Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Peresepan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran resep elektronik dalam proses peresepan pasien rawat jalan periode januari 2022 di rumah sakit dewi sri karawang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Strategi peresepan elektronik era saat ini dapat mengurangi kesalahan pengobatan dan kejadian obat yang merugikan pada pasien, kesalahan dosis, dibandingkan dengan resep tulis tangan. Selain itu, elektronik resep mencegah kesalahan yang timbul karena kesulitan dalam membaca atau memahami resep tulisan tangan. Oleh karena itu penting untuk mengevaluasi kelengkapan resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Dewi Sri Karawang untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam kelengkapan resep. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan cara mengakses data rekam medik pasien rawat jalan pada bulan Januari untuk mengevaluasi prescribing error sebagai bahan untuk membuat laporan dan menggunakan metode uji kausalitas dengan analisis data regresi Linear kemudiandianalisis secara deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil berdasarkan resep yang masuk ke instalasi farmasi dari spesialis kebidanan dan kandungan, spesialis, penyakit dalam, spesialis paru didapatkan sebanyak 882 e-resep dan sampel yang diambil menggunakan teknik random sampling sebanyak 90 lembar resep dengan18 kategori kelengkapan administrasi, farmastik, klinis. Berdasarkan hasil kelengkapan resep elektronik terdapat Ketidaklengkapan pada Rumah Sakit Dewi Sri Karawang bulan januari 2022 kelengkapan administrasi, farmastik, klinis mendapatkan hasil 71 resep (78,9% ) resep lengkap, sedangkan resep tidak lengkap yaitu 19 resep (21,1%) dan hasil dari prescribing error dapat di tafsirkan bahwa peresepan elektronik berkontribusi sebesar 43,6% terhadap medication safety. Kata Kunci: peran resep elektronik, peresepan, prescribing error

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN POLA PERESEPAN OBAT PADA PASIEN PENDERITA HEMOROID DI PUSKESMAS KARANG BAHAGIA KABUPATEN BEKASI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Berdasarkan data Riskesdas (riset kesehatan dasar) menyebutkan ada 12,5 juta jiwa penduduk Indonesia mengalami hemoroid, maka secara epidemiologi diperkirakan pada tahun 2030 prevalensi di Indonesia mencapai 21,3 juta orang. National Center for Health Statistics (NCHS) melaporkan terdapat 10 juta orang di Amerika Serikat mengalami hemoroid. Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana pola peresepan obat hemoroid yang biasa digunakan pada pasien hemoroid di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan kriteria pasien dan kriteria obat. Metode : Penelitian yang dillakukan yaitu deskriptif kualitatif, Data yang digunakan berupa resep pasien hemoroid pada tahun 2022 di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi. Hasil : berdasarkan usia penderita paling banyak pada usia 17-40 tahun (57%), berdasarkan jenis kelamin pasien dengan penderita paling banyak yaitu laki-laki sebanyak 21 pasien (54%), berdasarkan pekerjaan pasien yang bekerja paling banyak yaitu 20 pasien (51%) dan berdasarkan penyakit penyerta yang terdiagnosa dengan beberapa penyakit penyerta yaitu pasien maag, flu dan batuk, asma dan infeksi bakteri. Kesimpulan : Hasil menunjukkan bahwa kelompok usia 17 hingga 60 tahun yang paling sering menderita hemoroid berada di Puskesmas Karang Bahagia, dan kelompok usia ini diobati dengan antihemoroid suppositoria 2 mg. Hasil menunjukkan bahwa pasien dengan maag, infeksi bakteri, asma, flu, dan batuk mendapatkan pengobatan Hemoroid dengan suplai obat antihemoroid 2 mg.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pola Peresepan Penggunaan Obat Antituberkulosis Paru di RS Sentra Medika Cibinong

2024•Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang berpotensi serius dan biasanya menyerang paru-paru. Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga setelah India dan Cina, yang berpenduduk lebih dari 1 milyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan penggunaan Obat Antituberkulosis (OAT) paru berdasarkan usia, jenis kelamin, kategori pengobatan, jenis (OAT) dan tipe pasien pada periode Mei-Oktober 2022. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang bersifat retrospektif, menggunakan resep dan rekam medis pasien rawat jalan yang didiagnosa Tuberkulosis paru yang menerima pengobatan di RS Sentra Medika Cibinong. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk persentase dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode Mei-Oktober 2022 terdapat sebanyak 95 pasien rawat jalan yang didiagnosa tuberkulosis dengan total populasi sebanyak 1565 diantaranya berusia 21-59 tahun sebanyak 83 kasus (87,4%), usia 15-20 tahun sebanyak 12 kasus (12,6%). Berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 52 pasien (54,7%). Tipe pasien berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya terdapat pasien kasus baru sebanyak 93 pasien (97,3%) dibandingkan kasus kambuh sebanyak 2 pasien (2,1%), Jenis OAT yang digunakan pada rumah sakit ini adalah OAT jenis KDT dengan total 95 pasien (100%). Pasien yang menerima pengobatan kategori 1 sebanyak 93 pasien (97,9%), yang menerima pengobatan kategori 2 sebanyak 2 pasien (2,1%). Kesimpulan kategori pengobatan tertinggi adalah kategori I dan sesuai dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis RI Nomor 67 Tahun 2016.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pola Peresepan Obat Pada Pasien Penderita Hemoroid di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Berdasarkan data Riskesdas (riset kesehatan dasar) menyebutkan ada 12,5 juta jiwa penduduk Indonesia mengalami hemoroid, maka secara epidemiologi diperkirakan pada tahun 2030 prevalensi di Indonesia mencapai 21,3 juta orang. National Center for Health Statistics (NCHS) melaporkan terdapat 10 juta orang di Amerika Serikat mengalami hemoroid. Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana pola peresepan obat hemoroid yang biasa digunakan pada pasien hemoroid di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan kriteria pasien dan kriteria obat. Metode : Penelitian yang dillakukan yaitu deskriptif kualitatif, Data yang digunakan berupa resep pasien hemoroid pada tahun 2022 di Puskesmas Karang Bahagia Kabupaten Bekasi. Hasil : berdasarkan usia penderita paling banyak pada usia 17-40 tahun (57%), berdasarkan jenis kelamin pasien dengan penderita paling banyak yaitu laki-laki sebanyak 21 pasien (54%), berdasarkan pekerjaan pasien yang bekerja paling banyak yaitu 20 pasien (51%) dan berdasarkan penyakit penyerta yang terdiagnosa dengan beberapa penyakit penyerta yaitu pasien maag, flu dan batuk, asma dan infeksi bakteri. Kesimpulan : Hasil menunjukkan bahwa kelompok usia 17 hingga 60 tahun yang paling sering menderita hemoroid berada di Puskesmas Karang Bahagia, dan kelompok usia ini diobati dengan antihemoroid suppositoria 2 mg. Hasil menunjukkan bahwa pasien dengan maag, infeksi bakteri, asma, flu, dan batuk mendapatkan pengobatan Hemoroid dengan suplai obat antihemoroid 2 mg.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Peresepan Obat Oral Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Pasien Rawat Jalan di Klinik Tiara Periode Mei-Oktober 2022

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang berdasarkan data prediksi oleh International Diabetes Federation (IDF) menunjukan pada tahun 2019 – 2030 terdapat kenaikan jumlah pasien DM dari 10,7 juta menjadi 13,7 juta pada tahun 2030. Dinas Kesehatan di Kabupaten Bogor Tahun 2019 terindikasi Diabetes Melitus sebanyak 57.769 orang dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar sebanyak 42.905 (74,27%). Kenaikan jumlah diabetes melitus dianggap “ibu dari segala penyakit”. Tujuan Untuk mengetahui gambaran Peresepan Obat Antidiabetes Melitus tipe II rawat jalan di Klinik Tiara periode Mei – Oktober 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang bersifat retrospektif. Hasil Penelitian Pasien diabetes melitus tipe II berdasarkan jenis kelamin paling banyak adalah perempuan sebanyak (58,10%). Berdasarkan usia 46-65 tahun sebanyak (60,81%). Pengunaan obat diabetes melitus tipe II berdasarkan jenis obat paling banyak diresepkan yaitu metformin (83,78%). Obat diabetes mellitus tipe II berdasarkan data peresepan obat yang diberikan R/ obat monoterapi sebanyak (93,24%). Berdasarkan data penggunaan kombinasi obat sebanyak (6,75%).

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Peran Resep Elektronik Dalam Meningkatkan Medication Safety Pada Proses Peresepan Pasien Rawat Jalan Periode Januari 2022 di Ruamh Sakit Dewi Sri Karawang

2023•Koleksi Perpustakaan

Elektronik resep mencegah kesalahan yang timbul karena kesulitan dalam membaca atau memahami resep tulisan tangan. Oleh karena itu penting untuk mengevaluasi kelengkapan resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Dewi Sri Karawang untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam kelengkapan resep. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif menggunakan metode uji kausalitas dengan analisis data regresi Linear. Sampel yang diambil berdasarkan resep yang masuk ke instalasi farmasi dari spesialis kebidanan dan kandungan, spesialis, penyakit dalam, spesialis paru didapatkan sebanyak 882 e-resep dan sampel yang diambil menggunakan teknik random sampling sebanyak 90 lembar resep dengan 18 kategori kelengkapan administrasi, farmastik, klinis. Berdasarkan hasil kelengkapan resep elektronik terdapat Ketidaklengkapan pada Rumah Sakit Dewi Sri Karawang bulan januari 2022 kelengkapan administrasi, farmastik, klinis mendapatkan hasil 71 resep (78,9% ) resep lengkap, sedangkan resep tidak lengkap yaitu 19 resep (21,1%) dan hasil dari prescribing error dapat di tafsirkan bahwa peresepan elektronik berkontribusi sebesar 43,6% terhadap medication safety.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail