ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendahuluan : Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh orang tua. Dampak kurang gizi terhadap balita dapat berakibat terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Metode : Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang memiliki hubungan dengan status gizi balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Variabel terikat yaitu status gizi balita. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 110 responden. Teknik analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil bahwa Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025 adalah usia balita (p-value 0,024), pendidikan ibu (p-value 0,000), pekerjaan ibu (p-value 0,007), status ekonomi (p-value 0,000), asupan makan balita (p-value 0,000), riwayat penyakit infeksi balita 3 bulan terakhir (p-value 0,000), pengetahuan ibu (p-value 0,000). Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan balita, penyakit infaksi balita, dan pengetahuan ibu. Disarankan bagi masyarakat untuk lebih mengetahui factor yang berhubungan dengan status gizi balita, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pencegahan terjadinya gizi kurang pada balita, dengan mengikuti penyuluhan gizi yang dilakukan kader posyandu agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada balita.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan : Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh orang tua. Dampak kurang gizi terhadap balita dapat berakibat terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025.
Metode : Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang memiliki hubungan dengan status gizi balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Variabel terikat yaitu status gizi balita. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 110 responden. Teknik analisa data menggunakan uji chi-square.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil bahwa Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025 adalah usia balita (p-value 0,024), pendidikan ibu (p-value 0,000), pekerjaan ibu (p-value 0,007), status ekonomi (p-value 0,000), asupan makan balita (p-value 0,000), riwayat penyakit infeksi balita 3 bulan terakhir (p-value 0,000), pengetahuan ibu (p-value 0,000).
Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan balita, penyakit infaksi balita, dan pengetahuan ibu. Disarankan bagi masyarakat untuk lebih mengetahui factor yang berhubungan dengan status gizi balita, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pencegahan terjadinya gizi kurang pada balita, dengan mengikuti penyuluhan gizi yang dilakukan kader posyandu agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada balita.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Dimana penyakit
infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung
hingga alveoli termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura.
Penelitian ini dilakukan di Klinik Adisya Medika Karang Bahagia yang bertujuan untuk
mengetahui fakto-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya ISPA pada balita di Klinik
Adisya Medika Karang Bahagia tahun 2023.
Penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik
pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan total sampling. Instrumen yang
digunakan adalah kuisioner berupa G-form, analisis data yang digunakan adalah univariat dengan
menghitung distribusi frekuensi variabel dan analisa bivariat berupa uji chi-square dengan nilai
signifikan p<0,005.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa analisis bivariat diperoleh hasil status gizi
(p=0,415), pendidikan ibu (p=1,000) yang artinya status gizi dan pendidikan ibu tidak ada
hubungan dengan kejadian ISPA, sedangkan kebiasaan merokok keluarga (p=0,0001), riwayat
asi eksklusif (p=0,0000) yang artinya kebiasaan merokok keluarga dan riwayat ASI Eksklusif ada
hubungan dengan kejadian ISPA pada balita.
Kesimpulan penelitian ini adalah hasil dari penelitian menunjukkan bahwa status gizi dan
pendidikan ibu tidak mempengaruhi kejadian ISPA pada balita, sedangkan kebiasaan merokok
keluarga dan riwayat ASI Eksklusif mempengaruhi kejadian ISPA pada balita. Hasil penelitian
ini disarankan untuk tenaga kesehatan mampu meningkatkan pemberian informasi kepada ibu
serta masyarakat berupa penyuluhan dan promosi kesehatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat, yang dilaksanakan oleh kader kesehatan yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Posyandu sebagai bentuk upaya kesehatan yang berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kunjungan balita di posyandu Desa Margasari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita di posyandu Desa Margasari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang dengan jumlah ibu yang mempunyai balita 80 ibu. Dan sample penelitian ini adalah 80 orang, sampel diambil dengan cara menggunakan metode total sampling. Analisis data digunakan dengan cara univariat.
Hasil penelitian ini terdapat 30 responden yang memiliki pendidikan rendah sebanyak 42 orang (52,2%). Memiliki usia <35 tahun sebanyak 30 orang (37,5%) sedangkan yang berusia >35 tahun sebanyak 50 orang (62,5%) kemudian yang dukungan keluarga yang tidak mendukung sebanyak 46 orang (57,5%) sedangkan yang mendukung sebanyak 34 orang (47,7%). Pengetahuan ibu yang kurang sebanyak 43 orang (53,8%) dan yang tidak berkunjung karena adanya wabah covid-19 sebanyak (55,0%).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Diare merupakan buang air besar dengan konsistensi dalam bentuk cair atau mencret
sebanyak 3 kali dan bisa lebih dalam satu hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran
kejadian diare pada balita di Puskesmas Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten
Bekasi, tahun 2020. Tujuan pengambilan judul tersebut dikarenakan kasus diare pada balita masih
sangat tinggi oleh karena itu penulis ingin meneliti kasus tersebut.
Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskritif. Populasi dalam
penelitian ini adalah bayi yang terkena diare, yang berada di Puskesmas Mekarmukti Cikarang,
Kabupaten Bekasi tahun 2020 sebanyak 102 pasien balita teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik Random Sampling dengan jumlah 81 sampel. Pengumpulan data
menggunakan sekunder. Variabel penelitian terdiri dari independen yang terdiri dari sosial
ekonomi, umur balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu sedangkan variabel dependen yaitu kejadian
diare pada balita. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan tabel crosstab yang bertujuan
untuk mengetahui distribusi frekuensi di setiap variabel.
Hasil penelitian ini menunjukkan pada balita dengan pendapatan rendah sebanyak 81,5%
pada balita dengan umur beresiko sebanyak 90,1% pada ibu balita dengan pendidikan rendah
sebanyak 61,7% pada ibu yang bekerja sebanyak 42% dari hasil penelitian 4 variabel independen
tidak ada kesenjangan dengan teori.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini dapat mengetahui distribusi frekuensi gambaran
kejadian diare pada balita yang mengalami diare sebanyak 49 balita dan balita yang tidak diare
sebanyak 32 balita di Puskesmas Mekarmukti Cikarang, Kabupaten Bekasi, tahun 2020. Saran
dapat meningkatkan pola hidup sehat pada balita dengan cara menjaga kesehatan tubuh dengan
mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan,
olahraga teratur, istirahat yang cukup, diharapkan juga mencari informasi untuk menambah
pengetahuan tentang kesehatan selain di sekolah dapat juga melalui internet atau membaca buku
referensi tentang menjaga pola hidup sehat