scale. Populasi sebanyak 160 responden dengan jumlah sampel 32 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan nonprobability sampling yaitu puposive sampling. Analisa data menggunakan uji Man Whitney dengan nilai p=0,000. Hasil: Sebelum pemberian aroma terapi kayu manis (pretest), Intensitas rasa nyeri responden dengan kategori berat (31%), dan sangat berat (69%). Dan saat sesudah dilakukan pemberian aroma terapi kayu manis (posttest), terjadi penurunan intensitas nyeri yang dirasakan responden dengan kategori tidak nyeri (94%) dan sedang (6%). Kesimpulan: Adanya pengaruh yang signifikan pada pemberian aroma terapi kayu manis terhadap menurunnya intensitas rasa nyeri pada remaja putri yang mengalami nyeri haid primer.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Dismenore merupakan rasa sakit atau ketidak nyamanan di bagian bawah perut yang dirasakan oleh wanita sebelum, selama menstruasi. Ada dua cara meringankan nyeri dismenore, pertama terapi dengan mengkonsumsi obat dan yang kedua terapi tanpa mengkonsumsi obat. Terapi tanpa mengkonsumsi obat bisa dengan cara relaksasi dan olahraga senam dismenore. Senam dismenore bisa memberikan kenyamanan pada otot sekitar pinggang, perut, dan panggul. Jika dilakukan terus menerus dengan teratur, juga dapat menyebabkan perasaan nyaman secara bertahap. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengaruh senam dismenore terhadap nyeri dismenore pada remaja putri di MTS Alwathoniyah 55 Karang Bahagia. Metode: Menerapkan metode kuantitatif dan menggunakan desain quasy eksperiment one group pretest-postest. Subjek penelitian ini remaja putri sedang menderita dismenore berjumlah 30 responden. Hasil: Berdasarkan temuan penelitian, usia rata-rata responden yaitu 14 tahun. Mayoritas responden mengalami nyeri sebelum dengan intensitas sedang dengan presentase 60%, Sementara itu, dalam pengukuran sesudah, umumnya responden mendapat penurunan nyeri dismenore menjadi nyeri ringan presentase 70%, Selanjtnya, terdapat pula kenaikan jumlah responden yang tidak merasakan nyeri dengan presentase 20% dari 0%. Bersumber hasil penelitian wilcoxon didapatkan nilai p value= 0,000(p<0,05) bermakna ada pengaruh senam dismenore pada penurunan nyeri dismenore. Diharapkan pada wanita sedang dismenore untuk melakukan olahraga ringan untuk mengurangi dismenore.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Dismenore primer merupakan suatu kondisi di mana individu merasakan nyeri pada
saart siklus menstruasi, remaja menjadi salah satu kelompok usia yang mengalami dismenore karena banyak diantara mereka jarang melakukan aktivitas seperti rutin berolahraga. Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan lebih dari 90% siswi SMAN 1 Pebayuran mengalami dismenore primer. Subjek dan Metode: menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional, dilakukan di SMAN 1 Pebayuran dengan populasi 344 siswi. Pada penelitian ini menggunakan 185 sampel dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu rutinitas olahraga dan variabel dependen yaitu kejadian dismenore primer. Instrumen dalam penelitian ini yaitu kuesioner pada rutinitas olahraga dan kejadian dismenore primer. Hasil Penelitian : Distribusi kejadian dismenore primer pada siswi paling banyak ditemukan yaitu “terjadi” sebanyak 173 reponden (93,5%) dan untuk distribusi rutinitas olahraga yang paling banyak ditemukan yaitu melakukan olahraga dengan intensitas “jarang” sebanyak 170 responden (91,9%). Hasil penelitian menggunakan uji ChiSquare didapatkan p value 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak sehingga terdapat hubungan antara rutinitas olahraga dengan kejadian dismenore primer. Kesimpulan : dismenore atau nyeri haid dapat dialami seluruh kelompok usia, namun pada penderita dismenore primer sering di temukan pada usia remaja. Pada penelitian ini yang usia pertengahan atau remaja dengan rentang 14-17 tahun yang menjadi bagian dari penelitian. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara rutinitas olahraga
dengan kejadian dismenore primer pada usia pertengahan remaja putri di SMAN 1 Pebayuran.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Dismenore adalah menstruasi yang nyeri disebabkan oleh kejang otot uterus. Di Indonesia sendiri kejadian nyeri haid cukup besar mencapai 64,25%. Diantaranya ada sekitar 54, 89% yang mengalami dismenore primer dan 9,36% yang mengalami dismenore sekunder. Dismenore yang tidak ditangani mengakibatkan gangguan saat aktifitas sehari-hari. Salah satu penanganan nyeri secara non farmakologi yang dapat dilakukan pada saat dismenore yaitu massage. Penelitian menemukan pijatan memakai campuran minyak essensial dapat mengurangi kram perut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas massage essential oil lemongrass (Sereh) terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMK Metland. Metode :Desain penelitian quasy experiment non control group dengan pendekatan one group pretest posttest design. Lokasi penelitian di SMK Metland. Sampel berjumlah 30 orang. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pada penelitian ini sebelum data diolah maka akan dilakukan uji normalitas data untuk mengetahui data berdistribusi normal yang akan dilihat dari uji Shapiro-wilk karena sampel sebanyak 30 orang (n<50). Setelah dilakukan uji normalitas, didapatkan hasil bahwa data tidak terdistribusi normal (nonparamtrik) sehingga menggunakan uji Wilcoxon rank test dan didapatkan nilai p-value ≤ 0,05 yang berati Ho gagal ditolak. Hasil : Pemberian Massage Essentian Oil Lemongrass mampu menurunkan sakala nyeri dismenore pada remaja putri di SMK Metland P= 0,001 (p<0,05). Pemberian Massage Essential Oil Lemongrass pada remaja putri mampu menurunkan dismenore skala nyeri 5-6 dengan kriteria mengganggu aktivitas sebanyak 15 responden (50 %) menjadi skala nyeri 0 dengan kriteria tidak nyeri sebanyak 27 responden (90 %). Kesimpulan : Pemberian Massage Essential Oil Lemongrass efektif menurunkan dismenore pada remaja putri di SMK Metland.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Dismenore merupakan nyeri yang dialami oleh individu pada saat menstruasi, data prevalensi dismenore di Indonesia masih sangat tinggi yaitu > 50%, Kondisi ini dapat berdampak ketidaknyamanan dalam beraktivitas, Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara konsumsi fast food dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian dismenore pada mahasiswi S1 Keperawatan Universitas Medika Suherman (UMS). Metode : Penelitian ini menerapkan desain analitik observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yang dilaksanakan di Universitas Medika Suherman, dengan Populasi mahasiswi S1 Keperawatan UMS, dengan jumlah sampel sebanyak 121 responden, dan teknik sampel purposive sampling, variabel dependen adalah kejadian dismenore dan variabel independen berupa konsumsi fast food dan IMT, Instrumen menggunakan kuesioner tentang kejadian dismenore dan konsumsi fast food yang dimodifikasi dari FFQ serta hasil pengukuran IMT, Uji analisis statistik yaitu univariat dan bivariat dengan chi-square. Hasil : Uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi fast food dengan kejadian dismenore diperoleh hasil P-value < 0,05 (0,016) dan terdapat juga hubungan antara IMT dengan kejadian dismenore hasil yang di dapat yaitu dengan P-value < 0,05 (0,038). Kesimpulan : Penelitian ini terdapat hubungan antara konsumsi fast food dan IMT dengan kejadian dismenore.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Dismenore adalah nyeri perut bagian bawah yang dialami ketika sedang menstruasi. Dismenore tidak berbahaya tetapi dapat mengganggu dan menghambat remaja dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan dapat menurunkan produktvitas remaja. Penelitian ini dilakukan di SMKN 3 Cikarang Barat yang bertujuan untuk mengetahui fakto-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada siswi di SMKN 3 Cikarang Barat tahun 2023.
Penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner berupa G-form, analisis data yang digunakan adalah univariat dengan menghitung distribusi frekuensi variabel dan analisa bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan p<0,005.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa analisis univariat diperoleh 49 (46,7%) siswi yang mengalami dismenore, Sebanyak 61 (58,1%) siswi yang usia mensarche <12 tahun, Berdasarkan lama menstruasi sebanyak 84 (80,0%) siswi yang lama menstruasinya <7, 15 (14,3%) siswi yang mempunyai riwayat menstruasi, 84 (80,0%) siswi yang status gizi normal, hasil analisis bivariat diperoleh usia menarche (p=0,00), lama menstruasi (p=0,005), riwayat mesntruasi (p=0,005), status gizi (p=0,005) yang artinya ada hubungan antara variabel independent dan variabel dependent.
Kesimpulan penelitian ini adalah dari keempat variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian dismenore pada siswi di SMKN 3 Cikarang Barat. Dengan adanya hubungan dari keempat variabel ini maka pihak sekolah dan tenaga kesehatan mampu melakukan penyediaan informasi serta memberikan edukasi mengenai apa saja yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada para siswi.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Rasa nyeri yang timbul ini biasanya dikenal dengan nama dismenore. Menurut World Health Organization (WHO, 2012 dalam Nora, 2018) didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) remaja mengalami dismenore dengan 10- 15% mengalami dismenore berat Tujuan Pnelitian : Untuk bisa mengetahui Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenorea Di SMPN 4
Cikarang Timur Tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan one group prettest-posttest Dalam
rancangan ini, responden diberikan sebuah kuesioner Kemudian diukur pengetahuan dan sikap. Penelitian ini termasuk tergolong penelitian quasi eksperimen dengan memakai pret - test and post - test design, yaitu merupakan suatu pengukuran yang dilakukan pada saat sebelum dan sesudah melakukan penelitian. Pada populasi penelitian ini ada 260 responden dan Teknik pengambilan sampel menggunakan sample random sampling dengan menggunakan rumus slovin dengan jumlah responden 157. Analisi data yang dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan analisis Paired Sample T Test dengan bantuan IBM SPSS statistics 25Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri di SMPN 2 Cikarang Timur tahun 2023
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Mahasiswi biasanya terjadi perubahan fisik yaitu menstruasi Beberapa faktor yang meliputi faktor demografi, reproduksi, gaya hidup, psikologis dan sosial dapat mempengaruhi kejadian dan tingkat keparahan dismenore. faktor risiko psikologis yang berhubungan dengan dismenore : Dismenore merupakan salah satu keluhan dan masalah ginekologis yang paling umum di seluruh dunia di antara wanita muda. Agustin, M. (2018)Menstruasi yaitu perdarahan yang secara priodik setiap bulanya hingga beberapa wanita muda mengalami masa stres sebelum haid, dismenore merupakan masalah yang sering terjadi di setiap wanita namun tidak semua wanita akan mengalami dismenore tersebut, mengalami masa stres sebelum haid terjadi kebanyakan wanita muda mengeluh yang sedang di alaminya seperti nyeri,sakit pinggang,pusing,mual sampai tidak nafsu makan.Siklus menstruasi menggambarkan pola jangka antara hari peratama datangnya menstruasi berikutnya. Faktor mempengaruhimenstruasi yaitu stres,pola,makan,aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan tingkat kecukupan karbohidrat dan hubungan siklus menstruasi dengan tingkat stres. Dismenore primer sering terjadi pada lebih dari 50% wanita sudah masuk usia menstruasi dan 15% diantaranya mengalami nyeri yang hebat. Dismenore primer dialami oleh 60-75% perempuan muda. Tiga perempat jumlah tersebut mengalami dismenore dengan intensitas ringan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang Dismenore merupakan rasa nyeri pada perut bagian bawah yang menjalar kebagian pinggang yang biasanya dapat disertai dengan sakit kepala, susah tidur, aktivitas terganggu dan sulit untuk berkonsentrasi biasanya sering muncul sesudah atau sebelum menstruasi. Oleh karena itu perempuan yang mengalami dismenore harus memiliki mekanisme yang tepat untuk mengatasi nyeri dismenore agar tidak menimbulkan nyeri yang berlebih. Salah satunya dengan penyesuain diri melalui perubahan – perubahan tertentu dan berespon terhadap situasi yang berbahaya atau dikenal dengan Mekanisme Koping. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi Hubungan Mekanisme Koping dan Rasa Nyaman Nyeri pada Mahasiswi Semester 4 S1 Keperawatan saat dismenore. Metodologi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 44 Mahasisiwi Keperawatan Semester 4 di Universitas Medika Suherman. Hasil dari 44 mahasisiwi yang memiliki mekanisme koping adaptif dengan intensitas derajat nyeri sedang sebanyak 11 (45.8%), mahasiwi yang memiliki mekanisme koping adaptif dengan intensitas nyeri berat sebanyak 13 (54.2%). Sedangkan mahaisiswi yang memiliki mekanisme koping maladaptif dengan intensitas nyeri sedang sebanyak 1 (5.0%), mahasiswi yang memiliki mekanisme koping maladaptif dengan intensitas nyeri berat sebanyak 32 (72.7%). Hasil statistic diperoleh nilai P=0,007 (P<0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan rasa nyaman nyeri saat dismenore. Saran diharapkan mahasiswi dapat menangani nyeri dismenore dengan teknik koping Adaptif dengan contoh melakukan kompres hangat, teknik relaksasi dan minum obat pereda nyeri.