Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Kecanduan Smartphone
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kecanduan Penggunaan Smartphone Dengan Kesehatan Mental Pada Anak Usia Sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah Kabupaten Cibarusah

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anak usia sekolah merupakan kelompok yang berada pada tahap perkembangan penting, baik secara kognitif, sosial maupun emosional. Perkembangan teknologi yang pesat telah mendorong meningkatnya penggunaan smartphone pada anak usia sekolah. Smartphone tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan hiburan. Namun, penggunaan smartphone yang tidak terkontrol dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko kecanduan yang berpotensi berdampak pada kesehatan mental anak, khususnya pada aspek psikososial seperti emosi, perilaku, dan interaksi sosial. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat kecanduan penggunaan smartphone, kondisi kesehatan mental, serta menganalisis hubungan antara kecanduan penggunaan smartphone dengan kesehatan mental pada anak usia sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa/i kelas VI di SDIT AlKamiliyyah dengan jumlah sampel 71 responden yang diambil menggunakan teknik Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) untuk mengukur kecanduan penggunaan smartphone dan Strenghts and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk menilai kesehatan mental anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 10 tahun (83,1%) dan berjenis kelamin perempuan (50,7%). Tingkat kecanduan penggunaan smartphone sebagian besar berada pada kategori rendah (59,2%). Kondisi kesehatan mental responden yang paling banyak berada pada kategori borderline (56,3%) yang menunjukkan adanya gejala emosional yang ringan hingga sedang. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,031 (p > 0,05) , sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan penggunaan smartphone dengan kesehatan mental anak. Kesimpulan: kecanduan pengunaan smartphone memiliki hubungan yang signifikan dengan kesehatan mental pada anak usia sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Antara Tingkat Smartphone Addiction Dengan Tingkat Nyeri Pergelangan Tangan Mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Smartphone addiction adalah ketergantungan akibat penggunaan smartphone berlebihan yang dapat menyebabkan nyeri pergelangan tangan karena gerakan berulang dan postur tidak ergonomis. Mahasiswa profesi ners termasuk kelompok remaja akhir yang berisiko tinggi mengalami kondisi ini akibat tuntutan akademik dan intensitas penggunaan smartphone yang tinggi dalam proses pembelajaran,komunikasi maupun hiburan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan desain analitik korelasional. Sampel penelitian sebanyak 42 mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) dan Numerical Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No: 005146/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2026). Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Saran: Mahasiswa diharapkan membatasi durasi penggunaan smartphone dan menerapkan postur ergonomis untuk mencegah nyeri pergelangan tangan melalui kebiasaan penggunaan yang sehat dan bijak dengan melakukan istirahat berskala dalam penggunaan smartphone . Peneliti selanjutnya disarankan mempertimbangkan faktor lain serta mengembangkan penelitian dengan variabel dan metode yang lebih beragam.

30 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kecanduan Smartphone Dengan Nomophobia Pada Mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan Semester 8 Universitas Medika Suherman

2023•Koleksi Perpustakaan

Smartphone kini seakan telah menjadi bagian utama dari gaya hidup di masyarakat Indonesia. Namun, berbagai fitur canggih yang di tawarkan dalam smartphone seringkali membuat pengguna smartphone berlebihan dalam menggunakannya, penggunaan terus-menerus dan berulang dalam waktu yang lama akan meyebabkan seseorang menjadi kecanduan akan smartphone. dari kecanduan inilah akan menimbulkan kecemasan jauh dari smartphone atau kita bisa menyebut dengan nomophobia. Tujuan dari penelitian ini yaitu Mengidentifikasi hubungan kecanduan smartphone dengan nomophobia pada mahasiswa keperawatan semester 8 Universitas Medika Suherman.Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. jenis data yang digunakan adalah data primer, Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 43 responden dan pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil dari analisis univariat didapatkan distribusi frekuensi kecanduan smartphone tinggi sebanyak 22 responden (51,2%), dan yang mengalami kecanduan smartphone rendah sebanyak 21 orang (48,8%). Dan distribusi frekuensi nomophobia yaitu, nomophobia rendah sebanyak 4 orang atau (9,3%), nomophobia sedang sebanyak 8 orang atau (18,6%), nomophobia tinggi sebanyak 12 orang atau (27,9%) dan nomophobia sangat tinggi sebanyak 19 orang. Atau (44,2%). Uji Bivariat chi-square yaitu uji untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian uji bivariat didapatkan nilai p value 0,000 artinya ≤ a (0,04) yang diartikan H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara kecanduan smartphone dengan nomophobia.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kecanduan Smartphone Dengan Nomophobia Pada Mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan Semester 8 Universitas Medika Suherman

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK HUBUNGAN KECANDUAN SMARTPHONE DENGAN NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA PRODI SARJANA KEPERAWATAN SEMESTER 8 UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN. Latar Belakang : Smartphone kini seakan telah menjadi bagian utama dari gaya hidup di masyarakat Indonesia. Namun, berbagai fitur canggih yang di tawarkan dalam smartphone seringkali membuat pengguna smartphone berlebihan dalam menggunakannya, penggunaan terus-menerus dan berulang dalam waktu yang lama akan meyebabkan seseorang menjadi kecanduan akan smartphone. dari kecanduan inilah akan menimbulkan kecemasan jauh dari smartphone atau kita bisa menyebut dengan nomophobia. Tujuan : dari penelitian ini yaitu Mengidentifikasi hubungan kecanduan smartphone dengan nomophobia pada mahasiswa keperawatan semester 8 Universitas Medika Suherman. Metode : penelitian ini adalah analitik kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. jenis data yang digunakan adalah data primer, Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 43 responden dan pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil dari analisis univariat didapatkan distribusi frekuensi kecanduan smartphone tinggi sebanyak 22 responden (51,2%), dan yang mengalami kecanduan smartphone rendah sebanyak 21 orang (48,8%). Dan distribusi frekuensi nomophobia yaitu, nomophobia rendah sebanyak 4 orang atau (9,3%), nomophobia sedang sebanyak 8 orang atau (18,6%), nomophobia tinggi sebanyak 12 orang atau (27,9%) dan nomophobia sangat tinggi sebanyak 19 orang. Atau (44,2%). Uji Bivariat chi-square yaitu uji untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil : penelitian uji bivariat didapatkan nilai p value 0,000 artinya ≤ α (0,04) yang diartikan H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : terdapat hubungan yang bermakna antara kecanduan smartphone dengan nomophobia.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Latar Bekang : masa remaja merupakan masa perpindahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, ditandai dengan kematangan fisik, kognitif, sosial dan emosional yang cepat untuk mempersiapkan diri menjadi laki-laki dewasa dan wanita dewasa. Batasan pada remaja sulit ditetapkan, namun periode ini biasanya digambarkan pertama kali dengan perkembangan karakteristik seks sekunder pada usia 11 sampai 12 tahun dan hingga berhentinya pertumbuhan pada usia 18 sampai 20 tahun. Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap individu. Waktu yang dibutuhkan untuk tidur pada remaja usia 16-30 tahun adalah 7-9 jam setiap malamnya. Remaja sekarang ini mengalami gangguan saat tidur, seperti kurangnya waktu tidur. Hal ini terjadi dikarenakan lebih suka berada di depan layar seperti smartphone, Televisi, dan computer. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti, terhadap 5 mahasiswa/i di Institut Medika Drg Suherman, didapatkan bahwa 5 mahasiswa/i menggunakan smartphone di malam hari untuk mencari tugas dan membuka sosial media, 4 dari 5 mahasiswa/i mengatakan bahwa mereka menggunakan smartphone hingga jam 11 malam dan membuat mereka sulit untuk bangun dan mengantuk di pagi hari. Berdasarkan wawancara ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Institut Medika Drg Suherman untuk mengetahui bagaimana hubungan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa di Institut Medika Drg Suherman Metode : Metode yang digunakan Desain penelitian survey analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Institut Medika Drg Suherman Cikarang 2019 dengan jumlah 480 orang. Sampel pada penelitian ini adalah Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebanyak 100 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa Institut Medika Drg Suherman (P value =0,003). Kesimpulan : Ada hubungan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa di Institut Medika Drg Suherman Saran : Diharapkan diharapkan mampu menambah wawasan dan ilmu pengetahuan terutama mengenai kualitas tidur mahasiswa Institut Medika Drg Suherman saat ini.

24 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail