ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
SKRIPSI, Mei 2021
Nama : FITRIA JUWITA SARI
NPM : 020319717
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEMATIAN PADA PASIEN COVID-19 DI RUANG ICU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAYU ASIH PURWAKARTA
xvi + 66 Halaman+ 11 Tabel+ 11 Lampiran
ABSTRAK
Covid-19 merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di berbagai negara. Case Fertality Rate Covid-19 di Indonesia mencapai 4,68%. Kematian tertinggi pasien Covid-19 di RSUD bayu Asih terdapat di ruang ICU yaitu 82,4%. Usia tua, jenis kelamin dan penyakit komorbid merupakan faktor resiko yang menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor resiko kematian pada pasien covid-19 di Ruang ICU RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analitik observasional dengan desain studi retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Covid-19 terkonfirmasi di ruang ICU RSUD Bayu Asih Purwakarta periode bulan Oktober 2020 - Januari 2021 sebanyak 64 orang pasien, sampel yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi checklist. Analisis data menggunakan Uji Chi Square.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 64 pasien terinfeksi Covid-19 di ruang ICU, 41 pasien meninggal, 80,6% berusia >60 (p=0,016, OR 4,427), 72,2% berjenis kelamin laki-laki (p=0,201, OR 2,253) dan 74,1% memiliki penyakit penyerta (p=0,000, OR 25,714). Kesimpulannya adalah usia tua dan penyakit komorbid merupakan faktor resiko kematian pada Covid-19.
Kata Kunci : Covid-19, faktor resiko, kematian
Bahan bacaan : 33 ( 2007-2020)
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Enzim 3-Chymotrypsin-Like Protease (3-CLPro), mediator inflamasi IL-6 dan IL-18 merupakan faktor yang mempercepat siklus hidup SARS-CoV-2. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) diketahui dapat menambat sitokin proinflamasi. Tujuan penelititan ini untuk mengetahui senyawa dan nilai binding energy (ΔG) yang paling negatif atau terendah yang dihasilkan oleh senyawa temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) secara in silico. Metode dilakukan dengan molecular docking secara in silico antara reseptor (enzim 3-CLPro, mediator inflamasi IL-6, IL-18) dan ligan (Curcuma xanthorrhiza Roxb) menggunakan aplikasi PyRx. Hasil molecular docking atau penambatan dari 24 senyawa temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) menunjukkan bahwa semua senyawa dapat menghambat enzim 3-Chymotrypsin Like-Protease (3-CLPro), mediator inflamasi IL-6, dan mediator inflamasi IL-18. Curcumin memiliki nilai penurunan energi yang mendekati kontrol positif boceprevir dan ivermectin dalam penghambatan enzim 3-CLPro sebesar -10,0 kcal/mol. Pada penurunan mediator inflamasi IL-6 dan IL-18, curcumin memiliki nilai yang paling negatif atau terbaik dibandingkan dengan kontrol positif boceprevir dan ivermectin -10,2 dan -10,0 kcal/mol. Maka, dapat disimpulkan bahwa senyawa dalam temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) berpotensi sebagai pengembangan obat terbaru untuk SARS- CoV-2.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Corona Virus Disease-19 (COVID-19) disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dengan bantuan enzim Main Protease (MPro) dalam proses replikasinya. Sehingga SARS-CoV-2 dapat meningkatkan mediator inflamasi IL-6 dan IL-18. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui senyawa yang terkandung di dalam jintan hitam (Nigella sativa L) dan mengetahui nilai penurunan energi bebas (ΔG) yang dapat menghambat enzim Main Protease (MPro) dan menurunkan mediator inflamasi IL-6 dan IL-18. Penelitian ini diawali dengan melakukan penyiapan model senyawa kimia, optimasi senyawa, preparasi makromolekul target penambatan, penambatan molekul dan visualisasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa 37 senyawa yang terdapat pada jintan hitam (Nigella sativa L) ada senyawa yang mampu menghambat enzim Main Protease (MPro) yaitu senyawa taraxerol (-9.1 kcal/mol). Kemudian, untuk IL-6 yaitu senyawa cholesterol (-8.9 kcal/mol) dan IL-18 yaitu senyawa cholesterol (-7.1 kcal/mol). Maka, dapat disimpulkan bahwa senyawa dalam jintan hitam berpotensi sebagai pengembangan obat terbaru untuk SARS-CoV-2.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Virus SARS-CoV-2. Bawang putih (Allium sativum L) mengandung senyawa yang bertanggung jawab atas efek imunomodulator dan memiliki aktivitas antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut senyawa yang terkandung didalam bawang putih (Allium sativum L) yang berpotensi menghambat COVID-19 secara in silico dengan menyiapkan model senyawa kimia, mengoptimasikan senyawa, preparasi makromolekul target penambatan senyawa enzim Papain Like Protease dengan kode 6B18, dan untuk mediator TNF-α dengan kode 1TNF dan IFN-α dengan kode 4Z5R, penambatan molekul, dan visualisasi. Hasil didapatkan 34 senyawa bawang putih dapat menghambat enzim PLPRO dan mediator inflamasi TNF-a dan INF-a
Dari 34 senyawa pada bawang putih (Allium sativum L) diperoleh senyawa yang dapat menghambat enzim Papain Like Protease (PLPRO) yaitu dari -2,6 sampai -8,7 kcal/mol dan yang paling efektif terdapat pada senyawa Hyperin sebesar -8.7 kcal/mol, senyawa yang dapat menghambat mediator TNF-a yaitu dari -2,5 sampai -8,0 kcal/mol dan yang paling efektif terdapat pada senyawa Phytol sebesar -8.0 kcal/mol dan yang dapat menghambat mediator INF-a yaitu dari -3,1 sampai -8,2 kcal/mol mol dan yang paling efektif terdapat pada senyawa Ergosterol sebesar -8.2 kcal/mol.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Corona Virus Disease 2019 yang disebut covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Madu merupakan cairan kental yang diproduksi oleh lebah mengandung berbagai senyawa dan memiliki aktivitas antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti madu sebagai obat untuk mengatasi covid-19 secara pre experimental design berbasis komputer. Penelitian dilakukan dengan penyiapan Ligan yang diperoleh dari Zink Web dan makromolekul yang diperoleh dari Protein Data Bank yaitu enzim 3CLpro dengan kode 6M03, mediator TNF-α dengan kode 1TNF dan IFN-α dengan kode 4Z5R. Makromolekul dioptimalkan menggunakan perangkat lunak UCSF Chimera, visualisasi ligan makromolekul menggunakan perangkat lunak PyMol dan Ligplot. Hasil didapatkan 26 senyawa madu diperoleh senyawa yang dapat menghambat enzim 3CLpro yaitu -5.0 sampai -7,6 kcal/mol didapatkan nilai terbaik chlorogenic acid dengan energi afinitas -7.6 kcal/mol, senyawa yang dapat menghambat mediator inflamasi IFN-α yaitu -5.0 sampai -8,0 kcal/mol didapatkan nilai terbaik rutin dengan nilai energi afinitas -8.0 kcal/mol, senyawa yang menghambat mediator inflamasi TNF-α yaitu -4.7 sampai -7,5 kcal/mol didapatkan nilai terbaik chlorogenic acid dengan nilai energi afinitas sebesar -7.5 (kkal/mol), yang dapat berpotensi dalam pengobatan antivirus SARS COV-2 yang potensial.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat, yang dilaksanakan oleh kader kesehatan yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Posyandu sebagai bentuk upaya kesehatan yang berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kunjungan balita di posyandu Desa Margasari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita di posyandu Desa Margasari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang dengan jumlah ibu yang mempunyai balita 80 ibu. Dan sample penelitian ini adalah 80 orang, sampel diambil dengan cara menggunakan metode total sampling. Analisis data digunakan dengan cara univariat.
Hasil penelitian ini terdapat 30 responden yang memiliki pendidikan rendah sebanyak 42 orang (52,2%). Memiliki usia <35 tahun sebanyak 30 orang (37,5%) sedangkan yang berusia >35 tahun sebanyak 50 orang (62,5%) kemudian yang dukungan keluarga yang tidak mendukung sebanyak 46 orang (57,5%) sedangkan yang mendukung sebanyak 34 orang (47,7%). Pengetahuan ibu yang kurang sebanyak 43 orang (53,8%) dan yang tidak berkunjung karena adanya wabah covid-19 sebanyak (55,0%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Desain Penelitian ini adalah dengan Studi Kasus, yang merupakan metode yang diterapkan untuk memahami individu lebih mendalam dengan dipraktekkan secara integratif dan komprehensif. Populasi penelitian yaitu ibu hamil dengan usia kehamilan yang menjadi kriteria yaitu 12 - 42 minggu di klinik Bidan Chrisna sebanyak 100 ibu hamil. Sampel penelitian berjumlah 100 ibu hamil, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. variabel independent yaitu faktor-faktor terhadap keikutsertaan vaksinasi COVID-19 pada Ibu hamil, Variabel dependen yaitu ibu hamil. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Teknik pengolahan data menggunakan editing, coding, tabulating, analisis univariat meliputi karakteristik responden dan faktor-faktor terhadap keikutsertaan vaksinasi COVID-19, analisis bivariat hubungan faktor-faktor terhadap keikutsertaan vaksinasi COVID-19. Uji statistik menggunakan uji chi-square.
Hasil uji statistik chi-square diperoleh variabel kecemasan signifkan nilai p value = 0,000 dan nilai OR = 39.465, variabel pengetahuan tidak signifkan nilai p value = 0,418 dan nilai OR = 3.579, variabel usia tidak signifkan nilai p value = 0,419 dan nilai OR = 1.543, variabel pekerjaan tidak signifkan nilai p value = 0,845 dan nilai OR = 2.569, sedangkan variabel sumber informasi tidak signifkan nilai p value = 0,315 dan nilai OR = 3.577 terhadap keikutsertaan vaksinasi COVID-19.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan kecemasan ibu hamil dengan keikutsertaan vaksinasi COVID-19 di Bidan Chrisna Kota Depok tahun 2021. Saran dalam penelitian ini untuk peneliti, masyarakat, tempat penelitian, dan Instansi Pemerintah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab Covid-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Penyakit Covid-19 paling berisiko bagi yang pernah menderita penyakit sebelumnya (dalam istilah medis disebut komorbid). Penyakit penyerta (Komorbid) terbanyak adalah hipertensi. Dengan jumlah presentase penyakit hipertensi sebanyak 50,5%, lalu diikuti diabetes melitus 34,5%. (Kemenkes, 2020). Di masa pandemi saat ini terkait terapi pengobatan untuk pasien Covid-19, sangat diperlukan. Namun, belum ada pengobatan atau terapi khusus untuk Covid-19 saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui presentase rata-rata kesesuaian pola pengobatan pasien Covid-19 yang memiliki komorbid dengan Pedoman Tatalaksana Covid-19 Edisi 3 tahun 2020 di Rumah Sakit “X” periode Juni 2021 – November 2021. Pada penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang menggunakan data retrospektif. Pengambilan data di ambil dengan penggunaan data sekunder dari rekam medis Pasien Covid-19 yang dirawat dengan komorbid Hipertensi dan atau Diabetes di RS “X” periode Juni 2021 - November 2021. Hasil dari penelitian didapatkan pasien perempuan 50% dan laki-laki 50%. Klasifikasi Komorbid terbanyak hipertensi sebanyak 44,4% di ikuti dengan diabetes sebanyak 27,8% dan yang memiliki komorbid keduanya sebanyak 27,8%. Pola kesesuaian pengobatan pasien kormorbid dengan Pedoman Tatalaksana Covid Edisi 3 tahun 2020 didapat nilai rata-rata sebesar 85%. Dimana hasil tersebut menunjukkan bahwa banyak pasien Covid-19 dengan komorbid di Rumah Sakit “X” yang pemberian obatnya sudah sesuai dengan rekomendasi pedoman tatalaksana Covid-19 edisi 3 2020.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Coronavirus Disease atau Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Potensi terinfeksi virus Covid-19 sangat dipengaruhi oleh tingkat imunitasnya. Salah satu cara untuk meningkatkan sistem imun yaitu melalui multivitamin ataupun suplemen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui vitamin dan imunostimulan apa saja yang paling banyak digunakan pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Sampel pada penelitian ini yaitu penjualan vitamin dan imunostimulan di apotek yang tercatat pada buku penjualan apotek. Data dianalisis dalam bentuk diagram. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat penjualan tertinggi di Apotek Khanza Medika pada masa pandemi Covid-19 yaitu vitamin B pada bulan Juli, vitamin C pada bulan Juli 2021, multivitamin pada bulan April 2020, imunostimulan pada bulan Maret 2020. Kesimpulan dari penelitian ini adalah vitamin yang paling banyak digunakan pada masa pandemi Covid-19 di Apotek Khanza Medika yaitu vitamin C dan multivitamin.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Virus COVID-19 menyebar dan telah memberikan dampak luas secara sosial dan ekonomi. Saat ini kejelasan peneganan mengenai penyakit ini masih terus diusahakan, termasuk dalam aspek penegakkan diagnosis, tata laksana, hingga pencegahan (Lubis, 2020). Tanggung jawab pencegahan penularan adalah tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Ada banyak cara tetap sehat dan memperkuat system kekebalan tubuh dimasa pandemi ini, antara lain menjalankan pola hidup sehat dengan olah raga teratur konsumsi makanan yang sehat dan mengkomsumsi suplemen atau minuman herbal berupa jamu atau zat immunomodulator herbal untuk menjaga kebugaran sistem imunitas tubuh. Namun, penggunaan immunomodulator herbal ini tidak terlepas dari tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan covid-19 menggunakan immunomodulator herbal di UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 94 responden dengan purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dengan 15 pertanyaan untuk pengetahuan dan 10 pertanyaan untuk sikap. Pengolahan sampel dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Chi Square, diperoleh hasil tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan COVID-19 Menggunakan Immunomodulator Herbal di UPTD Puskesmas DTP Purwakarta dengan nilai p value 0,828 < 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
COVID-19 secara dominan mempengaruhi morbiditas dan mortalitas yang tinggi di antara orang-orang dengan usia tua dan atau penyakit kronis. terutama penyakit paru-paru, jantung, arteri hipertensi dan diabetes mellitus. Penderita diabetes di Indonesia yang mengalami komplikasi ulkus diabetikum sekitar 15% angka amputasi 30% angka mortalitas 32% dan ulkus diabetikum merupakan penyebab perawatan rumah sakit yang terbanyak sebesar 80% untuk DM (Tjahjono.2020). Ulkus diabetikum yang sudah terinfeksi sering mengakibatkan munculnya gangren dan bisa juga berujung amputasi pada ekstremitas bawah (Tjahjono, 2020). Selama pandemi terjadi penuruann jumlah kunjungan pasien ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan situasi pandemi covid-19 dengan kunjungan perawatan luka diabetik (DM) di poli bedah rumah sakit bayu asih purwakarta tahun 2021. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian diskriptif komparatif. Sampel yang digunakan adalah data kunjungan pasien selama satu tahun sebelum dan setelah pandemic Covid-19 terjadi. Pengolahan sampel dianalisis secara bivariat menggunakan uji dependen t test dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan diperoleh hasil terdapat pengaruh situasi pandemi covid-19 terhadap kunjungan perawatan luka diabetik (DM) di poli bedah rumah sakit bayu asih purwakarta dengan nilai p value 0,001 < 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penerimaan vaksinasi covid-19 adalah prosedur penting yang bertujuan untuk mencegah penularan virus
covid-19, banyak faktor pencetus yang dapat mengakibatkan penerimaan vaksinasi covid-19, tapi faktor utama
penerimaan vaksinasi covid-19 hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah
Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksinasi covid-19 pada masyarakat di
Kampung Jatimulya 2 Rt. 01 Rw. 04 Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang. Metode: jenis penelitian ini
menggunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional, populasi pada penelitian ini adalah 311 orang dan
jumlah sampel sebanyak 75 yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrument penelitian ini berupa
kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa
ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,008), persepsi (p value = 0,015), akses pelayanan publik (p value = 0,000),
media (p value = 0,027), dukungan motivasi eksternal (p value = 0,015), tokoh masyarakat (p value = 0,014,) dengan
penerimaan vaksinasi covid-19. Kesimpulan: Untuk mencapai program vaksinasi covid-19 guna membentuk herd imunity
yang baik bagi masyarakat, dukungan dari tokoh masyarakat perlu lebih ditingkatkan, misalnya dengan memberikan
penyuluhan mengenai vaksinasi covid-19 agar masyarakat tidak ragu dan tidak memiliki persepsi negatif perihal vaksinasi
covid-19 terkait informasi yang dia dapat dari media perihal berita hoaks mengenai vaksinasi covid-19 dan masyarakat
dapat menerima vaksinasi covid-19.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang Virus corona merupakan salah satu virus yang menyerang sistem pernapasan hingga dapat mengakibatkan kematian (Novita, 2020). Pada tanggal 30 Oktober 2020 sudah terdapat 216 negara terinfeksi corona virus di dunia jumlah yang terkonfirmasi ada di angka 44.888.869 orang dengan jumlah yang meninggal sebanyak 1.178.475 orang. Indonesia sendiri masih mencatatkan kasus tertinggi dengan mencapai 1.571.824 kasus pada tanggal 12 April 2021. Atas dasar itu, pemerintah melakukan berbagai upaya dan mengeluarkan kebijakan untuk mengatasinya, salah satu upaya yang hingga saat ini dilakukan penanggulangan penyebaran Covid-19 adalah melalui riset untuk menghasilkan vaksin. Vaksin merupakan produk biologi yang mengandung antigen berupa mikroorganisme atau bagian atau zat yang dihasilkan darinya (Kemenkes RI, 2021). Manfaat vaksin covid adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19, karena vaksin covid-19 dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona. Dengan begitu, risiko tertular virus ini akan jauh lebih kecil. (Aidah, siti nur, 2021). Efek samping yang sangat umum (10%) setelah vaksinasi biasanya ringan, yaitu pusing, mual, nyeri otot (mialgia), artralgia (artralgia), nyeri di tempat suntikan, kelelahan, ketidaknyamanan, dan demam. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 02 Mei 2021 di Desa Karangjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi terdapat populasi masyarakat sebesar 4092 penduduk yang berusia 18 sampai 45 tahun. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut dengan metode mengisi kuisioner yang melibatkan 20 responden masyarakat, di temukan bahwasanya terdapat 50% masyarakat yang menolak untuk dilakukan Vaksinasi Covid-19.
Tujuan Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi covid-19.
Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis observasional. Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat Desa Karangjaya yang berjumlah 4092 masyarakat. Sampel yang diambil sebanyak 364 masyarakat dengan menggunakan SImpel Random Sampling mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang sudah di uji validitas oleh peneliti sendiri, dan menggunakan skala Guttman dan Likert untuk variabel dependen dan independen. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan Bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan 0,05.
Hasil Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan masyarakat, pendidikan, paparan informasi, jarak tempat pelayanan vaksinasi, dan dukungan petugas kesehatan. Dan terdapat juga variabel yang tidak berhubungan seperti Usia dan dukungan aparat desa dengan vaksinasi covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran dengan masing-masing nilai tingkat pengetahuan masyarakat (0,000), tingkat pendidikan dengan nilai p-value (0,005), paparan informasi dengan nilai p-value (0,000), jarak tempat pelayanan vaksinasi dengan nilai (0,002), dan dukungan petugas kesehatan dengan nilai p-value (0,000). Yang keseluruhan hasil nilai p-value lebih kecil dari (0,05) dengan demikian H0 ditolak. Sedangkan usia dengan hasil p-value (0,798), serta dukungan aparat desa dengan nilai p-value (0,185) dengan hasil nilai p-value lebih besar dari (0,05) dengan demikian H0 diterima
Kesimpulan Ada hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat, tingkat pendidikan, paparan informasi, jarak tempat pelayanan vaksinasi, dukungan petugas kesehatan. Dan tidak ada hubungan antara usia dan dukungan aparat desa dalam mengikuti program vaksinasi covid-19 di Desa Karangjaya Kec. Pebayuran.
Saran Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui faktor apa saja yang membuatnya siap untuk mengikuti program vaksinasi covid-19.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Situasi di dunia saat ini dikejutkan dengan merebaknya virus yang mewabah dan mematikan. Corona virus adalah virus genom RNA indra-positif non-segmen yang menginfeksi saluran pernapasan dan pencernaan pada manusia dan hewan. Salah satu gejala yang dapat muncul bila terinfeksi adalah kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur’an Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Ruang Rawat Inap Covid-19 RS Sentra Medika Cibinong. Metode penelitian ini adalah pre eksperimental one group pre-test dan post-test. Populasi pada penelitian ini adalah pasien terkonfirmasi covid-19 sebanyak 20 orang yang mengalami kecemasan dengan teknik total sampling, dengan jumlah sampel 20 responden. Hasil uji Shapiro-Wilk sebelum dan sesudah intervensi sebanyak > 0,05 yang artinya berdistribusi normal. Dan hasil uji Paired Sample T-test adalah P value 0,000 (P value < 0,05) yang menunjukkan ada pengaruh yang bermakna pada sebelum dan sesudah pemberian terapi murottal. Diharapkan bagi pasien sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan secara mandiri, bagi pelayanan kesehatan diharapkan menjadi pilihan terapi non farmakologi yang hemat biaya dan sederhana untuk menurunkan tingkat kecemasan di samping terapi lain yang telah dipakai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI Skripsi, 16 Agustus 2022 Nama : Atu Zelva Aulia NIM : 010718004 GAMBARAN SWAMEDIKASI VITAMIN DAN IMUNOSTIMULAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI APOTEK KHANZA MEDIKA PADA PERIODE MARET 2020 – JUNI 2022 Xvi + 46 Halaman + 2 Tabel + 11 Gambar + 12 Lampiran ABSTRAK Coronavirus Disease atau Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Potensi terinfeksi virus Covid-19 sangat dipengaruhi oleh tingkat imunitasnya. Salah satu cara untuk meningkatkan sistem imun yaitu melalui multivitamin ataupun suplemen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui vitamin dan imunostimulan apa saja yang paling banyak digunakan pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh penjualan obat di apotek. Sampel pada penelitian ini yaitu penjualan vitamin dan imunostimulan di apotek. Data dianalisis dalam bentuk diagram. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat penjualan tertinggi vitamin B di Apotek Khanza Medika pada masa pandemi Covid-19 pada bulan Juli 2020. Tingkat penjualan tertinggi vitamin C di Apotek Khanza pada bulan Juli 2021. Tingkat penjualan tertinggi multivitamin di Apotek Khanza Medika pada bulan April 2020. Tingkat penjualan tertinggi imunostimulan di Apotek Khanza Medika pada bulan Maret 2020. Dan vitamin yang sering digunakan pada masa pandemi Covid-19 di Apotek Khanza Medika yaitu vitamin C dan Multivitamin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah vitamin yang paling banyak digunakan pada masa pandemi Covid-19 di Apotek Khanza Medika yaitu vitamin C dan multivitamin.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Lansia di era pandemic ini sangat rentan terinfeksi Covid-19. Dikarenakan fungsi kerja tubuh lansia menurun dan
berbagai faktor lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi lamanya lansia di rawat dengan terkonfirmasi Covid19
yaitu usia, jenis kelamin dan komorbid (Hipertensi dan DM). Desain penelitian ini bersifat deskriptif
kuantitatif. Populasi dan Sample yang digunakan 50 orang lansia yaitu menggunakan teknik Total Sampling.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey cross sectional. Analisa yang digunakan Uji-Chi Square.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dari catatan rekam medik rumah sakit X dengan menggunakan
instrumen tabel data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan lamanya
perawatan lansia dengan hasil P Value 0,048, terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan lamanya perawatan
lansia dengan hasil P Value 0,046 dan terdapat hubungan antara komorbid (hipertensi dan DM) dengan lamanya
perawatan lansia dengan hasil P Value 0,026. Maka dari itu dapat disimpulkan dari hasil penelitian sebagian besar
dari Pasien Lansia dengan Terkonfirmasi Covid-19 memiliki Lama perawatan dikarenakan adanya hubungan
dengan Usia, Jenis Kelamin dan komorbid (hipertensi dan DM).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Covid-19 merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di berbagai negara. Case Fertality Rate Covid-19
di Indonesia mencapai 4,68%. Kematian tertinggi pasien Covid-19 di RSUD bayu Asih terdapat di ruang ICU yaitu
82,4%. Usia tua, jenis kelamin dan penyakit komorbid merupakan faktor resiko yang menyebabkan kematian. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan komorbid dengan kematian covid-19 di Ruang ICU RSUD Bayu
Asih Purwakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analitik observasional dengan desain studi
retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Covid-19 terkonfirmasi di ruang ICU RSUD Bayu Asih
Purwakarta periode bulan Oktober 2020 - Januari 2021 sebanyak 64 orang pasien, sampel yang digunakan yaitu total
sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi checklist. Analisis data menggunakan Uji Chi
Square. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 64 pasien terinfeksi Covid-19 di ruang ICU, 41 pasien
meninggal, 80,6% berusia >60 (p=0,016, OR 4,427), 72,2% berjenis kelamin laki-laki (p=0,201, OR 2,253) dan 74,1%
memiliki penyakit penyerta (p=0,000, OR 25,714). Kesimpulannya adalah usia tua dan penyakit komorbid merupakan
faktor resiko kematian pada Covid-19.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Burnout (kejenuhan kerja) sebagai proses perubahan perilaku negatif yang terjadi sebagai respon dari stress dan tekanan pekerjaan dalam jangka waktu lama dengan gejala kelelahan fisik dan emosi, perubahan kepribadian dan menurunnya produktivitas kerja. Tujuan penelitian mengetahui hubungan faktor internal dan faktor ekternal dengan Burnout (kejenuhan kerja) saat pandemi Covid 19 pada perawat di rumah sakit “X” Kab Bekasi. Peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 91 perawat. Jumlah sampel sebanyak 48 responden, dengan teknik Cluster Sampling. Instrumen pengumpulan data dengan kuesioner, yang akan di analisis dengan uji statistik Chi Square.
Hasil analisa statistik didapatkan tidak ada hubungan usia dengan Burnout pada perawat P Value=0,409 (>0,05), tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan Burnout pada perawat P Value=0,235 (>0,05) dan ada hubungan masa kerja dengan Burnout pada perawat P Value=0,002 (<0,05). Adanya hubungan dukungan rekan kerja dengan Burnout dengan p Value=0,000 (<0,05). Adanya hubungan dukungan atasan dengan Burnout dengan p Value=0,000 (<0,05).
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perlu mempertahankan dan meningkatkan dukungan sosial rekan kerja dan atasan untuk para perawat agar meminimalisir Burnout, misalkan mengadakan kegiatan positif yang dapat membangkitkan semangat dan motivasi yang berkaitan dengan dukungan emosional, memberikan reward atas prestasi yang diraih, memberikan solusi atau nasehat ketika perawat membutuhkan masukan akan kinerja.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan waktu tunggu dengan kecemasan
pasien dimasa pandemi COVID19 diruang IGD rs x Bekasi Tahun 2021.mengingat Salah satu bentuk
mutu pelayanan yang sering dikeluhkan pasien adalah waktu tunggu. Waktu tunggu adalah waktu yang
digunakan oleh petugas kesehatan di rumah sakit untuk memberikan pelayanan pada pasien.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif korelasi dengan
metode kuantitatif. Pendekatan yang dipilih secara cross-sectional, yaitu pendekatan, observasi atau
pengumpulan data pada satu waktu (point time approach) (Notoatmodjo, 2016). Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh pasien dewasa yang berkunjung ke IGD RS X Bekasi selama 1 bulan yaitu
tanggal 1 sampai dengan tgl 28 februari 20021 yang berjumlah 780 orang. Sampel merupakan bagian
populasi yang akan diteliti atau objek yang diteliti dan dianggap dapat mewakili populasi dalam
penelitian (Notoatmodjo,2018).
Berdsarkan hasil penelitan menunjukan ada hubungan antara waktu tunggu dengan kecemasan
pasien dimasa pandemi covid19 di ruang IGD RS X Kabupaten Bekasi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Menurut situs WHO, virus corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa sehingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus ini bisa mengakibatkan seseorang kehilangan nyawa sehingga menurut WHO telah menjadikan status virus corona ini sebagai pandemic.
Tujuan penelitian : untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan Ibu Hamil tentang penerapan protokol Pencegahan Covid-19 di Klinik Umum Tanjung Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi tahun 2021.
Metode : metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggun akan Accidental sampling dengan jumlah 102 orang. Pengumpulan data menggunakan primer. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari umur, pendidikan, penghasilan keluarga, pekerjaan ibu, dukungan tenaga kesehatan, dukungan keluarga, dan sumber informasi sedangkan variabel dependen yaitu pengetahuan ibu hamil tentang Pencegahan Covid-19. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat yang bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi di setiap variable dan crosstab (tabulasi silang).
Hasil : responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 68,6%, pada responden dengan usia beresiko sebanyak 61,8%, pada responden dengan pendidikan rendah sebanyak 83,3%, pada responden dengan penghasilan keluarga rendah sebanyak 60,8%, pada responden yang tidak bekerja sebanyak 61,8%, Pada responden dukungan tenaga kesehatan yang menunkung sebanyak 73,5%, Pada responden dukungan keluarga yang kurang mendukung sebanyak 67,6% dan pada responden dengan sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 74,5% dari hasil
penelitian 8 variabel independen tidak memiliki kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan : distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil yang mengetahui pencegahan Covid-19 paling banyak ibu yang berpengetahuan rendah ada 70 Ibu Hamil dibandingkan ibu yang berpengetahuan tinggi ada 32 Ibu Hamil di Klinik Umum Tanjung Tahun 2020.
Saran : Untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan covid-19 yang akan digunakan untuk menambah pengetahuan tentang bahaya covid-19 melakukan penerapan pencegahan Covid-19 dengan baik.