Abstrak
Latar belakang: Radikulopati lumbal merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi pada lansia dan ditandai dengan nyeri menjalar akibat kompresi atau iritasi akar saraf lumbal, diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti William Flexion Exercise yang berfokus pada gerakan fleksi untuk meningkatkan stabilitas otot trunk dan mengurangi tekanan saraf. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh William Flexion Exercise terhadap intensitas nyeri pada pasien lansia dengan radikulopati lumbal di Poli Rehabilitasi Medik RSU Pindad Bandung tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment pretest–posttest control group design dengan 36 responden menjadi kelompok intervensi (William Flexion Exercise) dan kelompok kontrol (Isometric Back Muscle Exercise), dengan durasi intervensi 4 minggu (3 kali per minggu), serta pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan Mann–Whitney. Hasil: Kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test (p = 0,2940), sedangkan kelompok intervensi mengalami penurunan nyeri yang signifikan (p = 0,0017), serta terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,0469). Kesimpulan: William Flexion Exercise terbukti berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri pada lansia dengan radikulopati lumbal dan dapat menjadi intervensi fisioterapi yang efektif dan aman.