Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Dismenore Primer
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri kelas X dan XI di smk islam al-amin cikarang tahun 2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dismenore primer adalah dismenore yang mulai terasa sejak menarche dan tidak ditemukan kelainan dari alat kandungan atau organ lainnya. Prevalensi dikalangan perempuan usia produktif terdiri dari 54,89% yang mengalami dismenore primer. Disebabkan oleh peningkatan dari prostaglandin, yang diproduksi pada lapisan dari rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri kelas X dan XI di Smk Islam Al-amin Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah 121 responden.Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu mengisi kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi square dengan SPSS didapatkanada hubungan antara hubungan riwayat keluarga (ρ= 0,000) dan olahraga (ρ= 0,000) dengan dismenore primer pada remaja putri. Sedangkan didapatkan tidak ada hubungan antara usia menarche (ρ=0,183), stres (ρ= 0,962), dan status gizi (ρ= 0,240). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat ada hubungan antara riwayat keluarga, dan olahraga dengan dismenore primer pada remaja putri danterdapat tidak ada hubungan antara usia menarche, stress, dan status gizi. Diharapkan hasil penelitian ini siswi untuk melakukan pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan sesuai prinsip gizi seimbang

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stres Dan Aktivits Fisik Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri Di SMP Mekar Murni

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRIDI SMP MEKAR MURNI Vii + 51 Hal + 6 Tabel + 2 Gambar + 15 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi dengan tidak adanya kelainan patologik pada pelvis yang biasa muncul pada umur 15-25 tahun dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tingkat stress dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor kejadian dismenore primer. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stress dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi 40 dan sampel sebanyak 40 siswi SMP Mekar Murni. Variabel pada penelitian ini adalah dismenore primer, tingkat stress dan aktivitas fisik. Pengumpulan data menggunakan Numering Rating Scale, Kessler Psychological Distress Scale Questionnaire and Global Physical Activity Questionnaire. Hasil: responden dengan dismenore primer sebesar 77,5%, responden dengan tingkat stres ringan sebesar 35,0%, responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebesar 35,0%. Hasil statistik antara dismenore primer dengan tingkat stres (p=0,000) dan tingkat aktivitas fisik (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer pada SMP Mekar Murni. Saran : Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode lain dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi kejadian dismenore primer, seperti usia, lama siklus menstruasi. Kata Kunci: Aktivitas fisik, dismenore primer, dan tingkat stres Daftar Pustaka : 2 buku dan 15 jurnal (2019 – 2022)

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri Kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Dismenore primer merupakan nyeri perut saat haid. Gejala dismenore yaitu rasa kram perut bagian bawah sampai punggung. Di Indonesia kejadian dismenore primer sebesar 60-70%. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang tahun 2026. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 233 remaja putri kelas XI. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan hasil 147 remaja putri kelas XI. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik stratified random sampling dan random sampling. Dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data pada penelitian ini yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: menunjukkan variabel yang berhubungan dengan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok adalah usia menarche (p=0,002), faktor genetik (p=0,023), dan tingkat stress (p=0,000). Simpulan: Dari 3 variabel yang diteliti hasilnya ada hubungannya dengan dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok. Saran: Diharapkan remaja putri kelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok yang mengalami dismenore diharapkan dapat melakukan upaya penanganan yang tepat serta menerapkan pola hidup sehat dan mengelola stres dengan baik agar keluhan dismenore tidak mengganggu aktivitas sehari-hari maupun proses belajar

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektifitas Aromaterapi Kayu Manis Terhadap Nyeri Haid Primer Pada Remaja Putri di SMPN 1 Tambelang Tahun 2024

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Dismenore adalah salah satu gangguan ginekologi yang umum terjadi pada remaja perempuan setelah mereka mengalami menarche. Prevalensi Dismenore pada Remaja di Indonesia berkisar antara 64,25% hingga 84,2%. Terjadinya dismenore primer merupakan akibat dari adanya pelepasan hormon prostaglandin secara berlebihan yang menimbulkan spasme uterus dan menyebabkan rasa nyeri saat menstruasi. Dismenore dapat dikelola melalui beragam metode terapi, baik yang mencakup penggunaan farmakologis maupun tanpa menggunakan non-farmakologis. Aroma terapi dengan menggunakan kayu manis merupakan salah satu alternatif terapi yang bisa dipertimbangkan dalam pengobatan dismenore primer pada remaja putri. Penggunaan terapi ini melibatkan komponen utama dalam minyak kayu manis, yaitu cinnamaldehyde (55-57%) dan eugenol (5-18%). Subyek dan Metode: Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan quasy experiment dengan rancangan nonequivalent control grup design. Intensitas nyeri diukur menggunakan skala numeric rating scale. Populasi sebanyak 160 responden dengan jumlah sampel 32 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan nonprobability sampling yaitu puposive sampling. Analisa data menggunakan uji Man Whitney dengan nilai p=0,000. Hasil: Sebelum pemberian aroma terapi kayu manis (pretest), Intensitas rasa nyeri responden dengan kategori berat (31%), dan sangat berat (69%). Dan saat sesudah dilakukan pemberian aroma terapi kayu manis (posttest), terjadi penurunan intensitas nyeri yang dirasakan responden dengan kategori tidak nyeri (94%) dan sedang (6%). Kesimpulan: Adanya pengaruh yang signifikan pada pemberian aroma terapi kayu manis terhadap menurunnya intensitas rasa nyeri pada remaja putri yang mengalami nyeri haid primer.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Rutinitas Olahraga Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Usia Pertengahan Remaja Putri di SMAN 1 Pebayuran

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Dismenore primer merupakan suatu kondisi di mana individu merasakan nyeri pada saart siklus menstruasi, remaja menjadi salah satu kelompok usia yang mengalami dismenore karena banyak diantara mereka jarang melakukan aktivitas seperti rutin berolahraga. Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan lebih dari 90% siswi SMAN 1 Pebayuran mengalami dismenore primer. Subjek dan Metode: menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional, dilakukan di SMAN 1 Pebayuran dengan populasi 344 siswi. Pada penelitian ini menggunakan 185 sampel dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu rutinitas olahraga dan variabel dependen yaitu kejadian dismenore primer. Instrumen dalam penelitian ini yaitu kuesioner pada rutinitas olahraga dan kejadian dismenore primer. Hasil Penelitian : Distribusi kejadian dismenore primer pada siswi paling banyak ditemukan yaitu “terjadi” sebanyak 173 reponden (93,5%) dan untuk distribusi rutinitas olahraga yang paling banyak ditemukan yaitu melakukan olahraga dengan intensitas “jarang” sebanyak 170 responden (91,9%). Hasil penelitian menggunakan uji ChiSquare didapatkan p value 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak sehingga terdapat hubungan antara rutinitas olahraga dengan kejadian dismenore primer. Kesimpulan : dismenore atau nyeri haid dapat dialami seluruh kelompok usia, namun pada penderita dismenore primer sering di temukan pada usia remaja. Pada penelitian ini yang usia pertengahan atau remaja dengan rentang 14-17 tahun yang menjadi bagian dari penelitian. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara rutinitas olahraga dengan kejadian dismenore primer pada usia pertengahan remaja putri di SMAN 1 Pebayuran.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Putri di SMAN 2 Cikarang Pusat Tahun 2023

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Disminore primer 90% terjadi pada wanita yang telah mengalami menarche dan berlanjut hingga usia pertengahan 20-an atau hingga mereka memiliki anak. Nyeri saat menstruasi sangat berdampak pada remaja putri, ini menyebabkan aktivitas remaja tersebut terganggu terutama belajar di sekolah. Upaya pemerintah mewujudkan kesehatan pelajar dalam bentuk program UKS untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat di lingkungannya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri di SMAN 2 Cikarang Pusat. Metode : Jenis penelitian yang dilakukan penelitian analitik observasional, dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 213 sampel yang diambil dengan cara total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian Chi-square didapatkan ada hubungan antara usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga terhadap tingkatan nyeri dismenore primer dengan p-value <0,05. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat nyeri dismenore primer dengan usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Stres dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Disminore Primer Pada Remaja Putri di SMP Mekar Murni

2023•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi dengan tidak adanya kelainan patologik pada pelvis yang biasa muncul pada umur 15-25 tahun dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tingkat stress dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor kejadian dismenore primer. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stress dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi 40 dan sampel sebanyak 40 siswi SMP Mekar Murni. Variabel pada penelitian ini adalah dismenore primer, tingkat stress dan aktivitas fisik. Pengumpulan data menggunakan Numering Rating Scale, Kessler Psychological Distress Scale Questionnaire and Global Physical Activity Questionnaire. Hasil: responden dengan dismenore primer sebesar 77,5%, responden dengan tingkat stres ringan sebesar 35,0%, responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebesar 35,0%. Hasil statistik antara dismenore primer dengan tingkat stres (p=0,000) dan tingkat aktivitas fisik (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore primer pada SMP Mekar Murni. Saran : Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode lain dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi kejadian dismenore primer, seperti usia, lama siklus menstruasi.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Putri di SMAN 2 Cikarang Pusat Tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Disminore primer 90% terjadi pada wanita yang telah vii mengalami menarche dan berlanjut hingga usia pertengahan 20-an atau hingga mereka memiliki anak. Nyeri saat menstruasi sangat berdampak pada remaja putri, ini menyebabkan aktivitas remaja tersebut terganggu terutama belajar di sekolah. Upaya pemerintah mewujudkan kesehatan pelajar dalam bentuk program UKS untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat di lingkungannya. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri di SMAN 2 Cikarang Pusat. Metode Jenis penelitian yang dilakukan penelitian analitik observasional, dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 213 sampel yang diambil dengan cara total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner. Hasil Hasil penelitian Chi-square didapatkan ada hubungan antara usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga terhadap tingkatan nyeri dismenore primer dengan p-value 0,05. Kesimpulan Terdapat hubungan antara tingkat nyeri dismenore primer dengan usia menarche, riwayat keluarga dismenore, dan aktivitas olahraga.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Therapy Message Effleurage Terhadap Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Putri di Wilayah Sari Mekar 3 dan PMB Bidan Lilis Fatmawati Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Dismenore dapat dikurangi baik secara farmakologis maupun non farmakologis. Secara farmakologi yakni dengan obat golongan Nonsteroidal AntiInflamatory Drugs (NSAID) seperti Ibuprofen, Naproxen, Disclofenac, Hidrocodone dan Acetaminofene, tetapi obat-obatan tersebut menyebabkan ketergantungan dan memiliki kontraindikasi (Andria et al., 2016) dan terapi non farmakologi yang bisa digunakan yaitu dengan pengobatan herbal, tehnik relaksasi, yoga kompres hangat dan terapi massage. Terapi massage yang dapat digunakan yaitu dengan massage effleurage. Manajemen nyeri non farmakologis lebih aman digunakan karena tidak menimbulkan efek samping seperti obat-obatan karena terapi non farmakologis menggunakan proses fisiologis (Zuraida & Aslim, 2020). Metode Penelitian : metode yang digunakan adalah metode pre eksperimen. Analisa yang digunakan pretest dan post test. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil dan Pembahasan : sebanyak 25 responden yang sesuai karakteristik responden, 12 orang (48%) berumur 11 tahun, 10 orang (40 %) berumur 12 tahun, 3 orang (12%) berumur 13 tahun. Adanya hubungan antara massage Effleurage dengan tingkat nyeri haid. Adanya hubungan sebelum diberikan therapi massage effleurage ( p value = 0.005) dan setelah diberikan therapy massage effleurage ( p value = 0.009 ). Kesimpulan dan saran : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan dilakukannya massage effleurage tingkat nyeri dismenore pada remaja putri mengalami penurunan. Dilihat dari signifikasi terdapat pengaruh massage effleurage terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Pemberian massage effleurage dapat menyebabkan berkurangnya hipoksia pada jaringan, hal tersebut dikarenakan kadar oksigen dijaringan meningkat sehingga menyebabkan nyeri berkurang. Selama pijatan, senyawa endorphin akan dikeluarkan oleh tubuh sebagai Pereda nyeri alami tubuh dan menciptakan rasa nyaman.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri Kelas X di SMAN 1 Cikarang TImur Kabupaten Bekasi Tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN Skripsi, 16 Februari 2023 Nama : Sri Widiastuty NIM : 221050044 FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMAN 1 CIKARANG TIMUR KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022 Xvii + 91 halaman + 16 tabel + 2 bagan + 12 lampiran ABSTRAK Dismenore adalah nyeri sewaktu haid. Dismenore terdiri dari gejala yang kompleks berupa kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung. Di Indonesia presentase kejadian dismenorea primer sebesar 64,8%. Disminore primer merupakan salah satu penyebab utama terganggunya aktifitas remaja putri usia sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian disminore primer pada remaja putri kelas X di SMAN 1 Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Desain penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penilitian ini adalah seluruh remaja putri kelas X yang berjumlah 244 responden. sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan jumlah 166 remaja putri kelas X. Penelitian ini menggunakan Teknik pengambilan sampel probability sampling (random) yaitu dengan simple random sampling. Dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis penelitian yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic chi square. Hasil menunjukan bahwa variable yang berhubungan dengan kejadian disminore primer pada remaja putri kelas X di SMAN 1 Cikarang Timur adalah usia menarche (p=0,002), Stress (p=0,006), lama menstruasi (p=0,001), olahraga (p=0,002) dan konsumsi fast food (p=0,002). Dari 5 variabel yang diteliti hasilnya semua berhubungan dengan kejadian disminore primer pada remaja putri kelas X di SMAN 1 Cikarang Timur. Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan remaja putri di SMAN 1 Cikarang Timur dapat merubah pola hidup lebih sehat yaitu mengurangi atau menghindari stress, rajin olahraga dan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk mengurangi rasa nyeri akibat menstruasi. Kata Kunci : Disminore primer, Remaja Putri.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail