ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu, sedangkan apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang bermutu. Pelayanan kefarmasian selain sebagai tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik konsumen untuk membeli obat farmasi (Sari & Suprianto). Jenis penelitian ini termasuk penelitian nonekperimental dengan desain penelitian deskriptif menggunakan analisis kuantitatif yaitu menggunakan analisis data berupa angka yang bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di klinik Raffa Medika. Penelitian ini menggunakan pendekatan (survey) dimana pengumpulan data ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden, dengan bantuan perhitungan aplikasi SPSS versi 25. Berdasarkan hasil uji Chi-square pada jenis kelamin bisa dilihat pada table diatas didapatkan p-value 0.151, sehingga p-value 0.01. Untuk jenis kelamin laki-laki, ada sebanyak 2 responden yang menyatakan tidak puas, 33 responden menyatakan cukup puas, dan 10 responden menyatakan puas, jadi total jenis kelamin laki-laki ada sebanyak 45 responden. Dan untuk jenis kelamin Perempuan, ada sebanyak 28 responden menyatakan cukup puas, 16 responden menyatakan puas, total jenis kelamin perempuan ada sebanyak 44 responden. Berdasarkan uji statistik dapat di nyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara jenis kelamin dengan Kepuasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Berdasarkan data Riskesdas 2018 masyarakat yang terdata yaitu di
Provinsi Jawa Barat sebesar 186.809 orang, sedangkan untuk prevalensi ISPA yang
terdiagnosa di provinsi Jawa Barat ada pada peringkat ke 7 yaitu sebesar 4,7%.
Provinsi Jawa Barat termasuk kedalam 10 besar yang banyak terjadi kasus ISPA.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Peresepan
Antibiotik Oral Pada Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Tiara
Cibinong Bogor Periode April-September 2022.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yang bersifat
Retrospektif, populasi yang digunakan pada penelitian ini semua resep yang masuk di
Klinik Tiara periode April-September tahun 2022.
Hasil: Penggunaan antibiotik oral yaitu laki-laki sebanyak 55 pasien (55%) dari 100
pasien. Kelompok usia yang lebih banyak mendapatkan antibiotik oral yaitu adalah
anak-anak 39 pasien (39%) dari 100 pasien. Zat aktif Antibiotik yang lebih banyak
diresepkan adalah cefadroxil sebanyak 49 pasien (49%) dari 100 resep. Golongan
antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu golongan sefalosporin sebanyak 55
pasien (55%) dari 100 resep dan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan yaitu
sirup 50 pasien (50%) dari 100 resep
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Latar Belakang: Resep harus ditulis dengan jelas untuk menghindari kesalahan medikasi atau medication error (ME). Evaluasi kelengkapan resep dilakukan sebagai bentuk peningkatan mutu pelayanan resep. Tujuan: Penelitian ini ditujukan mengetahui persentase kelengkapan resep dalam hal Inscriptio, Invocatio, Prescriptio, Signatura, Subscriptio dan Pro. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan 400 sampel lembar resep yang akan diteliti, dan dilakukan pengamatan satu persatu dengan cara mencatat semua aspek-aspek kelengkapan resep dan dilakukan analisa data hasil. Hasil: Diketahui jumlah presentase resep yang memenuhi syarat kelengkapan resep adalah 76,25% (305 lembar resep), sedangkan presentase resep yang tidak memenuhi syarat kelengkapan resep adalah 23,75% (95 lembar resep). Kelengkapan resep pasien BPJS di klinik mahasta dalam hal inscriptio 100% lengkap 0% tidak lengkap, dalam hal invocatio 100% lengkap 0% tidak lengkap, dalam hal praescriptio 87% lengkap 13% tidak lengkap, dalam hal subscriptio 97,5% lengkap 2,5% tidak lengkap, dalam hal signatura 100% lengkap 0% tidak lengkap, dan dalam hal pro 83,25% lengkap 16,75% tidak lengkap.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat dicegah melalui pengelolaan tekanan darah dan kepatuhan terapi. Namun, hubungan keduanya belum konsisten. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Metode: Penelitian analitik kuantitatif cross-sectional pada 85 pasien hipertensi usia 40-79 tahun yang dipilih secara purposive. Kepatuhan diukur dengan kuesioner MARS-5 dan MPR, sedangkan risiko kardiovaskular dihitung dengan skor ASCVD. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan uji linearitas. Hasil: Mayoritas pasien memiliki kepatuhan tinggi (MARS-5 = 91,8%; MPR = 76,5%) dan risiko kardiovaskular rendah (64,7%). Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan dengan risiko kardiovaskular (MARS-5 p = 0,041; MPR p = 0,049). Kesimpulan: Kepatuhan tinggi berhubungan dengan risiko kardiovaskular lebih rendah, terutama berdasarkan MARS-5. Edukasi berkelanjutan dan pemantauan rutin diperlukan untuk menjaga kepatuhan serta mencegah komplikasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Resep harus ditulis dengan jelas untuk menghindari kesalahan medikasi atau medication error (ME). Evaluasi kelengkapan resep dilakukan sebagai bentuk peningkatan mutu pelayanan resep.
Tujuan: Penelitian ini ditujukan mengetahui persentase kelengkapan resep dalam hal Inscriptio, Invocatio, Prescriptio, Signatura, Subscriptio dan Pro.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan 400 sampel lembar resep yang akan diteliti, dan dilakukan pengamatan satu persatu dengan cara mencatat semua aspek-aspek kelengkapan resep dan dilakukan analisa data hasil.
Hasil: Diketahui jumlah presentase resep yang memenuhi syarat kelengkapan resep adalah 76,25% (305 lembar resep), sedangkan presentase resep yang tidak memenuhi syarat kelengkapan resep adalah 23,75% (95 lembar resep). Kelengkapan resep pasien BPJS di klinik mahasta dalam hal inscriptio 100% lengkap 0% tidak lengkap, dalam hal invocatio 100% lengkap 0% tidak lengkap, dalam hal praescriptio 87% lengkap 13% tidak lengkap, dalam hal subscriptio 97,5% lengkap 2,5% tidak lengkap, dalam hal signatura 100% lengkap 0% tidak lengkap, dan dalam hal pro 83,25% lengkap 16,75% tidak lengkap.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan adalah seseorang merasa senang atau kecewa yang dapat muncul setelah membandingkan kinerja atau berhasil produk yang dipikirkan terhadap kinerja atau hasil produk yang diharapkannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi di klinik Fatimah azzahra, dan mengetahui kehandalan (reliability),daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti langsung (tangible) pada pasien di Klinik Fatimah Azzahra. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain yang di gunakan pada penelitian ini adalah survei analitik untuk menghubungkan variable independen yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, emphaty terhadap tingkat kepuasan pasien. Pendekatan penelitian yang di gunakan yaitu cross sectional yaitu pengumpulan data baik untuk variable idenpenden maupun variable dependent, populasi pada penelitian ini ialah semua pasien yang berkunjung dan mendapatkan resep obat di Klinik Fatimah Azzahra yang telah berkunjung sebanyak 92. Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik Fatimah azzahra dilihat dari parameter pengukuran berdasarkan dimensi yaitu tangible sebesar 79,15%, reliability sebesar 81,48%, responsiveness sebesar 79,39%, assurance sebesar 82,62%, dan emphaty sebesar 78,05%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Klinik merupakan salah satu sarana Apoteker melakukan pelayanan kefarmasian.
Dalam menjalankan tugas apoteker berpedoman pada standar pelayanan
kefarmasian di Klinik berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia (PERMENKES RI) No. 34 tahun 2021. Mengukur tingkat kepuasan
pasien mengenai pelayanan kefarmasian dapat menggunakan lima dimensi seperti
kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance),
empati (emphaty) dan bukti langsung (tangible). Penelitian ini dilakukan di Klinik
Safira Cabangbungin. Berdasarkan uraian tersebut peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian untuk melihat tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
kefarmasian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang
menggunakan pengamatan secara langsung dengan cara membagikan kuesioner
dengan jumlah sampel 60 pasien. Berdasarkan hasil parameter dapat diketahui
bahwa untuk hasil (CSI) yang tertinggi adalah parameter jaminan (assurance)
sebesar 77,01% dan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) terendah adalah daya
tanggap (responsiveness) sebesar 72,30% dan tingkat kepuasan pasien terhadap
pelayanan kefarmasian secara keseluruhan termasuk dalam kriteria puas.
Berdasarkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik
Safira Cabangbungin bisa dilihat dari pengukuran parameternya yaitu keandalan
(reliabiality) sebesar 76,40% daya tanggap (responsiveness) sebesar 72,30%
jaminan (assurance) sebesar 77,01% empati (emphaty) sebesar 76,25% dan bukti
langsung (tangibles) sebesar 76,38% menunjukan hasil dari keseluruhan pasien
merasa puas dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh petugas
kefarmasian di Klinik Safira Cabangbungin.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Berdasarkan data Riskesdas 2018 masyarakat yang terdata yaitu di Provinsi Jawa Barat sebesar 186.809 orang, sedangkan untuk prevalensi ISPA yang terdiagnosa di provinsi Jawa Barat ada pada peringkat ke 7 yaitu sebesar 4,7%. Provinsi Jawa Barat termasuk kedalam 10 besar yang banyak terjadi kasus ISPA.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Peresepan Antibiotik Oral Pada Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Tiara Cibinong Bogor Periode April-September 2022.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yang bersifat Retrospektif, populasi yang digunakan pada penelitian ini semua resep yang masuk di Klinik Tiara periode April-September tahun 2022.
Hasil: Penggunaan antibiotik oral yaitu laki-laki sebanyak 55 pasien (55%) dari 100 pasien. Kelompok usia yang lebih banyak mendapatkan antibiotik oral yaitu adalah anak-anak 39 pasien (39%) dari 100 pasien. Zat aktif Antibiotik yang lebih banyak diresepkan adalah cefadroxil sebanyak 49 pasien (49%) dari 100 resep. Golongan antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu golongan sefalosporin sebanyak 55 pasien (55%) dari 100 resep dan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan yaitu sirup 50 pasien (50%) dari 100 resep.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang berdasarkan data prediksi oleh International Diabetes Federation (IDF) menunjukan pada tahun 2019 – 2030 terdapat kenaikan jumlah pasien DM dari 10,7 juta menjadi 13,7 juta pada tahun 2030. Dinas Kesehatan di Kabupaten Bogor Tahun 2019 terindikasi Diabetes Melitus sebanyak 57.769 orang dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar sebanyak 42.905 (74,27%). Kenaikan jumlah diabetes melitus dianggap “ibu dari segala penyakit”. Tujuan Untuk mengetahui gambaran Peresepan Obat Antidiabetes Melitus tipe II rawat jalan di Klinik Tiara periode Mei – Oktober 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang bersifat retrospektif. Hasil Penelitian Pasien diabetes melitus tipe II berdasarkan jenis kelamin paling banyak adalah perempuan sebanyak (58,10%). Berdasarkan usia 46-65 tahun sebanyak (60,81%). Pengunaan obat diabetes melitus tipe II berdasarkan jenis obat paling banyak diresepkan yaitu metformin (83,78%). Obat diabetes mellitus tipe II berdasarkan data peresepan obat yang diberikan R/ obat monoterapi sebanyak (93,24%). Berdasarkan data penggunaan kombinasi obat sebanyak (6,75%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu, sedangkan apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang bermutu. (Sari & Suprianto). Jenis penelitian ini termasuk noneksperimental dengan desain penelitian deskriptif menggunakan analisis kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan (survey) dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25. Berdasarkan hasil uji Chi-square pada jenis kelamin bisa dilihat pada table diatas didapatkan p-value 0.151, sehingga p-value < 0.01. Untuk jenis kelamin laki-laki, ada sebanyak 2 responden yang menyatakan tidak puas, 33 responden menyatakan cukup puas, dan 10 responden menyatakan puas, jadi total jenis kelamin laki-laki ada sebanyak 45 responden. Dan untuk jenis kelamin Perempuan, ada sebanyak 28 responden menyatakan cukup puas, 16 responden menyatakan puas, total jenis kelamin perempuan ada sebanyak 44 responden. Berdasarkan uji statistik dapat di nyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara jenis kelamin dengan Kepuasan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Karakteristik menurut Boeree, 2010 merupakan segala sesuatu ciri khas seseorang dalam berkeyakinan, bertindak,
seta merasakan. Setiap ruangan memiliki karakteristik perawat yang berbeda sesuai dengan kondisi pasien yang
dilayani seperti di ruangan poliklinik selama pandemi covid-19 perawat merasa cemas bahkan stress karena perawat
poliklinik tidak dilengkapi alat pelindung diri. Peneltian ini bertujuan untuk mengindentifikasi adanya hubungan
karakteristik perawat terhadap stress dalam memberikan asuhan keperawatan di masa pandemic covid-19 di
Poliklinik RS X. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross
sectional.Sampel yang di gunakan sebanyak 67 perawat dengan tekhnik pengambilan Total Sampling. Analisis data
yang digunakan Uji Chi Square.Penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia, masa kerja, dan tingkat
pendidikan. Penelitian ini menggunakan data primer. Hasil penelitan nya yaitu ada hubungan masa kerja perawat
terhadap stress dalam memberikan asuhan keperawatan di masa pandemic covid -19.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Radial Artery Occlusion (RAO) atau disebut juga oklusi arteri radialis merupakan komplikasi
paska prosedur kateterisasi jantung melalui akses arteri radialis. Tujuan penelitian ini untuk
mengidentifikasi keefektifan metode barbeau test dan metode pengamatan klinik terhadap
kejadian RAO pada pasien post prosedur kateterisasi jantung di ruang angiografi dan HCCU
Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kuantitatif analitik dengan desain penelitian study comparativ melalui pendekatan
rancangan penelitian Quasi-eksperimental, Adapun sampel dalam penelitian ini
menggunakan kuota sampling sebanyak 30 responden yang di bagi menjadi 2 kelompok,
yaitu 15 metode Barbeau Test dan 15 metode pemantauan klinis. Berdasarkan uji statistik
Independen sample T-test diperoleh nilai untuk Metode Barbeu test P-value = 0,000
(<α=0,05) dan Metode Pengamatan Klinis Dengan P-value = 0,043 (<α=0,05). Hasil
penelitian ini menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara metode Barbeau test dan
metode pengamatan klinis dalam menilai kejadian RAO. Diharapkan bagi Rumah Sakit perlu
mengkombinasikan 2 metode yang paling sering digunakan dan dapat memilih metode yang
terbaik untuk menilai kejadian RAO pada pasien post tindakan kateterisasi jantung