Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: ASCVD
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kerasionalan dan Kepatuhan Terapi Antihipertensi dengan Risiko Kardiovaskular pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit X

2026•Koleksi Perpustakaan

Hipertensi memerlukan terapi jangka panjang untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan distribusi nilai risiko kardiovaskular antara kelompok kerasionalan terapi dan kelompok kepatuhan terapi antihipertensi pada pasien hipertensi di Rumah Sakit X. Penelitian observasional analitik berdesain retrospektif ini menggunakan data sekunder dari 40 rekam medis pasien hipertensi rawat jalan BPJS berusia 40–74 tahun periode Januari–Juni 2026 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kerasionalan terapi dinilai berdasarkan ketepatan indikasi, pasien, obat, dan dosis dengan JNC 8 dan PNPK Tata Laksana Hipertensi Dewasa 2026 sebagai acuan utama, serta Formularium Nasional dan informasi resmi BPOM sebagai acuan pendukung untuk bentuk dan kekuatan sediaan tertentu. Kepatuhan dinilai menggunakan Medication Possession Ratio (MPR), sedangkan risiko kardiovaskular 10 tahun dihitung menggunakan ASCVD Risk Calculator. Nilai risiko ASCVD antarkelompok kerasionalan dan kepatuhan dianalisis secara terpisah menggunakan uji Mann–Whitney U dengan exact significance dua arah. Hasil menunjukkan bahwa 26 pasien (65,0%) menerima terapi rasional dan 14 pasien (35,0%) menerima terapi tidak rasional; 37 pasien (92,5%) patuh dan 3 pasien (7,5%) tidak patuh. Terdapat perbedaan distribusi nilai risiko ASCVD yang bermakna antara kelompok terapi rasional dan tidak rasional (p-value =0,004), dengan peringkat risiko lebih tinggi pada kelompok tidak rasional. Tidak ditemukan perbedaan distribusi nilai risiko ASCVD antara kelompok patuh dan tidak patuh (p-value=0,996). Dengan demikian, perbedaan distribusi nilai risiko ASCVD ditemukan pada pengelompokan kerasionalan terapi, tetapi tidak ditemukan pada pengelompokan kepatuhan terapi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kepatuhan Terhadap Terapi Antidipertensi Dengan Risiko Kardiovaskular Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cikarang

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat dicegah melalui pengelolaan tekanan darah dan kepatuhan terapi. Namun, hubungan keduanya belum konsisten. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi di Puskesmas Cikarang. Metode: Penelitian analitik kuantitatif cross-sectional pada 85 pasien hipertensi usia 40-79 tahun yang dipilih secara purposive. Kepatuhan diukur dengan kuesioner MARS-5 dan MPR, sedangkan risiko kardiovaskular dihitung dengan skor ASCVD. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan uji linearitas. Hasil: Mayoritas pasien memiliki kepatuhan tinggi (MARS-5 = 91,8%; MPR = 76,5%) dan risiko kardiovaskular rendah (64,7%). Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan dengan risiko kardiovaskular (MARS-5 p = 0,041; MPR p = 0,049). Kesimpulan: Kepatuhan tinggi berhubungan dengan risiko kardiovaskular lebih rendah, terutama berdasarkan MARS-5. Edukasi berkelanjutan dan pemantauan rutin diperlukan untuk menjaga kepatuhan serta mencegah komplikasi.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail